Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Wacana Cinta Tanah Air dalam Lirik Lagu: Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough terhadap Lagu 'Preambule' dari The Brandals Muhammad Jovi Desanto; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6653

Abstract

Abstract—Preambule is the opening song on the album Era Aggressor (2021) from the Brandals. Preambule song lyrics tell about the phenomena that occurred in the past few years that can trigger disunity in Indonesian society. The Brandals through the Preambule song want to remind people not to be easily provoked and still maintain the unity of the Republic of Indonesia as a form of love for the country. This study uses qualitative methods with critical discourse analysis Norman Fairclough’s model. This study aims to determine the representation of Love Homeland, discourse practice, as well as sociocultural practice on the Preambule song lyrics from the Brandals. The results of the study concluded that the representation of love for the country in the text of the lyrics of the song Preambule was depicted through social criticism of the state of Indonesia which was not doing well. The text of the Preambule song lyrics also describes phenomena in Indonesia that have the potential to cause division and intolerance in society. Therefore, the song Preambule is a response from The Brandals who wants to remind and awaken the public, especially listeners of The Brandals, to maintain unity as a form of love for the homeland. In writing the lyric text of Preambule, Eka Annash was influenced a lot by her childhood life, family background, and the music she listened to. In addition, the process of writing Preambule song lyrics is also influenced by situational, institutional, and social conditions when the lyrics of Preambule songs are written such as the 2019 elections, the draft law that has become a public debate, the internal parties of The Brandals, and the intolerance of the Indonesian people. Abstrak—Preambule merupakan lagu pembuka di album Era Agressor (2021) dari The Brandals. Lirik lagu Preambule menceritakan tentang fenomena-fenomena yang terjadi di beberapa tahun ke belakang yang dapat memicu perpecahan pada masyarakat Indonesia. The Brandals melalui lagu Preambule ingin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI sebagai bentuk cinta Tanah Air. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi cinta Tanah Air, praktik wacana, serta praktik sosiokultural pada lirik lagu Preambule dari The Brandals. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa representasi cinta Tanah Air pada teks lirik lagu Preambule digambarkan melalui kritik sosial terhadap keadaan Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. Teks lirik lagu Preambule juga menggambarkan fenomena-fenomena di Indonesia yang berpotensi menimbulkan perpecahan serta intoleransi pada masyarakat. Oleh karena itu, lagu Preambule menjadi respon dari The Brandals yang ingin mengingatkan dan menyadarkan masyarakat khususnya pendengar The Brandals untuk tetap menjaga persatuan sebagai bentuk cinta terhadap Tanah Air. Pada penulisan teks lirik lagu Preambule, Eka Annash banyak dipengaruhi oleh kehidupan masa kecil, latar belakang keluarga, dan musik-musik yang ia dengarkan. Selain itu, proses penulisan lirik lagu Preambule juga dipengaruhi oleh kondisi situasional, institusional, dan sosial pada saat lirik lagu Preambule ditulis seperti Pemilu 2019, Rancangan Undang-undang yang menjadi perdebatan publik, pihak internal The Brandals, dan sikap intoleransi masyarakat Indonesia.
Pengaruh Penggunaan Instagram Story terhadap Pemenuhan Konsep Diri Ideal: (Studi Korelasional tentang Penggunaan Instagram Story sebagai Media Pemenuhan Konsep Diri Ideal terhadap Mahasiswa di Kota Bandung) Nastiti Ratna Utami; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9469

