Endah Mujiasih
Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang Semarang, Indonesia, 50275

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA CUSTOMER ENGAGEMENT DENGAN PEMBELIAN IMPULSIF PRODUK KOSMETIK KOREA PADA MAHASISWA DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Aisyah Nurul Fitri; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.33220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara customer engagement dengan pembelian impulsif produk kosmetik Korea pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Pembelian impulsif adalah dorongan atau hasrat yang muncul secara spontan untuk segera melakukan pembelian tanpa adanya perencanaan, tanpa pertimbangan serta tidak memperhatikan konsekuensinya. Customer engagement adalah strategi marketing produsen yang didalamnya melibatkan proses kognitif, emosional dan perilaku dalam proses pertukaran relasional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Univeritas Diponegoro. Sampel penelitian berjumlah 125 orang menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Customer Engagement (23 aitem valid dengan α= 0,915) dan Skala Pembelian Impulsif (40 aitem valid dengan α= 0,946). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara customer engagement dengan pembelian impulsif (r= 0,534; p= 0,000). Customer engagement memberikan sumbangan efektif sebesar 28,5% terhadap pembelian impulsif. 
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL LABOR DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN PT. MERAPI ADHIKARI PRATAMA YOGYAKARTA Albertus Krisna Adhika; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.32936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui hubungan antara emotional labor (EL) dengan organizational citizenship behavior (OCB) pada karyawan PT. Merapi Adhikari Pratama Yogyakarta. OCB adalah sebuah ragam perilaku extra role yang dilakukan oleh karyawan secara suka rela tanpa paksaan karena individu karyawan memiliki altruism, toleransi, dan saling memiliki tanggung jawab untuk menjaga hubungan baik dengan rekan kerja. Emotional labor merupakan kemampuan karyawan dalam mengendalikan emosi yang digunakan untuk menampilkan emosi yang diharapkan untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi. Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah 207 karyawan Ticketing Gates Access (TGA) Trans Jogja dengan sampel sebanyak 145 karyawan. Teknik sampling dilakukan dengan menggukan simple random sampling. Kemudian, Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Skala Emotional Labor (31 aitem; α = 0,954) dan Skala Organizational Citizenship Behavior (34 aitem; α = 0,952). Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis korelasi Spearman’s Rho menunjukan bahwa terdapat adanya hubungan positif yang signifikan antara emotional labor dengan OCB pada karyawan PT. Merapi Adhikari Pratama ( = 0,743; p = 0,000), dimana semakin positif emotional labor, maka semakin tinggi OCB terjadi. Begitu pula, semakin negatif OCB karyawan, maka akan semakin rendah pula emotional labor terjadi.  
VALIDITAS ISI SKALA INTEGRITAS AKADEMIK DOSEN Prasetyo Budi Widodo; Diana Rusmawati; Endah Mujiasih; Adi Dinardinata
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.34464

Abstract

Integritas akademik adalah kualitas individu-individu dalam lembaga pendidikan yang selalu diupayakan untuk menjadi semakin baik dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas isi skala integritas akademik dosen. Item yang dikembangkan dalam penelitian ini menggunakan desain situational judgement test (SJT) yang terdiri dari sebuah skenario dan 4 opsi respon. Validasi isi dilakukan kepada indikator keperilakuan dan item yang disusun peneliti dengan batas nilai Aiken sebesar 0,8. Ahli yang dilibatkan dalam penelitian ini sejumlah 21 orang. Hasil analisis dengan Aiken’s V menunjukkan skala integritas akademik dosen yang dikembangkan dalam penelitian ini mempunyai validitas isi yang baik, dengan nilai V lebih dari 0,8 pada pengujian validitas isi indikator perilaku aspek integritas akademik maupun pengujian validitas isi pada 96 item skala integritas akademik.  
HUBUNGAN ANTARA SUBJECTIVE WELL-BEING DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN GENERASI MILENIAL DI PT. TELKOM REGIONAL IV JATENG & DIY Ima Novita Fuji Lestari; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28346

