Articles
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KUALITAS PRODUK DENGAN INTENSI MEMBELI BATIK QONITA PADA IBU-IBU PENGURUS BHAYANGKARI SEMARANG
Risnamasari Risnamasari;
Endah Mujiasih;
Nofiar Aldriandy Putra
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.778 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7426
Batik Qonita merupakan batik yang banyak dikenal orang, karena gerainya belum tersebar diseluruh kota-kota besar, menjadikan banyak orang belum mengetahui motifnya. Kualitas produk merupakan kemampuan produk untuk memenuhi bahkan melebihi harapan konsumen. Baik dan berkualitas suatu produk karena adanya persepsi terhadap produk dalam diri konsumen. Persepsi yang terbentuk menyebabkan konsumen mempunyai kesan dan memberikan penilaian yang sesuai dengan apa yang dipersepsikannya. Keyakinan yang dimiliki oleh seorang konsumen terhadap produk membuat konsumen mempunyai kecenderungan untuk mengevaluasi dengan cara mendukung (positif) atau tidak mendukung (negatif). Sikap inilah yang pada akhirnya akan menciptakan niat dalam diri konsumen apakah memiliki intensi tinggi atau intensi rendah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kualitas produk dengan intensi membeli batik Qonita pada ibu-ibu Bhayangkari Semarang. Sampel penelitian berjumlah 76 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara random sederhana yang dilakukan dengan undian, yaitu mengundi nama-nama subjek dalam populasi. Pengambilan data menggunakan skala intensi membeli batik Qonita (30 aitem valid dengan α=0,907) dan skala persepsi terhadap kualitas produk (25 aitem valid dengan α=0,892) yang telah diujicobakan pada 35 ibu-ibu.Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi persepsi terhadap kualitas produk dengan intensi membeli batik Qonita sebesar 0,541 dengan p=0,000 (p<0,005). Hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap kualitas produk dengan intensi membeli batik Qonita pada ibu-ibu Bhayangkari Semarang dapat diterima. Persepsi terhadap kualitas produk memberikan sumbangan efektif sebesar 29,3% pada intensi membeli batik Qonita dan sebesar 70,7% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA CUSTOMER VALUE DENGAN IMPULSE BUYING PRODUK FASHION PADA MAHASISWI ANGKATAN 2017 PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO
Sri Indah Vanettta;
Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.354 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23439
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara customer value dengan impulse buying pada mahasiswi angkatan 2017 Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Impulse buying didefinisikan sebagai pembelian yang tidak terancana dan terjadi secara spontan. Customer value merupakan penilaian subjektif berdasarkan persepsi pelanggan terhadap sejauh mana sebuah produk mampu memberikan kepuasan bagi pelanggan. Populasi penelitian ini sebanyak 177 mahasiswa angkatan 2017 Psikologi Universitas Diponegoro Semarang, dengan sampel penelitian sejumlah 116 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Impulse Buying (31 aitem; α = 0,932) dan Skala Customer Value (19 aitem; α = 0,873). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara customer value dengan impulse buying (r= 0,401; p<0,001). Customer value memberikan sumbangan efektif sebesar 16,1% terhadap impulse buying.
GAMBARAN KEPERCAYAAN DIRI BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS JURUSAN MANAJEMEN ANGKATAN 2016 UNIVERSITAS DIPONEGORO
Bianda Khaerana Komala;
Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (450.038 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23593
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepercayaan diri berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Jurusan Manajemen angkatan 2016 Universitas Diponegoro. Kepercayaan diri berwirausaha adalah keadaan psikologis seseorang yang memunculkan keyakinan pada individu akan kemampuan berwirausaha pada diri sendiri, tanggung jawab, rasa optimis, rasional, objektif, serta realistis. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas Diponegoro angkatan 2016 dengan karakteristik subjek penelitian yaitu mahasiswa yang tidak memiliki bisnis yang dikelola sendiri serta telah lulus mata kuliah kewirausahaan. Sampel penelitian berjumlah 146 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kepercayaan diri berwirausaha (31 aitem valid dengan α= 0,952). Hasil uji kuantitatif deskriptif menunjukkan bahwa mahasiswa angkatan 2016 memiliki kepercayaan diri berwirausaha yang sangat rendah dan hasil uji T menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kepercayaan diri berwirausaha antara mahasiswa laki-laki dan perempuan.
