Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EVALUASI FUNGSI SALURAN DRAINASE TERHADAP KONDISI JALAN GUNUNG RINJANI DI WILAYAH KECAMATAN DENPASAR BARAT Sri Kartika, Ni Komang; Muliawan, I Wayan; Dewi Rahadiani, A.A.Sagung
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol 2, No 1: 2018
Publisher : WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Denpasar memiliki daerah-daerah yang rawan terjadinya genangan, khususnya di Kecamatan Denpasar Barat di jalan Gunung Rinjani yang mengakibatkan perubahan bentuk lapisan permukaan jalan. Saluran drainase memiliki fungsi yang sangat penting dimana saluran drainase merupakan sarana untuk menampung air kususnya air hujan sehingga air hujan tersebut tidak mengumpul atau memusat di badan jalan. Jika air tersebut tidak mengalir dengan baik maka sistem drainase yang ada tidak berfungsi dengan baik maka dikawatirkan air tersebut akan menggenang dan akan merusak lapisan di atasnya. Permasalahan tersebut terjadi pada saluran drainase yang terletak di Jalan Gunung Rinjani Denpasar Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menangani genangan air dengan mengevaluasi kapasitas saluran eksisting serta peningkatan dimensi saluran di Jalan Gunung Rinjani Denpasar Barat. Analisis kapasitas saluran drainase didasarkan pada perhitungan debit air hujan dengan mengamati kondisi di lapangan. Data hujan harian diperoleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Bali-Penida. Stasiun curah hujan yang ditinjau adalah Stasiun Buagan. perhitungan hujan harian maksimum rata-rata menggunakan metode Rata-rata Aljabar. Metode yang digunakan untuk pengujian konsistensi data yaitu metode RAPS (Rescaled Adjusted partial Sums), dan distribusi yang digunakan adalah Log Person Type III. Dalam menganalisis Intensitas curah hujan menggunakan rumus Mononobe dengan menggunakan berbagai periode ulang serta rumus Talbot digunakan untuk merancang kurva IDF dengan periode ulang 2, 5, dan 10 tahun. Dari hasil analisis, pada saluran drainase dengan yang berdimensi: seg 1 (B:0,60; H:1,20), seg 2 (B:0,60; H:1,20), seg 3 (B:0,60; H:1,20), seg 4 (B:0,60; H:1,20), seg 5 (B:0,60; H:1,20), seg 6 (B:0,60; H:1,20) merupakan saluran drainase yang tidak mampu menampung debit teoritis berturut-turut sebesar 5,100 (m /detik); 4,680; (m /detik) 4,314 (m /detik); 4,075 (m /detik); 4,651 (m /detik), 5,073(m /detik), untuk periode ulang 10 tahun, sehingga perlu peningkatan dimensi kapasitas saluran menjadi seg 1 (B 0,80 ; H 1,20), seg 2 (B:0,80 ; H 1,20), seg 3 (B: 0,80; H 1,20), seg 4 (B: 0,80 ; H 1,20), seg 5 (B 0,85 ; H 1,20), seg 6 (B 0,90 ; H 1,20). Kata kunci : Genangan, kapasitas saluran, dimensi saluran
INTERNET VOTING SYSTEM UNTUK DIASPORA INDONESIA Muliawan, I Wayan
Jurnal Ilmiah Informatika Komputer Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan sekitar 8 juta orang, diaspora Indonesia berada pada kisaran 3 persen dari total populasi di Indonesia dan tersebar di tujuh benua: Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika, Afrika, Eropa, Asia dan Australia. Sistem pemungutan suara di Indonesia sampai sekarang masih berjalan secara manual. Butuh waktu lama untuk menghitung hasil pemilihan umum. Sistem manual juga memiliki banyak kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memanipulasi hasil pemilihan, terutama pada pemilihan umum yang diadakan di luar negeri untuk diaspora Indonesia. Sementara itu, diaspora Indonesia yang berada di Timur Tengah, 80 persennya adalah pembantu rumah tangga. Akses untuk memilih tidak diberikan oleh majikan mereka dan mereka tidak dapat mengirim surat karena sebagian besar alamat menggunakan PO BOX. Salah satu solusinya adalah internet voting system yang bisa diakses via smartphone. Sistem yang diusulkan memungkinkan para pemilih untuk memindai wajah mereka yang kemudian dicocokkan dengan gambar yang sudah tersimpan di dalam database i-voting yang bersumber dari database e-Paspor. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perancangan arsitektur sistem, pembuatan purwarupa, dan pengujian. Sistem yang diusulkan diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat untuk meningkatkan kualitas dan prosentase pemilih serta mengurangi waktu dan biaya proses pemungutan suara. Penelitian ini menghasilkan sebuah arsitektur sistem dari internet voting system untuk diaspora Indonesia. Kata Kunci: Internet voting system, internet voting, i-voting, liveness detection method, sistem pengenalan wajah.
ANALISA FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN PADA DAERAH RAWAN KECELAKAAN PADA RUAS JALAN SUMBA BARAT-SUMBA BARAT DAYA Marselus Putra Mawo Kasa Sairo; I Wayan Muliawan; Putu Aryastana
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.898 KB) | DOI: 10.22225/pd.7.2.948.210-218

