Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

METODE PELAKSANAAN PERBAIKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE PRELOADING DAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) PADA TERMINAL INTERNASIONAL KIJING PONTINAK Chandra Adinegoro; Moch. Sholeh; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 2 (2021): JUNI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pelaksanaan konstruksi adalah bagian yang sangat penting dalam proyek konstruksi untuk mendapatkan tujuan dari proyek, yaitu biaya, kualitas dan waktu. Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Penggunaan metode yang tepat, praktis, cepat, dan aman sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi. Sehingga target suatu kontraktor proyek dapat tercapai, seperti pada pembangunan Terminal Internasional Kijing Pontianak Kalimantan Barat perlu dilakukan proses percepatan perbaikan tanah sebelum proses konstruksi dilaksanakan, diharapkan dengan menggunakan Preloading disertai vertical drain maka besarnya penurunan setelah masa konstruksi dapat diperkecil, waktu konsolidasi dipercepat dan daya dukung tanah dasar diperbesar.Pekerjaan percepatan konsolidasi tanah dengan metode Preloading dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) terdiri dari persiapan lahan/lokasi, pengadaan material, tenaga kerja, dan peralatan kerja untuk pelaksanaan pekerjaan percepatan perbaikan tanah lunak dengan menggunakan Preloading dengan PVD. Metode Preloading dengan PVD dimaksudkan untuk mempercepat penurunan dan meningkatkan daya dukung tanah asli yang lunak dengan melakukan pengurangan air pori lewat PVD pada tanah dengan maksud untuk mengurangi kadar air ataupun kadar udara pada butiran tanah sehingga dapat memepercepat penurunan jangka panjang. Dengan meode Preloading disertai PVD dapat mengurangi material yang digunakan untuk pra pembebanan, mengurangi material timbunan, mempercepat waktu konsolidasi, dan menaikkan stabilitas timbunan.
PENGARUH PENAMBAHAN BOTTOM ASH TERHADAP NILAI CBR SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG DI BADEAN, BONDOWOSO Mareta Windia Prahesti; Moch. Sholeh; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 2 (2021): JUNI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyaknya tanah lempung yang berada di Indonesia. Hampir 20% tanah di Jawa merupakan tanah lempung. Padahal untuk membangun jalan, diperlukan tanah yang memiliki daya dukung yang baik (CBR). Sehingga diperlukan stabilisai tanah lempung tersebut untuk meningkatkan nilai CBR nya. Tujuan dari skripsi ini yaitu untuk mendapatkan hasil pengujian fisik tanah asli, mendapatkan nilai CBR tanah asli, dan mendapatkan nilai CBR tanah asli yang telah distabilisasi menggunkan Bottom ash. Tanah yang dijadikan sebagai bahan uji, didapat dari daerah Badean, Kabupaten Bondowoso. Pengujian dilakukan di laboraturium jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang dengan beberapa pengujian. Yaitu pengujian kadar air, berat isi tanah, berat jenis tanah, hydrometer, LL & PL, proctor dan pengujian CBR. Dari hasil penelitian sifat fisik tanah asli didapatkan hasil w = 46,33%, γt = 1,157 gr/cm3, Gs = 2,53, LL = 52,1%, PL = 39,34%. Kategori tanah menurut AASHTOO yaitu A-7-5. Nilai CBR tanah asli yaitu sebesar 3,557% untuk CBR soaked dan 9,519% untuk CBR unsoakaed. Dengan penambahan Bottom ash sebesar 20%, 30% dan 40% didapatkan nilai CBR maksimum yaitu pada penambahan Bottom ash sebesar 30%. Dan dengan nilai CBR soaked 11,448% dan untuk CBR unsoaked 17,034%.
