Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SEKOLAH ISLAM: SEBUAH TINJAUAN IDEOLOGIS DAN PENDIDIKAN HUMANIS PADA SEKOLAH DASAR ISLAM CREATIVE BANJARBARU Willy Ramadan; Yahya Mof
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 7, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.729 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v7i2.6606

Abstract

This article describes the educational ideology of the founder or initiator of SD Islam Creative and how to implement humanist values in learning. This article is the result of field research with a qualitative approach. The multiplication data in this study was obtained from 4 informants consisting of 1 founder, 1 principal and 2 teachers. To explore the first objective of the research, the informants have been determined by the researcher or known as the purposive sampling technique, while for other informants using the snowball sampling technique. The instrument used in this study was conducted by interviewing informants, making observations in the field, and also documents. The stages in the research consist of the pre-field stage, the field work stage, and the data analysis stage. The finding states that the educational ideology of the founders is liberalism with an approach to educational philosophies. While the implementation of humanist values in learning can be seen in 4 things are (1) the application of multiple intelligences as a basic program or learning method for students; (2) Giving children the freedom to express and learn with the natural surroundings, so that learning becomes fun for students; (3) Shaping children's character through programs such as Islam, independence, and honesty; (4) Students are educated in a humanistic way.
MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MEMBERDAYAKAN KELOMPOK KERJA GURU SE KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN Yahya Mof, M. Adli Nurul Ihsan Ahmad Musta’ien
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 6, No 2 (2016): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.093 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v6i2.1813

Abstract

Profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam SD berdampak pada kualitas pendidikan dasar anak karena SD sebagai pendidikan dasar yang menjadi pondasi bagi sekolah lanjutan pertama dan atas sehingga melalui sistem pembinaan profesionalisme seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) menjadi barometer keberhasilan pendidikan di Indonesia.Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan profesionalisme Guru PAI SD di Kecamatan Banjarmasin Selatan dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek dalam penelitian lapangan ini adalah kepala sekolah dan guru PAI, pembina KKG, dan anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dalam penelitian ini, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumenter. Penulis kemudian mengolah dan menganalisis data dengan melalui tahapan editing dan klasifikasi data, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatifdan mengambil simpulan menggunakan metode induktif. Hasil Temuan adalah peran kelompok kerja guru dalam meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam SD di kecamatan Banjarmasin Selatan melalui peningkatan kreatifitas dan skill serta peningkatan pengetahuan dan wawasan sudah sesuai dengan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang diwujudkan melalui program kerja yaitu program rutin dan pengembangan yang mereka laksanakan sudah cukup membantu meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam SD di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi peran kelompok kerja guru dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI di Kecamatan Banjarmasin Selatan adalah latar belakang pendidikan guru sudah bergelar sarjana S-1 dan hanya sebagian kecil yang masih D-II namun mereka sudah lulus sertifikasi dan sedang dalam proses gelar S-1, pengalaman guru yang cukup memadai yaitu berkisar hingga 30 tahun, keadaan kesejahteraan guru sudah mencukupi sehingga tidak mengganggu tugas, tingkat keaktifan pengurus yang baik sehinggadalam menjalankan program berdampak pada program yang berjalan sesuai target sehingga dapat membantu tercapainya visi dan misi KKG, komitmen guru dalam mengikuti kegiatan KKG cukup baik sehingga permasalahan-permasalahan guru yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik, namun dana yang tersedia masih minim sehingga terbatasnya kegiatan. Kata kunci: meningkatkan, profesionalisme, guru, pendidikan agama Islam
KONDISI POLITIK MANUSIAWI (Kajian atas Filsafat Politik Hannah Arendt) Yahya MOF
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 1 (2013): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.798 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v3i1.1850

Abstract

Tulisan ini mengkaji filsafat politik Arendt, seorang filosof wanita asal Jerman, yang menekankan perlunya terbentuk sebuah kondisi politik yang manusiawi. Kondisi tersebut hanya dapat terwujud apabila kondisi primordial kemanusiaan yang plural ditampilkan sepenuhnya dalam wilayah publik. Artinya pluralitas itu tidak hanya disadari tapi juga harus mewujud dalam aktivitas setiap individu dalam wilayah publik. Untuk itu, Arendt membedakan aktivitas manusia menjadi tiga: kerja, karya, dan aksi. Dalam kerja dan karya fokus perhatian masih pada kepentingan individu. Oleh karenanya, kerja dan karya hanya pantas berada dalam wilayah privat. Sedang dalam wilayah publik aktivitas yang muncul dari setiap individu tidak lagi pada tahap kerja atau karya, tapi harus berada tahap aksi yang dibangun di atas kondisi plural manusia. Tanpa itu maka kondisi politik yang manusiawi tidak akan terwujud. Kata kunci: Kondisi, manusiawi, kerja, karya, aksi
PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI DI PAUD ALAM “SAYANG IBU” BANJARMASIN Yahya MOF
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 2 (2014): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.054 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v4i2.1846

