Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Students Challenges in Learning Public Speaking Anggraini Eka Pratiwi; Riana Eka Budiastuti; Anjar Setiawan
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 18 (2024): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2024
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v18i.1225

Abstract

This research aims to determine students' challenges in learning public speaking. This research method is descriptive quantitative. The subjects of this research are 5 male and 15 female students from University of Muhammadiyah Semarang in Kedung Mundu. The data collection technique uses questionnaires and interviews by giving a series of written and verbal questions or statements to respondents to then answer. The results show that there is easy learning when using Manuscript and Comunication in learning English. By applying the Manuscript method in learning public speaking, it shows an increase in self-confidence. Meanwhile, conversation can improve English pronunciation skills, habits, and increase English vocabulary which previously was one of the biggest challenges for students. Their tendency was to more easily improve Public Speaking by using the Manuscript model.
OPTIMIZING GENERATIVE AI THROUGH HYBRID TRAINING TO ENHANCE RAILWAY VOCATIONAL STUDENTS’ CAREER READINESS Damar Isti Pratiwi; Teguh Arifianto; Kiki Juli Anggoro; Ardian Yosep Yohannes; Riana Eka Budiastuti
Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/pqnc4q08

Abstract

Transformasi digital dan perkembangan Generative Artificial Intelligence (Generative AI) telah membawa perubahan signifikan dalam praktik rekrutmen kerja, khususnya dalam penyusunan dokumen karier profesional seperti Curriculum Vitae (CV) dan surat lamaran kerja (cover letter). Mahasiswa vokasi sebagai calon lulusan siap kerja dituntut memiliki kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital serta keterampilan dalam menyusun dokumen karier yang kompetitif dan selaras dengan standar industri. Namun demikian, masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menghasilkan dokumen yang efektif, terstruktur, dan kompatibel dengan sistem Applicant Tracking System (ATS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan karier mahasiswa vokasi di Kota Madiun melalui model pelatihan hybrid yang mengintegrasikan pemanfaatan generative AI. Program ini melibatkan 120 mahasiswa vokasi yang dibagi ke dalam empat kelas pelatihan. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, pelatihan interaktif hybrid, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Aplikasi Generative AI yang digunakan meliputi chatgpt, canva, text-to-speech, dan duolingo. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, yang tercermin dari kenaikan skor posttest. Selain itu, CV dan cover letter peserta menunjukkan perbaikan pada aspek struktur, kualitas konten, optimasi ATS, dan tampilan visual. Peserta juga memberikan respons positif terhadap relevansi materi dan manfaat praktis pelatihan. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan hybrid berbasis generative AI efektif dalam mendukung peningkatan literasi digital dan kesiapan karier mahasiswa vokasi, khususnya dalam menghadapi tuntutan kompetitif industri perkeretaapian.
Pemberdayaan Santri di Era Digital Melalui Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Mobile Testiana Deni Wijayatiningsih; Dodi Mulyadi; Riana Eka Budiastuti; Anjar Setiawan; Hana Izatunnajah; Yunita Putri Maulidina; Olivia Az Zahra; Kikan Laila Arinil Haque
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v5i1.884

