Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Inggris Bagi Guru TK di Desa Dauh Puri Klod I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; I Made Mardika; Made Sani Damayanthi Muliawan; Kiki Nurwahyuni; Ni Putu Meira Purnama Yanti
Linguistic Community Services Journal Vol. 3 No. 2 (2022): LCSJ
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.3.2.2022.55-60

Abstract

Bahasa Inggris tentunya sangat penting untuk dipelajari sejak dini, namun perkembangan IPTEK tentunya harus tetap diiringi dengan pemertahanan budaya dan kearifan lokal agar tetap terjaga kelestariannya. Tujuanya adalah program kemitraan masyarakat ini bekerja sama dengan satu kelompok mitra, yaitu kelompok Guru Pengajar di TK Kumara Jaya, Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat. Metode penelitian Pertama akan dilakukan penyesuaian kurikulum yang diberikan di TK untuk dapat dijadikan acuan dalam penyusunan bahan ajar, menentukkan tema dan topik dalam bahan ajar, dan membat bahan ajar berupa buku yang dapat dipergunakan dalam proses pengajaran bahasa Inggris untuk siswa-siswi di TK Kumara Jaya, Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat. Dewasa ini banyak sekolah internasional bermunculan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, demikian juga di sekolah-sekolah yang pengelolaannya ada di bawah desa, juga mulai mengajarkan bahasa Ingggris kepada anak didiknya sejak dini, yaitu Play Group dan TK. Akan tetapi terdapat sekolah-sekolah yang belum memiliki SDM yang kompeten dalam bahasa Inggris, dalam hal ini guru merangkap utnuk mengajar bahasa Inggris walaupun itu buka merupakan bidangnya. Sekolah-sekolah yang belum memiliki SDM memadai dalam bidang bahasa Inggris memerlukan pendampingan dalam penyusunan bahan ajar dan materi ajar bahasa Inggris. pengenalan bahasa Inggris bagi siswa seperti kata benda sebagi contoh nama binatang, tanaman, profesi dan sebagainya dengan sajian yang menarik sehingga mudah diingat oleh siswa, pengenalan kata sifat sebagai contoh kata sifat yang sering digunakan dalam mendeskripsikan seseorang. Materi-materi pengenalan kata dasar tersebut juga nantinya akan memuat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai bentuk pemertahanan budaya di tengah-tengah kemajuan IPTEK.
Pendampingan Pengajaran Bahasa Inggris Bagi Guru TK Widya Kusuma Sari I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; I Made Mardika; Made Sani Damayanthi Muliawan; A.A.I. Mas Trisnamayuni; Kadek Yogi Pratama; Kadek Silvia Melinda Dewi
Linguistic Community Services Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Linguistic Community Service Journal
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.4.2.2023.52-58

Abstract

Pendampingan pengajaran bahasa Inggris merupakan hal yang penting bagi sekolah yang memiliki SDM yang kurang dalam Bahasa Inggris. Pendampingan pengajaran bahasa Inggris yang diperkenalkan juga memuat unsur pengenalan budaya, hal ini penting karena pengenalan budaya pada usia dini dapat disisipkan dalam pengajaran bahasa, seperti pengenalan bahasa Inggris yang mengandung unsur budaya dapat termuat dalam pengenalan kata benda sebagi contoh makanan, profesi, tempat dan sebagainya dengan menggunakan metode-metode yang menarik untuk menarik minat dan perhatian siswa untuk belajar Bahasa Inggris. Pendampingan pengajaran sangat perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan untuk dapat berdaya saing yang baik di era globalisasi ini. Salah satu upaya yang memungkinkan dilakukan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas Pendidikan adalah pendampingan pengajaran bahasa Inggris untuk sekolah TK Padangsambian Kaja yakni TK Widya Kusuma Sari yang belum memiliki SDM yang cukup dalam bidang bahasa Inggris. Metode pelaksanaan pengabdian pengajaran diawali dengan Focus group discussion (FGD). FGD awal dilakukan untuk mengetahui dan mendiskusikan kurikulum yang digunakan, yang kemudian dijadikan dasar dalam pendampingan pengajaran, menentukan topik dan tema untuk pendampingan pengajaran. Setelah dilakukan pendampingan pengajaran, FGD kembali dilakukan untuk mendiskusikan hasil pengajaran yang telah diberikan, yang nantinya dapat digunakan dalam penyusunan laporan.
Perencanaan Penataan Jalan Akasia Guna Meningkatkan Kinerja Simpang Jalan Akasia - Jalan Akasia XVI Putu Ika Wahyuni; Putu Ayu Sriasih Wesna; I Wayan Muliawan
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.2.2021.1-5

