Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN TENTANG TEKNIK ECO-PRINT BAGI GURU-GURU BIOLOGI MADARASAH ALIYAH KOTA SEMARANG Yustinus Ulung Anggraito; Pramesti Dewi; Enni Suwarsi Rahayu; Ibnul Mubarok; Ahmad Agus Prasetyo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1353-1363

Abstract

Guru Biologi Madrasah Aliyah Kota Semarang yang mengajar Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) mengeluhkan semakin menurunnya kreativitas peserta didik. Mereka cenderung mereplikasi atau menduplikasi karya kakak kelas, sehingga nilai kreativitas dan inovasinya rendah. Kecenderungan ini harus segera diminimalkan. Teknik eco-print merupakan salah satu jawaban terhadap permasalahan tersebut karena hasilnya bersifat unik atau ekslusif. Oleh karena itu perlu dikenalkan dan dilatihkan keterampilan teknik eco-print kepada guru-guru Biologi MA Kota Semarang. Tujuan pengabdian pada masyarakat adalah mengenalkan, menambah pengetahuan dan keterampilan teknik eco-print pada guru-guru Biologi MA Kota Semarang. Mitra kegiatan ini adalah MGMP Biologi MA Kota Semarang dan diikuti oleh 10 guru terpilih. Kegiatan pengabdian pada masyarakat diawali dengan pretest, pengenalan tentang teknik eco-print, praktik teknik pounding, praktik teknik steaming, fiksasi warna, diskusi, posttest, dan tugas mandiri. Dari segi pengetahuan diperoleh N-gain= 0,502 (kategori sedang). Semua peserta aktif dalam kegiatan dan mampu menghasilkan eco-print dengan teknik pounding dan steaming menggunakan kain Primisima, dan berhasil membuat totebag eco-print dengan teknik pounding secara mandiri. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dari segi pengetahuan teknik eco-print peserta mengalami peningkatan. Dari segi keterampilan semua peserta mampu membuat kain eco-print dengan teknik pounding maupun steaming. Secara mandiri, peserta sudah mampu membuat totebag eco-print dengan teknik pounding. Keterampilan peserta masih harus ditingkatkan dengan secara mandiri atau berkelompok dengan mencoba berbagai variasi untuk melatih kreativitas serta inovasi, sehingga mampu menularkan pengetahuan dan keterampilannya kepada para siswa.
E-KATALOG ALAT LABORATORIUM BIOLOGI MOLEKULER DALAM MENDUKUNG SMART LABORATORY Maharani, Ria Ika; Mubarok, Ibnul; Hadikawuryan, Danang Subarkah; Fawwaz, Naufal Erlang
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11374

Abstract

Kemajuan teknologi yang begitu pesat mempengaruhi pola kebiasan, generasi sekarang lebih memilih mendapatkan informasi dari layar smartphone dibandingkan informasi cetak. Transformasi digital sudah mulai merambah ke area laboratorium guna memberikan informasi yang akurat, efisien dan jangkuan luas. Sehingga perlu dilakukan transformasi digital untuk informasi yang masih dalam bentuk cetak, salah satu informasi yang saat ini masih dalam bentuk cetak kertas adalah instruksi kerja peralatan di laboratorium biologi molekuler. Laboratorium sendiri merupakan sebuah tempat yang perlu mendapat perhatian ekstra karena menjadi salah satu tempat cikal bakal munculnya inovasi. Oleh karena itu akurasi dan presisi dari alat laboratorium menjadi bagian terpenting, sedangkan informasi mengenai alat laboratorium biologi molekuler masih terbatas bagi penggunanya. Tujuan penelitian ini membuat kemasan khusus dalam memberikan informasi lengkap mengenai alat-alat laboratorium biologi molekuler yang beradaptasi dengan kemajuan teknologi sehingga menjadi pioner Smart Laboratory dalam bentuk E-Katalog. Penelitian ini menggunakan metode ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan angket serta dianalisis dengan uji kelayakan dan uji efektifitas. Hasil dari penelitian adalah E-Katalog yang berisikan kategori peralatan, gambar peralatan, spesifikasi peralatan, SOP pengunaan peralatan dan SOP perawatan. Analisis data untuk uji kelayakan mendapat persentase penilaian 88,33% dan uji efektifitas mendapat 81,87%, dari persentase tersebut maka masuk kedalam kriteria sangat layak dan sangat efektif.
Penerapan Biosekuriti Lingkungan Kandang dalam Upaya Pencegahan Penyakit Menular Wulan Christijanti; Komala Amelia Putri; Cahya Buana; Amna Falistina; Sriyadi Sriyadi; Safira Chaerani Dimarti; Ibnul Mubarok; Lina Herlina; R. Susanti; Maretha Putri Pauline
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i3.26763

Abstract

Mangunsari Village is one of the goat farming centers in Gunungpati District, Semarang. They raise goats from generation to generation and based on experience, so care patterns are often not uniform from one to another. In addition to feed, animal hygiene and health are very important to implement in enforcing biosecurity in the pen and its surrounding environment. The goal of this activity is to improve goat health and the safety of the pen environment through biosecurity. The community service is divided into two: providing materials and training followed by practice. Twenty participants, members of the Mekar Sari 2 livestock farmer group, were accompanied by a team of nine lecturers, technicians, and students. The activity began with filling out a questionnaire, theory, and ended with practice. Data obtained showed that 53.8% were aged > 50 years and 23.1% were < 40 years. In addition, 84.6% of participants had been members of the livestock farmer group for a long time (≥ 10 years). There was a 0.2% increase in knowledge regarding infectious diseases, a 2% increase in leaf and grass feed, a 61.6% increase in forage that must be wilted, and a 7.7% increase in pen cleanliness. Participants also understood that forage is best not provided wet (40.5%). The results concluded that this activity improved knowledge about biosecurity components and the participants' skills in physical examination of goats and pen cleanliness.