Abstract

Pembangunan generasi pembelajaran yang berkarakter, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, inovatif, produktif, mandiri, bertanggung jawab, santun dan rendah hati membutuhkan suatu program pembelajaran yang komprehensif, integral dan berkelanjutan. Pelaksanaan pendidikan karakter di PAUD Alam “Sayang Ibu” Banjarmasin yaitu dengan cara  mengintegrasikan nilai-nilai pembentuk karakter yang menjadi prioritas kedalam metode pembelajaran, antara lain metode bermain, bercerita, karya wisata dan bercakap-cakap. Mengem-bangkan kreatifitas anak dengan cara kemandirian dan mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup, menyesuaikan diri dengan lingkunganya dan menjadikan karakter yang baik melalui sentra,  antara lain sentra bahan alam, sentra bermain peran, sentra balok dan sentra persiapan. Selain melalui kegiatan terprogram, nilai-nilai pendidikan karakter di Paud Alam “Sayang Ibu” Banjarmasin juga dilakukan melalui kegiatan pembiasaan. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Anak Usia Dini
MANAJEMEN IMPLEMENTASI KURIKULUM DAN PROSES PEMBELAJARAN Yahya MOF
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3185.07 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v5i2.1835

Abstract

Pembelajaran dengan strategi tematik-integratif untuk MI dan SD. Di madrasah justru memiliki banyak kesempatan untuk menempatkan pembelajaran agama sebagai basis yang terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya seperti Bahasa Indonesia, PKN, Kesenian dan Olahraga. Pembelajaran model ini akan lebih menarik dan bermakna bagi siswa, karena model pembelajaran ini menjanjikan tema-tema pembelajaran yang lebih aktual dan kontektual dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tematik memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan perhatian, aktivitas belajar dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajarinya, karena pembelajarannya lebih berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung kepada siswa, pisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran yang bersifat fleksibel dan hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai minat dan kebutuhan siswa. Pembelajaran tematik agar berhasil dengan baik perlu dilakukan dengan menempuh tahapan perencanaan, penerapan dna evaluasi yang terprogram dengan baik.Kata Kunci: Implementasi Kurikulum, Pembelajaran Tematik, Proses Belajar
MEMBANGUN KETERLIBATAN SISWA DISEKOLAH SEBAGAI BAGIAN DARI MAKHLUK SOSIAL Yahya Mof; Muhammad Fahmi Nurani
Nizham Journal of Islamic Studies Vol 10 No 02 (2022): Nizham : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v10i02.5441

Abstract

Students show negative behavior in class because they are not involved in the lessons that the teacher presents. This may happen because the material presented is not at the academic level for students. Lack of involvement can occur because students do not actively participate in class activities. teachers and administrators have the opportunity to observe the classroom and the learning strategies used to engage students. After the class visit, teachers and administrators have the opportunity to discuss strategies that score high and the types of activities that increase the level of involvement. Teachers who can experience and observe what high student engagement looks like by participating in the learning practice inventory guide can be the school's best resource in educating other teachers.
Mentoring Values of Tolerance for Students of Different Religions Through Interfaith Youth Gathering Yahya MOF; Willy Ramadan; Ilham Masykuri Hamdie
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v6i2.1157

Abstract

Radicalism in Indonesia is increasingly showing a very worrying increase, and youth are one of the targets of the entry of this understanding. This is evident that the involvement of youth as perpetrators of radicalism and terrorism continues to show an increasing trend. However, youth, in this case students, with a different perspective, have actually become a strength asset owned by universities to fight the power of spreading these ideas. Therefore, it is necessary to provide assistance to youth so that these assets can be maximally empowered. This assistance is carried out through the Interfaith Youth Gathering program which consists of Youth Development, Youth Gathering, and Youth Media. This program was attended by 15 people consisting of different universities and youth religious organizations. This assistance used the ABCD (Asset-Based Community Development) method with two techniques.
Pemahaman Pernikahan Dini & Pelecehan Seksual Pelajar di SMP 34 Satu Atap Desa Pembakulan Akhmad Anwari; Addina Khalida Zia; Muhammad Ahsanul Fikri; Mustadillah Mustadillah; Ristihaliza Ristihaliza; Saidah Ulfah; Zakiyatul Husna; Yahya MOF
Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jalujur.v1i2.10960