Abstract

Warmadewa University is a large university in Bali which has 7 Faculties, Study Programs and Postgraduate Programs. Warmadewa University has tens of thousands of active students from all existing Study Programs. Currently Warmadewa University operation is still centered on Jalan Terompong Number 24, Denpasar and has 3 exits, namely the main Akasia Street, XVI Akasia Street, and Akasia Street which is Ex IKIP / Paud Erlangga. Development of Univ. Warmadewa, which was founded in 1984, has brought rapid changes to the surrounding lands, which used to be agricultural land, now a densely populated settlement, boarding houses for students, shop, photocopying, laundry, and others which are significant changes due to the Warmadewa Campus. The condition of economic development around Warmadewa University can be seen from the increase in the number of stalls and shops which has an impact on the density of parking and traffic around it. Increasingly, this condition is getting denser without being accompanied by improvements in road facilities which are the main challenges in this PKM. Furthermore, the solution that can be offered is to carry out the physical arrangement of Jl. Main Akasia and Akasia XVI with the hope of creating a smooth flow of traffic at the intersection of the Akasia road with jl. Akasia XVI so that Warmadewa University as the center of economic revival can also help the surrounding community.
Utilization of eco-tourism in Bangli regency of Penglipuran village as a bamboo forest conservation center in Bali I Wayan Muliawan; Ni Made Widya Pratiwi
Journal of Infrastructure Planning and Engineering Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Master Program of Infrastructure and Environmental Engineering, Postgraduate Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jipe.2.1.2023.21-27

Abstract

Penglipuran Village is one of the icons of tourism in Bali which is located in Kubu District, Bangli Regency. Penglipuran Village has its own uniqueness and charm, one of which is the existence of a bamboo forest that protects the village. This bamboo forest has an area of ​​up to 45 hectares that surrounds this village and continues to be maintained and preserved. The people of Penglipuran Village believe that the bamboo forest has a function as a water catchment area, so this forest is called a village protection forest. This study focuses on the use of ecotourism in Penglipuran Village, Bangli Regency as a center for bamboo forest conservation in Bali, which can create a balanced community economic growth between humans and nature. The method used in this study, namely quantitatively by conducting interviews with Penglipuran Village owners related to bamboo forest management, then analyzed using SWOT to determine the strategy for using ecotourism in Penglipuran Village, Bangli Regency as a Bamboo Forest Preservation Center in Bali. From the results, it was found that the strength in the use of ecotourism in Penglipuran Village is the existence of community support for the preservation of bamboo forests, with a weakness that is limited sources of funds for development. Opportunities from the use of ecotourism are that the need for tourist objects is increasing, with the threat of forest degradation threatening sustainability.
Pengajaran Kosakata Bahasa Inggris Kepada Siswa SD 1 Ubud Melalui Permainan dan Lagu I Made Astu Mahayana; Made Sani Damayanthi Muliawan; Ni Kd Sioaji Yamawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.4.2.2022.180-186

Abstract

Mengingat pentingnya penguasaan Bahasa Inggris, maka pengenalannya sejak dini kepada anak-anak sangatlah penting. Pada pelaksanaannya, bahasa Inggris bukanlah bahasa yang mudah untuk diajarkan kepada siswa Sekolah Dasar. Terdapat tiga alasan utama bahasa Inggris sulit untuk diajarkan, salah satunya adalah kata maupun kalimat dalam bahasa Inggris sukar untuk diucapkan karena berbeda antara penulisan dan pelafalannya. Penerapan pelajaran bahasa Inggris sejak dini pada siswa SD sangatlah bermanfaat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pengajaran kepada para siswa SD Negeri 1 Ubud dengan metode permainan (games) serta media pembelajaran berupa lagu. Pengabdian ini dilakukan di SD Negeri 1 Ubud yang merupakan salah satu SD yang terletak di kawasan Kelurahan Ubud. Proses pembelajaran yang dilakukan adalah mengajarkan kosakata bahasa Inggris yang benar dengan menggunakan metode permainan untuk anak siswa kelas 2 SD, yang dilanjutkan pembelajaran dengan media lagu. Kegiatan ini mendorong para siswa agar tertarik dan senang dalam belajar Bahasa Inggris. Dengan metode tersebut, siswa akan merasa bersemangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran di kelas.
ECOLINGUISTIC STUDY WITH AI-BASED FRAMEWORK ON NIAS MEDICINAL PLANTS Made Sani Damayanthi Muliawan; I Nyoman Muliana; I.G.A.A Dian Susanthi
KOHESI : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026): KOHESI : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/kohesi.v6i2.4580

Abstract

Indigenous medicinal plant knowledge constitutes a crucial component of ecolinguistic systems, as it is embedded in linguistic expressions that reflect ecological relationships, healing practices, and cultural values. However, this knowledge is increasingly threatened by language shift and insufficient documentation, particularly within low-resource indigenous communities. This study develops an AI-based ecolinguistic framework to systematically document and represent Nias ethnomedicinal knowledge by integrating ethnobotanical field data with culturally grounded artificial intelligence approaches. Qualitative data were obtained through semi-structured interviews with traditional Nias healers, resulting in the identification of fifteen commonly used medicinal plant species. To assess cultural salience and communal consensus, the study applied the Relative Frequency of Citation (RFC) index. The quantitative findings reveal an uneven distribution of cultural prominence among the documented species. Notably, Gundre and Mbulu Nazalöu emerged as the most frequently cited plants (FC = 14; RFC = 0.93 each), indicating their central role within the Nias ethnomedical knowledge system. The documented knowledge was subsequently structured using a Knowledge Graph model and enhanced through a Retrieval-Augmented Generation (RAG) architecture to enable contextualized, culturally sensitive knowledge representation. The proposed framework demonstrates how artificial intelligence can support the preservation, organization, and revitalization of endangered indigenous medicinal knowledge while maintaining its ecolinguistic integrity.