Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE PADA PERUSAHAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN Sari, Indriani Purnama; Maitimu, Nil E.; Tutuhatunewa, Alfredo
i tabaos Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2023.3.1.9-16

Abstract

Air minum yang sehat merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan dan sangat penting bagi kehidupan manusia serta seluruh makhluk hidup karena dibutuhkan dalam berbagai macam kebutuhan seperti pertanian dan perindustrian. tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisis penerapan Good Manufacturing Practice di CV. Abadi Tiga Mandiri. Penilaian penerapan GMP terdiri dari identifikasi kondisi nyata pada ruang lingkup produksi AMDK di CV. Abadi Tiga Mandiri berdasarkan ruang lingkup GMP sesuai dengan peraturan Menteri perindustrian republik Indonesia NO. 75/M-IND/PER/7/2010. Jumlah ruang lingkup pedoman GMP terdiri dari 18 ruang lingkup. Selanjutnya dilakukan penilaian ketidaksesuian dengan membuat daftar checklist sesuai atau tidak sesuai antara kondisi nyata, kemudian menghitung jumlah presentase kondisi nyata yang sesuai serta yang tidak sesuai. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan terhadap 18 ruang lingkup bahwa penerapan aspek GMP dijalankan oleh CV. Abadi Tiga Mandiri memenuhi persyaratan-persyaratan yang ada pada Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 75/M/IND/PER/2010 tentang cara pengolahan pangan olahan yang baik (CPPOB). Hal tersebut dapat dibuktikan dengan persentase pemenuhan aspek keseluruhan sebesar 91 total item yang sesuai dari total item ruang lingkup sebanyak 131 dengan jumlah presentase sebesar 69.47% dan 40 item yang tidak sesuai dari total item ruang lingkup 131 dengan presentase penerapan sebesar 30.53%.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SAGU TUMANG DI NEGERI IHAMAHU MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN TOPSIS Laisila, Joice Farlin; Tutuhatunewa, Alfredo; de FRETES, Richard A.
i tabaos Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2023.3.2.69-78

Abstract

Luas area hutan sagu di Negeri Ihamahu mencapai 120 Ha yang dimanfaatkan oleh lebih dari 100 kepala keluarga untuk membuka usaha produksi pati sagu basah. Terdapat 34 rumah goti beroperasi secara aktif dengan rata-rata tiap usaha telah berjalan lebih dari 40 tahun. Namun usaha yang dimiliki sulit untuk mengalami perkembangan dalam kurun waktu tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha sagu tumang di Negeri Ihamahu melalu identifikasi faktor internal dan eksternal . Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuisioner, dan studi pustaka. Analisis matriks IFAS dan EFAS menghasilkan 27 faktor dengan posisi usaha sagu tumang berada pada kuadran I dengan strategi agresif danmemanfaatkan strategi S-O. Dari hasil analisis matriks SWOT, digunakan 3 alternatif pada strategi S-O sesuai posisi usaha. Pengolahan data dengan metode TOPSIS diperoleh prioritas strategi secara berturut adalah alternatif strategi 1 yaitu meningkatkan kualitas dan kealamian produk sagu dengan harga yang tetap terjangkau untuk menarik minat konsumen, alternatif 2 yaitu menjaga dan melestarikan tanaman sagu pada lahan yang dimiliki agar mudah didapat dan ketersediaan tetap terjamin dan alternatif 3 yaitu meningkatkan kualitas pelayanan untuk mempertahankan loyalitas konsumen.
IDENTIFIKASI POTENSI KLASTER INDUSTRI KECIL GULA AREN DI KABUPATEN HALMAHERA-SELATAN Forinti, Nelia Christy; Tutuhatunewa, Alfredo; Kakerissa, Ariviana L.
i tabaos Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2023.3.2.87-92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi klaster industri pengolahan produk gula aren. Penelitian ini dilakukan ]untuk melihat gambaran sebaran industri gula aren. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan data melalui pengamatan secara langsung, wawancara dan analisis menggunakan ArcGIS 10.5. Hasil penelitian menunjukan bahawa sebaran industri pengolahan gula aren di kabupaten Halmahera-Selatan memiliki rasio sebesar 0,3225518 dengan Z-score -9164604 dan signifikasi 0,000. Rasio tersebut berada dalam parameter yang menunjukan pola spatial cluster. Ini berarti sebaran industri pengolahan gula aren di kabupaten Halmahera-Selatan teridentifikasi berpotensi untuk berkembang menjadi klaster. Potensi ini ditunjukkan melalui fase dalam siklus hidup klaster industri yang dinilai berdasarkan aspek ukuran aglomerasi kelengkapan aktor yang terlibat.
ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI OVEN SPECIAL HOCKY DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING (ABC) Nur, Mutiara An; Tutuhatunewa, Alfredo; Tupan, Johan Marcus
i tabaos Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2023.3.2.79-86

