Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGGUNAAN Lemna sp SEBAGAI PAKAN DALAM BUDIDAYA IKAN GURAME (Osphronemus gourami Lac.) DI KABUPATEN PANGANDARAN Yuli - Andriani; Iskandar -; Irfan zidni
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.424 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14656

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan jenis ikan unggulan Jawa Barat yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu kelompok yang melakukan pembudidayaan ikan gurame adalah Kelompok pembudidaya ikan gurame Kawungsari di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Selain sebagai mata pencaharian melalui budidaya ikan secara umum, kelompok ini bermaksud mengembangkan ikan gurame sebagai komoditas unggulan daerah. Salah satu alternatif penyediaan pakan hijauan untuk ikan gurame adalah Lemna sp. Lemna sp adalah tanaman air yang berukuran kecil yang mengapung di atas air dan berpotensi sebagai pakan segar ataupun bahan pakan karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Kandungan protein berkisar 10–45 %, serat 7-14%, karbohidrat 35%, lemak 3-7%, dan kandungan vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Tanaman air ini memiliki produktivitas yang tinggi. Dalam kondisi optimal jenis tumbuhan ini dapat menggandakan biomassanya hanya dalam waktu dua hari.  Produksi Lemna sp. dapat mencapai hingga 30 ton berat kering/ha. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilam para petani ikan tentang cara membudidayakan Lemna sp sebagai sumber pakan hijauan sehingga diharapkan dan meningkatkan produksi ikan gurame di Kelompok pembudidaya ikan gurame Kawungsari di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.
Peningkatan Kualitas Ikan Koi (Cyprinus carpio) di Kelompok PBC Fish Farm di Kecamatan Cisaat, Sukabumi Yuli Andriani; Asri Peni Wulandari; Rusky Intan Pratama; Irfan Zidni
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2019): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.5.1.33-38

Abstract

Various ornamental fish, such as koi and comet is a mainstay commodity from Nagrak Village, Cisaat District, Sukabumi Regency, West Java. The ornamental fish farmers in this village have been grouped in the form of pokdakan called “Pokdakan PBC Fish Farm”, which is chaired by Ikral Panutan. The main problem faced by members of this group is the color of the ornamental fish which still in low grade in quality. The purpose of this activity was to improve the quality of koi ornamental fish by using additional powder feed spirulina so that it can give added value to the production of ornamental fish produced. Community empowerment activities have been conducted for 4 months from July to October 2016. Steps of implementation include: 1) Socialization and initiation stage; 2) Training about fish culture management, spirulina culture method and feeding method using discussion method and demonstration plots; and 3) Evaluation and monitoring phase. The results obtained are generally these activities get the response and good results from the extension participants, as evidenced by the ability of farmers in cultured spirulina henceforth be applied as a mixture of fish feed can result in improved color quality of koi. Use of spirulina powder feed additional material on Cyprinus carpio of PBC Fish Farm proven to improve color quality, and provide value-added economy by 50–100 with the selling price ranging from IDR 3.000, per head to IDR 4.500–6.000 per tail.
Kajian Peningkatan Produktivitas Polikultur Pada Karamba Jaring Apung di Waduk Cirata dengan Pemanfaatan Teknologi Aerasi Herman Hamdani; Perdana Putra Kelana; Irfan Zidni
Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.639 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v2i2.23426

