astini, wining
Program Studi Paramedik Veteriner, Sekolah Vokasi, Jl. Kumbang No.14, Cilibende, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Bogor, Indonesia

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Follicular Development of Aged Rats Ovarian Injected Human Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cells Resti Rahma Dianti; Alif Iman Fitrianto; Adkhilni Utami; Wining Astini; Adisti Dwijayanti; Frans Dhyanagiri Suyatna; Kelvin Yaprianto; Indra Bachtiar; Aryani Sismin Satyaningtijas; Adi Winarto; Arief Boediono
Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research) VOLUME 4 No. 1, JANUARY 2020
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jrvi.v4i1.6889

Abstract

Female reproductive system showing the fastest signs of aging. The ovarian aging characterized by a decrease in follicular development. Stem cells are undifferentiated cells and can form a variety of different cells as the foundation of tissues and organs. Previous studies reported that Bone Marrow Mesenchymal Stem Cells (BM-MSCs) transplantation can restore follicular development in damaged ovarian rats. This study aimed to analyze the number of follicular development in aged rats and to analyze the capability of human Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cells (hUC-MSCs) to improving follicular development in aged rats. This study used 3 mature rats (4 months old), and 9 nine aged rats (22-24 months old), Spraque Dawley (SD) strain. They were divided into four groups. The first and the second group was mature rats and aged rats without injection. The third and the fourth group was aged rats injected hUC-MSCs dose 106 cells/kgBW and hUC-MSCs dose 107 cells/kgBW. The injection carried out 4 times at 3-month intervals. The parameters observed were follicular development and homing image of hUC-MSCs in ovarian tissue. The results showed that the number of follicular developments in aged rats 22-24 months decreased significantly compared to mature rats 4 months old. Injection of hUC-MSCs at dose 106 cells/kgBW and 107 cells/kgBW did not increase follicular development in aged rats. hUC-MSCs did not found in ovarian tissue. It could be concluded that aged rats 22-24 months old no longer productive indicated from the number of follicular developments and corpus luteum decreased. The injection of hUC-MSCs intravenously did not indicate an improvement of follicular development in aged rats 22-24 months old.
Histomorphology of Pancreatic Islet in Physiological Aging Female Rats Post Intravenous Human Wharton’s Jelly Mesenchymal Stem Cell Injection wining astini
Journal of Stem Cell Research and Tissue Engineering Vol. 3 No. 1 (2019): JOURNAL OF STEM CELL RESEARCH AND TISSUE ENGINEERING
Publisher : Stem Cell Research and Development Center, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.768 KB) | DOI: 10.20473/jscrte.v3i1.16324

Abstract

The increasing population of aged people will have the important role in the life, but the function of their bodies will decrease because of aging. Aging will increase the risk of degenerative disease, one of example is diabetes. The disease is related to the aging in the pancreatic organ which progressively declines by age. The aimed of the experiment was to determine the effect of human wharton’s jelly mesenchymal stem cells by injecting intravenously in aging female rats. This study used 3 young female rats (3 months) and 6 aging female rats (24 months). The experiment consisted of three groups. The young control group (A), the aging control group (B) that received NaCl (0.9%) 0,4 mL, the aging treatment group (C) received 1 x 106 cells/kg of human wharton’s jelly mesenchymal stem cells 0,4 mL. The aging control and the aging treatment group were injected 4 times with the interval in 3 months. The end of the experiment (12 months), the rats were anesthetized and sacrificed. The pancreatic tissues were collected to examine the pancreatic islets by histology studies. Changes of the pancreatic islet in control and treated groups were examined using hematoxylin and eosin staining. These findings conclude that injecting human wharton’s jelly mesenchymal stem cell increase the diameter and total pancreatic islet in the treatment group. In other side, the cell population of pancreatic islet also have significant differences (P<0.05) in treated physiological aging female rat groups than control aging female rat group.
Persian-Angora Improvement (Suspect Feline Panleukopenia) After IgY and Curcuminoid Supplementation in Indopet_Id Astini, Wining; Millah, Nida UI; Kurniawati, Fitria Eka
Mandalika Veterinary Journal Vol 5, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v5i1.15168