ANALISIS PERBANDINGAN KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG (SPUN PILE) DAN TIANG BOR (BORED PILE) BERDASARKAN PERHITUNGAN DAN UJI LAPANGAN PADA PROYEK PENGEMBANGAN KAMPUS POLITEKNIK NEGERI MADIUN Khairul Ummam Adisanjaya; Moch. Sholeh; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek Pengembangan Kampus Politeknik Negeri Madiun merupakan proyek bangunan gedung bertingkat yang terdiri dari 4 lantai dengan luasan per lantai yakni lantai 1 seluas 2480 m2, lantai 2 seluas 2400 m2, lantai 3 seluas 2400 m2, dan lantai 4 seluas 1170 m2 dengan luas total bangunan 8450 m2. Proyek tersebut awalnya direncanakan menggunakan tiang bor dengan kedalaman 23 m, dengan mempertimbangkan efisiensi dari pelaksanaa di lapangan, maka penulis akan membandingkan perencanaan awal yakni penggunaan tiang bor dengan tiang pancang.Pada perhitungan analisa statika menggunakan software Autodesk Robot Structural Analysis Professional 2018 dan pada pembebanan menggunakan standar PPIUG 1983. Data tanah yang digunakan dalam perhitungan kapasitas daya dukung pondasi menggunakan data N-SPT pada titik DB-3 sebagai acuan perhitungan. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu dengan pemancangan tiang menggunakan mesin Drop Hammer, lalu dalam perhitungan estimasi biaya menggunakan HSPK Kota Madiun.Dari hasil analisa, didapatkan bahwa beban kombinasi terbesar terdapat pada Kolom 11 (Portal G As 11) dan Kolom 12 (Portal G As 12), dengan Beban Kombinasi LRFD sebesar 485.188,48 kg dan Beban Kombinasi ASD sebesar 380307,72 kg. Adapun hasil perhitungan daya dukung tiang pada pondasi tiang pancang (spun pile) sebesar 130,025 ton , daya dukung kelompok sebesar 589,887 ton, penurunan total pondasi 8,880 cm, dengan total anggaran biaya sebesar Rp. 9.390.264.961. Sedangkan untuk pondasi tiang bor (bored pile) daya dukung tiang sebesar 139,229 ton, daya dukung kelompok sebesar 595,792 ton, penurunan total pondasi 9,464 cm, dengan total anggaran biaya sebesar Rp. 15.248.960.510. Oleh karena itu, berdasarkan perhitungan daya dukung pondasi, metode pekerjaan dan rencana anggaran biaya maka digunakan pondas tiang pancang (spun pile) yang dianggap paling ekonomis dan efisien.
PERENCANAAN ULANG JARINGAN IRIGASI TERSIER MENGGUNAKAN LINING MODULAR PADA DESA PENDEM, KECAMATAN JUNREJO, KOTA BATU Binar Satria Hartono; Medi Efendi; Moch. Sholeh
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kehilangan air akibat kerusakan saluran pembawa pada Desa Pendem mengkibatkan pendistribusian air ke lahan tidak sempurna. Dengan ini perlu direncanakan ulang saluran irigasi yang dapat mengurangi kehilangan air pada saluran. Dalam perencnaan ini digunakan saluran irigasi modular dengan keunggulan memiliki kualitas aliran yang lebih baik dan dapat mencegah terjadinya longsor pada saluran, Data yang diperlukan dalam perencanaan ini diantaranya peta topografi, data curah hujan dari 3 stasiun terdekat, data klimatologi, dan HSPK Kota Batu, Data diolah menggunakan metode basic year dan untuk evapotranspirasi menggunakan Pennman Modifikasi. Pada hasil perhtitungan diperoleh NFR 0,929 liter/detik/hektar, dimensi saluran yang dipakai untuk saluran pembawa dan pembuang (tersier maupun kuarter) adalah bentuk persegi, saluran tersier berjumlah 9 dengan konfigurasi 0 – 0 ( ba = 0,86m bb = 0,18m H = 0,65m ) dengan tinggi jagaan direncanakan sebesar 0,2 meter, Untuk saluran kuater dimensi terbesar adalah b = 0,88 dan H = 0,24 m dan tinggi jagaan 0,2 meter. Sedangkan saluran pembuang berjumlah 5 dengan dimensi saluran paling besar b = 0,6 meter, h = 1,0 meter dengan tinggi jagaan 0,4 meter. Rencana anggaran biaya perencanaan jaringan irigasi tersier sebesar Rp 4.569.167.600,00