Abstract

Karamba Jaring Apung (KJA) merupakan salah satu metode dalam kegiatan budidaya ikan di perairan umum seperti Waduk Cirata. Masalah yang umum dihadapi oleh pembudidaya ikan KJA di Waduk Cirata yaitu rendahnya konsentrasi oksigen di lokasi tersebut, sehingga akan berpengaruh secara langsung terhadap kehidupan ikan-ikan yang dibudidayakan. Rendahnya oksigen akan menyebabkan rendahnya laju pertumbuhan yang tentunya akan menurunkan produktivitas. Objek penelitian ini adalah produktivitas ikan bawal dan nila yang dibudidayaka secara polikultur dalam KJA di Waduk Cirata. Penelitian ini dilakukan selama 10 minggu dengan metode experimental yang menggunkanan 2 perlakuan yaitu KJA dengan airasi dan KJA tanpa aerasi. Adapun parameter yang diukur adalah oksigen terlarut (DO), amonia bebas (NH3), suhu, pH dan bobot ikan. Konsentrasi DO rata-rata pada KJA dengan aerasi lebih tinggi 8,26% dibandingkan KJA tanpa aerasi. Berdasarkan hasil analisis uji t, produktivitas KJA dengan menggunakan teknologi aerasi memberikan hasil produktivitas lebih baik bandingkan dengan tanpa menggunakan aerasi. Produktivitas rata-rata KJA dengan aerasi sebesar 11,47 Kg/m3, sedangkan KJA tanpa Aerasi adalah 8,91 Kg/m3.
Perbandingan Hasil dan Laju Tangkapan Alat Penangkap Ikan di TPI Pangandaran Lantun Paradhita Dewanti; Izza Mahdiana Apriliani; Ibnu Faizal; Heti Herawati; Irfan Zidni
Akuatika Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.473 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v3i1.23380

Abstract

TPI Pangandaran merupakan basis pendaratan ikan terbesar di Kabupaten Pangandaran. Beberapa jenis alat tangkap seperti jaring insang, trammel net, jaring dogol, pancing rawai, pukat pantai dan bagan dioperasikan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jenis hasil tangkapan dan laju tangkap keenam alat tangkap. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret-Juli 2017 di TPI Pangandaran. Data dikumpulkan melalui survey dan wawancara yang meliputi data jumlah dan jenis hasil tangkapan, proporsi hasil tangkapan utama dan sampingan serta waktu trip penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan hasil tangkapan utama jaring insang adalah layur dan bawal putih dengan proporsi 55,07%, trammel net yaitu udang jerbung dan udang dogol dengan proporsi 42,46%, jaring dogol yaitu udang dogol dan udang krosok dengan proporsi 68%, pancing rawai yaitu kakap putih dan tongkol dengan proporsi 25,50%, pukat pantai yaitu ikan layur dan teri dengan proporsi 30,7%, dan bagan yaitu udang rebon dan ikan teri dengan proporsi 83,78%. Hasil analisis laju tangkap menunjukkan bahwa jaring insang memiliki nilai laju tangkap 5,56 kg/jam, trammel net 9,68 kg/jam, jaring dogol 40,08 kg/jam, pancing rawai 2,73 kg/jam, pukat pantai 8,01 kg/jam dan bagan 8,18 kg/jam. 
The Effectiveness of Aquaponic Systems with Different Types of Plants on the Water Quality of Fish Culture Media Irfan Zidni; Iskandar Iskandar; Achmad Rizal; Yuli Andriani; Rian Ramadan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v9i1.7076

Abstract

          This study aims to determine the effect of aquaponic systems with different types of plants on the water quality of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) aquaculture. This research was conducted from June to August 2018 at the Ciparanje Fish Farming Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Padjadjaran. The fish used were sangkuriang catfish seeds (Clarias gariepinus) aged 54 days with a length of 5-7 cm and a weight of 5 grams that were kept in a 1 m2 fibre container with a density of 100 individuals/fiber. Plant growth media used using gutters with an area of planting media that is 0.8 x 0.3 m. The method used in this study is an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and four replications. Treatment A (Spinach plants), Treatment B (Pakcoy plants), Treatment C (Lettuce), and Treatment D (control). The parameters observed in this study were water quality, which included dissolved oxygen content, pH, temperature, ammonia, nitrate, and phosphate. The research data were analyzed using Variance Analysis with a level of 5% and continued with Duncan's multiple range test while the water quality data were analyzed descriptively. The results showed that the values of temperature, dissolved oxygen, and pH were 25.1-27.0oC, 6.3-7.5 mg / L, 7.0-7.8. The lowest ammonia value was found in treatment A using water spinach that is equal to 0.001 mg/L.
The Effect of Modified Aquaculture System on Water Quality in Cultivation of Catfish (Pangasius hypophthalmus Irfan Zidni; Ayi Yustiati; Iskandar Iskandar; Yuli Andriani
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v7i2.2682