Abstract

Panleukopenia merupakan penyakit yang disebabkan oleh parvovirus dan umumnya dikenal sebagai feline panleucopenia virus (FPV). Penyakit ini memiliki mortalitas dan morbilitas yang tinggi. Hewan yang belum divaksin menjadi salah satu faktor presdiposisi pada penyakit ini. Persentase mortalitas dapat mencapai 25-90%. Di sisi lain penggunaan antibodi pada kuning telur (IgY) terbukti dapat mencegah infeksi bakteri dan virus. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian IgY dan kurkumin pada kucing suspect  FPV. Studi kasus ini menggunakan kucing berumur 9 bulan, ras campuran persia-angora berbulu putih. Pemeriksaan fisik menunjukkan rentang jantung normal, laju pernapasan normal, namun disertai suhu tubuh tinggi (40,10C). Berdasarkan anamnesis, kucing tersebut menderita anoreksia dan lesu selama hampir 6 hari diikuti diare selama satu hari. Ritme tidur tidak normal, ia tidur pada siang hari hingga pukul 14.00, berlanjut dari pukul 16.00 hingga keesokan harinya. Ia tidak divaksinasi dan tinggal di kandang ganda berisi 3 ekor kucing. Salah satu saudaranya mati karena panleukopenia setelah beberapa hari dirawat intensif di klinik hewan. Oleh karena itu, diagnosis dugaan panleukopenia diterapkan pada kucing tersebut. Kucing tersebut didiagnosis panleukopenia oleh dokter hewan. Terapi dan pengobatan yang disarankan oleh dokter hewan di Indopet_Id Petcare termasuk asupan makanan cair yang banyak disertai larutan gula, dosis ampisilin oral yang tepat (25 mg/kg) selama 5 hari dan satu bungkus Immunobs selama 7 hari. Kesimpulan yang didapatkan setelah pemberian terapi tersebut kondisi kucing semakin membaik, tanda-tanda dehidrasi berkurang, dan tidak ada tanda-tanda diare pada feses kucing.
Study on Sheep Animal Welfare in Traditional Farmer, Located in Agro Edutourism Mulyaharja Bogor Regency Astini, Wining; Endah Anggraeni, Henny; Barunawati Siagian, Tetty; Sulistiawati, Erni; Vibowo, Heryudianto; Wijaya Kusuma, Surya; Budiono, Dwi; Fardesiana Putri, Miranti; Zahidah, Siti; Haikal, Muhammad; Faisal, Agus
JAS Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - April 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian farmers do not understand about the meaning of animal welfare. It makes to be difficult to implement the animal welfare. It also impacts to the production and reproduction of the animal. On the other side, the sheep livestock in Mulyaharja are maintained traditionally. This study aims to evaluate the implementation of animal welfare principle in traditional sheep farming  in Mulyaharja subdistrict. This study used purposively sampling. The data analysis method is descriptive by processing data from interviews. The Animal Needs Index were used in this study. This study highlights significant shortcomings in sheep welfare under traditional farming practices in Mulyaharja Subdistrict with average ANI index 16.49. Targeted interventions in comfort of the lie down, number days of outside/year, pasture months/year, comfort of flooring, cleanliness sheep and pen, slipperiness, ease of passage, quality of light, quality of air and air flow, ind exposure in the lying area, condition of integument and animal health.
PERMASALAHAN INFESTASI EKTOPARASIT PADA PETERNAKAN DI KELURAHAN MULYAHARJA : Ectoparasite Infestation Problems in Livestock in Mulyaharja Subdistrict Tetty Barunawati Siagian; Henny Endah Anggraeny; Heryudianto Vibowo; Erni Sulistiawati; Surya Kusuma Wijaya; Dwi Budiono; Miranti Fardesiana Putri; Wining Astini; Muh Rifky Rachman; Kukuh Amru Dhiya Rahmat; Agus Faisal
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.1829

Abstract

Mulyaharja merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kota Bogor. Pekerjaan masyarakatnya sebagai petani dan juga peternak. Beternak domba dan kambing dilakukan secara tradisional tanpa memiliki pengetahuan. Permasalahan dihadapi peternak di Kelurahan Mulyaharja yaitu infestasi ektoparasit. Tujuan dari penelitian yaitu mengidentifikasi infestasi ektoparasit pada domba dan kambing pada peternakan rakyat di Kelurahan Mulyaharja. Penelitian menggunakan 48 ekor domba dan 14 ekor kambing. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan secara natif. Hasil pemeriksaan menunjukkan ditemukannya kutu Bovicola ovis, dan tungau Sarcoptes scabiei. Kutu Bovicola ovis ditemukan pada domba dan kambing, sedangkan infestasi Sarcoptes scabiei hanya ditemukan pada satu ekor kambing. Bovicola ovis merupakan kutu pengunyah dan pengigit pada domba namun dapat menginfestasi kambing. Penyebarannya sangat cepat dalam satu kandang. Sarcoptes scabiei merupakan tungau yang hidup dibawah kulit dan membentuk terowongan. Tungau Sarcoptes scabiei  bersifat zoonosis. Infestasi ektoparasit merupakan salah satu permasalahan peternakan di Kelurahan Mulyaharja.   Kata kunci: Domba, Damalinia ovis, kambing, Oribatid mite, Sarcoptes scabiei,
INFESTASI ENDOPARASIT CACING PADA TERNAK DOMBA MASYARAKAT DI KELURAHAN MULYAHARJA BOGOR JAWA BARAT: Endoparasite Worm Infestation in Sheep Livestock in Mulyaharja Village, Bogor, West Java Miranti Fardesiana Putri; Henny Endah Anggraeni; Tetty Barunawati Siagian; Heryudianto Vibowo; Erni Sulistiawati; Surya Kusuma Wijaya; Dwi Budiono; Wining Astini; Siti Zahidah; Muhammad Haikal Adhim; Agus Faisal
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.1892