OPTIMASI PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PROYEK DERMAGA PT. BERLIAN MANYAR SEJAHTERA, GRESIK. Astri Indah Mauludia; Diah Lydianingtias; Moch. Sholeh
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 4 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah proyek dengan skala besar, peralatan / alat berat menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang berjalannya proyek. Beberapa faktor yang berpengaruh besar dalam penelitian ini seperti, tipe alat berat dan pemilihan alat berat sesuai kebutuhan. Sehingga dari faktor tersebut akan berpengaruh besar juga terhadap produktivitas masing-masing alat, durasi penyelesaian pekerjaan, jumlah penggunaan alat berat, dan anggaran biaya yang dikeluarkan. Dari tujuan yang akan dicapai tersebut, dibutuhkan spesifikasi alat berat yang tepat, harga beli alat berat, gambar kerja rencana di proyek, dan waktu pelaksanaan. Hasilnya, dengan menggunakan crawler crane kapasitas 30T dan 25T hanya dibutuhkan masing-masing 1 Unit. Penggunaan pile driver hammer tipe DD45 dan DD65, dan concrete truck mixer kapasitas 7m³ juga dapat mempersingkat durasi pekerjaan selama 6bulan, yang sebelumnya 20bulan menjadi 14bulan. Hal ini juga berbanding lurus dengan pengeluaran anggaran yang semakin ekonomis, dari Rp 52.029.279.617,91 menjadi Rp 19.213.561.469,07.
ANALISIS STABILITAS LERENG METODE FELLENIUS PADA PROYEK JLS LOT 6 TRENGGALEK – TULUNGAGNG STA 0+300 Nabilah Ismiradiana; Moch. Sholeh; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 4 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lereng di STA 0+300 proyek JLS Lot 6 termasuk lereng tidak stabil karena sering terjadi longsor. Perlu dilakukan analisis stabilitas lereng menggunakan metode fellenius untuk menentukan faktor keamanan dengan menghitung besar kekuatan geser yang menyebabkan kelongsoran. Data yang dibutukan adalah nilai kohesi (c), sudut geser dalam (φ), berat isi tanah (γ) serta koefisien gempa (kh). Lereng di redesign dengan variasi kemiringan dan ketinggian, untuk mencari lereng yang aman dan hemat biaya. Hasil yang digunakan yaitu kemiringan lereng 1:1 dengan nilai Geostudio Slope/W adalah FK (1,638) dan FKbgempa (1,137) sedangkan perhitungan manual nilai FK (1,630) dan FKbgempa (1, 181). Kemudian lereng ditanami rumput vetiver untuk memperkuat lereng, dengan parameter tanah diperoleh dari perbandingan data jurnal. Hasil perhitungan Geostudio Slope/W nilai FK (1,765) dan FKbgempa (1,231) sedangkan perhitungan manual nilai FK (1,800) dan FKbgempa (1,250). Hasil perhitungan RAB lereng yang sudah direncanakan ulang dan ditambah rumput vetiver yaitu Rp.48.050.638,-
ANALISIS ULANG PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG PADA TRIBUN ZONA 15 PROYEK PEMBANGUNAN JAKARTA INTERNATIONAL STADIUM Faris Irfan Satria; Moch. Sholeh; Nawir Rasidi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 4 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi merupakan bagian bawah dari suatu konstruksi yang berfungsi untuk meneruskan beban dari bagian atas struktur ke lapisan paling bawah. Pemilihan metode pemancangan tentu saja akan mempengaruhi dampak sosial, waktu dan biaya. Oleh karena itu, dalam jurnal skripsi ini penulis melakukan penelitianyang berjudul“Analisis