Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN WINE PALA MENGGUNAKAN METODE TIME SERIES DI NEGERI LILIBOOI Manuputty, Juan Felix; Rasyid, Mentari; Mandaku, Hanok
i tabaos Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.1.40-46

Abstract

Wine pala merupakan minuman yang berasal dari hasil fermentasi buah pala yang melalui prosedur penyulingan. Cakupan penjualan wine pala umumnya berada pada area Maluku dan Maluku Tengah, namun seiringkali juga pemesanan datang dari Papua dan Jakarta. Usaha Wine Pala dikembangkan pada sebuah Desa Yang Bernama Negeri Lilibooi, dimana pada daerah ini banyak dihasilkan tanaman pala yang kemudian dikembangkan oleh masyarakatnya menjadi Wine berbahan dasar pala yang diberi nama Wine Pala Mr. Boy. Wine Pala Mr. Boy diproduksi setiap minggu dan menghasilkan rata-rata 20-30 botol. Pada tahun 2019 jumlah produksi wine pala meningkat menjadi 50 botol, tahun 2020 terjadi penambahan produk menjadi 150 botol hingga pada tahun 2023 jumlah produksi menjadi 300 botol per setiap proses penyulingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meramalkan jumlah produksi wine pala pada tahun 2024 menggunakan metode time series, Metode Naive, Moving Average(SMA) dan (WMA), Exponetial Smooting, dan metode Trend Project. Hasil perhitungan peramalan ke-empat metode menghasilkan nilai error yang paling besar yaitu pada metode moving average dengan nilai peramalan selanjutnya adalah 223,667 atau dibulatkan 224 botol sedangkan nilai eror yang paling kecil yaitu perhitungan menggunakan metode exponential smoothing didapatkan hasil peramalan selanjutnya 244 botol.
PENERAPAN METODE CPM DAN PERT DALAM PENJADWALAN REPARASI LAMBUNG KAPAL KM. SABUK NUSANTARA 75 DI PT. DOK DAN PERKAPALAN WAIAME de Fretes, Fellisya Belinda; Mandaku, Hanok; Camerling, Billy J.
i tabaos Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.1.30-39

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan metode CPM dan PERT dalam penjadwalan reparasi lambung kapal KM. Sabuk Nusantara 75 yang bertujuan untuk optimalisasi waktu reparasi. Proses reparasi lambung kapal terdiri dari 26 tahapan yang dikelompokan ke dalam tiga bagian utama; persiapan docking, pekerjaan reparasi lambung (pelimbungan), dan proses undocking. Seluruh kegiatan ini awalnya memerlukan durasi total 122,59 jam (15 hari) melebihi waktu yang direncanakan yakni 14 hari. Analisa awal mengungkapkan bahwa aktivitas dengan waktu pengerjaan yang panjang, khususnya sweepblast dan pengecatan lambung, menimbulkan perbedaan signifikan antara estimasi optimis dan pesimis sehingga menyebabkan ketidakpastian serta potensi keterlambatan penyelesaian reparasi. Penerapan CPM melalui program LINGO menghasilkan waktu optimal pengerjaan sebesar 94,9 jam (12 hari) dengan jalur kritis; A1 → A2 → A3 → A4 → A5 → A6 → A13 → A14 → A16 → A17 → A22 → A23 → A24 → A25 → A27. Selanjutnya, metode PERT digunakan untuk menghitung probabilitas keberhasilan penerapan CPM. Berdasarkan perhitungannya, probabilitas penyelesaian reparasi sesuai target adalah 65,54%. Hasil penelitian ini memberikan kemungkinan penyelesaian reparasi lambung kapal bisa selesai dalam durasi tersebut, tetapi dengan risiko keterlambatan yang perlu diantisipasi.
OPTIMASI RUTE DISTRIBUSI LOGISTIK PENJAGAAN INSTALASI MENARA SUAR PADA KANTOR DISTRIK NAVIGASI TIPE A KELAS I AMBON Cahyani, Khadijah Dwi; Sahar, Dian Pratiwi; Mandaku, Hanok
i tabaos Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.2.78-84

