Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

SISTEM KONTROL SPEECH RECOGNITION PADA MINIATUR ELEVATOR: SISTEM KONTROL SPEECH RECOGNITION PADA MINIATUR ELEVATOR Muhammad Helmi Hibatullah; Fithri Muliawati; Muhidin
JUTEKS Vol 12 No 2 (2025): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Pada masa pandemi covid-19 tentu saja penguna elevator khawatir untuk menekan tombol pada kabin elevator, karena dapat menyebabkan cepat tersebarnya virus covid-19. Atas dasar permasalahan tersebut, dirancanglah sebuah sistem kontrol speech recognition pada miniatur elevator. Miniatur ini menggunakan sistem kontrol speech recognition sebagai penambahan fitur sistem suara untuk menggantikan fungsi tombol bagian dalam pada elevator. Fitur sistem suara ini memakai perangkat voice recognition module V3.1. Komponen ini akan menyalurkan perintah berupa suara yang telah diprogram ke kontrol elevator, sehingga elevator dapat bergerak sesuai angka lantai yang telah diucapkan oleh pengguna. Sistem voice recognition module dapat menerima perintah suara dengan ucapan “satu” untuk ke lantai 1, “dua” untuk ke lantai 2. “tiga” untuk ke lantai 3, dan “empat” ke lantai 4. Pada pengoperasian elevator terdapat pula sistem magnet yang disebut Hall Effect Sensor. Sistem magnet tersebut digunakan sebagai pembaca pada setiap lantai miniatur elevator. Hall Effect Sensor bekerja dengan cara mendeteksi keberadaan magnet di dekatnya. Ketika ada medan magnet cukup kuat berdekatan dengan sensor. Keywords: speechrecognition, elevator, lift, vr, arduino, micocontroller.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKUR TINGGI, BERAT, DAN SUHU BADAN OTOMATIS BERBASIS ARDUINO Muhammad Nabil Fadillah; Fithri Muliawati; Muhidin
JUTEKS Vol 12 No 2 (2025): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengukuran tinggi, berat, dan suhu badan di fasilitas kesehatan umumnya masih menggunakan metode pengukuran manual yang seringkali menghadapi berbagai kendala, termasuk ketidakakuratan yang disebabkan oleh faktor manusia, kesalahan pembacaan, dan tidak efisiennya proses pengukuran. Ketersediaan rekam medis adalah tanggung jawab petugas rekam medis, dan jika data tersebut tidak tersedia, hal ini dapat menghambat proses pemeriksaan pasien, karena informasi sebelumnya bisa sangat penting untuk perawatan berkelanjutan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pengukur Tinggi, Berat, dan Suhu Badan Otomatis Berbasis Arduino. Sistem dibangun menggunakan argoritma yang sudah ditanamkan pada mikrokontroler Arduino UNO dan ESP8266. Sistem menggunakan LCD, Printer, dan aplikasi Blynk untuk menampilkan data hasil pengukuran. Sensor ultrasonik digunakan untuk pengukuran tinggi badan, sensor load cell digunakan untuk pengukuran berat badan, dan sensor suhu MLX90614 digunakan untuk pengukuran suhu badan. Kalibrasi sensor dilakukan dengan membandingkan nilai yang terukur pada alat ukur dengan nilai dari sensor menggunakan regresi linear untuk menentukan akurasi. Hasil dari penelitian ini didapat nilai akurasi pengukuran tinggi badan sebesar 97,59%, berat badan sebesar 99,22%, dan suhu badan sebesar 97,32%. Sistem pengukur tinggi, berat, dan suhu badan otomatis berbasis Arduino berhasil dirancang dan diimplementasikan dengan kinerja yang baik. Data hasil pengukuran dapat ditampilkan secara langsung pada layar LCD, dapat dicetak, ditampilkan pada aplikasi Blynk dan disimpan sehingga memudahkan pemantauan dan analisis data. Dengan nilai akurasi yang diperoleh, sistem pengukur tinggi, berat, dan suhu badan otomatis yang telah dibuat dapat bekerja dengan sangat baik. Kata Kunci: Pengukuran, Tinggi Badan, Berat Badan, Suhu Badan, Sensor.
IMPLEMENTASI MIKROKONTROLER ARDUINO UNO PADA RANCANG BANGUN ALAT PEMBERSIH FILTER KABIN AC MOBIL OTOMATIS Sulaeman; Muhidin
JUTEKS Vol 12 No 2 (2025): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membersihkan filter AC mobil secara manual dapat mengotori lingkungan sekitar dan berpotensi membahayakan kesehatan karena debu yang bertebaran. Penelitian ini menghasilkan sebuah alat inovatif untuk membersihkan filter kabin AC mobil secara semi otomatis. Rancangan ini menggunakan sensor debu GP2Y1010AU0F untuk mengetahui tingkat kotor filter yang dilengkapi dengan tempat khusus untuk menampung debu hasil pembersihan. Rancangan dilengkapi buzzer dan LED sebagai pemberitahuan proses pembersihan sudah selesai. Dengan menggunakan mikrokontroller arduino menjadikan proses pembersihan lebih efektif karena terdapat sensor debu yang akan mendeteksi kadar debu pada filter kabin AC mobil kotor. Alat pembersih filter kabin AC mobil otomatis terdapat dua bagian, alat pembersih dan kotak kontrol yang jadi satu kesatuan. Program arduino uno dibuat dengan sofware arduino IDE untuk mengatur sistem pada alat. Terdapat selisih kecepatan angin pada filter kabin AC mobil kotor dan baru berbahan serat sebesar 0.6 m/s. Selisih kecepatan filter dibersihkan dengan filter kotor sebesar 0.4 m/s. Persentasi kebersihan filter kabin berbahan serat menggunakan alat sebesar 67%. Terdapat selisih kecepatan angin pada filter kabin AC mobil kotor dan baru berbahan karbon sebesar 0.4 m/s. Selisih kecepatan filter dibersihkan dengan filter kotor sebesar 0.2 m/s. Persentasi kebersihan filter kabin berbahan karbon menggunakan alat sebesar 50%. Hasil penelitian ini menunjukan proses pembersihan dari segi tempat lebih efesien. Dengan sistem kontrol, proses pembersihan filter kabin AC mobil juga menjadi lebih efektif. Tingkat kebersihan mampu mencapai 67% menunjukkan bahwa alat ini dapat melakukan pembersihan dengan baik. Kata kunci: Filter Kabin AC Mobil, Sistem Kontrol, Mikrokontroler Arduino Uno.
Merancang Kawasan Konservasi Perairan Berorientasi Perikanan: Studi Kasus Kawasan Konservasi Perairan Pulau Liang dan Pulau Ngali di Nusa Tenggara Barat Aulia, Sukmaraharja; Pingkan, Jessica; Hernawati; Rafandi, Tezar; Muttaqin, Azhar; Muhidin; Retnoningtyas, Heidi
Jurnal Ilmu Kelautan Lesser Sunda Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kelautan - Lesser Sunda
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jikls.v1i2.37