Ulang Perencanaan Pondasi Tiang Pancang Pada Tribun Zona15 Proyek Pembangunan Jakarta Internasional Stadium” berdasarkan analisis ulang metode pemancangan menggunakan Hydraulic Static Pile Driver (HSPD). Permasalahan penelitian yang dikembangkan dalam tujuan dari jurnal skripsi ini adalah; 1). Mengetahui perhitungan daya dukung pada pondasi tiang pancang menggunakan data N-SPT dan laboratorium; 2). Mengetahui perhitungan penurunan (settlement) pada pondasi tiang pancang; 3). Mengetahui perhitungan pembebanan portal struktur atas pada proyek Jakarta Internasional Stadium; 4). Mengetahui metode pelaksanaan pada pekerjaan pondasi tiang pancang; 5). Mengetahui durasi waktu yang diperlukan pada pekerjaan pondasi tiang pancang bedasarkan hasil analisis ulang perencanaan; 6). Mengetahui perhitungan biaya yang diperlukan pada pekerjaan pondasi tiang pancang berdasarkan hasil analisis ulang perencanaan. Metode penelitian yang digunakan adalah setelah mendapatkan data-data proyek gambar perencanaan, data N-SPT, data laboratorium, data konsolidasi dan studi literatur analisis perencanaan, selanjutnya dilakukan perhitungan pembebanan dengan software robot structural analisys, dilanjutkan dengan menghitung dimensi tiang dan analisis daya dukung tiang dengan N-SPT dan laboratorium, dilanjutkan dengan perhitungan penurunan tiang pancang, penulangan pondasi, metode pelaksanaan, analisis aspek waktu dan rencana anggaran biaya analisis ulang tribun zona 15 perencanaan pondasi. Hasil dari analisis sekaligus kesimpulan dari penelitian adalah; 1). pembebanan portal struktur atas ASD sebesar 20.730 kN dan LRFD sebesar 26.450 kN; 2). daya dukung tiang tunggal sebesar 1374,301 kN dan daya dukung tiang kelompok sebesar 6871,505 kN ; 3). penurunan pada pondasi tiang pancang sebesar 16.10 cm < 20,33 cm; 4). Metode pelaksanaan pemancanagan yang digunakan adalah HSPD; 5). Durasi waktu yang diperlukan dengan alat hspd 8 hari dan dengan alat diesel hammer 10 hari; 6). Rencana anggaran biaya perencanaan ulang pondasi tiang pancang dengan HSPD pada tribun zona 15 sebesar Rp. 2.751.000.000,00.
PENGARUH JUMLAH PEMADATAN TERHADAP KUAT TEKAN RCCP (Roller Compacted Concrete Pavement) Yulianto, Tegar; Marjono; Moch. Sholeh
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RCCP (Roller Compacted Cocrete Pavement) sebagai bahan perkerasan jalan raya masih kurang dimanfaatkan di Indonesia, Perkerasan ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan beton normal, salah satunya pada umur muda mampu menerima beban lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal. Waktu pengerjaan lebih cepat, karena tidak memerlukan dowel, tidak memerlukan proses grooving,dan permukaan tidak licin. Pada penilitian ini campuran RCCP menggunakan semen, agregat kasar ukuran maksimal 12,5, agregat halus, dengan varisai jumlah pemadatan yaitu 12, 16, 20, 24, 32,dan 40 kali. Tujuan dari penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data hubungan antara kuat tekan terhadap variasi jumlah pemadatan dan jumlah pemadatan yang optimal y = -0,0873x2 + 7,5459x + 158,83. Y=Kuat Tekan (kg/cm), X= Variasi jumlah pemadatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penambahan variasi jumlah pemadatan pada RCCP dapat meningkatkan kuat tekan serta mengetaui jumlah pemadatan yang optimal, dalam hal ini variasi pemadatan 43 kali dengan tebal 5 cm dengan nilai kuat tekan 321,886 kg/cm2. Biaya yang dibutuhkan untuk perkerasan RCCP sebesar Rp 981.198,44 /m3.