Abstract

The aim of this research was to analysis the effect of different aquaculture systems on the water quality in cultivation of catfish (Pangasius hypophthalmus). This research was conducted at Fourth Building Hatchery Faculty of Fisheries and Marine Sciences of Padjadjaran University from June to August 2017. The research was using Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and four replications. The Treatment A were cultivation in recirculation system, treatment B cultivation on biofloc system, and  treatment C cultivation  in conventional system (control). The parameters of this research are absolute growth rate and water quality include temperature, acidity (pH), dissolved oxygen (DO), nitrate, ammonia and phosphate. Data were analyzed using the Fingerprint Analysis Variety and followed Duncan's Multiple Range Test at the level of 95%. The results showed that the modification of the cultivation system had an effect on the growth rate of catfish. The results showed that the highest absolute growth was in treatment B that is 5.3 gram. The most effective cultivation system in producing water quality in cultivation of catfish is the recirculation system. This can be seen from the low ammonia concentration value of 0.00268 mg/L, phosphate 0.45 mg/L and nitrate 0.31 mg/L at the end of the study.
PEMBENIHAN MENGGUNAKAN TEKNIK HIPOFISASI SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGBIAKAN IKAN TAGIH (Mystus nemurus C.V.) Yuli Andriani; Irfan Zidni; Walim Lili; Ujang Subhan
Media Kontak Tani Ternak Vol 3, No 2 (2021): Mei
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v3i2.33096

Abstract

Kegiatan penyuluhan ini telah dilaksanakan di Kelompok UPR Karper Mina, Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang, Jawa Barat,  bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam melakukan pemijahan buatan pada ikan tagih menggunakan teknik hipofisasi. Program ini dilaksanakan bulan Juli hingga Agustus 2008. Metode yang dilakukan pada program ini meliputi : survei dan observasi lapangan, sosialisasi, penyuluhan, penyiapan larutan hormon, cara penyuntikan menggunakan hormon dan pendampingan. Penyediaan benih selama ini dilakukan pada jenis ikan yang terbatas dan menggunakan teknik pemijahan tradisional, sehingga pembudidaya sebaiknya memiliki kemampuan memijahkan dengan teknik pemijahan buatan sehingga kapasitas dan kualitas produksi benih akan meningkat. Hasil survei dan observasi lapangan menunjukkan terdapat potensi sumber induk ikan serta sumber daya manusia yang dapat dioptimalisasikan untuk mendukung kegiatan perikanan diantaranya dalam teknik memijahkan secara buatan untuk meningkatkan produksi benih ikan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran terdiri para pembenih ikan yang tergabung dalam Kelompok UPR Karper Mina. Tahap pertama yaitu penyuluhan mengenai potensi dan peran penting ikan tagih sebagai sumber daya hayati Jawa Barat yang langka. Setelah dilakukan penyuluhan tentang cara pemijahan secara buatan menggunakan hormon dan alat bahan yang diperlukan,  selanjutnya dilakukan praktek memijahkan ikan tagih dengan teknik hipofisa. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat memahami cara memijahkan ikan tagih secara buatan dengan menggunakan teknik hipofisasi dan dapat meningkatkan produksi benih ikan secara mandiri.
MODIFIKASI MESIN PRESSING LIMBAH RUMAH TANGGA UNTUK PEMBUATAN PAKAN IKAN DI DESA TANJUNGSARI, SUMEDANG, JAWA BARAT Yuli Andriani; Irfan Zidni; Muhamad Fatah Wiyatna
Media Kontak Tani Ternak Vol 2, No 2 (2020): Mei
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v2i2.25371

