Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

How the Values and Authentic Leadership Patterns of Kiai in Islamic Boarding School? Mahani, Muhniansyah Arasyid; Wahyudin, Wahyudin; MOF, Yahya; Suriagiri, Suriagiri
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i1.1395

Abstract

The aim of this study is to explore the values and patterns of authentic leadership exhibited from kiai (Islamic religious leaders) with the context of Islamic Biarding School (Pondok Pesantren). The research how these values and leadership patterns are internalized and manifested the daily of the Islamic Boarding Scchool. This research method qualitative in case study design. Data collected interview participants, observation and document analysis. The data analyzed descriptive techniques, reduction data, display data and verification. The study conducted at Darul Hijrah Islamic Boarding School for Girl in Martapura, South Kalimantan. The findings that the kiai authenthic leadership is characterized core values religiosity (devotion to worship), simplicity, sincerity and sacrifice. These values are internalized both formal and informal social interaction with the pesantren. The concusion figure of the kiai serves a symbol and embodiment of deeply held values that shape the character and ethos of the institution. The implication authenthic leadership values contribute significan to institutional loyalty and the preservation of organizational across other Islamic Boarding Schools.
MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MEMBERDAYAKAN KELOMPOK KERJA GURU SE KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN Ahmad Musta’ien, Yahya Mof, M. Adli Nurul Ihsan
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2016): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v6i2.1813

Abstract

Profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam SD berdampak pada kualitas pendidikan dasar anak karena SD sebagai pendidikan dasar yang menjadi pondasi bagi sekolah lanjutan pertama dan atas sehingga melalui sistem pembinaan profesionalisme seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) menjadi barometer keberhasilan pendidikan di Indonesia.Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan profesionalisme Guru PAI SD di Kecamatan Banjarmasin Selatan dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek dalam penelitian lapangan ini adalah kepala sekolah dan guru PAI, pembina KKG, dan anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dalam penelitian ini, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumenter. Penulis kemudian mengolah dan menganalisis data dengan melalui tahapan editing dan klasifikasi data, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatifdan mengambil simpulan menggunakan metode induktif. Hasil Temuan adalah peran kelompok kerja guru dalam meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam SD di kecamatan Banjarmasin Selatan melalui peningkatan kreatifitas dan skill serta peningkatan pengetahuan dan wawasan sudah sesuai dengan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang diwujudkan melalui program kerja yaitu program rutin dan pengembangan yang mereka laksanakan sudah cukup membantu meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam SD di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi peran kelompok kerja guru dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI di Kecamatan Banjarmasin Selatan adalah latar belakang pendidikan guru sudah bergelar sarjana S-1 dan hanya sebagian kecil yang masih D-II namun mereka sudah lulus sertifikasi dan sedang dalam proses gelar S-1, pengalaman guru yang cukup memadai yaitu berkisar hingga 30 tahun, keadaan kesejahteraan guru sudah mencukupi sehingga tidak mengganggu tugas, tingkat keaktifan pengurus yang baik sehinggadalam menjalankan program berdampak pada program yang berjalan sesuai target sehingga dapat membantu tercapainya visi dan misi KKG, komitmen guru dalam mengikuti kegiatan KKG cukup baik sehingga permasalahan-permasalahan guru yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik, namun dana yang tersedia masih minim sehingga terbatasnya kegiatan. Kata kunci: meningkatkan, profesionalisme, guru, pendidikan agama Islam
MANAJEMEN IMPLEMENTASI KURIKULUM DAN PROSES PEMBELAJARAN MOF, Yahya
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2015): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v5i2.1835

Abstract

Pembelajaran dengan strategi tematik-integratif untuk MI dan SD. Di madrasah justru memiliki banyak kesempatan untuk menempatkan pembelajaran agama sebagai basis yang terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya seperti Bahasa Indonesia, PKN, Kesenian dan Olahraga. Pembelajaran model ini akan lebih menarik dan bermakna bagi siswa, karena model pembelajaran ini menjanjikan tema-tema pembelajaran yang lebih aktual dan kontektual dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tematik memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan perhatian, aktivitas belajar dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajarinya, karena pembelajarannya lebih berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung kepada siswa, pisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran yang bersifat fleksibel dan hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai minat dan kebutuhan siswa. Pembelajaran tematik agar berhasil dengan baik perlu dilakukan dengan menempuh tahapan perencanaan, penerapan dna evaluasi yang terprogram dengan baik.Kata Kunci: Implementasi Kurikulum, Pembelajaran Tematik, Proses Belajar
PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI DI PAUD ALAM “SAYANG IBU” BANJARMASIN MOF, Yahya
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2014): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v4i2.1846