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN INTENSI BERWIRAUSAHA PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 3 JEPARA
Zuhrotul Aisyah;
Frieda NRH;
Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (106.981 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7384
Keyakinan (self efficacy) secara tidak langsung berhubungan dengan usaha. Orang yang memiliki self efficacy tinggi cenderung akan mengembangkan usahanya untuk sukses. Individu yang memiliki kemampuan yang tinggi didapat dari pengalaman sukses sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan intensi berwirausaha pada siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara. Pengumpulan data menggunakan Skala Intensi Berwirausaha (37 aitem) dan Skala Self Efficacy (31 aitem). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara yang berusia diatas 17 tahun sebanyak 130 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dan didapatkan sampel penelitian sebanyak 95 siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara self efficacy dengan intensi berwirausaha pada siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi sederhana yang menghasilkan koefisien korelasi rxy = 0,680 dengan p = 0,000 (p<0,05). Nilai rxy yang positif menunjukkan arah hubungan positif, yang berarti semakin tinggi self efficacy maka semakin tinggi intensi berwirausaha siswa, sebaliknya semakin rendah self efficacy maka semakin rendah intensi berwirausaha siswa. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian diterima. Analisis data juga menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,462. Angka tersebut menjelaskan bahwa sumbangan efektif self efficacy terhadap intensi berwirausaha sebesar 46,2%, sedangkan sisanya sebesar 53,8% ditentukan oleh faktor-faktor lain
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED SUPERVISOR SUPPORT DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT KARYAWAN PT. XY DI BEKASI
Fairuz Rizky Utami;
Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.12983
Karyawan yang tidak puas adalah resiko kehilangan bagi organisasi sehingga suatu perusahaan dituntut dalam mempertahankan karyawannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived supervisor support dengan employee engagement pada karyawan PT. XY. Employee engagement adalah kondisi psikologis didalam diri karyawan yang diwujudkan dalam bentuk perilaku karyawan dengan mengekspresikan energi dirinya secara fisik, kognitif dan afektif. Perceived supervisor support adalah penilaian karyawan terhadap kontribusi supervisor dalam terhadap kesejahteraan mereka sebagai utusan dalam organisasi. Jumlah penelitian sebanyak 97 karyawan yang diperoleh melalui propotional sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala employee engagement, (32 aitem, α = 0,938) dan skala perceived supervisor support (37 aitem, α = 0,946). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif antara perceived supervisor support dengan employee engagement karyawan di PT. XY Bekasi (r = 0,690; p < 0,000). Semakin positif perceived supervisor support maka semakin tinggi employee engagement. Perceived supervisor support memberikan sumbangan efektif sebesar 47,7% terhadap employee engagement sedangkan 52,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOSOCIAL SAFETY CLIMATE (PSC) DENGAN KETIDAKAMANAN KERJA PADA KARYAWAN KONTRAK BAGIAN ADMINISTRASI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Yasmine Aulia Gunawan;
Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.223 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15262
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Psychosocial Safety Climate (PSC) dengan ketidakamanan kerja pada karyawan kontrak bagian administrasi Universitas Diponegoro dan seberapa besar sumbangan efektif PSC terhadap ketidakamanan kerja. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 81 karyawan kontrak bagian administrasi yang bekerja pada 6 dari 14 unit yang berada di Universitas Diponegoro. Pendidikan akhir subjek SMA hingga D3 dengan jumlah populasi 180 karyawan, 45 karyawan dari 4 unit terlibat dalam uji coba. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik cluster random sampling pada tiap-tiap unit. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan Skala PSC (25 aitem valid, α = 0,93) dan Skala Ketidakamanan Kerja (27 aitem valid, α = 0,89). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan menunjukkan nilai koefisien korelasi antara PSC dengan ketidakamanan kerja adalah sebesar (rxy)= -0,83 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan ada hubungan negatif antara PSC dengan ketidakamanan kerja yang berarti semakin positif PSC maka ketidakamanan kerja akan semakin rendah. PSC memberikan sumbangan efektif terhadap ketidakamanan kerja sebesar 69,4%, sedangkan 30,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP IKLAN MEDIA SOSIAL DENGAN INTENSI MEMBELI JASA LAYANAN GRAB-BIKE DALAM APLIKASI GRAB PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO
Shella Diva Davita;
Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.671 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23456
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap iklan media sosial dengan intensi membeli jasa layanan Grab-bike dalam aplikasi Grab pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro angkatan 2015. Sampel penelitian berjumlah 100 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala intensi membeli (19 aitem valid dengan α= 0,887) dan skala persepsi terhadap iklan (18 aitem valid dengan α= 0,862). Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,480 dengan p= 0,00 (p<0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi terhadap iklan media sosial dengan intensi membeli jasa layanan Grab-bike dalam aplikasi Grab pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.