Abstract

Mulyaharja merupakan kecamatan yang berlokasi di kota Bogor, Jawa Barat. Pada kecamatan ini terdapat kawasan agrowisata yang memanfaatkan sektor pertanian sebagai daya tarik wisata utama. Selain pertanian, masyarakat di Kecamatan Mulyaharja juga beternak domba secara tradisional. Domba sering terjangkit berbagai penyakit, salah satunya parasit, seperti infeksi cacing. Gejala infeksi cacing ini seringkali tidak terdeteksi. Pada penelitian ini pengambilan sampel feses dilakukan secara acak pada 10 ekor domba milik peternak di Kawasan Agrowisata Mulyaharja, Bogor. Pemeriksaan feses yang dilakukan berupa pemeriksaan kualitatif dengan metode pemeriksaan natif dan flotasi serta pemeriksaan kuantitatif dengan metode McMaster. Hasil penelitian menunjukkan 90% fesesnya positif mengandung telur cacing. Telur cacing yang ditemukan merupakan jenis telur strongyl. Hasil pemeriksaan EPG secara kuantitatif menunjukkan adanya variasi tingkat infeksi. Hasil EPG menunjukkan 40% domba mengalami infeksi berat, dan 60% mengalami infeksi rendah. Dari hasil penelitian domba ternak masyarakat kecamatan Mulyaharja perlu diberikan pengobatan cacing dan perbaikan pengelolaan sanitasi kandang serta pemberian pakan rumput.   Kata kunci:  Infestasi, Endoparasit cacing, Mulyaharja, Domba, Strongyl
Persian-Angora Improvement (Suspect Feline Panleukopenia) After IgY and Curcuminoid Supplementation in Indopet_Id Astini, Wining; Millah, Nida UI; Kurniawati, Fitria Eka
Mandalika Veterinary Journal Vol. 5 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v5i1.15168

Abstract

Panleukopenia merupakan penyakit yang disebabkan oleh parvovirus dan umumnya dikenal sebagai feline panleucopenia virus (FPV). Penyakit ini memiliki mortalitas dan morbilitas yang tinggi. Hewan yang belum divaksin menjadi salah satu faktor presdiposisi pada penyakit ini. Persentase mortalitas dapat mencapai 25-90%. Di sisi lain penggunaan antibodi pada kuning telur (IgY) terbukti dapat mencegah infeksi bakteri dan virus. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian IgY dan kurkumin pada kucing suspect  FPV. Studi kasus ini menggunakan kucing berumur 9 bulan, ras campuran persia-angora berbulu putih. Pemeriksaan fisik menunjukkan rentang jantung normal, laju pernapasan normal, namun disertai suhu tubuh tinggi (40,10C). Berdasarkan anamnesis, kucing tersebut menderita anoreksia dan lesu selama hampir 6 hari diikuti diare selama satu hari. Ritme tidur tidak normal, ia tidur pada siang hari hingga pukul 14.00, berlanjut dari pukul 16.00 hingga keesokan harinya. Ia tidak divaksinasi dan tinggal di kandang ganda berisi 3 ekor kucing. Salah satu saudaranya mati karena panleukopenia setelah beberapa hari dirawat intensif di klinik hewan. Oleh karena itu, diagnosis dugaan panleukopenia diterapkan pada kucing tersebut. Kucing tersebut didiagnosis panleukopenia oleh dokter hewan. Terapi dan pengobatan yang disarankan oleh dokter hewan di Indopet_Id Petcare termasuk asupan makanan cair yang banyak disertai larutan gula, dosis ampisilin oral yang tepat (25 mg/kg) selama 5 hari dan satu bungkus Immunobs selama 7 hari. Kesimpulan yang didapatkan setelah pemberian terapi tersebut kondisi kucing semakin membaik, tanda-tanda dehidrasi berkurang, dan tidak ada tanda-tanda diare pada feses kucing.
APPLICATION OF ADDING ALBUMIN POWDER FROM WHITE CHICKEN EGG TO ACCELERATE WOUND HEALING IN DOMESTIC CATS Wining Astini; Syahida Eviliana; Nida Ul Millah
Buletin Veteriner Udayana Bul. Vet. Udayana. October 2025 Vol. 17 No. 5
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2025.v17.i05.p08

