Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU POST OPERASI SECTIO CAESAREA Chandeni Khoirunnisa; Putri Widita Muharyani
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2022
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio caesarea merupakan proses persalinan yang mempunyai dampak tersendiri pada ibu antara lain tindakan anestesi, keadaan sepsis yang berat, mobilisasi terganggu, adanya trombo emboli, Activity of Daily Living (ADL) terganggu, tantangan pelaksanaan inisiasi menyusui dini (IMD) yang dapat mengakibatkan masalah pada proses menyusui. Salah satu cara untuk memperlancar pengeluaran ASI adalah dengan pijat oksitosin yang dapat dilakukan dengan cara memijat area disekitar punggung. Literature review ini bertujuan untuk melakukan review artikel tentang pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran asi pada ibu post operasi sectio caesarea. Literature review dilakukan dengan mengumpulkan, membaca dan menganalisis artikel-artikel penelitian yang diterbitkan antara tahun 2017- 2021. Artikel dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional dengan menggunakan kata kunci post operasi sectio caesarea, pemberian ASI, pijat okstitoksin. Artikel penelitian diperoleh dari ProQuest, PubMed, Google Scholar dan PNRI. Penelitian dalam literature review ini dianalisis menggunakan analisis PICO (Population, Intervention, Compare, Outcome). Didapatkan 10 artikel penelitian yang menganalisis terkait dengan judul yaitu pengaruh pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran asi pada ibu post operasi sectio caesarea. Pijat oksitosin berpengaruh terhadap kelancaran ASI pada ibu post operasi sectio caesareaKata Kunci: post operasi sectio caesarea, pemberian ASI, pijat okstitoksin
Tantangan yang Dihadapi Ibu Menyusui dalam Pemenuhan Hak Anak: Asi Eksklusif Putri Widita Muharyani; Putri Nadra Maulida; Karolin Adhisty; Herliawati Herliawati; Dina Aprimilda
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.734 KB)

Abstract

Menyusui merupakan proses alamiah, tampak mudah namun dalam kenyataannya tidak sedikit ibu mengalami tantangan dalam proses menyusui. Identifikasi tantangan yang dihadapi ibu dalam menyusui mampu meningkatkan dukungan kepada ibu dalam pemberian ASI yang selanjutnya dapat meminimalisir kemungkinan penghentian ASI eksklusif. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tantangan yang dihadapi ibu saat menyusui dan menganalisis hubungannya dengan penghentian ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah 100 ibu menyusui yang pilih dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi dan melewati tahap uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan persepsi ASI tidak cukup (p value 0,000) dan puting lecet (p value 0,018) berhubungan dengan penghentian ASI eksklusif, namun tidak ada hubungan yang signifikan antara bayi menolak menyusu dengan penghentian ASI eksklusif (p value 0,754). Mayoritas responden mengalami penghentian ASI eksklusif. Persepsi ASI tidak cukup dan puting lecet merupakan tantangan ibu menyusui yang dapat menyebabkan penghentian ASI eksklusif, sementara bayi menolak menyusu tidak berhubungan dengan penghentian ASI eksklusif.
Self-efficacy in patients with breast cancer: A health belief model approach Mutia Nadra Maulida; Putri Widita Muharyani; Antarini Idriansari; Karolin Adhisty
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i1.9232

Abstract

Background: Breast cancer is a disturbance in the growth of normal breast cells characterized by abnormal cells arising from normal cells that can infiltrate lymphatic tissue and blood vessels. This will have a major impact on patients and their families, both physically, psychologically, economically and in other aspects of life which certainly affect the patient's self-efficacy about their own ability to carry out healthy behaviors that have an impact on their treatment. One of the support efforts that can be given is the intensification of activities through the Health Belief Model.Purpose: To determine the effect of Self-efficacy in patients with breast cancer: A health belief model approachMethod: The design used in this study was a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. Determination of the sample by purposive sampling method as many as 60 participants. Data was collected using a self-efficacy questionnaire.Results: The Marginal homogeneity test obtained a p-value = 0.001, which means that there is an effect of giving interventions with the Health Belief Model on self-efficacy in breast cancer patients.Conclusion: Intervention with the Health Belief Model approach can increase the self-efficacy of breast cancer patients who are undergoing treatment.
Empowerment of health cadres in conducting stunting prevention efforts using EMPASI SEHATI educational media Putri Widita Muharyani; Mutia Nadra Maulida; Karolin Adhisty; Herliawati Herliawati
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 2 (2023): May 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i2.8958