Abstract

Pembangunan generasi pembelajaran yang berkarakter, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, inovatif, produktif, mandiri, bertanggung jawab, santun dan rendah hati membutuhkan suatu program pembelajaran yang komprehensif, integral dan berkelanjutan. Pelaksanaan pendidikan karakter di PAUD Alam “Sayang Ibu” Banjarmasin yaitu dengan cara  mengintegrasikan nilai-nilai pembentuk karakter yang menjadi prioritas kedalam metode pembelajaran, antara lain metode bermain, bercerita, karya wisata dan bercakap-cakap. Mengem-bangkan kreatifitas anak dengan cara kemandirian dan mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup, menyesuaikan diri dengan lingkunganya dan menjadikan karakter yang baik melalui sentra,  antara lain sentra bahan alam, sentra bermain peran, sentra balok dan sentra persiapan. Selain melalui kegiatan terprogram, nilai-nilai pendidikan karakter di Paud Alam “Sayang Ibu” Banjarmasin juga dilakukan melalui kegiatan pembiasaan. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Anak Usia Dini
CIPP, Stake Model, Goal Free Model, Formative-Sumative Model (Apllications in Education) Noor, Ahmad SUGIAN; Hermina, Dina; Mof, Yahya
JOURNAL OF DIGITAL LEARNING AND DISTANCE EDUCATION Vol. 4 No. 3 (2025): Journal of Digital Learning and Distance Education (JDLDE)
Publisher : RADINKA JAYA UTAMA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56778/jdlde.v4i3.539

Abstract

Program evaluation is a crucial component in efforts to improve educational quality. This article examines four primary evaluation frameworks CIPP (Context–Input–Process–Product), the Stake Model (Antecedents, Transactions, Outcomes), Goal Free Evaluation, and the Formative–Summative Model and illustrates their practical applications in the field. The CIPP model provides a comprehensive evaluation guide from needs analysis through outcome measurement, supporting ongoing decision‑making. The Stake Model emphasizes both descriptive and judgmental activities across initial conditions, instructional processes, and final outcomes, offering a complete picture of program effectiveness. Goal Free Evaluation adopts a fresh perspective by observing all real impacts including unanticipated effects without being bound by formal goal statements, thereby uncovering opportunities for innovative improvements. In contrast, the Formative–Summative Model divides evaluation into formative feedback during the process and summative assessment at the end, enabling timely interventions and comprehensive outcome measurement. By understanding the characteristics and advantages of each model, educators can select or combine the most appropriate frameworks to create adaptive, responsive, and sustainable learning.
LANDASAN PENDIDIKAN ISLAM (Dalam Perspektif Tanggung Jawab Orang Tua, Masyarakat dan Negara) Mizani, Hilmi; Mof, Yahya; Riyadh Maulidi, Ahmad
Al-Manba Vol. 8 No. 2 (2023): Al Manba
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma'rif Buntok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69782/almanba.v8i2.16

Abstract

This study aims to reveal Islamic concepts about the foundation of Islamic education in terms of the responsibilities of parents, society and the state. The research method used is library research. The data to be extracted comes from the verses of the Qur'an, hadith texts, books, journals and magazines that contain Islamic concepts about the foundations of Islamic education in terms of the responsibilities of parents, society and the state. Analysis is used to analyze the data. content. This research resulted in findings that parents as institutions are first and foremost responsible for instilling religious values and social values so that children can carry out their functions as servants of God in the world. The community is responsible for participating in educating children so that the community is responsible for providing educational facilities in the form of physical facilities, as well as the values that apply in society. Meanwhile, the role of the state is to make various regulations to be used as a reference for the implementation of Islamic educational institutions. In addition, the role of the state is as a facilitator, as a companion, as a partner, and as a funder and supervisor of Islamic educational institutions.
Terapi Motorik Anak: Studi Awal Terapi pada Anak Autisme di Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi Kalsel Mof, Yahya; Amin, Barkatullah; Ramadan, Willy; Pranajaya, Syatria Adymas
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini menunjukan pendekatan terapis dalam mengembangkan aspek motorik anak yang berlangsung di Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi Kalimantan Selatan. Terapi ini memberikan dampak yang baik bagi tumbuh kembang anak, meskipun tidak cepat. Perkembangan motorik yang berlangsung secara lebih optimal mempermudah anak autis dalam melaksanakan aktivitas fisik dengan lebih mudah dan terkontrol. Bagi anak autism berkembangnya gerakan fisik adalah sangat penting sekali, karena berkembangnya gerakan fisik bagi mereka akan sangat membantu kehidupan mereka, agar selanjutnya tidak bergantung sepenuhnya kepada orangtuanya secara terus menerus, dan inilah modalitas paling awal bagi mereka untuk belajar hidup mandiri di tengah masyarakat.
Implementasi Toleransi Antar Umat Beragama Sebagai Relevansi Dari Penerapan Moderasi Beragama Mof, Yahya
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 2(2), 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v2i2.7545