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Tanjungsari Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan potensi limbah rumah tangga sebagai bahan baku pakan ikan dengan menggunakan alat pressing limbah rumah tangga. Program ini dilaksanakan selama 2 bulan sejak Juli hingga Agutus 2019. Metode yang dilakukan pada program ini meliputi : survei dan observasi lapangan, sosialisasi, penyuluhan, pembuatan mesin pressing limbah rumah tangga, pembuatan pakan ikan dan pedampingan. Melimpahnya limbah rumah tangga seperti nasi, limbah nabati, limbah hewani dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai solusi menumpuknya limbah rumah tangga. Akan tetapi bahan baku dari limbah rumah tangga ini mempunyai kandungan air yang tinggi, sehingga dibutuhkan alat pressing limbah rumah tangga. Inisiasi program pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang bernilai manfaat merupakan kegiatan yang berpotensi menghasilan keuntungan. Hasil survei dan observasi lapangan menunjukkan bahwa Desa Tanjungsari memiliki potensi limbah rumah tangga yang banyak sehingga dapat dioptimalisasikan untuk mendukung kegiatan perikanan. Selain itu Desa Tanjungsari memiliki sumber daya manusia yang baik untuk melakukan kegiatan perikanan dan kegiatan peternakan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah pembuatan pakan ikan dengan bahan baku limbah rumah tangga. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran adalah warga Desa Tanjungsari yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu rumah tangga. Tahap pertama masyarakat diberikan penyuluhan mengenai potensi pemanfaatan limbah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan atau ternak. Setelah dilakukan pemilihan bahan baku pakan selanjutnya dilakukan praktek pembuatan pakan ikan dengan tambahan tepung limbah rumah tangga. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Tanjungsari dapat memproduksi pakan ikan dengan memanfaatkan hasil limbah rumah tangga sebagai pakan mandiri dalam kegiatan perikanan dan peternakan.
Karakteristik Dimensi Utama Kapal Perikanan Pukat Pantai (Beach Seine) di Pangandaran Izza Mahdiana Apriliani; Lantun Paradhita Dewanti; Irfan Zidni
Jurnal Airaha Vol 6 No 2: Desember 2017
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.603 KB) | DOI: 10.15578/ja.v6i2.65

Abstract

Pukat pantai merupakan salah satu kearifan lokal yang dipertahankan di wilayah Pangandaran. Armada kapal yang digunakan dalam operasi penangkapan dengan pukat pantai pun digunakan dalam kegiatan pariwisata. Dengan demikian kapal sangat penting dalam mendukung kegiatan operasi penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik desain kapal yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Pengambilan data dilakukan selama bulan April 2017 di Pantai Pangandaran. Data didapatkan melalui pengukuran secara langsung di lapangan serta dianalisis secara deskriptif komparatif yang menggambarkan desain kapal pukat pantai. Hasil pengukuran menunjukkan dimensi utama kapal pukat pantai yaitu memiliki LOA (L) berkisar antara 8,2-12,1 meter, B max (B) sebesar 1,05-1,57 meter dan Depth (D) sebesar 0,78-1,05 meter. Rasio dimensi utama memiliki kisaran 7,32-8,67 untuk L/B, nilai L/D berkisar antara 10,22-12,21 dan nilai B/D berkisar antara 1,34-1,5. Nilai ini telah memenuhi kriteria standar rasio dimensi utama kapal di Indonesia.
EVALUASI SELEKTIVITAS DAN KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP DOGOL DI KABUPATEN PANGANDARAN PROVINSI JAWA BARAT Lantun Paradhita Dewanti; Izza Mahdiana; Irfan Zidni; Heti Herawati
Jurnal Airaha Vol 7 No 01: Juni 2018
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.513 KB) | DOI: 10.15578/ja.v7i01.84

Abstract

The purpose of this study was to determine the selectivity and level of environmental friendliness of mini bottom trawl in Pangandaran District. This research conducted on May-October 2017. Primary data obtained from purposive sampling either by interview or observation Selectivity indicator used was selectivity of catch species and size. Environmental friendly fishing was evaluated based on the FAO criteria. The result showed that catch rate of mini bottom trawl was 26.45 kg/hour. The main catch of mini bottom trawl in Pangandaran District was Trachypenaeus asper amount of 39,5% while by catch was Acetes sp¸ Oiolithes ruber, Trichiurus lepturus, and others catch with amount 60,40%. Catch size of mini bottom trawl main catch was ranged 4 cm - 9.90 cm. The main catch was 39,00% was more than size capture and under size capture was 61.00%. Catch utilization of this fishing gear was 93%. The result evaluation of environmental friendliness based on catch selectivity was 6 point which mean ‘less environmentally’ friendly while FAO criteria showed 18 point which mean ‘not environmentally’ friendly fishing.