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems experienced by the world, including Indonesia. Stunting occurs due to multifactorial causes. The incidence of stunting increases during the provision of complementary feeding. Many families practice inappropriate feeding practices, including early complementary feeding. Health cadres, as an extension of healthcare workers who interact directly with the community, are important in having the knowledge and ability to educate the community. The purpose of this community service activity is to empower health cadres to accelerate the reduction of stunting prevalence using the EMPASI SEHATI media. There is an increase in the knowledge of health cadres and the community regarding meeting the nutritional needs of children. The EMPASI SEHATI educational media can be an effective media that can be accommodated by health centers to increase public knowledge in the effort to prevent stunting in Indonesia.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH DEFISIT PENGETAHUAN ANEMIA DAN IMPLIKASI PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ANEMIA DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI Anjar Dwi Fahni; Putri Widita Muharyani
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 9, No 1 (2023): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2023
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Anemia adalah keadaan dimana hemoglobin dalam darah kurang dari nilai normal yang dapat mempengaruhi kebutuhan oksigen dalam tubuh sehingga menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan fisik dan pertumbuhan serta aktivitas harian. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka kejadian anemia pada remaja putri yakni pengetahuan yang kurang mengenai definisi, penyebab, dampak, serta pencegahan dan penanggulangan anemia. Pemberian pendidikan kesehatan mengenai anemia melalui media video menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terutama remaja putri tentang anemia. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan menggunakan media video untuk meningkatkan pengetahuan mengenai anemia. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Hasil pengkajian ketiga keluarga kelolaan didapatkan diagnosis keperawatan yaitu defisit pengetahuan mengenai anemia berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenalmasalah anemia dan penatalaksanaan anemia. Ketiga keluarga kelolaan ini telah mendapatkan asuhan keperawatan serta penatalaksanaannya yaitu dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan media video yang dapat meningkatkan pengetahuan. Simpulan: Adapun pemberian pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video membuktikan bahwa terdapat perubahan peningkatan pengetahuan klien mengenai anemia dan penatalaksanaannya sehingga media tersebut dapat digunakan sebagai salah satu media untuk edukasi kesehatan pada keluarga. Kata kunci: Anemia, Keluarga, Media video, Pendidikan kesehatan, Pengetahuan
Pengaruh Terapi Warna Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Trisemester III Putri Widita Muharyani; Jaji; Ayu Kurniati Sijabat
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v2i1.16

Abstract

Kehamilan merupakan suatu peristiwa dan pengalaman penting dalam kehidupan seorang wanita. Selama masa kehamilan sebagian besar ibu yang sedang hamil akan mengalami kecemasan, terutama bagi ibu primigravida trimester III. Kecemasan selama menjalani kehamilan dapat menyebabkan terjadinya kelahiran bayi prematur, keguguran, resiko hipertensi pada saat kehamilan, pre eklamsia, eklamsia dan dapat juga menyebabkan persalinan kala II lebih lama. Terapi warna hijau merupakan salah satu terapi nonfarmakologis untuk mengatasi kecemasan. Pemberian terapi warna hijau dapat membuat seseorang merasa nyaman, rileks dan tenang serta dapat merangsang pelepasan serotonin yang dapat menciptakan rasa bahagia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi warna hijau terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III. Desain penelitian pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest –posttest design. Jumlah sampel penelitian sebanyak 15 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner HARS yang dilakukan dari bulan Mei sampai Juni 2014, kemudian data dianalisis menggunakan uji Marginal homogeneity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh terapi warna hijau terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Timbangan dengan nilai p value = 0,001. Terapi warna hijau hendaknya dapat digunakan ibu hamil sebagai salah satu cara untuk mengatasi kecemasan ibu selama masa kehamilan.
Pengaruh Terapi Ice Pack Terhadap Perubahan Skala Nyeri Pada Ibu Post Episiotomi Wenniarti; Putri Widita Muharyani; Jaji
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v3i1.53

Abstract

Nyeri post episiotomi merupakan bentuk ketidaknyamanan yang menjadi masalah kesehatan pada ibu. Nyeri mengakibatkan ibu mengalami insomnia, sulit buang air besar, dan buang air kecil setelah melahirkan. Kasus nyeri post episiotomi di Puskesmas Belinyu meningkat setiap bulannya sehingga diperlukan manajemen nyeri post episiotomisecara nonfarmakologi yakni dengan terapi ice pack. Terapi ice pack yang diberikan pada ibu post episiotomi lebih aman diterapkan karena tidak menimbulkan efek samping bagi ibu post episiotomi dan bayi yang dilahirkannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi ice pack terhadap perubahan skala nyeri pada ibu post episiotomi. Desain penelitian menggunakan pra experimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Populasi penelitian yaitu ibu post episiotomi di Puskesmas Belinyu. Sampel didapat sebanyak 15 ibu post episiotomi dengan menggunakan metode nonprobability sampling melalui accidental sampling. Data penelitian diambil dengan cara pengukuran langsung skala nyeri post episiotomi sewaktu sebelum dan setelah dilakukan terapi ice pack menggunakan kuesioner Numerical Rating Scales (NRS). Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skala nyeri post episiotomi sebelum dan setelah dilakukan terapi ice pack masing-masing sebesar 7,60±1,121 dan 4,27±1,486. Analisis skala nyeri post episiotomi setelah dilakukan terapi ice pack didapatkan bahwa terdapat perbedaan skala nyeri post episiotomi yang bermakna antara sebelum dan setelah dilakukan terapi ice pack (p value = 0,001). Manajemen nyeri nonfarmakologi dengan terapi ice pack dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menurunkan nyeri pada ibu post episiotomi.
Efektivitas Edukasi Kesehatan Metode Simulation Game dan Audio Visual dalam Pencegahan Stunting Muharyani, Putri Widita; Adhisty, Karolin; Ningsih, Nurna; Herliawati, Herliawati; Fahni, Anjar Dwi
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v17i2.1961