Abstract

Pernikahan dini dan kekerasan seksual menjadi isu penting yang ada di Desa Pembakulan Kecamatan Batang Alai Timur, Kalimantan Selatan. Terlebih putus sekolah karena menikah adalah hal yang dianggap biasa, maka pernikahan di luar catatan negara menjadi alternatif bagi masyarakat desa Pembakulan untuk melanggengkan pernikahan dini. Berdasarkan permasalahan tersebut, kehadiran para mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata UIN Antasari Banjarmasin diharapkan dapat menanggulangi permasalahan ini. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode studi lapangan. Data yang didapatkan sesuai dengan realita dan keadaan yang ada di lokasi penelitian. Pada pengumpulan data digunakan metode PAR (participatory action research), yaitu dengan ikutnya berperan serta para peneliti dalam subjek penelitian. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan sosiologi dengan cara mengamati langsung pembenahan etika pelajar di SMP 43 Satu Atap. Pemahaman pernikahan dini dan pelecehan seksual terhadap para pelajar diawali dengan pelaksanaan Sosialisasi tentang pernikahan dini dan pelecehan seksual yang dilaksanakan di Kantor Desa Pembakulan pada hari Selasa 1 November 2022 yang dibawakan langsung oleh Pegawai KB Batang Alai Selatan. Pada kegiatan tersebut yang menjadi partisipant utamanya adalah para pelajar SMP 34 Satu Atap dan tidak ketinggalan para guru, aparat desa yang berhadir. Dari usaha yang dilakukan oleh para peneliti, didapati bahwa terjadi beberapa perubahan seperti: meningkatnya pengetahuan pernikahan dini dan pelecehan seksual oleh pelajar SMP 34 Satu Atap, para pelajar juga lebih waspada terhadap bahaya pernikahan dini dan pelecehan seksual.
ANALYSIS OF INSTRUCTIONAL LEADERSHIP MODELS IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION MANAGEMENT Rabbi, Mim Fadhli; Hermina, Dina; Mof, Yahya
Journal on Research and Review of Educational Innovation Vol 2 No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/jrrei.v2i3.1567

Abstract

This research examines instructional leadership models in educational contexts, focusing on transformational, transactional, and Islamic value-based approaches. A comprehensive literature study explored the complex dynamics of contemporary educational leadership. The research demonstrates that each leadership model possesses unique characteristics influencing organizational effectiveness. Transformational leadership highlights structural inspiration and motivation, while transactional leadership emphasizes exchange mechanisms and incentives. The Islamic value-based model integrates spiritual dimensions and moral ethics in leadership practices. Findings indicate the importance of a holistic approach that synergizes managerial, psychological, and spiritual aspects in building a dynamic and high-quality educational ecosystem. Research implications emphasize the need for adaptive leadership models capable of responding to the complexity of contemporary educational challenges.
The Development of Supervision Instruments and Implementation of Islamic Education Supervision: Conceptual Review and Secondary Case Study Analysis Mariani, Mariani; Mof, Yahya; Hermina, Dina
ISLAMIC PEDAGOGY: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Ummul Ayman Pidie Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52029/ipjie.v2i2.246

Abstract

Improving the quality of learning in educational institutions requires professional supervision supported by valid and relevant instruments. Supervision in the context of Islamic education presents unique challenges, as it must accommodate religious and spiritual values. This study aims to provide a conceptual review of the development of supervision instruments and analyze case studies of their implementation in Islamic education by using a literature review approach. This study reviews various academic sources and analyzes secondary case studies from MTs Negeri 1 Lubuklinggau and MAN 1 Sigli. The results indicate that the development of supervision instruments involves several steps, including framework design, validation, and trial phases. Supervision implementation in both madrasahs was carried out through observation, interviews, and evaluations, followed by teacher training and competency improvement programs. Both individual and group supervision techniques were utilized to achieve educational goals. This study concludes that developing valid supervision instruments and systematic implementation of supervision can significantly enhance the quality of Islamic education.