Endah Mujiasih
Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang Semarang, Indonesia, 50275

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU KONSUMTIF MEMBELI PAKAIAN PADA MAHASISWI ANGKATAN 2016 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO PUTRA IDHAM PERDANA; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.607 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20031

Abstract

Remaja sering dijadikan target pemasaran berbagai produk industri, dikarenakan karakteristik remaja yang labil, spesifik dan mudah dipengaruhi, sehingga mendorong munculnya perilaku konsumtif yaitu perilaku membeli tidak wajar. Perilaku konsumtif salah satunya dipengaruhi oleh konformitas teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku konsumtif membeli pakaian pada mahasiswi angkatan 2016 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, jumlah populasi keseluruhan 203 orang tetapi yang sesuai karakteristik ada 157, didapat sampel sebanyak 64 orang untuk subjek uji coba dan 93 orang untuk subjek penelitian. Metode penggalian data dengan menggunakan dua skala psikologi. Skala Perilaku Konsumtif dengan 39 aitem valid (α = 0,950) dan Skala Konformitas Teman Sebaya dengan 25 aitem valid (α = 0,928). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,476 dengan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada hubungan positif antara konformitas teman sebaya dengan perilaku konsumtif, semakin tinggi konformitas teman sebaya maka semakin tinggi perilaku konsumtif mahasiswa, demikian pula sebaliknya semakin rendah konformitas teman sebaya maka semakin rendah perilaku konsumtif. Sumbangan efektif konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif mahasiswa sebesar 22,6% dan sisanya  sebesar 77,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.   
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PERAWAT WANITA YANG SUDAH BERKELUARGA DI RUMAH SAKIT SWASTA X KOTA SEMARANG Aulia Setya Amanda; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.832 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20024

Abstract

Kepuasan kerja adalah suatu perasaan senang atau tidak senang pada diri karyawan yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya. Konflik pekerjaan-keluarga adalah salah satu dari bentuk konflik peran yaitu tekanan atau ketidakseimbangan peran antara peran di pekerjaan dengan peran didalam keluarga, yang ditandai dengan adanya perselisihan atau konflik antara pekerjaan dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan kepuasan kerja. Subjek adalah perawat wanita yang sudah berkeluarga. Sampel diambil menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah sebanyak 52 perawat. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala yaitu Skala Konflik Pekerjaan-Keluarga dan Skala Kepuasan Kerja, sedangkan untuk analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana, dengan nilai rxy= .-637 (p < .005). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negatif antara kepuasan kerja dengan konflik pekerjaan-keluarga pada perawat wanita yang sudah berkeluarga yang bekerja di Rumah Sakit X di kota Semarang. Artinya, semakin rendah konflik pekerjaan-keluarga yang dirasakan oleh perawat, maka semakin tinggi kepuasan kerja perawat, dan semakin tinggi konflik pekerjaan-keluarga perawat, maka semakin rendah kepuasan kerja perawat.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PRODUK DENGAN INTENSI MEMBELI SMARTPHONE PADA KARYAWAN PT. “X” Atikah Rizky Kusumaningtyas; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.748 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan produk dengan intensi membeli smartphone. Subjek penelitian 139 karyawan bagian produksi PT. “X”. Karakteristik sampel penelitian adalah belum memiliki smartphone dan mendapatkan gaji antara Rp 1.600.000,00 – Rp 1.900.000,00. Pengumpulan data menggunakan Skala Pengetahuan Produk (24 aitem, α = 0,915) dan Skala Intensi Membeli (24 aitem, α = 0,883). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan produk dengan intensi membeli (rxy = 0,771 dengan p< 0,001), yang berarti bahwa semakin tinggi pengetahuan produk maka semakin tinggi intensi membeli smartphone, sebaliknya apabila semakin rendah pengetahuan produk maka semakin rendah intensi membeli smartphone. Pengetahuan produk memberikan sumbangan efektif sebesar 59,5% terhadap intensi membeli. Karyawan PT. “X” dapat meningkatkan pengetahuan produk mengenai smartphone terlebih dahulu sebelum membeli produk smartphone.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN COACHING DENGAN WORK ENGAGEMENT KARYAWAN GENERASI MILENIAL DI PT. KARYA SATRIA JAWA TENGAH Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.36744

Abstract

Perbedaan generasi dalam memasuki dunia kerja dapat menimbulkan masalah tersendiri. Perbedaan tersebut terjadi antara generasi X dan generasi Y. Karakter berbeda yang dibawa oleh generasi Y mengharuskan perusahaan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan karakter generasi Y. gaya kepemimpinan yang sesuai akan meningkatkan work engagement generasi Y sehingga dapat membuat mereka tidak hanya loyal dengan pekerjaannya tetapi juga loyal terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan coaching dengan work engagement pada karyawan generasi Y. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan generasi Y di PT. Karya Satria di Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik sampling populasi atau teknik sampling jenuh.. Alat ukur yang digunakan adalah skala gaya kepemimpinan coaching (26 aitem, α= 0,892) dan Skala work engagement yang di modifikasi dari The Utrecht Wrok Egagement Scale (UWES) (29 aitem, α= 0,907). Analisis data menggunakan regresi sederhana dengan hasil yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan coaching dengan work engagement pada karyawan generasi Y sebesar rxy=0.653; dengan p = 0,000 (p<0,001).
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP POTONGAN HARGA DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI PRODUK FASHION THE EXECUTIVE PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA (BAPERMADES) PROVINSI JAWA TENGAH Aisha Dian Prastya; Endah Mujiasih; Nofiar Aldriandy Putra
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.658 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7326

