Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Journalism

Makna Journaling bagi Generasi Z Tia Habibah Dwitami; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.9245

Abstract

Abstract. As Generation Z is accustomed to living with digital technology and social media, there is an unique phenomenon called journaling among them. Journaling is a new term popular among Generation Z to refer to writing activities such as diaries. This research on "The Meaning of Journaling for Generation Z" aims to find out the motives and experiences, typifications and meanings of Generation Z in journaling. Using a qualitative research method with Alfred Schutz's phenomenological study approach. In-depth interviews, audio recordings and documents were conducted as data collection techniques and analyzed using phenomenological reduction data analysis techniques. To test the validity of the data, source triangulation was used. Abstrak. Di tengah Generasi Z yang terbiasa hidup dengan teknologi serba digital dan sosial media, terdapat fenomena unik yang disebut dengan journaling di kalangan ini. Journaling merupakan istilah baru yang populer di kalangan Generasi Z untuk menyebut kegiatan menulis seperti halnya pada buku harian. Penelitian tentang “Makna Journaling bagi Generasi Z” ini bertujuan untuk mengetahui motif dan pengalaman, tipifikasi serta makna Generasi Z dalam melakukan journaling. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi Alfred Schutz. Wawancara mendalamdan rekaman audio dilakukan sebagai teknik pengumpulkan data dan menganalisisnya menggunakan teknik analisis data reduksi fenomenologi. Terakhir, untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi sumber.
Komunikasi Tokoh Introvert dan Ekstrovert dalam Serial Drama Korea Tsanyta Zahra Istighfarina; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i2.12815

Abstract

Abstract. Drama series is one of the mass communication media that can package communication messages uniquely. My Liberation Notes is a South Korean drama series that tells the realistic daily life of three siblings by highlighting the personality differences of introverted and extroverted characters. In our society, there are misconceptions that judge a person's communication skills based on personality type. This study aims to determine the communication portrayed by characters with introverted and extroverted personalities in the drama series My Liberation Notes in intrapersonal, interpersonal, and group forms. The method used in this research is qualitative method with narrative approach of Seymour Chatman model through action, event, character, and setting components. The results show that introverted characters dominate intrapersonal communication scenes, while extroverted characters dominate group communication scenes. However, in the form of interpersonal communication, both introverted and extroverted characters portray a balanced role in the interaction scene between individuals. The characteristics of introverted characters tend to be closed, like to be alone, and a small circle of friends, while the characteristics of extroverted characters tend to be open or sensitive to the surrounding environment, adaptable, and happy to socialize in a large circle of friends. In the communication process, introverted characters portray individuals who think a lot before acting so that they are more careful in speaking and become creative and imaginative individuals. On the other hand, extroverts portray individuals who speak or act before thinking and are confident, assertive, and like to lead. Abstrak. Serial drama merupakan salah satu media komunikasi massa yang dapat mengemas pesan komunikasi secara unik. My Liberation Notes adalah salah satu serial drama asal Korea Selatan yang menceritakan keseharian realistis dari tiga bersaudara dengan menonjolkan perbedaan kepribadian tokoh introvert dan ekstrovert. Di masyarakat kita, terdapat miskonsepsi yang menilai kemampuan komunikasi seseorang berdasarkan tipe kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi yang digambarkan oleh tokoh dengan kepribadian introvert dan ekstrovert dalam serial drama My Liberation Notes dalam bentuk intrapersonal, interpersonal, dan kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan naratif model Seymour Chatman melalui komponen aksi, kejadian, karakter, dan latar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh introvert lebih mendominasi scene komunikasi intrapersonal, sedangkan tokoh ekstrovert lebih mendominasi scene komunikasi kelompok. Namun, dalam bentuk komunikasi interpersonal, baik tokoh introvert maupun tokoh ekstrovert menggambarkan peran yang seimbang dalam scene interaksi antar individu. Karakteristik tokoh introvert cenderung tertutup, menyukai kesendirian, dan lingkup pertemanan yang kecil, sedangkan karakteristik tokoh ekstrovert cenderung terbuka atau peka dengan lingkungan sekitarnya, mudah beradaptasi, dan senang bersosialisasi di lingkup pertemanan besar. Dalam proses komunikasi, tokoh introvert menggambarkan individu yang banyak berpikir sebelum bertindak sehingga mereka lebih berhati-hati dalam berbicara serta menjadi individu yang kreatif dan imajinatif. Di sisi lain, tokoh ekstrovert menggambarkan individu yang berbicara atau bertindak sebelum berpikir panjang dan memiliki sifat percaya diri, tegas, dan senang memimpin.
Komunikasi Interpersonal Pengasuh di Panti Jompo dalam Konteks Psikososial Lansia Nunik Listari Azharani; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v5i2.17501