Abstract

Dunia kerja sekarang ini dihadapkan dengan problematika karyawan generasi milenial. Karakter unik yang dibawa oleh karyawan generasi milenial membawa dampak yang cukup signifikan pada perasaan puas atau tidak puas mereka ditempat kerja. Perasaan puas atau tidak puas ditempat kerja ini disebut dengan kepuasan kerja. Kepuasan kerja karyawan berdampak pada kinerja karyawan. Kemampuan pengelolaan diri yang tepat sangat dibutuhkan dalam mengoptimalkan kepuasan kerja. Salah satu yang mempengaruhi pengelolaan diri adalah subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara subjective well-being dengan kepuasan kerja pada karyawan generasi milenial. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan generasi milenial di PT. Telkom Regional IV Jateng & DIY. Subjek penelitian adalah 96 karyawan generasi milenial di PT. Telkom Regional IV Jateng & DIY dengan rentang usia 21-30 tahun. Tingkat pendidikan yang digunakan sebagai subjek penelitian adalah dari SMA hingga S2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik Proportional random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Subjective Well-being  (25 aitem, α= 0,900) dan Skala Kepuasan Kerja (22 aitem, α= 0,883). Analisis data menggunakan regresi sederhana dengan hasil yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara subjective well-being dengan kepuasan kerja pada karyawan generasi milenial sebesar rxy=0.547; dengan p=0,000 (p<0,001). Artinya semakin tinggi subjective well-being, maka semakin tinggi kepuasan kerjanya. Subjective well-being memberikan sumbangan efektif sebesar 29.9% terhadap kepuasan kerja karyawan generasi milenial di PT. Telkom Regional IV Jateng & DIY sedangkan 70,1% sisanya berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN MELAYANI DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA SALES FORCE PT. “X” Cyntia Shani Mahardhika; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.13002

Abstract

Pertumbuhan industri otomotif di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat, untuk itu dibutuhkan SDM berkualitas agar mampu bersaing. Salah satu cara membentuk SDM berkualitas dipengaruhi oleh peran pemimpinnya yang dapat melayani dan mengerti kebutuhan bawahan sepenuhnya. Karyawan yang memiliki penilaian positif terhadap pimpinan yang melayani cenderung juga bersikap melayani dalam bagaimana mereka melakukan perannya dengan memberikan lebih dari diri mereka sendiri melalui tingkat engagement yang lebih besar.Work Engagement adalah keadaan psikologis karyawan yang bersifat positif yang ditandai dengan curahan energi secara fisik dan mental dalam bekerja serta adanya keterlibatan yang kuat dan penuh konsentrasi dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan melayani dengan work engagement pada karyawan sales force PT. “X”. Populasi penelitian ini adalah karyawan PT. “X” yang berjumlah 174 dengan sampel karakteristik karyawan dengan minimal masa kerja 1 tahun sebanyak 100 karyawan. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi yaitu Skala Work Engagement (29 aitem valid,  α = 0.895) dan Skala Gaya Kepemimpinan Melayani (57 aitem valid, α = 0.971). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0.424 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara gaya kepemimpinan melayani dengan work engagement. Semakin positif gaya kepemimpinan melayani maka semakin tinggi work engagement. Gaya kepemimpinan melayani memberikan sumbangan efektif sebesar 18% pada work engagement dan sebesar 82% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA CITRA MEREK (BRAND IMAGE) DENGAN INTENSI MEMBELI TELEPON SELULER MEREK LOKAL “X” PADA SISWA KELAS X DAN XI SMA NEGERI 3 SEMARANG Dyah Ayu Purwaniningtyas; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.974 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra merek dengan intensi membeli telepon seluler merek lokal “X” pada siswa SMA Negeri 3 Semarang. Jumlah siswa yang menjadi sampel ialah 273 orang, diperoleh melalui teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan  adalah metode skala psikologi berupa Skala Intensi Membeli (19 aitem valid, α=0,798) dan Skala Citra Merek (21 aitem valid, α=0,876). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara citra merek dengan intensi membeli (r_xy = 0,807; p < 0,001). Semakin positif citra merek, maka semakin tinggi intensi konsumen untuk membeli telepon seluler merek lokal “X”, begitupun sebaliknya. Variabel citra merek memberikan sumbangan efektif sebesar 65,1% terhadap intensi membeli, artinya variabel citra merek berpengaruh cukup besar terhadap intensi membeli, dan sisanya 34,9% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TERHADAP TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU KONSUMTIF DALAM MEMBELI PAKAIAN DI ONLINE SHOP PADA REMAJA SMA KESATRIAN 1 SEMARANG Della Roselina Pertiwi; Frieda NRH; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.742 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7356