Abstract

Persaingan bisnis fashion  menuntut produsen untuk memperhatikan perilaku konsumen. Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan membeli konsumen. Pengambilan keputusan membeli adalah suatu pemilihan dari dua atau pilihan alternatif yaitu membeli atau tidak membeli. Pengambilan keputusan membeli konsumen dapat dipengaruhi dengan melakukan promosi penjualan yaitu dengan memberikan potongan harga. Potongan harga adalah pengurangan terhadap harga yang tercantum dalam daftar harga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap potongan harga dengan pengambilan keputusan membeli produk fashion The Executive pada pegawai negeri sipil (PNS) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermades) Provinsi Jawa Tengah.Populasi dalam penelitian ini adalah PNS Bapermades Provinsi Jawa Tengah. Sampel penelitian berjumlah 76 orang, yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah Skala Persepsi terhadap diskon (36 aitem α = 0,895) dan Skala pengambilan keputusan membeli produk fashion The Executive (28 aitem α = 0,882) yang telah diujicobakan terhadap 35 PNS Bapermades Provinsi Jawa Tengah.Hasil analisis data dengan metode analisis regresi sederhana menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,630 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan arah hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap diskon dengan keputusan membeli produk fashion The Executive pada PNS Bapermades Provinsi Jawa Tengah. Persepsi terhadap diskon memberikan sumbangan efektif sebesar 39,7% pada pengambilan keputusan membeli produk fashion The Executive pada PNS Bapermades Provinsi Jawa Tengah.
VALIDITAS ISI SKALA INTEGRITAS AKADEMIK DOSEN Prasetya Budi Widodo; Diana Rusmawati; Endah Mujiasih; Adi Dinardinata
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.35665

Abstract

Integritas akademik adalah kualitas individu-individu dalam lembaga pendidikan yang selalu diupayakan untuk menjadi semakin baik dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas isi skala integritas akademik dosen. Item yang dikembangkan dalam penelitian ini menggunakan desain situational judgement test (SJT) yang terdiri dari sebuah skenario dan 4 opsi respon. Validasi isi dilakukan kepada indikator keperilakuan dan item yang disusun peneliti dengan batas nilai Aiken sebesar 0,8. Ahli yang dilibatkan dalam penelitian ini sejumlah 21 orang. Hasil analisis dengan Aiken’s V menunjukkan skala integritas akademik dosen yang dikembangkan dalam penelitian ini mempunyai validitas isi yang baik, dengan nilai V lebih dari 0,8 pada pengujian validitas isi indikator perilaku aspek integritas akademik maupun pengujian validitas isi pada 96 item skala integritas akademik. 
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DITINJAU DARI PROBLEMFOCUSED COPING PADA KARYAWAN PT. PANTJATUNGGAL KNITTING MILL SEMARANG Helsa Rizki Ayu; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.36469