Abstract

Oven special hocky merupakan salah satu produk yang diproduksi oleh UMKM di Desa Liang. Perhitungan harga pokok produksi yang diterapkan pada UMKM ini hanya berdasarkan biaya bahan baku saja. Biaya-biaya lain seperti biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik tidak diperhitungkan atau masuk ke dalam biaya tipe beban. Yang berarti biaya ini akan mengurangi laba yang diterima UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan harga pokok produksi oven special hocky yang akurat dengan menggunakan metode Activity Based Costing. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode activity based costing didapatkan hasil yang berbeda. Metode perhitungan harga pokok produksi yang diterapkan oleh UMKM sebesar Rp120.000 dan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode ABC sebesar Rp198.873,76. Hal ini berarti produk oven special hocky mengalami under costed. Perbedaan ini terjadi karena perhitungan metode UMKM tidak tepat karena tidak memperhitungkan biaya overhead dan biaya tenaga kerja langsung dalam proses produksi.
ANALISIS RANTAI NILAI IKAN ASAP DI KECAMATAN NUSANIWE DAN SIRIMAU KOTA AMBON Rani, Nani; Kakerissa, Ariviana L.; Tutuhatunewa, Alfredo
i tabaos Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.1.19-29

Abstract

Produk olahan ikan di Kota Ambon tercatat dalam bentuk Pengasapan dan Pembekuan. Pengolahan ikan asap menggunakan metode pengasapan panas secara terbuka dengan bahan bakar berupa kayu dan tempurung kelapa. Proses penyampaian dari bahan baku utama produk untuk sampai ke tangan pengolah dan sampai ke konsumen akhir pastinya akan banyak melibatkan pelaku dalam aktivitas setiap rantai. Tujuan dari penelitian ini adalah pemetaan rantai nilai ikan asap, analisis rantai nilai untuk mengetahui nilai tambah dan efisiensi pemasaran dan menggunakan Value Chain Analysis. Hasil yang diperoleh pemetaan rantai nilai pada ikan asap dilakukan dengan identifikasi setiap pelaku-pelaku rantai nilai yaitu nelayan, cold stage, pedagang pengumpul, pelaku usaha, pedagang pengecer dan konsumen akhir. Rantai nilai ikan asap yang memiliki nilai tambah yang besar yaitu saluran pemasaran keempat yaitu Rp. 47.000/kg. Untuk saluran pemasaran yang efisien yaitu saluran pemasaran ketujuh karena nilai Famer`s Share (FS) 86% lebih besar dari Marjin pemasaran (MP) 14%. Dengan konsep Porter, identifkasi dan analisis aktivitas-aktivitas produksi ikan asap dikatakan bahwa kualitas produksi ikan asap mendapatkan nilai tambah yang cukup besar dengan adanya startegi pemasaran produksi ikan asap dari pelaku ikan asap di Kec. Sirimau dan Nusaniwe, Kota Ambon.
STRATEGI PENGEMBANGAN IKM BERBASIS MARITIM DI DESA KAWA Sari, Wa; Tutuhatunewa, Alfredo; de Fretes, Richard A.
i tabaos Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.1.1-7