Abstract

Studi ini mengaplikasikan Travelling Salesman Problem with Multiple Time Windows pada masalah distribusi logistik pada Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon. Logistik disalurkan ke beberapa menara suar yang berlokasi di sebelas (11) pulau terpisah, dengan tujuan meminimasi waktu pengiriman (makespan). Masalah dimodelkan dengan menggunakan pendekatan Mixed Integer Linear Programming. Kendala Time Windows dilihat pada syarat waktu tiba kapal disetiap Menara Suar, diantara jam 10.00 sampai 16.00. Berdasarkan hasil pemrograman dengan perjalanan menggunakan kecepatan 10 knot per jam meunjukkan nilai objective value sebesar 251,9000 atau rute pendistribusian dapat dilaksanakan selama 10 hari 4 jam. Kemudian, menggunakan kecepatan 9 knot per jam meunjukkan nilai objective value sebesar 273,5000 atau rute pendistribusian dapat dilaksanakan selama 11 hari 3 jam. Selain itu menggunakan kecepatan 8 knot per jam meunjukkan nilai objective value sebesar sebesar 296,3750 atau rute pendistribusian dapat dilaksanakan selama 12 hari 3 jam. Kondisi aktual yang Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon untuk distribusi logistik adalah 14 hari untuk kecepatan 8 knot per jam. Setelah dialakukan running menggunakan pemrograman LINGO mendapatkan waktu selama 12 hari 3 jam, sehingga TSP-MTW untuk distribusi logistik pada Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon dapat dinggap efektif.
Perencanaan Angkutan Penyeberangan pada Rute Tahoku-Luhu untuk Meningkatkan Konektivitas Koridor Ambon-Seram di Provinsi Maluku Mandaku, Hanok; Rasyid, Mentari; S. Nunlehu, Dewi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v36i2.2320

Abstract

Koridor Ambon-Seram di Provinsi Maluku merupakan kawasan potensial yang memiliki interaksi relatif tinggi dibanding kawasan lainnya. Meski demikian, kawasan Semenanjung Huamual di bagian barat Pulau Seram masih sulit diakses untuk distribusi barang dan komoditas masyarakat. Sejauh ini hanya mengandalkan moda pelayaran rakyat (kapal kayu dan speedboat) berukuran kecil yang beroperasi pada rute Tahoku (Pulau Seram)-Luhu (Pulau Ambon). Kondisi ini selain rentan terhadap kecelakaan, juga belum mampu melayani arus penumpang dan barang. Akibatnya masyarakat beralih ke rute lain dengan risiko biaya dan waktu perjalanan yang lebih tinggi sehingga membebani secara ekonomi dan menurunkan nilai konektivitas wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan angkutan penyeberangan pada rute Tahoku-Luhu guna meningkatkan konektivitas pada koridor antar-pulau Ambon-Seram di Provinsi Maluku. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear untuk memproyeksikan potensi dan pertumbuhan muatan berdasarkan data historis. Hasil proyeksi tersebut menjadi dasar perencanaan pola operasional, kebutuhan fasilitas transportasi, dan spesifikasi kapal yang sesuai. Analisis dilakukan dengan cakupan jangka panjang selama 20 tahun, mencakup proyeksi pergerakan penumpang, kendaraan, dan barang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pertumbuhan muatan per tahun sebesar 5% untuk penumpang, 12% untuk kendaraan roda dua, dan 50% untuk barang. Pada perencanaan jangka panjang (20 tahun rencana), jumlah pergerakan diperkirakan mencapai rata-rata 70 orang per hari, 102 kendaraan roda dua per hari, dan 62 ton barang per hari. Untuk memenuhi kebutuhan ini, pola operasional yang diusulkan meliputi kecepatan kapal sebesar 9 knot, waktu operasional pelabuhan selama enam jam per hari, dan frekuensi pelayaran sebanyak satu roundtrip per hari. Selain itu, diperlukan fasilitas tambahan berupa satu unit kapal jenis Ro-Ro, dermaga, gedung terminal seluas 135 m², serta area parkir kendaraan seluas 224,84 m².
IMPLEMENTASI EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) WITH UNCERTAINTY DEMAND AND LEAD TIME PADA PERSEDIAAN TIKET DI PT. ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO) CABANG AMBON Fira Juniarni Husein; Dian Pratiwi Sahar; Hanok Mandaku; M. Thezar Afifudin
i tabaos Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2026.6.1.38-45

