Silvi Kintawati
Department Of Oral Biology, Faculty Of Dentistry, Universitas Padjadjaran

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-GIGI

Effect of Resorbable Collagen Plug (RCP) on Extraction Wound Healing Santosa, Agustine H.; Kintawati, Silvi; Sugiaman, Vinna K.
e-GiGi Vol 10, No 1 (2022): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v10i1.35790

Abstract

Abstract: Ideal tooth extraction is removal of complete tooth structure from the alveolar bone with minimal trauma and without causing any pain. It leaves a wound in the form of an open tooth socket. Efforts to reduce the problem of wound healing can be done inter alia by forming new tissue engineering that replaces the damaged tissue with collagen which is easily absorbed biologically and has good biocompatibility. One of the wound covering materials containing collagen is resorbable collagen plug (RCP). It serves to accelerate wound healing, control bleeding due to its intrinsic hemostatic property, and accelerate the wound healing process. This was a literature review study using databases namely PubMed, Embase, Wiley Online Library, and National Center for Biotechnology. The keywords were tooth extraction, wound healing, collagen, and resorbable collagen plug. The results showed that the RCP could accelerate wound healing because it contained collagen which had the ability to stabilize blood clotting and to protect wounds. In conclusion, the use of resorbable collagen plug can accelerate wound healing after tooth extraction due to its collagen content.Keywords:  dental extraction; wound healing process; resorbable collagen plug (RCP) Abstrak: Pencabutan gigi ideal adalah pengangkatan struktur gigi secara utuh dari tulang alveolar tanpa menimbulkan rasa sakit dengan trauma minimal. Tindakan pencabutan meninggalkan luka berupa soket gigi terbuka. Tujuan penyembuhan luka yaitu memperbaiki kerusakan jaringan dan fungsi organ. Upaya untuk mengurangi masalah penyembuhan luka dapat dilakukan, salah satunya dengan membentuk rekayasa jaringan baru yang menggantikan jaringan rusak yaitu dengan kolagen. Kolagen merupakan protein yang memiliki sifat mudah diserap secara biologis serta memiliki biokompatibilitas yang baik. Salah satu bahan penutup luka yang mengandung kolagen ialah resorbable collagen plug (RCP) yang berfungsi membantu mempercepat penyembuhan luka, mengontrol pendarahan oleh karena sifat hemostatik instrinsik, dan mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini merupakan suatu literatur review menggunakan database dari PubMed, Embase, Wiley Online Library, dan National Center for Biotechnology dengan kata kunci yang meliputi pencabutan gigi, penyembuhan luka, kolagen, Resorbable Collagen Plug. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RCP dapat membantu mempercepat penyembuhan luka karena mengandung kolagen yang memiliki kemampuan untuk menstabilkan pembekuan darah dan dapat melindungi luka. Simpulan penelitian ini ialah penggunaan resorbable collagen plug dapat membantu mempercepat penyembuhan luka setelah pencabutan gigi oleh karena adanya kandungan kolagen.Kata kunci: pencabutan gigi; penyembuhan luka; resorbable collagen plug (RCP)
Potency of Young Coconut Water as a Mouthwash to Saliva pH and Flow Rate in Smokers Yunita P. D. Nurazizah; Dian Lesmana; Silvi Kintawati
e-GiGi Vol. 10 No. 2 (2022): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v10i2.44279

Abstract

Abstract: Smoking causes harmful effects on health, especially the oral cavity. However, the oral cavity has saliva as a defence system that can eliminate harmful substances from the body. Normally saliva secreted by the salivary glands has a pH of 6.7-7.4 while in smokers the pH tends to be more acidic. This study aimed to determine the potential of coconut water as a natural mouthwash on the pH and salivary flow in smokers. This was a literature review study by searching scientific journals in Indonesian and English from 2019-2020 through search engines at SINTA, PubMed, and Google Scholar. The keywords used were young coconut water, gargling, cigarette, salivary flow rate, smoking, and salivary pH. The results obtained 17 suitable articles. Individuals who smoked more than 10 cigarettes/day, more than 6 years could have decreased pH and salivary flow. Therefore, coconut water was needed to reduce its effect, which was believed could increase pH and salivary flow. Coconut water had a pH that was almost the same as normal pH of saliva, which was 7.3. Coconut water contained tannins which gave a bitter taste, therefore, it stimulated salivary secretion and increased pH and salivary flow. In conclusion, young coconut water has a pH which is similar with normal saliva, therefore, it could become a natural potential mouthwash to increase pH and salivary flow in smokers. Keywords: young coconut water; mouthwash; salivary flow rate; smoking; salivary pH Abstrak: Merokok memberikan efek berbahaya bagi kesehatan terutama rongga mulut karena mengandung kurang lebih 5000 bahan kimia yang berbahaya. Rongga mulut memiliki saliva sebagai sistem pertahanan yang dapat mengeliminasi zat berbahaya dari tubuh. Cairan saliva disekresikan oleh kelenjar saliva 0,5-1,5 liter/hari dengan pH 6,7-7,4 sedangkan pH pada perokok cenderung lebih asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi air kelapa sebagai cairan kumur alami terhadap pH dan aliran saliva perokok. Metode penelitian berupa literature review dengan mencari jurnal ilmiah berbahasa Indonesia dan Inggris dari tahun 2019-2020 melalui mesin pencarian di SINTA, PubMed, dan google scholar dengan kata kunci: air kelapa muda, berkumur, laju aliran saliva, merokok, pH saliva, rokok. Hasil pencarian mendapatkan 17 artikel yang sesuai. Individu yang merokok lebih dari 10 batang/hari lebih dari enam tahun dapat mengalami penurunan pH dan aliran saliva. Dibutuhkan upaya untuk menguranginya, salah satunya dengan berkumur menggunakan air kelapa, yang diyakini dapat meningkatkan pH dan aliran saliva. Hal ini terjadi karena air kelapa memiliki pH yang sama seperti pH normal yaitu 7,3. Air kelapa mengandung tannin yang memberikan rasa pahit sehingga merangsang sekresi saliva yang dapat meningkatkan pH dan aliran saliva. Simpulan penelitian ini ialah air kelapa mempunyai pH mendekati pH saliva normal sehingga dapat menjadi potensi alami untuk meningkatkan pH dan laju aliran saliva pada perokok. Kata kunci: air kelapa muda; berkumur; laju aliran saliva; merokok; pH saliva