Abstract

Road between Southwest Sumba-Sumba Southwestern is a country road the connects the two districts. Based on the results of the research (Alfian Dawa, 2013) in Sumba Barat-Sumba Barat Daya road segment there are 16 road segments identified as accident-prone areas. From the results of the analysis of the most vulnerable areas of accidents occur is in the segment 1 or at kilometer 4-5 as the cause has a cusum value is the highest cusum value of all cusum values at each stationation or kilometer. Thus, the authors conducted a follow-up study to further analyze 16 accident-prone areas in West Sumba-Southwest Sumba district to find out what factors caused accidents in accident-prone areas on the West Sumba-Southwest Sumba road. Having known the factors causing the occurrence of new traffic accidents can provide a solution to the number of accidents can be minimized. From the analysis of factors causing traffic accidents in 16 accident-prone areas on the West Sumba-West Sumba road segment are human factors, vehicle factors, and road and environmental factors. The most common cause of traffic accidents in 16 crash-prone areas on the West Sumba-Southwest Sumba road segment from 2011 to 2015 covering road users/human factors of 326 occurrences, in the last 5 years. While the factors of the vehicle as much as 385 incidents, as well as road and environmental factors also triggered traffic accidents because there are road marks/signs, and street lighting on 16 areas prone to accidents on West Sumba-West Sumba road.
THE UNDAGI LEXICON IN THE MANUFACTURE OF RESIDENTIAL HOUSES BASED ON ASTA KOSALA KOSALI CONCEPT IN DENPASAR Made Sani Damayanthi Muliawan
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.891 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.2.341.290-296

Abstract

The title of this research is The ‘Undagi’ lexicon in the manufacture of residential houses based on asta kosala kosali concept in Denpasar. The aims of this research is to inventory the diversity of vocabulary of undagi’s lexicon in making a house based on asta kosala kosali concept with ecological dimension so that the young generation can know and preserve it well. The theory applied for this research is ecolinguistic theory proposed by Bang and Door (1993). This theory are combines biological dimension, ideological and sociological dimension in the languages. This research is descriptive qualitative. Technique of data collecting is done by applying listening method and speaking method. The listening method is done by using interview technique and the speaking method by using face to face method. The result of the research shows that the diversity of vocabulary of undagis’s lexicon in making a house based on asta kosala kosali concept are found sixty seven lexicons categorized as nouns and thirteen lexicons categorized as verb. In addition to word class categorization, in this study also obtained the word forms of each lexicon in the form of a single form of the word base and derivative form of the form of compound words. Each lexicon also has a semantic meaning and shows the social praxis dimension of ideological, sociological and biological dimensions. Key words: Undagi, asta kosala kosali, the social praxis dimension
The Language Functions Used in Guiding Conversation: Pragmatics Approach I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; Made Sani Damayanthi Muliawan; Anak Agung Gede Suarjaya
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.382 KB) | DOI: 10.22225/jr.7.1.2903.1-9

Abstract

The research about language in use is very important to be developed, it can be applied in every branches of studies for instance in tourism, economics, linguistics, etc. In communication people use language, so that in doing the interaction there are some expressions which have specific functions. This research aims to describe the formulation of language in use in guiding conversation and expressions can be used based on the formulation. The analysis of this research is language in use in guiding conversation. The data of this research were taken from the guiding conversation between guide and the guests during their travel in Ubud-Bali. The language function that can be used in Welcoming Guest at The Airport are expressive function consist of greeting and asking/getting information, informational function, and phatic function. Other than that, the language function used in Escorting the Guest to The Tourist Destination are expressive function, informational function, and directive function. Next, the language function used at Tourist Destination (Monkey Forest) are directive function, informational function, and directive function. The language used in Tourist Destination (Tegalalang Rice Terrace) are informational function, directive function consist of offering and suggestion. Language used in Tourist Destination (Tirta Empul) are informational function. While the language used in taking the Guest back to the Hotel are expressive and phatic function.
Perencanaan Penataan Jalan Akasia Guna Meningkatkan Kinerja Simpang Jalan Akasia - Jalan Akasia XVI Putu Ika Wahyuni; Putu Ayu Sriasih Wesna; I Wayan Muliawan
JURNAL ABDI DAYA Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : JURNAL ABDI DAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.741 KB)