Abstract

ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon merupakan salah satu perusahaan milik negara yang bergerak dalam bidang penyedia layanan transportasi dan administrasi pelabuhan penyeberangan untuk orang, mobil, dan kargo. Tiket di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon di bagi berdasarkan beberpa muatan dari masing-masing lintasan dan memiliki frekuensi pemakaian yang berbeda-beda, sehingga menyebabkan ketidakpastian permintaan serta waktu tunggu (lead time) yang tidak menentu, yang mengakibatkan kesulitan dalam manajemen persediaan tiket sehingga terjadinya over stock maupun stock out. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persediaan tiket dengan mempertimbangkan ketidakpastian permintaan dan lead time pada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon dalam menentukan total cost yang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Moving Average, Exponential Smhoothing dan Holt’s yang digunakan untuk meramalkan permintaan tiket, dan untuk persedianya digunakan metode Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh EOQ data aktual 84.073 lembar dan forecast 75.572 lembar. Nilai safety stock pada data aktual 47.164 lembar dan forecast sebanyak 43.996 lembar. Nilai ROP pada data data aktual sebanyak 76.922 lembar dan forecast sebanyak 68.040 lembar. Kemudian untuk total cost yang didapat untuk data aktual adalah Rp. 13.524.044 dan forecast sebesar Rp. 11.447.038.
ANALISIS POTENSI DEMAND ANGKUTAN PENYEBERANGAN RUTE TULEHU-MASOHI Faddil Lutfian Sangadji; Hanok Mandaku; Richard A. de Fretes
i tabaos Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2026.6.1.9-18

Abstract

Penelitian ini menganalisis karakteristik penumpang dan faktor yang memengaruhi pemilihan moda angkutan penyeberangan pada rute Tulehu–Masohi. Data diperoleh dari 100 responden melalui kuesioner stated preference dan diolah menggunakan regresi linier berganda serta regresi logistik binomial. Variabel yang diteliti adalah intensitas perjalanan (Y), tarif jasa (X1), dan waktu tempuh (X2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif dan waktu tempuh berpengaruh signifikan terhadap pemilihan moda. Model persamaan yang diperoleh adalah Y = 0,452 - 0,101 X1 - 2,022 X2 dengan proporsi 33,9% untuk KM CL 99 B dan 66,4% untuk KM Baru. Perbedaan hasil antara regresi dan uji pilihan terjadi karena uji pilihan menekankan preferensi subjektif penumpang, sementara regresi lebih objektif berdasarkan hubungan variabel. Secara umum, moda KM CL 99 B memiliki probabilitas lebih tinggi dipilih dibandingkan KM Baru. Untuk meningkatkan minat pada KM Baru, strategi yang dapat dilakukan adalah menurunkan biaya perjalanan atau memperpendek waktu tempuh.
Analisis Penerapan Yantek Optimization Terhadap Petugas Pelayanan Teknik PT PLN (Persero) UP3 Masohi Carolus Pandega Nurtyandi; Hanok Mandaku; Imelda Ch Poceratu
ARIKA Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2023.17.2.73

Abstract

PT PLN (Persero) merupakan perusahaan yang memberikan pelayanan kelistrikan, mulai dari membangkitkan tenaga listrik, menyalurkan, mendistribusikan, juga menjaga keandalan pasokan tenaga listrik. Untuk menjaga keandalan pasokan tenaga listrik, PT PLN (Persero) memiliki regu yang dinamai Petugas Pelayanan Teknik (Yantek). Dalam pelaksanaannya, untuk memantau kinerja dari Petugas Yantek, PT PLN (Persero) menyusun program yang bernama Yantek Optimization. Untuk memantau dampak pelaksanaan program pada Petugas Yantek tersebut maka dilakukan analisis program tersebut. Dilakukan pemantauan terhadap hari, jam, dan performa kerja dari masing-masing Petugas Yantek pada UP3 Masohi. Dari hasil pemantauan hari kerja efektif Petugas Pelayanan Teknik yang pada awal pelaksanaan hanya mencapai 50,43% dari shift hari yang telah ditentukan menjadi 100% di periode Desember. Untuk jam kerja efektif Petugas Pelayanan Teknik yang pada awal pelaksanaan hanya mencapai 27,34% dari jam kerja yang telah ditentukan menjadi 100% di periode Desember. Sedangkan performa kerja Petugas Pelayanan Teknik yang pada awal pelaksanaan hanya mencapai 36% dari jam kerja yang telah ditentukan menjadi 100% di periode Desember. Maka disimpulkan bahwa Yantek Optimization telah berjalan baik dan sesuai dengan tujuan yang tunjukan melalui pencapaian Produktivitas rata-rata Petugas Pelayanan Teknik.
PERENCANAAN KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR PELABUHAN PENYEBERANGAN WAILEY DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Yonas Tuny; Pieter Th. Berhitu; Hanok Mandaku
Jurnal ISOMETRI Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Jurusan Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/isometri.2026.5.1.61-65