Abstract

Abstract. The 8th psychosocial stage, the elderly enter ego integrity vs despair. Currently, many elderly in nursing homes do not have their psychosocial needs met. The purpose of this study is 1) Describe the communication style of caregivers in interacting with the elderly in the Kencana Sejahtera Nursing Home environment, 2) Describe the verbal and non-verbal messages of caregivers and the elderly at the Kencana Sejahtera Nursing Home Foundation, 3) Describe the barriers to interpersonal communication between caregivers and the elderly, 4) Describe the reasons for interpersonal communication to meet psychosocial development. This study uses Joseph A. Devito's interpersonal communication theory. The paradigm is constructivism, with qualitative methods, and a case study approach. The results obtained in this study are: The communication style provided by the caregiver is in the form of assertive communication, the use of verbal messages in the form of positive affirmations, instructions and motivation with non-verbal communication of eye contact, touch, gestures, and paralinguistics. Communication barriers are in the form of missing information, lack of patience of caregivers, and family problems. The use of this communication makes the elderly respond faster and become independent. Abstrak Tahap ke-8 pskososial, lansia memasuki integritas ego vs keputusasaan. Saat ini, banyak lansia di panti jompo tidak terpenuhi kebutuhan psikososialnya. Tujuan a penelitian ini adalah 1) Deskripsikan gaya komunikasi pengasuh dalam berinteraksi dengan para lansia di lingkungan Panti Jompo Kencana Sejahtera, 2) Mendeskripsikan pesan verbal dan non-verbal pengasuh dan lansia di Yayasan Panti Jompo Kencana Sejahtera, 3) Mendeskripsikan hambatan komunikasi interpersonal pengasuh dengan lansia, 4) Mendeskripsikan alasan komunikasi interpersonal memenuhi perkembangan psikososial. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi interpersonal Joseph A. Devito. Paradigma yaitu konstruktivisme, dengan metode kualitatif, dan pendekatan studi kasus. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu: Gaya komunikasi yang diberikan pengasuh berupa komunikasi asertif, pengguaan pesan verbal berupa afirmasi positif, instruksi dan motivasi dengan komunikasi non verbal kontak mata, sentuhan, gerak tubuh, dan paralinguistik. Hambatan komunikasi berupa miss informasi, kurangnya kesabaran pengasuh, dan permasalahan keluarga. Penggunaan komunikasi ini membuat lansia menjadi lebih cepat memberikan respon dan mandiri.
Komunikasi Terapeutik dalam Serial Drama Original Netflix Devi Sartika; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v5i2.18253

Abstract

Abstract. Serial dramas are one form of mass communication, where the message conveyed uses media and has a heterogeneous nature. Korean dramas are currently enjoyed by the public because they have interesting stories and characters. Daily Dose of Sunshine is a Korean drama that falls under the medical drama genre and constructs the reality of therapeutic communication. This series tells the story of characters with mental disorders. The characters in this series are very interesting, evoking emotional responses from the audience. This research focuses on the series Daily Dose of Sunshine, which features characters with mental disorders and depictions of therapeutic communication. This study uses a qualitative method with narrative analysis based on the Algirdas Greimas model. The purpose of this research is to understand the role of characters that depict therapeutic communication. Data collection was conducted through observation, interviews, and literature review. In research in using the paradigm of interpreting if. Research results show that the therapeutic communication process by nurses is more likely to approach patients through empathy with 45 empathy scenes from 12 episodes, 4 picture scenes showing the hight of 12 episodes and 8 warm-up scenes from 12 episodes. Abstrak. Serial drama merupakan salah satu bentuk komunikasi massa, yang mana pesan yang disampaikan menggunakan media dan memiliki sifat heterogen. Drama korea saat ini menjadi drama yang dinikmati masyarakat karena memiliki cerita dan karakter tokoh yang menarik. Daily Dose of Sunshine merupakan drama korea yang bergenre drama medis dan mengkonstruksi realitas komunikasi terapeutik. Serial ini menceritakan karakter tokoh yang memiliki gangguan mental. Karakter dari serial ini sangat menarik sehingga memberikan perasaan emosi pada penonton. Penelitian ini berfokus pada serial Daily Dose of Sunshine yang memiliki peran dengan karakter tokoh gangguan mental dan gambaran komunikasi terapeutik. Pada penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan Analisis naratif model Algirdas Greimas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran tokoh yang menggambarkan komunikasi terapeutik. Pengumpuan data dengan melakukan observasi, wawancara dan studi Pustaka. Dalam penelitian ini menggunakan paradigma interpretif. Hasil penelitian menunjukan proses komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat lebih banyak dengan cara melakukan pendekatan dengan pasein melalui empati dengan ditemukannya 45 scene empati dari 12 episode, 4 scene gambaran yang menunjukan keihklasa dari 12 episode dan 8 scene gambaran kehangatan dari 12 episode.