Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendekatan Arsitektur Islam pada Perancangan Islamic Education Park di Kota Makassar Reski Vendi Musa; Sahabuddin Latif; Nurhikmah paddiyatu; Aris Sakkar Dollah; Irnawaty Idrus; Siti Fuadillah A Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14322

Abstract

Taman belajar atau taman pendidikan adalah suatu konsep yang menggabungkan pendidikan informal, rekreasi dan kreativitas dalam suatu wadah yang terbuka. Konsep ini memungkinkan masyarakat untuk belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan serta mengembangkan kreativitas. Aktivitas yang dilakukan di taman belajar dapat melipuiti berbagai hal seperti, membaca buku, mengaji, diskusi dan berbagai kegiatan interaktif lainnya yang bermanfaat. Taman belajar memberikan peluang bagi Masyarakat untuk bersantai, mengeksplorasi minat mereka, dan belajar sambal bermain. Taman belajar juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi social, Orang dapat berinteraksi dengan sesame pengunjung, berbagi pengetahuan, dan belajar dari pengalaman oranglain. Secara keseluruhan, konsep taman belajar menghubungkan Pendidikan, rekreasi dan kreativitas dalam lingkungan non formal dan santai. Pada rancangan tapak Islamic education Park berada di jalan urip sumohardjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Pada rancangan tapak tersebut terdapat beberapa bagian yaitu bangunan utama, parkiran, food court, taman baca, taman olahraga, ruang terbuka hijau, Gedung serbaguna dan food court. Semua bangunan ini secara keseluruhan berfungsi untuk menfasilitasi kegiatan dan kenyaman pengunjung.
Perancangan Makassar Art Center dengan Konsep Arsitektur Metafora Nurkhafifah Nurkhafifah; Muhammad Syarif; Rasmawarni Rasmawarni; Nurhikmah Paddiyatu; Aris Sakkar Dollah; Citra Amalia Amal
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7316

Abstract

Art Center merupakan suatu tempat atau wadah untuk kegiatan yang berkaitan dengan seni budaya yang biasanya menyediakan fasilitas-fasilitas seni seperti ruang teater, ruang galeri, tempat pertunjukan musik, area bengkel, fasilitas pendidikan, peralatan teknis dan sebagainya. Permasalahan utama kegiatan yang berkaitan dengan seni di adalah kurangnya wadah atau fasilitas yang dapat menampung kegiatan seni atau karya seni yang ada di Kota Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang bangunan Makassar Art Center yang dimaksudkan untuk memberikan wadah untuk pelestarian dan pengembangan seni serta dapat mejadi sarana edukasi dan rekreasi kepada pengunjung tentang kesenian dan kebudayaan khas Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan Makassar Art Center ini menggunakan pendekatan arsitektur. Metafora dalam arsitektur merupakan gaya arsitektur yang mengambil bentuk dari sebuah kiasan atau perumpamaan dari sesuatu yang kemudian akan diwujudkan dalam sebuah bentuk bangunan atau karya arsitektur. Hasil perancangan Makassar Art Center ini meliputi konsep tapak seluas 5,05 Ha, yang terdiri dari ruang primer seluas 1340 m², ruang sekunder 951 m², dan ruang penunjang 5490 m², kemudian dilanjutkan dengan gambar perancangan mulai dari denah sebanyak 2 lantai, denah situasi, blok plan, site plan, denah, tampak, potongan, rencana-rencana, detail arsitektur, serta gambar 3D, dan video animasi yang di buat sesuai dengan konsep arsitektur metafora. Kesimpulan dari penelitian maka diperoleh konsep dan desain bangunan berbentuk songkok bone yang dipadukan dengan kipas tarian khas Sulawesi Selatan sehingga pengunjung dapat merasakan kesan budaya yang khas dari kebudayaan daerah Makassar yang beraneka ragam
Muhammadiyah Sport Center dengan Pendekatan Arsitektur Modern Yusriadi Yusriadi; Irnawaty Idrus; Andi Yusri; Sahabuddin Latif; Nurhikmah Paddiyatu; Citra Amalia Amal
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.8868