Abstract

Stray cats frequently present with varous dermatological abnormalities and are susceptible to vulnus morsum (bite wounds) from fights with other animals. In this case report discusses a male domestic cat, aged >1 year and weighing 2 kg, presented to the cilinic with foul-smelling wounds exhibiting signs of suppuration and necrosis on all four limbs, face, and jaw area due to a systemic infection. This study aims to evaluate the effect of supplementary egg white albumin powder on accelerating the wound healing process. The provided therapy included Limoxin spray, long-acting amoxicillin injection, Glucortin injection, and oral supplementation of Bio trans factor®, a combination of albumin powder from egg white extract, vitamin A, vitamin E, egg yolk extract, depp-sea fish oil, and chana fish extract-administered at 2.5 g twice daily for 7 days. Observation results indicated that the combination therapy was effective in promoting new skin and fur growth and significantly reducing wound size by day. It concluded that supplementation with egg white albumin powder and supportive nutrients may serve as an effective adjuvant therapy for accelerating the healing of complex wounds in cats. Suggestions are needed for similar research with more complete examinations such as hematological examinations to see the effect of albumin administration on the hematological profile of cats or tissue examination using histological anatomical analysis.
TINGKAT PENGETAHUAN PETERNAK TENTANG PEMANFAATAN CAMPURAN KUNING TELUR, KUNYIT DAN ALBUMIN DALAM MENGHADAPI PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI KARANGPAKIS KEDIRI: Farmers’ Knowledge Level on the Utilization of Egg Yolk, Turmeric, and Albumin Mixture in Addressing Foot and Mouth Disease Outbreak in Karangpakis, Kediri Wining Astini; Diah Nugrahani Pristihadi; Ririh Sekar Mardisiwi; Luvy Dellarosa; Ahmad Arga Ramadhan
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2946

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit viral yang berdampak signifikan terhadap produksi peternakan secara global. Pengendalian penyakit ini memerlukan perhatian khusus, terutama pada hewan karier yang terinfeksi, serta optimalisasi strategi penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak sapi potong terkait pemanfaatan campuran kuning telur yang mengandung IgY dan kunyit, serta pemberian bubuk albumin dalam pakan konsentrat sebagai upaya menghadapi wabah PMK di Desa Karangpakis, Kabupaten Kediri. Pengambilan data dilakukan melalui metode survei dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 82% peternak tidak pernah membuat konsentrat sendiri menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Akibatnya, 58% peternak tidak dapat menyebutkan komposisi konsentrat secara benar, dan 17% peternak menyatakan bahwa bonggol jagung tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran konsentrat. Menariknya, seluruh peternak (100%) telah memahami bahwa campuran kuning telur dan kunyit dapat dimanfaatkan sebagai terapi PMK pada sapi potong. Namun demikian, masih terdapat 11% peternak yang belum memahami manfaat bubuk albumin serta 47% peternak yang belum memahami penggunaan dosis campuran kuning telur, kunyit, dan bubuk albumin secara tepat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peternak pada umumnya telah memahami manfaat campuran kuning telur, kunyit, dan bubuk albumin sebagai terapi PMK. Namun, masih diperlukan peningkatan pemahaman dalam pembuatan pakan konsentrat serta ketepatan dalam penerapan dosis terapi.   Kata kunci: albumin, IgY, kuning telur, kunyit, penyakit mulut dan kuku
TINGKAT PENGETAHUAN PETERNAK TERKAIT PENGELOLAAN LIMBAH B3 (BAHAN BERBAHAYA BERACUN) DI DESA KARANGPAKIS KEDIRI: Level of Farmers Knowledge Regarding Management of B3 Waste (Hazardous Waste) in Karangpakis Village, Kediri Luvy Dellarosa; Diah Nugrahani Pristihadi; Wining Astini; Ririh Sekar Mardisiwi; Ahmad Arga Ramadhan
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3106

Abstract

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan sisa dari suatu usaha dan/atau kegiatan yang dikategorikan berbahaya karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya berpotensi mencemari, merusak, atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Sektor peternakan merupakan salah satu sumber penghasil limbah B3 yang perlu dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak di Desa Karangpakis, Kabupaten Kediri, dalam mengelola limbah B3. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 88,23% peternak belum mengelola limbah B3, sehingga mereka tidak mampu menjelaskan definisi, jenis, maupun prosedur pengelolaannya. Namun demikian, sebanyak 29,41% peternak telah memahami urgensi pengelolaan limbah B3 untuk mencegah pencemaran lingkungan dan dampak negatif terhadap makhluk hidup. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak mengenai pentingnya pengelolaan limbah B3.   Kata kunci: bahaya, kesehatan, limbah B3, peternak