ANALISIS KELONGSORAN BENDUNGAN SEMANTOK KABUPATEN NGANJUK DENGAN METODE BISHOP Fahardi, Athallah Nujud; Moch. Sholeh; Armin Naibaho
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Semantok merupakan salah satu bendungan yang sedang dibangun dan termasuk dalam PSN (proyek strategis nasional), Bendungan ini terletak di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Bendungan Semantok didesain dengan tipe zonal (inti vertikal) dengan 6 zona timbunan yaitu zona inti, filter halus, filter kasar, random tanah, rip-rap, dan rock toe serta merupakan bendungan urugan yang membentang sepanjang 3.100 meter. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui nilai angka keamanan stabilitas lereng (kondisi tanpa gempa dan dengan beban gempa), mengetahui besar kapasitas debit rembesan, serta dapat mengetahui metode pelaksanaan timbunan dan rencana anggaran biaya Bendungan Semantok. Dari hasil perhitungan diperoleh kapasitas debit rembesan yang terjadi (pada program Geo-Studio SEEP/W 2012) < 1% dari rata-rata debit sungai yang masuk ke dalam waduk sehingga aman dari rembesan. Analisis faktor keamanan kelongsoran stabilitas lereng dianalisis dalam berbagai kondisi muka air dengan dan tanpa beban gempa menghasilkan nilai diatas faktor keamanan minimum. Biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 11.453.860.100,00. untuk pekerjaan galian dan timbunan pada Sta.2500 Paket II Bendungan Semantok.
ANALISIS PERKUATAN TANAH DENGAN GEOTEKSTIL PADA LERENG JLS. LOT 6 TRENGGALEK-TULUNGAGUNG STA 6+250 Hasanah, Nur; Moch. Sholeh; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan Lot 6. Trenggalek-Tulungagung merupakan jalan nasional. Pada proses pekerjaan galian tanah terjadi kelongsoran pada STA 6+250 sehingga diperlukan adanya perbaikan tanah. Berdasarkan masalah tersebut, maka dianalisis kestabilan dengan mencari Faktor Keamanan (FK) dengan perhitungan manual menggunakan metode Fellinius dan program Geoslope/W. Analisis dilakukan pada kondisi lereng eksisting serta redesign kemiringan kemudian dilanjutkan dengan perkuatan geotekstil. Hasil analisis manual dengan beban gempa diperoleh nilai FK 0,554 dan tanpa beban gempa didapatkan nilai FK 0,728 sedangkan analisis menggunakan geoslope/W tanpa beban gempa senilai 0,768 dan 0,417 nilai FK dengan beban gempa sehingga disimpulkan bahwa lereng pada STA 6+250 termasuk lereng labil. Analisis berikutnya dengan memvariasikan gradiennya dan jenis slope. Pada kemiringan 1:2; 2:3; 3:4; 1:1; 6:5 model multiple slope didapatkan nilai FK pada analisis dengan gempa masing-masing 2,009; 1,860; 1,533; 1,110; 1,074 dan untuk FK tanpa beban gempa masing-masing senilai 3,649; 3,138; 2,523; 1,774; 1,620 sedangkan model single slope diperoleh nilai FK dengan beban gempa masing-masing 1,663; 1,263; 1,228; 0,826; 0,721 serta nilai FK tanpa beban gempa masing- masing senilai 2,943; 2,036; 1,949; 1,685; 1,061. Analisis perkuatan geostekstil dilakukan pada kemiringan 1:1 dan 6:5, kemudian diperoleh nilai ditentukan kemiringan 6:5 model single slope dengan FK gempa 1,394 dan FK tanpa gempa 1,734. Biaya untuk perkuatan lereng senilai Rp1.229.816.878 sehingga biaya perkuatan perlapis senilai Rp40.993.896 dengan 30 lapis geotekstil.