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui hubungan antara konformitas terhadap perilaku konsumtif dalam membeli pakaian online shop pada remaja. Subjek penelitian berjumlah 123 orang siswa kelas X (sepuluh) dan XI (sebelas) SMA Kesatrian 1 Semarang. Penentuan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode skala. Perilaku konsumtif diukur dengan menggunakan Skala Perilaku konsumtif yang terdiri dari 37 aitem valid (α= 0, 903). Konformitas diukur dengan menggunakan Skala Konformitas yang terdiri dari 22 aitem valid (α= 0, 829).Hasil analisis data dengan metode analisis regresi sederhana menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,360 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan arah hubungan positif yang signifikan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pada siswa kelas X (sepuluh) dan XI (sebelas) SMA Kesatrian 1 Semarang. Konformitas memberikan sumbangan efektif sebesar 13% pada perilaku konsumtif  siswa kelas X (sepuluh) dan XI (sebelas) SMA Kesatrian 1 Semarang.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KOMPENSASI GAJI POKOK DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA PEGAWAI HONORER Adistya Putri Maharani; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.64 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaji Pokok dengan Work Engagement pada pegawai honorer. Work Engagement adalah kemampuan individu yang terlibat secara fisik, emosional, dan kognitif, ditandai dengan curahan energi yang tinggi, dedikasi serta konsentrasi penuh pada pekerjaan. Persepsi terhadap kompensasi gaji pokok adalah cara seseorang membuat penilaian dan mengartikan gaji yang diterima seorang pegawai sebagai bentuk balas jasa atas kerja yang telah dilakukan individu selama bekerja. Sampel penelitian berjumlah 65 pegawai honorer berjenis kelamin laki-laki dan masa kerja minimal satu tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengambilan data menggunakan skala Persepsi Terhadap Kompensasi Gaji Pokok (27 aitem, α = 0,945) dan Work Engagement (28 aitem, α = 0,911). Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan nilai (rxy) = 0,390 dengan p = 0,001 (p<0,05), artinya terdapat hubungan positif antara variabel persepsi terhadap kompensasi gaji pokok dengan work engagement. Persepsi terhadap kompensasi gaji pokok memberikan sumbangan efektif sebesar 15,2% terhadap work engagement.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP ATMOSFER TOKO DENGAN PEMBELIAN ULANG DI GELAEL SWALAYAN MALL CIPUTRA SEMARANG PADA ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN KOTA SEMARANG Anisa Imaniar Fezitya; Endah Mujiasih; Nofiar Aldriandy Putra
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.136 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7351

Abstract

Kondisi perkembangan bisnis retail modern yang semakin berkembang pesat menuntut retailer untuk berusaha menjadi yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Salah satu caranya adalah menampilkan atmosfer toko. Persepsi terhadap atmosfer toko adalah penilaian konsumen pada karakteristik fisik toko, komunikasi visual, dekorasi, dan lingkungan sekitar toko. Atmosfer toko yang menarik dapat menimbulkan kemungkinkan untuk melakukan pembelian berulang. Pembelian ulang adalah pembelian yang pernah dilakukan oleh pembeli terhadap suatu produk yang sama, dan akan membeli lagi untuk kedua atau ketiga kalinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap atmosfer toko dengan pembelian ulang di Gelael Swalayan Mall Ciputra Semarang pada anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang.Penelitian ini melibatkan sampel yang berjumlah 75 orang dari total populasi sebanyak 85 orang anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang, yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah Skala Persepsi terhadap Atmosfer Toko (22 aitem α = 0,913) dan Skala Pembelian Ulang (18 aitem α = 0,873) yang telah diujicobakan kepada 35 anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang.Hasil analisis data dengan metode analisis regresi sederhana menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,404 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan arah hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi terhadap atmosfer toko dengan pembelian ulang di Gelael Swalayan Mall Ciputra Semarang pada anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang. Persepsi terhadap atmosfer toko memberikan sumbangan efektif sebesar 16,3% pada pembelian ulang di Gelael Swalayan Mall Ciputra Semarang pada anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang.
EFIKASI DIRI DAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA PEGAWAI MASA PERSIAPAN PENSIUN DI PEMERINTAH KOTA CIREBON Thrias Wiharyanto Wardoyo; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.446 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14363

Abstract

Melemahnya pertumbuhan perekonomian Indonesia berdampak pada berkurangnya lapangan kerja dan kebutuhan hidup yang meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan wirausaha-wirausaha baru agar dapat meningkatkan perekonomian. Berwirausaha dapat dilakukan oleh semua orang, tak terkecuali oleh pegawai negeri sipil yang telah memasuki masa persiapan pensiun. Minat berwirausaha adalah suatu keinginan atau ketertarikan untuk melakukan aktivitas bisnis atau menjalankan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan minat berwirausaha pada pegawai masa persiapan pensiun di Pemerintah Kota Cirebon. Populasi penelitian adalah 138 pegawai masa persiapan pensiun di Pemerintah Kota Cirebon dan sampel penelitian berjumlah 95 orang dengan karakteristik sampel: salah satu pasangan tidak bekerja dan memiliki anak yang masih sekolah. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Efikasi Diri (28 aitem, α = 0,918) dan Skala Minat Berwirausaha (28 aitem, α = 0,901). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan minat berwirausaha (rxy = 0,747 dengan p < 0,001), yang berarti bahwa semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi minat berwirausaha. Efikasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 55,7% terhadap minat berwirausaha. Pemerintah Kota Cirebon dapat meningkatkan minat berwirausaha pada pegawai masa persiapan pensiun dengan cara meningkatkan efikasi diri dibidang wirausaha.