Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelatihan Optimalisasi Peran Guru sebagai Fasilitator Pembelajaran Melalui Penguatan Kompetensi Pedagogik dan Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Rahma Qudsi; Indah Widiati; Agus Dahlia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.345

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi karena belum optimalnya kompetensi pedagogik guru-guru SD dan belum masih banyak potensi yang belum maksimal dieksplor terkait pembuatan media pembelajaran inovatif. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk mendampingi guru-guru SD dalam mengoptimalkan perannya sebagai fasilitator pembelajaran dan memberikan pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran inovatif. Kegiatan dilaksanakan di Madinatul Quran Research Elementery School (MQRES) dengan melibatkan 25 orang guru. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan program. Penerapan teknologi dilakukan melalui pemanfaatan media digital dalam penyampaian materi. Pendampingan diberikan untuk penguatan potensi pedagogik guru dan membuat media pembelajaran inovatif.  Hasil kegiatan PkM menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pedagogik guru-guru MQRES berdasarkan hasil evaluasi menggunakan lembar observasi dan rubrik penilaian. Sebelum pendampingan, sebagian guru—khususnya guru baru dan yang berlatar belakang tidak linier—berada pada kategori cukup pada beberapa indikator utama, seperti perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Setelah kegiatan, terjadi peningkatan pada sebagian besar indikator ke kategori baik. Pada aspek media pembelajaran, guru telah menghasilkan produk yang inovatif, namun masih diperlukan penguatan pada aspek variasi, kebaruan, dan konsistensi penerapannya dalam pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan PkM ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan kompetensi pedagogik guru-guru MQRES dan juga dalam hal pembuatan media pembelajaran inovatif.
Edukasi Seks Sehat dan Bertanggung Jawab bagi Remaja MTs YKWI Pekanbaru Rahma Qudsi; Indah Widiati; Agus Dahlia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.545

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran siswa MTs YKWI Pekanbaru, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya pendidikan seks yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif , diskusi kelompok dan tanya jawab dengan 19 siswa dari kelas VII hingga IX. Evaluasi dilakukan dengan memberikan angket  yang terdiri dari 8 pertanyaan dengan indikator  penilaian terhadap materi dan kegiatan, dampak kegiatan  dan masukan/saran. Hasil menunjukkan bahwa 76% peserta merasa pemahamannya meningkat, 77,78% mengatakan materi membantu mereka membuat keputusan tentang kesehatan seksual dan reproduksi, dan 55% mengatakan mereka lebih percaya diri untuk berbicara tentang subjek ini. Temuan ini menunjukkan bahwa program pengabdian telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa. Selain itu, program ini relevan dengan kebutuhan masyarakat untuk memerangi masalah pendidikan seks remaja.tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya pendidikan seks yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif , diskusi kelompok dan tanya jawab dengan 19 siswa dari kelas VII hingga IX. Evaluasi dilakukan dengan memberikan angket  yang terdiri dari 8 pertanyaan dengan indikator  penilaian terhadap materi dan kegiatan, dampak kegiatan  dan masukan/saran. Hasil menunjukkan bahwa 76% peserta merasa pemahamannya meningkat, 77,78% mengatakan materi membantu mereka membuat keputusan tentang kesehatan seksual dan reproduksi, dan 55% mengatakan mereka lebih percaya diri untuk berbicara tentang subjek ini. Temuan ini menunjukkan bahwa program pengabdian telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa. Selain itu, program ini relevan dengan kebutuhan masyarakat untuk memerangi masalah pendidikan seks remaja.
Pelatihan Menggunakan Microsoft Excel Untuk Membantu Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Masalah Bangun Datar Fase D Di Mts Negeri 7 Desa Kuntu Agus Dahlia; Rahma Qudsi; Neneng Purnamawati; Bagus Prasetio; Putri Rahmatillah
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.2573

Abstract

Information technology is inseparable in the development of education, technology can be used as a tool or media to realize the goals of learning. Information technology is also useful as a stimulation of learning so that students can construct their own knowledge through various activities such as: problem solving, reasoning, and communicating (doing math), as a vehicle for training critical and creative thinking. At MTs Negeri 7 Kuntu Village, the utilization of Information Technology has not been done optimally in the process of teaching and learning activities. Information Technology such as Microsoft Excel is needed as additional information on learning technology in the era of the Industrial Revolution 5.0 for teachers and students at MTs. Microsoft Excel can be used as an alternative solution for learning Flat Shapes Mathematics. The Community Service Team aims to conduct training in the use of Microsoft Excel to help students solve math problems in flat shapes. The implementation method in this community service goes through three stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The results obtained from this community service show that students' understanding of the use of Microsoft Excel in solving phase D flat shapes problems has increased and also increased students' interest and motivation in learning math.