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Wailey merupakan salah satu pelabuhan yang berperan penting untuk melayani kegiatan transportasi antar-pulau di Provinsi Maluku. Pelabuhan Penyeberangan Wailey terdapat di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pelabuhan Wailey merupakan simpul pergerakan dari Pulau Seram menuju ke Pulau Saparua dan Pulau Nusalaut melalui Pelabuhan Penyeberangan Umeputih di Desa Kulur, Pemenuhan kebutuhan infrastruktur pelabuhan penyeberangan dalam menunjang transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat disatu sisi merupakan keharusan demi menjamin kemanfaatan bagi Masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), namun disisi lain membutuhkan informasi tentang arahan perencanaan dan pengembangan, terutama perencanaan kapasitas setiap fasilitas agar sesuai dengan kebutuhan riil, dan penataan kawasan pelabuhan agar dapat berfungsi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan muatan di Pelabuhan Penyeberangan Wailey di Kabupaten Seram Bagian Barat, mengetahui kebutuhan infrastruktur Pelabuhan Penyeberangan Wailey di Kabupaten Seram Bagian Barat, merencanakan penataan kawasan Pelabuhan Penyeberangan Wailey di Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertumbuhan muatan rata-rata pada Pelabuhan Penyeberangan Wailey adalah sebesar 3,19%/tahun untuk penumpang, 9,24%/tahun untuk barang, 11,27%/tahun untuk kendaraan R-2 dan 4,94%/tahun untuk kendaraan R-4. Kebutuhan infrastruktur yang direncanakan pada Pelabuhan Penyeberangan Wailey, adalah: (1) Fasilitas ruang perairan, terdiri dari dermaga 1unit dan kapal 1unit untuk 2 trip pelayaran/hari. Sedangkan untuk fasilitas darat dibutuhkan lahan seluas 748,53 m2 untuk pengembangan gedung terminal dan areal parkir kendaraan. Kawasan Pelabuhan Penyeberangan Wailey yang direncanakan dapat menjamin kelancaran proses bongkar-muat serta keamanan dan kenyamanan pengguna.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI RENCANA PENGGANTIAN KWH METER DI PT PLN (PERSERO) UP3 TUAL Didit Sujatmoko; Hanok Mandaku; Mentari Rasyid
i tabaos Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2023.3.3.163-172

Abstract

Dalam proses distribusi tenaga listrik banyak tantangan yang harus diselesaikan salah satunya adalah susut. Pada sistem distribusi ada dua penyebab terjadinya susut yakni susut teknis dan susut non teknis. Salah satu cara untuk menurunkan susut non teknis adalah melakukan penggantian kWh meter yang sudah tua. Dari seluruh pelanggan PT PLN (Persero) UP3 Tual terdapat 3.237 pelanggan yang masih menggunakan kWh meter dengan usia diatas 15 tahun dimana hal tersebut tentu akan berpengaruh terhadap keakuratan pengukuran. Dalam melakukan analisa data yang diperoleh dari PT PLN (Persero) UP3 Tual ini maka metode yang digunakan dalam menentukan kajian ini berdasarkan dengan aspek finansial. Perhitungan finansial menggunakan kriteria investasi diantaranya, nilai sekarang (net present value), internal rate of return, keuntungan dan biaya (benefit cost ratio) dan juga menganalisis menggunakan metode payback period. Ada dua opsi yang akan yang menjadi pilihan yaitu opsi pertama penggantian kWh meter dengan disertai penggantian MCB dan opsi kedua penggantian kWh meter tanpa disertai penggantian MCB. Dari hasil kajian yang sudah dilakukan menggunakan empat metode yang dipilih, proyek penggantian kWh meter tanpa disertai penggantian MCB adalah proyek yang paling menarik untuk dilakukan.