Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

URGENSI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA TERHADAP ADAPTASI MAHASISWA PERANTAU DI PERGURUAN TINGGI MULTIETNIS Muhammad Mafruh; Nikmah Suryandari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi komunikasi antar budaya terhadap adaptasi mahasiswa di perguruan tinggi multietnis. Perguruan tinggi merupakan tempat bertemunya masyarakat multietnis yang memiliki latar belakang budaya, agama, ras, dan suku yang beragam, mengingat Indonesia sebagai negara multietnis yang mempunyai perbedaan norma yang berlaku di setiap daerah masing-masing sehingga perlu adanya penelitian yang membahas mengenai komunikasi antar budaya utamanya di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif dengan pengumpulan data primer di dapat dari wawancara dan data sekunder dari kajian literatur, teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling untuk menentukan informan yang sesuai dengan arah penelitian yakni beberapa mahasiswa yang suku dan bahasa yang berbeda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang mampu memahami bahasa, kebiasaan, serta karakter budaya lokal memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik dan lebih cepat membaur dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu, khususnya mahasiswa perantau, untuk membangun kesadaran lintas budaya melalui pembelajaran, keterbukaan, dan pengalaman langsung dalam interaksi sehari-hari.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENGATASI CULTURE SHOCK PADA MAHASISWA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Rizki Hoirul Anam; Nikmah Suryandari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2383

Abstract

Penelitian ini membahas peran media sosial dalam membantu mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menghadapi culture shock, yaitu ketidaknyamanan psikologis yang timbul akibat perbedaan budaya yang mencolok antara daerah asal dan lingkungan baru. Culture shock kerap dialami oleh mahasiswa perantau yang harus menyesuaikan diri dengan bahasa, norma sosial, serta gaya hidup yang berbeda. Dalam konteks ini, media sosial seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok berfungsi sebagai alat bantu penting yang memungkinkan mahasiswa memperoleh informasi real-time, membangun jaringan sosial baru, dan memahami budaya lokal secara lebih cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali pengalaman mahasiswa UTM dalam menggunakan media sosial sebagai sarana adaptasi. Hasilnya menunjukkan bahwa media sosial dapat mempercepat proses adaptasi, namun juga menimbulkan tantangan baru seperti ekspektasi yang tidak realistis, isolasi virtual, dan miskomunikasi budaya. Oleh karena itu, penggunaan media sosial perlu diimbangi dengan interaksi langsung dan literasi digital yang baik agar manfaatnya optimal dalam mendukung proses adaptasi lintas budaya mahasiswa.
Representing the Muted Others on Social Media: Multimodal Analysis of @pelanginusantara_org’s Instagram Account Bambang Haryono; Nikmah Suryandari; Nurul Rahmawati, Farida
Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Vol. 20 No. 2 (2025): Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/adabiya.v20i2.7275

Abstract

This study examined the representation of lesbian, gay, bisexual, transgender, queer, and the likes (LGBTQ+) identity in @pelanginusantara_org Instagram accounts in the midst of heteronormative dominance and marginalization of queer narratives by mainstream media in Indonesia. This study uses Muted Group Theory as the main theoretical framework to understand how queer communities construct counter-discourses against the symbolic structures that exclude them. The analysis was carried out through the multimodal analysis approach proposed by Kress & van Leeuwen, which was strengthened with the perspective of Butler’s gender performativity theory, in order to interpret visual, linguistic, and symbolic strategies in building queer identity in the digital space. The results show that this account uses strategies of visual affirmation, cultural localization, and affective narratives to challenge heteronormative discourses and create a more inclusive counter-public space. These findings confirm that social media, especially Instagram, has transformational potential for the LGBTQ+ community in Indonesia in negotiating identity and building a more equitable and humane alternative representation.