Abstract

Latar belakang: Keterbatasan media pembelajaran, rendahnya kepercayaan diri santri dalam menggunakan Bahasa Inggris, serta minimnya pemanfaatan perangkat mobile sebagai sarana belajar merupakan latar belakang dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Padahal hampir seluruh santri telah memiliki smartphone yang berpotensi besar menjadi alat pembelajaran yang fleksibel, menarik, dan sesuai dengan gaya belajar generasi digital. Tujuan: Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan santri Pondok Pesantren Darun Najah Semarang melalui pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Mobile-Assisted Language Learning (MALL). Metode: Melalui rangkaian kegiatan pelatihan kosakata, pelatihan berbicara, praktik interaktif menggunakan aplikasi Wordwall, Duolingo, Padlet, Google Docs, dan Bamboozle, serta pendampingan intensif selama empat sesi, program ini mendorong terciptanya pengalaman belajar yang lebih komunikatif dan bermakna. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post-test, observasi, dan angket kepuasan mitra. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata dan pemahaman struktur Bahasa Inggris. Rata-rata nilai pre-test santri meningkat dari 63,69 menjadi 85,38 pada post-test, dengan peningkatan kompetensi sebesar 34,05%. Dari aspek afektif, 90% santri menyatakan pembelajaran berbasis aplikasi lebih menyenangkan dan membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara. Mitra juga menunjukkan kepuasan tinggi (skor 4,6 dari 5), terutama pada aspek kebermanfaatan program dan keberlanjutan. Kesimpulan: Secara keseluruhan, program ini berhasil menjembatani dunia pesantren dan era digital melalui pemanfaatan teknologi mobile yang humanis, inklusif, dan adaptif. Pembelajaran berbasis MALL terbukti efektif meningkatkan kompetensi bahasa, motivasi, dan kemandirian belajar santri dalam konteks pesantren. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berkelanjutan di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan. _____________________________________________________________________ Abstract Background: Limited learning media, low student confidence in using English, and minimal use of mobile devices as learning tools are the background to this community service activity. Even though almost all students have smartphones that have great potential to be flexible, interesting learning tools, and in accordance with the learning styles of the digital generation. Objective: This Community Service Program aims to empower students at the Darun Najah Islamic Boarding School in Semarang through Mobile-Assisted Language Learning (MALL)-based English learning. Method: Through a series of vocabulary training activities, speaking training, interactive practice using the Wordwall, Duolingo, Padlet, Google Docs, and Bamboozle applications, as well as intensive mentoring for four sessions, this program encourages the creation of a more communicative and meaningful learning experience. Evaluation was carried out through pre-posttests, observations, and partner satisfaction questionnaires. Result: The analysis results showed a significant increase in vocabulary mastery and understanding of English structures. The average student pre-test score increased from 63.69 to 85.38 in the post-test, with an increase in competence of 34.05%. From an affective perspective, 90% of students stated that app-based learning was more enjoyable and helped improve their speaking confidence. Partners also showed high satisfaction (score 4.6 out of 5), especially regarding the program's usefulness and sustainability. Conclusion: Overall, this program successfully bridges the world of Islamic boarding schools and the digital era through the use of humanistic, inclusive, and adaptive mobile technology. MALL based learning has proven effective in improving students' language competency, motivation, and learning independence in the Islamic boarding school context. This program is expected to become a model for sustainable learning in religious-based educational environments. Keywords: digital literacy, MALL, mobile learning, english language learning, empowerment
Pelatihan Model Pendidikan Karakter dalam Proses Belajar Siswa di Sanggar Belajar Sentul, Kuala Lumpur, Malaysia Anjar Setiawan; Riana Eka Budiastuti; Testiana Deni Wijatiningsih; Dodi Mulyadi; Annisa Widya Sucipto; Shohenudin Shohenudin; Amrizal Amrizal
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Interaksi - Desember
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/interaksi.v1i2.33

Abstract

pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan model pendidikan karakter pada proses belajar di sanggar belajar sentul, kuala lumpur, malaysia. pendidikan karakter menjadi elemen penting dalam membentuk sikap, moral, dan nilai positif pada anak-anak. terutama di lingkungan yang dimiliki keragamaan budaya dan tantangan sosial. kegiatan ini melibatkan pendampingan secara langsung, pembinaan karakter berbasis nilai-nilai universal, serta pelatihan kepada pengajar untuk mengintegrasikan aspek pendidikan karakter dalam metode pengajaran. melalui pendekatan ini, diharapkan anak-anak di sanggar belajar sentul dapat mengembangkan perilaku yang positif, etika yang baik, serta memiliki landasan moral yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Peningkatan Kemampuan Kosakata Dasar Bahasa Inggris pada Anak Sekolah Dasar Berbasis Budaya di Dukuh Sambung, Kelurahan Rowosari Anjar Setiawan; Testina Deni Wijayatiningsih; Dian Candra Prasetyanti; Dodi Mulyadi; Riana Eka Budiastuti; Andika R Putra; Prika Alfiani; Wulan Aprilia Damayanti; Zulfikar Zulfikar; Amrizal Amrizal
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Interaksi - Desember
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/interaksi.v1i2.34