Abstract

Berdasarkantinjauanlapanganbeberapatempat olahraga muhammadiyahsangat terbatas dari segi jumlah dan fasilitas yang kurang memadai. Masyarakat Muhammadiyah membutuhkan wadah yang ideal untuk melakukan olahraga sebagai kegiatan jasmani untuk memelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Oleh karenaituperludilakukanperencanaanMuhammadiyah sport centersebagai pusat kegiatan keolahragaan bagi masyarakat muhammdiyat.Untukmendapatkankonsepyangideal,maka dilakukansurveilokasi danstudiliteraturtentangtempat olahraga dengan tema arsitektur modern ataustudikasusdenganbangunansejenisdi beberapatempat.Hasildesain telahdilaksanakandenganmenghasilkangambardesaindenganluaskuranglebih39 ha, menerapkankonsepmodernyang dapatmenampilkanaplikasi modern dan masa kini pada bangunan. Muhammadiyah Sport Center ini memiliki enam gedung yaitu gedung olahraga diantaranya batminton, futsal, tennis lapangan, basketball, volley dan sepak takraw. Denganadanyabangunanini,maka kebutuhan pegiat olahraga akan terpenuhi.  
Perancangan terminal bus tipe A di Kota Makassar dengan pendekatan arsitektur kontemporer wirga sandy ahyar; Mursyid Mustafa; Ashari Abdullah; Andi Yusri; Khilda Wildana Nur; Nurhikmah Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8705

Abstract

Terminal Bus tipe A adalah prasarana transportasi jalan yang digunakan untuk keperluan memuat dan menurunkan penumpang serta mengatur keberangkatan dan kedatangan, yang melayani angkutan antar kota antar provinsi, antar kota lintas batas negara, antar kota dalam provinsi dan angkutan desa. banyaknya masalah-masalah yang terjadi diterminal regional daya seperti kekurangan dari sarana maupun prasarana. Berdasarkan permasalahan yang ada maka perlu dirancang terminal bus tipe A dengan pendekatan arsitektur kontemporer. Metode yang di gunakan adalah pendekatan arsitektur kontemporer yang  menampilkan sesuatu yang berbeda yang menampilkan kualitas tertentu terutama dari segi penggunaan teknologi dan juga kebebasan dalam menampilkan suatu gaya arsitektur.Tujuan dari perancangan terminal bus tipe A ini adalah untuk mengatasi masalah-masalah yang telah dijelaskan diatas dan meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa yang meliputi angkutan  antar kota dalam propinsi (AKDP), angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), angkutan kota (AK), serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan  daerah. Hasil perancangan ini meliputi konsep tapak dengan luas 5,5 Ha yang terdiri dari ruang pengelola 420 m2 , ruang terminal 6.485 m2 dan ruang parkir 9.348 m2. Yang akan disajikan dalam bentuk gambar 2 dimensi yaitu analisis tapak, konsep bentuk, serta 3 dimensi dan animasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terminal bus tipe A dengan pendekatan arsitektur kontemporer ini di desain dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan pengguna.
Perancangan Convention Center Di Kota Makassar Dengan Pendekatan Arsitektur Modern Imam Rusydi Yulyadiputra; Aris Sakkar Dollah; Sahabuddin Latif; Ashari Abdullah; Nurhikmah Paddiyatu; Salmiah Zainuddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8744

Abstract

Penyebaran dan pertukaran informasi di masa sekarang tidak hanya terjadi melalui media massa, penyebaran dan pertukaran informasi juga sering terjadi melalui kegiatan pertemuan atau konvensi baik bersifat regional, nasional, maupun internasional. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, kebutuhan akan fungsi baru untuk mewadahi kegiatan-kegiatan yang bersifat pertemuan, pameran dan hiburan baik di tingkat nasional maupun internasional juga akan terus meningkat. Pemerintah Indonesia saat ini sedang meningkatkan 16 kota tujuan MICE antara lain Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Medan, Lombok, Bali, dan Manado. Sebagai salah satu dari 16 kota tujuan MICE di Indonesia, Makassar harus siap untuk menyelenggarakan kegiatan MICE lokal, nasional, dan internasional yang akan terus meningkat di masa mendatang. Fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan MICE bermacam - macam, termasuk di dalamnya gedung konvensi.