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi dimana balita memiliki tinggi badan dan panjang badan yang tidak sesuai jika dibandingkan dengan umur. Stunting pada balita dapat menimbulkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang apabila tidak segera di atasi. Faktor yang menjadi penyebab utama balita mengalami stunting yakni kekurangan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Pemberian MP-ASI atau makanan pendamping ASI berguna untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi dan gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan quasy experiment dengan rancangan two group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 30 ibu pada kelompok media EMPASI SEHATI dan 30 ibu pada kelompok media video. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi dan melewati tahap uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan paired t test dan independent t test. Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden penelitian pada kedua kelompok yakni mayoritas berusia 31-40 tahun dengan tingkat pendidikan tinggi. Hasil analisis menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari edukasi kesehatan menggunakan simulation games EMPASI SEHATI dan audio visual terhadap pengetahuan ibu sebelum dan sesudah intervensi, p value 0,000 ≤ α (0,05). Adapun pemberian pendidikan kesehatan dengan membandingkan kedua media didapatkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara media edukasi EMPASI SEHATI dan media video terhadap pengetahuan ibu mengenai stunting dan MPASI. Media edukasi EMPASI SEHATI dapat digunakan sebagai salah satu media untuk edukasi kesehatan.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN DEFISIT PENGETAHUAN PEMENUHAN NUTRISI DAN IMPLIKASI PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG “ISI PIRINGKU” MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU DENGAN BALITA Maharani, Herlin; Muharyani, Putri Widita
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pemenuhan nutrisi yang tepat sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita dengan baik atau optimal. Pola makan seimbang dengan komposisi “Isi Piringku” menjadi acuan untuk masyarakat mengonsumsi makanan dan minuman secara seimbang. Faktor yang mempengaruhi pemberian makanan pada balita adalah pengetahuan ibu terhadap kebutuhan gizi balita. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan yaitu melalui pendidikan kesehatan menggunakan media video. Tujuan studi kasus ini memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan defisit pengetahuan pemenuhan nutrisi dan implikasi pendidikan kesehatan tentang “Isi Piringku” menggunakan media video dalam meningkatkan pengetahuan ibu dengan balita. Metode: Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap tiga keluarga kelolaan. Hasil: Terdapat lima masalah keperawatan yang ditemukan pada ketiga keluarga kelolaan dengan masalah keperawatan utama yaitu deficit pengetahuan. Hasil dari pemberian pendidikan kesehatan tentang “Isi Piringku” dengan media video didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan skor 80%-90% pada kategori baik dari ketiga keluarga kelolaan. Simpulan: Pendidikan kesehatan tentang “Isi Piringku” efektif dalam meningkatkan pengetahuan Ibu dalam pemenuhan nutrisi pada balita.Kata Kunci: Defisit Pengetahuan, “Isi Piringku”, Media Video, Pemenuhan Nutrisi
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS GUIDED IMAGERY DAN DIAFRAGMA BREATHING EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Yesya, Akikah; Herliawati, Herliawati; Muharyani, Putri Widita
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Lanjut usia menjadi golongan yang rentan terkena berbagai masalah kesehatan seperti perubahan pada sistem kardiovaskular yang dapat menyebabkan hipertensi. Guided imagery dan diafragma breathing exercise merupakan terapi komplementer yang dapat digunakan untuk menangani tekanan darah tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas guided imagery dan diafragma breathing exercise terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan uji paired t-test dan independen t-test. Hasil: Hasil uji statistik independen t-test menunjukkan nilai p-value sistolik sebesar 0,335>0,05 dan p value diastolik sebesar 0,758>0,05 Simpulan: Tidak ada perbedaan efektivitas penurunan tekanan darah antara intervensi guided imagery dan intervensi diafragma breathing exercise, karena kedua terapi memiliki efek yang sama, yakni membantu menurunkan tekanan darah.Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai terapi yang membantu menurunkan tekanan darah selain menggunakan obat pada lansia penderita hipertensi.Kata kunci: Lansia, Hipertensi, Tekanan Darah, Guided Imagery, Diafragma Breathing Exercise