Abstract

Bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional yang semakin penting dalam dunia yang terhubung secara global, memiliki peran yang signifikan dalam pembentukan masa depan anak-anak. Untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan anak-anak dalam mempelajari vocabulary dasar dalam Bahasa Inggris, kami menggunakan pendekatan pengajaran aktif yang melibatkan permainan flash card, media lagu, serta penggunaan teknologi. Melalui penggunaan metode yang sesuai anak-anak dapat secara efektif diperkenalkan pada kosakata bahasa Inggris yang memadai sejak dini. Dalam menyampaikan materi kami berusaha untuk membuatnya menarik dimata peserta didik yang notabene adalah anak-anak, mereka menyukai pembelajaran jika dibarengi oleh audio dan video yang menarik perhatian mereka. Selain menggunakan flashcard dan proyektor sebagai sarana pembelajaran, saat mengajarkan nama benda yang ada di sekitar dalam Bahasa Inggris kami juga menyanyi sebagai metode penyampaian materi. Yang mana cara ini digemari anak-anak karena pada dasarnya mereka di Lembaga Pendidikan formal tentunya diajarkan nyanyian anak se usianya. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara umum media flashcard dapat meningkatkan kemampuan penguasaan kosa kata Bahasa Inggris, karena dengan menggunakan flashcard memungkinkan anak melihat gambar yang sesuai dengan kata-kata, serta membantu mereka mengaitkan kata dengan objek secara visual. Mengulang-ulang flashcard secara berkala dapat membantu memperkuat daya ingat anak terhadap kosa kata baru. Selain itu, mengenalkan vocabulary dengan menggunakan lagu juga sangat interaktif, karena dengan lirik berisi kosa kata bisa membuat pembealajaran lebih menyenangkan dan interaktif.
EFL Learners’ Listening Strategies and Self-Efficacy in Listening Comprehension: A Descriptive Quantitative Study Chelsea Feriska Putri Munawar; Testiana Deni Wijayatiningsih; Riana Eka Budiastuti
International Journal of Language, Education, and Literature Vol. 3 No. 2 (2026): April
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra- Universitas Negeri Makassar.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66720/kanhdt93

Abstract

Listening comprehension is a fundamental yet challenging skill for learners of English as a Foreign Language (EFL), as it requires real-time processing of spoken input and effective management of cognitive and affective factors. This study aims to describe EFL learners’ listening strategy use and self-efficacy in listening comprehension following listening strategy instruction. A descriptive quantitative research design was employed to capture learners’ reported behaviors and confidence levels in listening activities. The participants were undergraduate students enrolled in a listening-focused English course in an Indonesian higher education context. Data were collected using two close-ended Likert-scale questionnaires: a listening strategy questionnaire and a self-efficacy questionnaire. Descriptive statistical analysis, including frequencies and percentages, was used to illustrate patterns and tendencies in learners’ responses. The findings indicated that learners reported more frequent use of during-listening strategies, such as note-taking, focusing on key words, and monitoring comprehension, than pre-listening strategies, including predicting content and activating background knowledge. In terms of self-efficacy, learners demonstrated moderate to high confidence in understanding spoken English and persisting during listening tasks, although lower confidence was reported when dealing with unfamiliar vocabulary, fast speech, or unfamiliar accents. Overall, the results reveal variation in learners’ listening strategy use and self-efficacy within the same instructional context. The study highlights the importance of addressing both strategic awareness and learner confidence in EFL listening instruction.