Abstract

Warmadewa University is a large university in Bali which has 7 Faculties, Study Programs and Postgraduate Programs. Warmadewa University has tens of thousands of active students from all existing Study Programs. Currently Warmadewa University operation is still centered on Jalan Terompong Number 24, Denpasar and has 3 exits, namely the main Akasia Street, XVI Akasia Street, and Akasia Street which is Ex IKIP / Paud Erlangga. Development of Univ. Warmadewa, which was founded in 1984, has brought rapid changes to the surrounding lands, which used to be agricultural land, now a densely populated settlement, boarding houses for students, shop, photocopying, laundry, and others which are significant changes due to the Warmadewa Campus. The condition of economic development around Warmadewa University can be seen from the increase in the number of stalls and shops which has an impact on the density of parking and traffic around it. Increasingly, this condition is getting denser without being accompanied by improvements in road facilities which are the main challenges in this PKM. Furthermore, the solution that can be offered is to carry out the physical arrangement of Jl. Main Akasia and Akasia XVI with the hope of creating a smooth flow of traffic at the intersection of the Akasia road with jl. Akasia XVI so that Warmadewa University as the center of economic revival can also help the surrounding community.
PENYAMPAIAN MAKNA DALAM FILM “FINAL DESTINATION” Agus Darma Yoga Pratama; made sani damayanthi muliawan
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.771 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.983.83-96

Abstract

Abstrak Penelitian audiovisual (film) tidak hanya sebatas analisis tentang strategi penerjemahan yang digunakan ataupun ideologi yang diterapkan di film saja, tetapi juga mengenai makna yang terkandung di dalamnya serta bagaimana aspek makna tersebut dapat tersampaikan dengan baik melalui bahasa verbal dan nonverbal yang terdiri dari empat aspek yaitu: gambar, tulisan (teks alih bahasa), efek suara, dan ujaran secara sekaligus. Makna dikaji dari makna verbal dan makna tanda nonverbal untuk melihat bagaimana penyampaian makna dalam sebuah film kepada penonton secara utuh karena pada dasarnya bahasa verbal dan nonverbal memiliki keunikan tersendiri dalam proses penyampaian makna. Kajian ini secara tidak langsung juga menganalisis sinkronisasi bahasa verbal dan nonverbal dalam film tersebut. Adapun data penelitian yang dipilih adalah film dengan genre horor “Final Destination 5” karena ditemukan variasi bahasa nonverbal (gambar dan efek suara) dalam penyampaian makna kepada penonton, misalnya jika kematian datang maka akan tersirat tanda-tanda yang dapat dilihat penonton sebelum kejadian tragis terjadi. Penelitian ini diawali dengan menyimak film tersebut yang dilanjutkan dengan pengumpulan data melalui software video remaker AVS untuk mendapatkan teks alih bahasa secara detail serta digunakan teknik rekam layar untuk pengumpulan data aspek visual atau gambar. Hasil penelitian ini nantinya dapat berguna bagi para peneliti audiovisual (film) dalam menghasilkan sebuah kajian di bidang makna.   
Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Inggris Bagi Guru TK di Desa Dauh Puri Klod I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; I Made Mardika; Made Sani Damayanthi Muliawan; Kiki Nurwahyuni; Ni Putu Meira Purnama Yanti
Linguistic Community Services Journal Vol. 3 No. 2 (2022): LCSJ
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/licosjournal.3.2.5509.55-60