Abstract

This research aims to (1) describe the many different religious families in South Kalimantan, (2) describe the application of the value of tolerance in family communities of different religions, and (3) describe the implementation of wasathiyah Islam which is believed to avoid disputes and conflicts in family communities. different religion. This research reveals the implementation of religious moderation values in interfaith families with the research object focusing on the value of tolerance. The method used is a method to obtain as much information as possible using direct observation instruments, in-depth interviews and documentation. Direct observation is an effort to see directly the environment of religious moderation that exists in each family. The results of this research are concluded as follows: 1) Strengthening the value of religious moderation requires implementing an attitude of tolerance between religious communities wherever they are. 2) Indicators of religious tolerance among people in South Kalimantan are visible when Muslim family members want to go to the mosque, when fasting in the month of Ramadan, and Eid al-Fitr. 3) The application of wasathiyah Islam in the form of moderation is very necessary and recognized by all parties. 4) It is believed that the intensity of the implementation of wasathiyah Islam can avoid endless disputes and conflicts.
Guru PAI Dalam Implementasi Pendidikan Inklusi Pada SMPN Di Kabupaten Tabalong Mof, Yahya; Mizani, Hilmi; Ramli, M.; Fauzinor, Akhmad
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 3(2), 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v3i2.7546

Abstract

Inclusion education has been implemented in Tabalong Regency since 2011. PAI teachers as the spearhead of the implementation of education in schools, are very decisive in implementing an inclusive education system in schools. This study aims to reveal the role of Islamic Religious Education teachers in the implementation of inclusive education in junior high schools in Tabalong Regency. For this type of research using qualitative descriptive research, the subjects in this study are PAI teachers and students. Data collection techniques use observation, interview and documentation instruments. The results of the data collection are then analyzed in a qualitative descriptive manner. The research found that the role of PAI teachers in the implementation of inclusive education in junior high schools in Tabalong Regency is still minimal. PAI teachers still use the regular curriculum, namely the 2013 curriculum and do not make special RPP in the form of PPI. Adjustment to ABK by modifying learning methods and evaluating learning. Because since the implementation of the inclusion education system in SMPN in Tabalong Regency has not been equipped with guidance teachers Special (GBK) and teachers at SMPN have not received special training on mentoring for children with special needs. therefore, the implementation of inclusion education in Tabalong Regency is still not optimal
Korelasi Korelasi Digital Religious Literacy dan Kemampuan Critical Thinking Mahasiswa PAI dalam Menangkal Radikalisme di Media Sosial Muhammad Qusairi; Muhammad Alfi Hidayat; Muhammad Rizqo Qolbiy; Muhamad Sabirin; Yahya Mof
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v4i1.1779

Abstract

Social media has become a double-edged sword; acting as a space for religious learning while simultaneously serving as a medium for spreading radicalism. As digital natives, students are vulnerable to extremist narratives if not equipped with adequate cognitive immunity. This study aims to examine the influence of Digital Religious Literacy and Critical Thinking skills on the resilience of Islamic Religious Education (PAI) students in countering radical narratives. Using a quantitative approach with a correlational method, this study involved 30 PAI students selected through random sampling. Data collection instruments used a Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using multiple linear regression. The results showed that: (1) The level of digital religious literacy and counter-radicalism attitudes of students were in the "very high" category with mean scores of 22.40 and 23.00 respectively; (2) There is a significant positive relationship (Sig. < 0.05) between digital literacy and critical thinking towards the attitude of countering radicalism; and (3) Simultaneously, these two variables contributed 68.2% in forming students' mental resilience in the digital space. These findings imply the need for a reorientation of the PAI curriculum that integrates the strengthening of critical reasoning and digital literacy as a fortress of religious moderation.