Abstract

The shape of marine protected areas (MPAs) aimed for fisheries goals should be small enough to allow for spillover of adult fished species as well as larval and juvenile fished species. Such consideration was applied during the establishment of Liang-Ngali Island MPA in West Nusa Tenggara (WNT), Indonesia, which was mainly developed to support fisheries activities around it. In WNT, biologically diverse coastal and marine ecosystems have been utilized by local residents to support their livelihoods, mainly through fisheries and tourism activities. Aside from being a home for unique habitat such as mangrove forest, seagrass beds, and coral reef, Liang and Ngali Island also shows indication of spawning aggregation sites for reef fishes such as groupers and snappers. In 2016, the government of WNT Province designated both islands as marine protected areas under the category of marine recreational park. Following the Governor Decree, a management and zonation plan of Liang-Ngali MPA was then developed by engaging stakeholders from multiple institutions. In the framework of ecosystem approach to fisheries management, the existence of MPA provides strong instrument to support the sustainability of fish resources as well as maintaining continuous livelihood for surrounding coastal communities.
SURVEI KECELAKAAN KERJA PADA PETUGAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT ISLAM KAB KARAWANG Chaerani Tri Yuliana; Wieke Widhiantika; Jumaedi; Muhidin; Wendi Darmawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.8730