Abstract

Terpenuhinya kesejahteraan psikologis membuat karyawan dapat terbebas dari perasaan tertekan karena pekerjaan dan menerima setiap bentuk kebijakan yang berlaku dalam perusahaan tempatnya bekerja. Karyawan akan merasa nyaman dalam menyelesaikan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya di dalam pekerjaan, sehingga pencapaian target yang diinginkan oleh perusahaan dapat tercapai.Semakin terpenuhinya problem-focused coping akan semakin meningkatkan kesejahteraan psikologis karyawan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara problem-focused coping dengan kesejahteraan psikologis pada karyawan PT. Pantja Tunggal Knitting Mill Semarang.Hipotesis dalam penelitian ini yaitu ada hubungan positif antara problem-focused coping dengan kesejahteraan psikologis pada karyawan.Subjek penelitian ini adalah 78karyawan tetap PT. Pantja Tunggal Knitting Mill yang memiliki masa kerja minimal 1 tahun.Sampel diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologis, yaitu Skala Kesejahteraan Psikologis (39 aitem α = 0,933) dan Skala Problem-Focused Coping (40 aitem α = 0,937). Hasil analisis data dengan menggunakan analisis korelasiPearsonProduct Moment menunjukkan ada hubungan positif antara problem-focused coping dengan kesejahteraan psikologis pada karyawan (rxy = 0,501 p < 0,01).Hal ini menunjukkan semakin tinggi problem-focused coping maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis pada karyawan, dan sebaliknya. Mengacu pada hasil tersebut, pimpinan disarankan agar meningkatkan kesejahteraan psikologis karyawan, misalnya dengan meningkatkan kemampuan yang dimiliki karyawan dalam penyelesaian pekerjaan.
HUBUNGAN ANTARA CUSTOMER ENGAGEMENT MELALUI INSTAGRAM DENGAN INTENSI MEMBELI PRODUK PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGIUNIVERSITAS DIPONEGORO Bramastya Janadio; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.29263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara customer engagement melalui instagram dengan intensi membeli produk pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Intensi membeli produk adalah kecenderungan atau niat konsumen untuk membeli suatu produk berupa barang atau jasa yang didasari adanya kebutuhan, keinginan, dan permintaan pada diri konsumen. Customer engagement adalah derajat keterlibatan konsumen secara kognitif, afektif, dan tindakan yang memunculkan perilaku spesifik karena adanya ketertarikan, kesenangan, kesetiaan, dan kepuasaan terhadap produk. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Diponegoro Semarang. Sampel penelitian berjumlah 191 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala customer engagement (22 aitem valid dengan α= 0,852) dan skala intensi membeli produk (35 aitem valid dengan α= 0,927). Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis Spearman Rho menunjukkan nilai koefisiensi korelasi sebesar 0,769 dengan p= 0,000 (p< 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif customer engagement melalui instagran dengan intensi membeli produk pada mahasiswa Fakultas Psikologi Diponegoro dapat diterima. Semakin tinggi customer engagement melalui instagram maka akan semakin tinggi pula intensi membeli produk begitu pula sebaliknya.
HUBUNGAN ANTARA MATERIALISME DENGAN MEMBELI FASHION SECARA KOMPULSIF PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Ervandi Ikhsantoro; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28292

Abstract

 Materialisme adalah sikap yang menekankan pentingnya memiliki barang untuk mendapatkan kebanggaan agar terlihat lebih eksis/sukses. Membeli secara kompulsif adalah perilaku membeli yang tidak terkontrol pada individu dan melakukannya dengan rasa senang serta adanya kenikmatan saat berbelanja yang mengakibatkan pengeluaran disfungsional dan rasa bersalah setelah membeli. Ciri dari membeli kompulsif ini karena adanya perasaan negatif, untuk mengalihkan atau menghilangkan perasaan negatif tersebut dengan berbelanja dengan intensitas yang berlebihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterkaitan antara materialisme dengan membeli fashion secara kompulsif pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Populasi penelitian ini berjumlah 261 mahasiswa dengan sampel berjumlah 99. Pengambilan sampel menggunakan teknik Convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala membeli kompulsif (23 aitem valid dengan =0, 867) dan skala materialisme (21 aitem valid dengan =0,818). Berdasarkan analisis Pearson Product Moment Correlation didapatkan hubungan positif yang signifikan antara materialisme dengan membeli fashion secara kompulsif pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Koefisien korelasi 0,611 yang mengartikan hubungan yang kuat dan signifikansi 0,000 dengan artian terdapat hubungan positif yang signifikan sehingga semakin tinggi materialisme maka semakin tinggi pula membeli fashion secara kompulsif, sebaliknya semakin rendah materialismenya maka semakin rendah pula membeli fashion secara kompulsifnya. Materialisme memberikan sumbangan efektif sebesar 37,4% terhadap membeli secara kompulsif.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN BIG FIVE DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SEMARANG Jihan Zata Amani; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.28306

Abstract

Organisasi dapat berjalan dengan efektif apabila didukung dengan sumber daya manusia yang baik. Instansi yang bekerja melakukan pelayanan kepada masyarakat harus memberikan kualitas pelayanan prima agar dihasilkan kepuasan dari masyarakat. Suatu cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yaitu dengan menerapkan organizational citizenship behavior di lingkungan organisasi atau instansi. Adanya kepribadian yang dimiliki oleh individu dapat memprediksi akan munculnya organizational citizenship behavior di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kepribadian big five dengan organizational citizenship behavior pada Pegawai Negeri Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam peneltian ini adalah sejumlah 94 pegawai dan sampel penelitian yang digunakan adalah 60. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah convenience sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah Skala Kepribadian Big Five (35 aitem valid dengan α= 0,925) dan Skala Organizational Citizenship Behavior (32 aitem valid dengan α= 0,924). Hasil penelitian berdasarkan uji korelasi Spearman’s Rho dihasilkan bahwa adanya hubungan antara kepribadian big five dengan organizational citizenship behavior pada Pegawai Negeri Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang (rxy= 0,655, p=0,000). Berdasarkan kelima dimensi kepribadian big five, dimensi kepribadian extraversion (rxy= 0,385, p=0,003), agreeableness (rxy= 0,746, p=0,000), conscientiousnesss (rxy= 0,481, p=0,000), dan openness to experience (rxy= 0,355, p=0,006) memiliki hubungan yang signifikan dengan organizational citizenship behavior. Sedangkan pada dimensi neuroticism (rxy= 0,084, p=0,526) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan organizational citizenship behavior.