Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENERAPAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KOSAKATA PADA ANAK DENGAN HAMBATAN PENDENGARAN DI SKH NEGERI 01 KOTA SERANG Hana Nailah Shafhah; Yuni Tanjung Utami; Reza Febri Abadi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3865

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan anak dengan hambatan pendengaran di kelas I SDKh dalam menguasai kosakata benda akibat keterbatasan dalam menerima informasi secara verbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media interaktif dalam meningkatkan penguasaan kosakata pada anak dengan hambatan pendengaran di SKh Negeri 01 Kota Serang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan bahwa anak masih mengalami kendala dalam mengenali nama-nama benda di lingkungan sekitar, dan membutuhkan penguatan tambahan dalam menggunakannya dalam kegiatan belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pre-Test Post-Test dengan tiga anak dengan hambatan pendengaran sebagai subjek. Media interaktif yang digunakan berupa aplikasi pembelajaran dengan gambar, permainan tebak gambar, susun huruf, dan menjodohkan kata dengan gambar. Data diperoleh melalui pretest dan post-test untuk menilai kemampuan anak dalam menunjukkan, menyebutkan, dan menuliskan kosakata. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan setelah perlakuan. Media interaktif terbukti efektif membantu anak lebih mudah memahami dan mengingat kosakata melalui tampilan visual yang menarik dan aktivitas yang menyenangkan.
PENERAPAN METODE DRILL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN TATA RIAS PENGANTIN MODERN SISWA TUNARUNGU DI SKH NEGERI 02 LEBAK Ilma Hasanah Amalia; Toni Yudha Pratama; Yuni Tanjung Utami
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3884

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan vokasional yang sesuai bagi siswa tunarungu guna mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja. Salah satu keterampilan yang potensial dikembangkan adalah tata rias pengantin modern, yang menekankan pada ketelitian, estetika, dan koordinasi motorik halus. Bidang tata rias termasuk bidang inklusif karena tidak mengandalkan komunikasi verbal, sehingga sesuai dengan karakteristik siswa tunarungu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan metode drill dalam meningkatkan keterampilan tata rias pengantin modern pada siswa tunarungu di SKh Negeri 02 Lebak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pre-test and Post-test Design. Subjek dalam penelitian ini adalah empat siswa tunarungu yang telah memiliki keterampilan dasar dalam tata rias. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes praktik keterampilan tata rias pengantin modern menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan setelah penerapan metode drill. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menghasilkan nilai T+ = 10 dan T− = 0, sehingga nilai T terkecil adalah 0. Nilai ini dibandingkan dengan T tabel pada taraf signifikansi 0,05 (dua sisi) dengan n = 4, yaitu T tabel = 0. Karena T hitung ≤ T tabel (0 ≤ 0), maka H₀ ditolak dan H₁ diterima. Artinya, terdapat pengaruh signifikan penerapan metode drill terhadap peningkatan keterampilan tata rias pengantin modern. Penelitian ini merekomendasikan metode drill sebagai pendekatan pembelajaran vokasional yang efektif dan sesuai bagi siswa tunarungu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK DENGAN HAMBATAN PENDENGARAN Amelia Maulidinnisa; Yuni Tanjung Utami; Sayidatul Maslahah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan kemampuan menyimak anak dengan hambatan pendengaran di kelas III SDKH SKh Negeri 01 Kota Serang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian terdiri dari 4 anak dengan hambatan pendengaran. Instrumen penelitian meliputi tes tertulis kemampuan menyimak dan lembar observasi ketahanan konsentrasi. Hasil pretest menunjukkan rata-rata skor kemampuan menyimak sebesar 52,5 dengan persentase 59%. Setelah perlakuan berupa pembelajaran dengan model Think Pair Share selama empat pertemuan, hasil posttest meningkat menjadi rata-rata 95 dengan persentase 95%. Peningkatan rata-rata skor adalah 43 poin dengan persentase 43% dari skor maksimal. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi < 0,01, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Think Pair Share berpengaruh sangat signifikan terhadap peningkatan kemampuan menyimak anak dengan hambatan pendengaran.
PENERAPAN METODE PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SULAM BENANG MOTIF FLORA BAGI ANAK DENGAN HAMBATAN PENDENGARAN DI SEKOLAH KHUSUS PANDITA Kalina Yunika; Toni Yudha Pratama; Yuni Tanjung Utami
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4004

