Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Independent Commissioners as Moderators of Financial Determinants of Islamic Social Reporting: Evidence from Extractive Firms in the Jakarta Islamic Index (2019–2024) Rizki, Muhammad Syamsi; Qamaruddin, Muhammad; Mubarak, Zaki
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 16 No 2 (2025): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v16i2.20195

Abstract

Islamic Social Reporting (ISR) is a form of social responsibility disclosure that not only focuses on economic aspects but also reflects Sharia values in corporate activities. This study aims to analyze the influence of profitability, leverage, institutional ownership, and firm size on ISR disclosure, as well as examine the moderating role of independent commissioners. The research employs a quantitative approach using panel data from 8 extractive sector companies listed in the Jakarta Islamic Index (JII) during the 2019–2024 period. The analysis method used is panel data regression and Moderated Regression Analysis (MRA) with the assistance of EViews 12 software. The results show that leverage has a positive and significant effect on ISR, while institutional ownership has a negative and significant effect. Profitability and firm size have no significant effect on ISR. Furthermore, independent commissioners are not able to moderate the relationship between the independent variables and ISR.
PURIFICATION AS EVERYDAY PIETY DALAM MASYARAKAT BANJAR Muhammad Abdillah Ihsan; Jalaluddin; Muhammad Zainal Abidin; Zaki Mubarak
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.227

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena purifikasi Islam dalam masyarakat Banjar dengan menggunakan perspektif everyday piety dalam antropologi Islam. Selama ini, purifikasi umumnya dipahami sebagai gerakan ideologis yang bertujuan mengembalikan praktik keagamaan kepada sumber-sumber normatif Islam, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah, serta sering dikaitkan dengan organisasi reformis atau gerakan dakwah tertentu. Artikel ini menawarkan sudut pandang yang berbeda dengan melihat purifikasi sebagai praktik kesalehan sehari-hari yang berlangsung pada level mikro dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menelaah literatur mengenai gerakan purifikasi Islam, masyarakat Banjar, dan konsep everyday piety dalam antropologi Islam. Analisis dilakukan melalui pendekatan interpretatif terhadap berbagai praktik religius yang berkembang dalam masyarakat Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa purifikasi dalam masyarakat Banjar tidak selalu hadir dalam bentuk gerakan ideologis maupun konflik terbuka dengan tradisi lokal. Sebaliknya, purifikasi beroperasi melalui perubahan bertahap dalam praktik ibadah, etika sosial, gaya hidup religius, serta berbagai bentuk adaptasi budaya yang berorientasi pada pemenuhan standar normatif Islam. Praktik interaksi sosial tertentu menjadi contoh bagaimana nilai-nilai purifikasi diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus meniadakan identitas budaya lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara purifikasi dan tradisi Banjar lebih tepat dipahami sebagai proses negosiasi, adaptasi, dan reinterpretasi yang berlangsung secara berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan purification as everyday piety memperluas pemahaman tentang dinamika purifikasi Islam sebagai proses pembentukan kesalehan yang hidup dalam praktik keseharian masyarakat.