Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENINGKATAN LITERASI AKUNTANSI DAN KEPATUHAN PAJAK BAGI PELAKU UMKM DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA CIMENYAN, KECAMATAN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG Gunardi Gunardi; Priatna Kesumah; Eri Febriani; Meidina Sekar Hapsari; Siti Mialasmaya; Riffka Fauzany; Hendriady De Keizer; Dyah Bayu Framesthi; Risa Hartati; Indi Masruroh
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional, meskipun sebagian pelaku usaha ini masih kesulitan mengatur administrasi keuangan serta menjalankan kewajiban perpajakannya secara tertib, sehingga tata kelola usaha belum berjalan optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini disusun untuk menumbuhkan pemahaman akuntansi dan kepatuhan perpajakan di kalangan pelaku UMKM maupun warga Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari upaya menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Pelaksanaannya melalui beberapa tahap, mulai dari penjajakan kebutuhan warga, pemberian materi edukatif, praktik langsung, pendampingan lanjutan, hingga pengukuran hasil lewat instrumen pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup cara mencatat transaksi usaha, menyusun laporan keuangan sederhana mengikuti Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), serta pemahaman atas kewajiban pajak. Data hasil evaluasi memperlihatkan skor rata-rata pre-test 20,09 dari skala maksimal 30 (66,97%) dan skor rata-rata post-test 19,60 dari skala maksimal 30 (65,33%); karena jumlah responden pada kedua tahap berbeda, hasil tersebut ditelaah secara deskriptif, bukan dengan uji statistik berpasangan. Kendati demikian, catatan diskusi dan pengamatan langsung selama pelatihan memperlihatkan adanya kemajuan pemahaman peserta terkait pentingnya pembukuan yang rapi, keharusan memisahkan uang pribadi dari uang usaha, penyusunan laporan keuangan sederhana, dan ketaatan pajak sebagai unsur utama tata kelola usaha yang sehat. Secara umum, kegiatan ini turut memperkuat kompetensi peserta di bidang akuntansi dan perpajakan serta diharapkan menopang kemandirian ekonomi UMKM secara berkesinambungan, dengan pendampingan lanjutan yang disarankan agar pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh terus dipraktikkan secara konsisten
ETIKA BISNIS DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN STRATEGI MEMBANGUN KEPERCAYAAN KONSUMEN Elyana Hutahaean; Gunardi Gunardi; Hendriady de Keizer
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (EKO-BISMA) Vol 5 No 2 (2026): JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (EKO-BISMA)
Publisher : PUBLISHER ABISATYA DINAMIKA ISWARA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58268/eb.v5i2.336

Abstract

Digital transformation expands market access and enables personalized services, yet it also creates ethical risks that consumers often cannot see, such as opaque data practices, manipulative interfaces, algorithmic bias, fake reviews, and misleading green claims. This study aims to identify the main business-ethics challenges in digital interactions and to formulate strategies for building consumer trust. An integrative literature review with a structured search was conducted, producing an analytical corpus of 41 traceable sources consisting of peer-reviewed articles, academic books, official reports, and Indonesian regulations. The synthesis identifies five challenges: data privacy and security, dark patterns, algorithmic bias and opacity, review manipulation and covert marketing, and digital greenwashing. Ethical digital practices function as behavioral signals that shape perceived ability, benevolence, and integrity, which in turn underpin consumer trust and long-term relationship intentions. Five strategies are proposed: privacy by design, meaningful algorithmic transparency, accountable data governance, an internalized digital code of ethics, and honest crisis communication. The study contributes an integrated conceptual model with seven research propositions and auditable implementation indicators. Future research should test the propositions empirically among Indonesian digital consumers.