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah anak dengan hambatan pendengaran memiliki potensi intelektual yang setara dengan anak pada umumnya, namun keterbatasan dalam memahami komunikasi verbal seringkali menjadi kendala dalam proses pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran keterampilan praktik seperti sulam benang. Keterampilan ini belum banyak diterapkan di sekolah khusus, padahal sulam benang memiliki manfaat dalam meningkatkan motorik halus, konsentrasi, dan kemandirian anak. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sulam benang motif flora pada anak dengan hambatan pendengaran melalui penerapan metode Project Based Learning (PjBL). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test and post-test. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa tunarungu yang telah memiliki keterampilan dasar menjahit. Instrumen penelitian berupa penilaian keterampilan sulam benang berdasarkan 20 aspek penilaian yang disesuaikan dengan tahapan PjBL. Perlakuan pembelajaran dilakukan dalam lima kali pertemuan yang mengikuti enam sintak PjBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada keterampilan siswa setelah diberikan perlakuan. Skor pre-test siswa menunjukkan kemampuan awal yang rendah, sedangkan skor post-test menunjukkan seluruh siswa memperoleh nilai maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode Project Based Learning efektif dalam meningkatkan keterampilan sulam benang motif flora pada anak dengan hambatan pendengaran. Metode ini juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemandirian, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa.
PENGGUNAAN TEKNIK TIME-OUT UNTUK MENGURANGI PERILAKU AGRESIF PADA ANAK DENGAN HAMBATAN INTELEKTUAL (Studi Eksperimen Single Subject Research (SSR) di Kelas VII SMPKH Elok Asri) Ulwy Audira Saskia; Neti Asmiati; Yuni Tanjung Utami
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik time-out dalam mengurangi perilaku agresif verbal pada anak dengan hambatan intelektual di kelas VII SMPKH Elok Asri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode eskperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Single Subject Research (SSR) dengan model A-B-A. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas VII SMPKH Elok Asri yang menunjukkan perilaku agresif verbal seperti membentak, mengejek, dan berkata kasar. Pada fase Baseline 1 (A1), data dikumpulkan selama empat sesi tanpa intervensi untuk memperoleh gambaran awal perilaku agresif. Fase Intervensi (B) dilakukan selama delapan sesi dengan menerapkan prosedur time-out, yaitu anak dipisahkan dari aktivitas menyenangkan ketika perilaku agresif muncul, kemudian diberikan penguatan positif setelah menunjukkan perilaku sesuai aturan. Fase Baseline 2 (A2) dilaksanakan selama empat sesi tanpa intervensi untuk melihat keberlangsungan perubahan perilaku setelah perlakuan dihentikan. Data dianalisis menggunakan parameter frekuensi, mean level, trend, serta stabilitas antar fase. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada frekuensi perilaku agresif verbal. Rata-rata perilaku agresif pada fase A1 adalah 0,29, menurun menjadi 0,17 pada fase intervensi B, dan bertahan pada 0,18 pada fase A2. Analisis visual memperlihatkan tren penurunan dan konsistensi hasil antar fase, yang mengindikasikan bahwa teknik time-out efektif menurunkan perilaku agresif pada anak dengan hambatan intelektual. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi guru, orang tua, dan sekolah untuk menggunakan time-out sebagai strategi manajemen perilaku yang sederhana, efektif, dan dapat diterapkan dalam setting pendidikan khusus.
The Orientation Mobility Social Communication (OMSC) Learning Based Universal Design for Learning: Optimizing the Potential of Students with Multiple Disabilities and Visual Impairments (MDVI) Sistriadini Alamsyah Sidik; Dedi Mulia; Yuni Tanjung Utami
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v5i1.507

Abstract

Multiple Disabilities with Visual Impairment (MDVI) refers to individuals with visual impairments—ranging from total blindness to partial vision or residual vision—accompanied by additional limitations. These limitations may include cognitive, developmental, hearing, or mobility impairments. Orientation is utilizing functional senses to position oneself relative to significant objects in the surrounding environment. At the same time, mobility refers to the ability to move from one location to another in a practical, precise, and safe manner. Orientation and mobility are interdependent; orientation is ineffective, and mobility cannot function without orientation. Similarly, social and communication skills are interconnected, as communication skills positively impact the social aspects of multiple disabilities with visual impairment (MDVI) students. This study examines the effectiveness of The Orientation Mobility Social Communication(OMSC) based Universal Design for Learning for students with MDVI. Specifically, it explores the application of OMSC learning in a school with a unique setting that researchers in the Banten area used as research objects. The study employs a mixed-methods research approach, integrating qualitative and quantitative methodologies. The findings demonstrate that media and subject matter experts validated the developed instructional guide, and its trial implementation with students revealed improvements in OMSC skills. These improvements were observed through graphical analyses during baseline 1, intervention, and baseline 2 phases. The study concludes that implementing The Orientation Mobility Social Communication (OMSC) Learning Based Universal Design for Learning is effective for MDVI students, as evidenced by enhancing their OMSC skills during the intervention.
Implementation of Loose Part Play STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Media on STEM Understanding of Pre-service Teachers: A Case Study in Serang City, Indonesia Reza Febri Abadi; Siti Musayaroh; Sistriadini Alamsyah Sidik; Neti Asmiati; Toni Yudha Pratama; Dedi Mulia; Yuni Tanjung Utami; Sayidatul Maslahah
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v3i1.179

Abstract

This study aimed to implement the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)-based Loose Part Play Media on an understanding of cerebral palsy pre-service teachers in the city of Serang. The participants in this study are cerebral palsy pre-service teachers in Serang, Indonesia. The participant was 21 teachers. The method in this activity is a case study. The results showed that increasing of the STEM understanding was 26.2. It can be concluded that the STEM-based loose part play media can increase the STEM understanding of the pre-service teachers to find solutions to the problems faced by cerebral palsy pre-service teachers in Serang. An increase in understanding achievement indicates this through loose part play STEM of 26.2 (seen from the initial and final test), and the pre-service teacher's understanding of STEM-based loose play part media is 82.5.