PERCEPTION OF COMPENSATION AND JOB SATISFACTION ON EMPLOYEES OF PT KUDA INTI SAMUDERA, SEMARANG
Deny Erna Astuti;
Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.915 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13117
Persepsi terhadap kompensasi yang ada dalam organisasi menjadi faktor yang mendorong terbentuknya kecenderungan sumber daya manusia yang ada dalam bertindak. Sumber daya manusia mempunyai peran yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi. Kepuasan kerja merupakan suatu tindakan umum terhadap pekerjaan sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kompensasi dengan kepuasan kerja pada karyawan. Penelitian ini dilakukan di PT Kuda Inti Samudera pada karyawan yang memiliki karakteristik yang berusia 19 sampai 40 tahun dengan masa kerja minimal satu tahun sebanyak 79 karyawan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Proporsional Sampling. Pengambilan data menggunakan dua buah Skala yaitu Skala Kepuasan Kerja (24 aitem; α = 0,850) dan Skala Persepsi terhadap Kompensasi (25 aitem; α = 0,839). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana dapat disimpulkan ada korelasi positif dan signifikan antara persepsi terhadap kompensasi dengan kepuasan kerja pada karyawan PT Kuda Inti Samudera (r = 0,594; p < 0,001). Sumbangan efektif diperoleh sebesar 35,3% pada kepuasan kerja dan sebesar 64,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
THE RELATIONSHIP BETWEEN PERCEIVED OF LEADER-MEMBER INTERACTION QUALITY AND ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR ON CONTRACT EMPLOYEES OF BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) REGIONAL OFFICE SEMARANG
Sarah Florenzia Hapsari;
Frieda N.R.H;
Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.834 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.5382
The purpose of this research was to determine the relationship between perceived of leader-member interaction quality and organizational citizenship behavior on contract employees of BRI Regional Office Semarang. The population in this study is 50 employees and sample was 44 employees. Data collection using OCB scale consisting of 29 aitem (α = 0.943) and perceived of leader-member interaction quality scale consisting of 34 aitem (α = 0.926).Results of data analysis with simple regression analysis method produced correlation coefficient (rxy) of 0.756 with p = 0.000 (p <0,05). The results showed significant positive relationship direction between perceived of leader-member interaction quality with OCB on contracts employees of BRI Regional Office Semarang.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP ATURAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN JOB INSECURITY PADA KARYAWAN BAGIAN OPERASIONAL PT. JATI LUHUR AGUNG SEMARANG
Wafika Chairunisa;
Endah Mujiasih;
Unika Prihatsanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.978 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7385
Job insecurity is a feeling of helplessness to maintain desired continuity in a threatened job conditions. Conditions of job insecurity will have implications on the consideration of the employee to survive or not survive in the company. Job insecurity is influenced by employee perceptions of workplace safety and health regulations, the employee view of what the company aims to be maintained and guaranteed employee safety and health work. This study aimed to determine the relationship between perceptions of health and safety rules (K3) with job insecurity on employees at the operational part of PT. Jati Luhur Agung Semarang.The population in this study were employees at the operational part of PT. Jati Luhur Agung Semarang. Study sample totaled 65 people, achieved through proportional sampling technique. Data collection tool in this study is Scale Perceptions of Occupational Health and Safety Rules (33 aitem a = 0.919) and Job Insecurity Scale (25 aitem a = 0.892), which has been tested on 44 employees at the operational part of PT. Jati Luhur Agung Semarang.Simple regression analysis showed a correlation value -0.468 and p = 0.000 (p <0.05), ie, there is a negative and significant relationship between perceptions of the rules of Occupational Health and Safety with job insecurity. The more positive employee perceptions of the rules of Occupational Health and Safety (K3), the level of job insecurity experienced by employees is low, otherwise the negative employee perceptions of the rules of Occupational Health and Safety (K3), the level of job insecurity experienced by employees is high. Effective contribution of perceptions of the rules of Occupational Health and Safety (K3) with job insecurity by 21.9%. These results indicate that there are other factors at 78.1% which is not revealed in this study.