Abstract

Abstract. Intrapersonal communication and interpersonal communication have a role to change and develop the individual self including his self-concept. According to Hurlock, there is an actual self-concept and an ideal self-concept in humans. From the existence of these two concepts in humans, its possible for a gap to arise due to discrepancy between ideal self and the actual self . The use of the Instagram story feature is thought to influence the fulfillment of one's ideal self. The method used in this research is quantitative with a correlational approach. The population in this study were students in the city of Bandung. Research data collection was carried out by distributing questionnaires. Determination of the sample of this study using random sampling and there is a total sample of 100 people measured using Limeshow. F test, t test and Pearson correlation test were performed. The results obtained show that the use of Instagram Stories significantly influences the fulfillment of the ideal self-concept of its users. Abstrak. Komunikasi intrapersonal dan komunikasi interpersonal berperan dalam mengubah dan mengembangkan diri individu termasuk terhadap konsep dirinya. Menurut Hurlock terdapat konsep diri aktual dan konsep diri ideal dalam diri manusia. Dari adanya kedua konsep diri manusia memungkinkan timbulnya kesenjangan akibat ketidaksesuaian antara keduan. Penggunaan fitur Instagram story diduga dapat berpengaruh terhadap pemenuhan konsep diri ideal seseorang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa di Kota Bandung. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan random sampling serta terdapat jumlah sampel sebesar 100 orang diukur menggunakan Limeshow. Dilakukan uji F, uji t dan uji korelasi Pearson. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa penggunaan Instagram Story secara signifikan berpengaruh terhadap pemenuhan konsep diri ideal penggunanya.
Wacana Penyemangat dalam Lirik Lagu Pop Punk Muhammad Ghazian H; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10006

Abstract

Abstract. The dilemma space is one of the singles and songs from the band Hardmilk and here the researcher uses qualitative methods and also the critical discourse analysis approach of Teun Van Dijk. impression on the listeners to give enthusiasm and also an unyielding spirit by combining it with the pop punk genre .. which is what gives a different impression to listeners out there. The lyrics of the song Ruang Dilemma also describe to everyone to give enthusiasm in their hearts and also achieve your goals to achieve your current desires and goals so that you can achieve valuable and memorable things in everyone's life. And the Hardmilk band itself wants to share this impression with everyone so that people can have an unyielding spirit and also a spirit that is always there every day without ending and everyone has the right to have that spirit. social cultural as well as social factors, as well as social cognition in the formation of the text where this is what makes the song Ruang dilemma able to be formed and there are many factors that influence the formation of the lyrics of the song Ruang dilemma such as phenomena in society and also the environment. Abstrak. Ruang dilema merupakan salah satu single dan lagu dari band Hardmilk dan disini peneliti mengunnakan metode kualitatif dan juga pendekatan analisis wacana kritis Teun Van Dijk Lirik lagu Ruang dilema menceritakan tentang fenomena Wacana penyemangat dalam lirk lagunya yang dimana dalam lirik lagunya banyaknya bait bait lirik lagu yang memberikan kesan kepada para pendengarnya untuk memberikan semangat dan juga semangat pantang menyerah dengan dikombinasikan dengan genre pop punk.. dimana hal tersebut lah yang memberikan kesan yang berbeda kepada para pendengarnya diluaran sana .Teks lirik lagu Ruang dilema juga menggambarkan kepada semua orang untuk memberikan semangat dalam hatinya dan juga capai lah tujuan kalian untuk meraih keinginan serta tujuan kalian saat ini agar bisa meraih hal hal berharga dan juga berkesan dalam kehidupan setiap orang. Dan band Hardmilk sendiri ingin membagikan kesan tersebut kepada setiap orang agar orang orang dapat mempunyai semangat pantang menyerah dan juga semangat yang selalu ada setiap harinya tanpa habis dan semua orang berhak memiliki semangat itu.dan pembuatan Teks lirik lagu ruang dilema ini pun banyak dipengaruhi oleh factor social cultural dan juga factor social,dan juga kognisi social dalam pembentukan teksnya dimana hal tersebut yang menjadikan lagu Ruang dilema ini bisa terbentuk dan banyak juga factor factor yang menjadi pengaruh terbentuknya lirik lirik lagu Ruang dilema tersebut seperti fenomena dimasyarakat dan juga lingkungan.
Hubungan antara Penggunaan Media Sosial dengan Tingkat FoMO pada Pelajar Zaki Zahran Safhana; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12861