Abstract

This study aims to analyse the occupational health and safety levels at the Islamic Hospital (RSI) in Karawang Regency, focusing on the extremely low incidence of workplace accidents. Based on the data collected, workplace accidents at RSI Karawang Regency are almost non-existent, with a very low incident rate of around 0.01%. The most common types of accidents, such as sharp object injuries, physical injuries from medical equipment use, and chemical exposure, all show very low incidence rates. This success can be attributed to the implementation of strict safety protocols, ongoing training, and effective maintenance of medical equipment. The study demonstrates that RSI Karawang Regency has created a very safe working environment, which not only protects healthcare workers but also enhances the quality of healthcare services provided to the community. The recommendations include strengthening safety training, regular maintenance, and the implementation of new technologies to continuously improve safety standards in the hospital.
PENERAPAN ASAS NO WORK NO PAY TERHADAP PEKERJA YANG TERDAMPAK PANDEMI COVID-19 Muhidin; Candra Robasa Sijabat
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.127

Abstract

Asas "No Work, No Pay" merupakan prinsip dalam hubungan kerja yang menyatakan bahwa pekerja hanya berhak menerima pembayaran atau upah jika mereka benar-benar melakukan pekerjaan atau perintah yang telah ditugaskan, dengan kata lain upah tidak diberikan jika mereka tidak melakukan pekerjaan. Selama masa Pandemi Covid-19 baik pengusaha maupun pekerja menghadapi tantangan yang signifikan, pandemi Covid-19 telah memaksa pengusaha untuk tidak mempekerjakan pekerja dengan berbagai pertimbangan baik terkait dengan regulasi berupa protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun strategi perusahaan dalam upaya untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan. Pada masa pandemi Covid-19 penerapan asas ini juga memunculkan sejumlah polemik dan kontroversi terutama dalam situasi-situasi yang tidak dapat dikendalikan baik oleh pekerja maupun pengusaha. "No Work, No Pay" sebagai salah satu asas yang mengacu pada produktivitas sering digunakan untuk mempertahankan keberlangsungan usaha sebuah perusahaan terutama pada masa-masa sulit. Artikel ini mengeksplorasi penerapan asas "No Work, No Pay" terutama dalam kondisi darurat pada masa pandemi Covid-19, mencakup dampaknya terhadap upah pekerja dan keberlangsungan perusahaan. Artikel ini juga menyajikan alternatif proses atau langkah-langkah mitigasi yang dapat diambil untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan hak-hak pekerja selama masa krisis Pandemi Covid-19.
PROTOTIPE MESIN POST WELD HEAT TREATMENT (PWHT) BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) MITSUBISHI FX2N 48MT Wawan Kurniawan; Muhidin; Iwan Sumirat
JUTEKS Vol 8 No 1 (2021): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v8i1.15885

Abstract

Post Weld Heat Treatment (PWHT) sebagai proses pemanasan untuk menghilangkan tegangan sisa pasca pengelasan suatu material perlu dilakukan inovasi sistem kontrol temperatur berbasis PLC. Pembuatan prototype mesin PWHT berbasis PLC Mitsubishi FX2N 48 MT dengan Modul Analog FX2N 4AD TC agar memudahkan sistem kontrol PWHT menjadi lebih efisien dengan hanya membuat satu program untuk mengaktivasi beberapa channel heater. PWHT berbasis PLC Mitsubishi FX2N 48 MT dengan Modul Analog FX2N 4AD TC dapat membaca perubahan temperature pada kondisi heating rate, holding time dan cooling rate. Hasilnya pada kondisi heating rate maka alat akan bekerja selama 180 detik kemudian heater OFF setelah mencapai suhu 150°C dan ON kembali jika suhu dibawah 150°C selanjutnya pada proses holding time dilakukan penahan suhu puncak disuhu maksimal 200°C heater akan OFF dan disuhu minimal 150°C maka heater akan ON kembali selama 180 detik dan cooling rate adalah akhir proses penurunan suhu secara bertahap dengan penurunan suhu di antara 150°C heater akan ON dan OFF selama 180 detik. Ini menandakan alat sudah bekerja dengan baik.