Abstract

Bahasa Inggris tentunya sangat penting untuk dipelajari sejak dini, namun perkembangan IPTEK tentunya harus tetap diiringi dengan pemertahanan budaya dan kearifan lokal agar tetap terjaga kelestariannya. Tujuanya adalah program kemitraan masyarakat ini bekerja sama dengan satu kelompok mitra, yaitu kelompok Guru Pengajar di TK Kumara Jaya, Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat. Metode penelitian Pertama akan dilakukan penyesuaian kurikulum yang diberikan di TK untuk dapat dijadikan acuan dalam penyusunan bahan ajar, menentukkan tema dan topik dalam bahan ajar, dan membat bahan ajar berupa buku yang dapat dipergunakan dalam proses pengajaran bahasa Inggris untuk siswa-siswi di TK Kumara Jaya, Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat. Dewasa ini banyak sekolah internasional bermunculan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, demikian juga di sekolah-sekolah yang pengelolaannya ada di bawah desa, juga mulai mengajarkan bahasa Ingggris kepada anak didiknya sejak dini, yaitu Play Group dan TK. Akan tetapi terdapat sekolah-sekolah yang belum memiliki SDM yang kompeten dalam bahasa Inggris, dalam hal ini guru merangkap utnuk mengajar bahasa Inggris walaupun itu buka merupakan bidangnya. Sekolah-sekolah yang belum memiliki SDM memadai dalam bidang bahasa Inggris memerlukan pendampingan dalam penyusunan bahan ajar dan materi ajar bahasa Inggris. pengenalan bahasa Inggris bagi siswa seperti kata benda sebagi contoh nama binatang, tanaman, profesi dan sebagainya dengan sajian yang menarik sehingga mudah diingat oleh siswa, pengenalan kata sifat sebagai contoh kata sifat yang sering digunakan dalam mendeskripsikan seseorang. Materi-materi pengenalan kata dasar tersebut juga nantinya akan memuat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai bentuk pemertahanan budaya di tengah-tengah kemajuan IPTEK.
Penerapan Konsep Eco Community Sebagai Upaya Penanganan Sampah Organik Rumah Tangga di Desa Sumerta Kelod, Denpasar I Wayan Muliawan; I Gusti Bagus Udayana; Made Sani Damayanthi Muliawan
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 6 (2022): December Pages 944 - 1124
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i6.717

Abstract

Desa Sumerta Kelod merupakan salah satu desa yang ada di Kota Denpasar dengan jumlah penduduk sampai dengan tahun 2016 berjumlah 20.879 jiwa. Dengan padatnya jumlah penduduk yang ada, berpengaruh dengan sampah yang dihasilkan oleh masing-masing rumah tangga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir. Akan tetapi mulai tahun 2022 nanti TPA (Tempat Pembuangan Akhir) tidak lagi menerima sampah yang dihasilkan oleh masing-masing rumah tangga yang di hasilkan di wilayah Desa Sumerta Kelod. Untuk menghubungkan peran serta masyarakat dan pemerintah daerah (Perbekel Desa Sumerta Kelod) dalam menanggulangi sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, maka perlu adanya sebuah konsep yang dapat mengintegrasi antara masyarakat, pemerintah daerah dan lingkungan itu sendiri. Pembentukan eco community merupakan langkah awal untuk pengelolaan sampah organic di tingkat rumah tangga yang berfokus mengubah sampah menjadi suatu hal yang lebih berguna seperti membuat eco enzyme. Metode yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, simulasi atau peragaan serta praktek langsung tentang pengolahan eco enzyme melalui komunitas. Hasil dari kegiata ini adalah terbentuknya eco community di Desa Sumerta Kelod yang dapat mengurangi keluaran sampah dari rumah tangga ke TPA, dengan mengolah limbah organic ini secara tidak langsung juga dapat menjaga kelestarian alam, sekaligus menerapkan gaya hidup minim kimia sintetis.
Penerapan Konsep Eco Community Sebagai Upaya Penanganan Sampah Organik Rumah Tangga di Desa Sumerta Kelod, Denpasar I Wayan Muliawan; I Gusti Bagus Udayana; Made Sani Damayanthi Muliawan
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 6 (2022): December Pages 944 - 1124
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i6.717

Abstract

Desa Sumerta Kelod merupakan salah satu desa yang ada di Kota Denpasar dengan jumlah penduduk sampai dengan tahun 2016 berjumlah 20.879 jiwa. Dengan padatnya jumlah penduduk yang ada, berpengaruh dengan sampah yang dihasilkan oleh masing-masing rumah tangga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir. Akan tetapi mulai tahun 2022 nanti TPA (Tempat Pembuangan Akhir) tidak lagi menerima sampah yang dihasilkan oleh masing-masing rumah tangga yang di hasilkan di wilayah Desa Sumerta Kelod. Untuk menghubungkan peran serta masyarakat dan pemerintah daerah (Perbekel Desa Sumerta Kelod) dalam menanggulangi sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, maka perlu adanya sebuah konsep yang dapat mengintegrasi antara masyarakat, pemerintah daerah dan lingkungan itu sendiri. Pembentukan eco community merupakan langkah awal untuk pengelolaan sampah organic di tingkat rumah tangga yang berfokus mengubah sampah menjadi suatu hal yang lebih berguna seperti membuat eco enzyme. Metode yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, simulasi atau peragaan serta praktek langsung tentang pengolahan eco enzyme melalui komunitas. Hasil dari kegiata ini adalah terbentuknya eco community di Desa Sumerta Kelod yang dapat mengurangi keluaran sampah dari rumah tangga ke TPA, dengan mengolah limbah organic ini secara tidak langsung juga dapat menjaga kelestarian alam, sekaligus menerapkan gaya hidup minim kimia sintetis.