Abstract

Abstract. In this technology-driven era, smartphones and the internet have become essential tools in our daily lives due to their rapid development. The global internet user count currently stands at a staggering 5.16 billion people. While social media is a significant outcome of technological advancements, it also comes with negative impacts such as addiction, which can lead to a fear of missing out (FoMO). This study aims to determine whether there is a relationship between social media use and FoMO levels in students in Bandung. The study used quantitative and correlational methods with a sample of 54 people to determine stratified random sampling respondents. Data collection techniques in this study used questionnaires (questionnaires). The data analysis technique in this study used pearson correlation. The validity test in this study used bivarie pearson and reliability test in this study using Cronbach's alpha formula and correlational test using bivarie pearson. The results of this study There is a moderate relationship between aspect of attention and the level of fear of missing out (FoMO). There is a moderate relationship between the aspect of appreciation and the level of fear of missing out (FoMO). There is a strong relationship between the duration aspect and the level of fear of missing out (FoMO). There is a very strong between the frequency aspect and the level of fear of missing out (FoMO). Abstrak. Dalam era yang sudah didominasi oleh teknologi, penggunaan smartphone dan internet menjadi tak terhindarkan. Saat ini pengguna internet global mencapai 5.16 miliar orang. Media sosial juga merupakan hasil dari perkembangan teknologi, namun tentunya ada dampak negatif dari media sosial, salah satunya yaitu menjadi kecanduan media sosial yang sering kali menciptakan perasaan takut akan ketinggalan (FoMO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara penggunaan media sosial dengan tingkat FoMO pada pelajar di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode korelasional dengan jumlah 54 orang dengan penentuan responden stratified random sampling. Teknik data pada penelitian ini menggunakan korelasi pearson. Uji validitas pada penelitian menggunakan bivarie person dan Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan rumus alpha cronbach dan uji korelasional menggunakan bivarie pearson. Hasil dari penelitian ini terdapat hubungan dengan kategori sedang antara aspek perhatian dengan tingkat fear of missing out (FoMO). Terdapat hubungan dengan kategori sedang antara aspek penghayatan dengan tingkat fear of missing out (FoMO). Terdapat hubungan dengan kategori kuat antara aspek durasi dengan tingkat fear of missing out (FoMO). Terdapat hubungan dengan kategori sangat kuat dengan tingkat fear of missing out (FoMO).
Gaya Komunikasi Orang Tua dengan Anak yang Didiagnosa Mental Issue Aditha Nurjannah Utami Putri; Kusumalestari, Ratri Rizki
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14342

Abstract

Abstract. Effective communication between parents and children diagnosed with mental issues plays an important role in assisting their healing and recovery process. Openness in communication can create a safe and supportive environment, which will make the child feel accepted and understood. On the other hand, with effective communication, parents can also better understand the challenges faced by their children, strengthen emotional bonds, and increase mutual trust. This study explores and analyzes the communication styles applied by parents to children diagnosed with mental issues. This study aims to understand how parents' communication styles can influence the well-being of children with mental issues, as well as explore communicative strategies that can improve the quality of interactions. This research method uses qualitative with a case study approach. Data collection techniques used through interviews, observation, and documentation. The purpose of this research is to find out the communication used between parents and children diagnosed with mental issues. The results of this study suggest that communication styles that are empathic, open, and supportive are able to create a safer and more trusted environment for children. So that children can be more open and trusting. Conversely, communication styles that are authoritarian, less empathic, or stigmatizing can worsen the child's condition and limit the child's empowerment. Abstrak. Komunikasi yang efektif antara orang tua dengan anak yang didiagnosa mental issue memiliki peran penting dalam mendampingi proses penyembuhan dan pemulihan mereka. Keterbukaan dalam berkomunikasi dapat menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, yang akan membuat anak merasa diterima dan dipahami. Di sisi lain, dengan komunikasi efektif orang tua juga dapat memahami lebih baik mengenai tantangan yang dihadapi anak, memperkuat ikatan emosional, dan meningkatkan rasa saling percaya. Penelitian ini menggali dan menganalisis gaya komunikasi yang diterapkan oleh orangtua terhadap anak yang didiagnosa mengalami mental issue. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana gaya komunikasi orangtua dapat memengaruhi kesejahteraan anak yang mengalami masalah mental, serta mengeksplorasi strategi komunikatif yang dapat meningkatkan kualitas interaksi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi yang digunakan antara orang tua dengan anak yang didiagnosa mental issue. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa gaya komunikasi yang bersifat empatik, terbuka, dan mendukung mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terpercaya bagi anak. Sehingga anak dapat lebih terbuka dan pecaya. Sebaliknya, gaya komunikasi yang otoriter, kurang empatik, atau stigmatizing dapat memperburuk kondisi anak dan membatasi pembicaraan terbuka.