Abstract

Desa Kawa merupakan salah satu daerah yang kaya akan sumber daya maritim, terutama ikan tuna. Namun potensi ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat desa Kawa. IKM bakso ikan merupakan salah satu jajanan yang laris di desa Kawa, tetapi usaha tidak berkembang dan tidak berproduksi setiap hari. Penelitian ini menggunakan metode SWOT untuk menganalisis strategi pengembangan IKM di desa Kawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan IKM bakso ikan melalu identifikasi faktor internal dan eksternal. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuisioner, dan studi pustaka. Analisis matriks IFAS dan EFAS menghasilkan 22 faktor dengan posisi IKM bakso ikan berada pada kuadran I dengan strategi agresif dan strategi dari hasil analisis matriks SWOT, digunakan strategi SO pengembangan Produk Inovatif dan Segmentasi Pasar yang Lebih Luas (S1, S2, O2, 05, 07 ). Prioritas strategi pengembangan IKM POKLAHSAR adalah strategi WO.
PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DALAM PEMILIHAN PENYEDIA LAYANAN INTERNET Mancino, Jessyca A.; Tutuhatunewa, Alfredo; Poceratu, Imelda Ch.
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.161-165

Abstract

Penyedia layanan internet saat ini menawarkan layanan yang beragam kepada konsumen, dengan berbagai pilihan yang sering kali membingungkan. Pemilihan penyedia layanan internet yang tepat sangat penting untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan akan konektivitas yang andal dan berkualitas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memilih penyedia layanan internet yang paling banyak dipilih berdasarkan kebutuhan dan kriteria yang diinginkan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penggunaan metode AHP memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih terstruktur, karena AHP mempertimbangkan berbagai kriteria dan sub-kriteria secara hierarkis. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa aktif program studi Teknik Industri, dengan pengambilan sampel sebanyak 30 mahasiswa, secara non-probabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang menjadi prioritas dalam pemilihan penyedia layanan internet adalah Promo. Sementara, Kartu SimPATI menjadi alternatif pilihan bagi para pengguna internet dibandingkan IM3 dan Kartu AS. Dengan kata lain, Kartu SimPATI lebih memenuhi kriteria pemilihan penyedia layanan internet pilihan konsumen.
PENINGKATAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP JASA J&T EXPRESS TELUK AMBON Soumokil, Boy; Tutuhatunewa, Alfredo; Tupan, Johan M.
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.166-169

Abstract

J&T Express Teluk Ambon, yang merupakan penyedia jasa pengantaran barang di kota Ambon, dituntut untuk senantiasa memberikan pelayanan yang berkualitas. Masalah keterlambatan pengantaran barang, kondisi barang yang rusak saat diterima, hingga terjadinya kesalahan komunikasi antara kurir dengan pelanggan, merupakan hal yang sering dikeluhkan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan jasa J&T Express Teluk Ambon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner google form bagi para pelanggan yang telah menggunakan jasa J&T Express Teluk Ambon. Metode analisis data yang digunakan adalah Servqual dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis Servqual menunjukan gap 5 secara keseluruhan bernilai negatif. Hasil analisis IPA menunjukan variabel yang berada pada kuadran 1 adalah variabel tangible dan responsiveness. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan jasa J&T Express Teluk Ambon masih rendah, karena kondisi aktual yang dirasakan lebih rendah dari ekspektasi pelanggan.
ANALISIS RANTAI NILAI PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH TENUN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Ratu, Petra Junior; Tutuhatunewa, Alfredo; Camerling, Billy J.
i tabaos Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.2.104-114

Abstract

Tenun adalah kain tradisional yang biasa digunakan acara adat, budaya dan bahkan dalam keseharian di Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini, rantai nilai digunakan untuk mencari dan menentukan saluran rantai nilai yang paling efektif dan efisien. Identifikasi menggunakan konsep Porter (1985), Pemetaan (Mapping) dan Analisis Nilai tambah (Value Added), merupakan alat dan konsep yang menjadi bagian dari proses penelitian ini. Dengan begitu, analisis rantai nilai menghasilkan sebanyak 6 saluran pemasaran dengan alur yang berbeda-beda mulai dari petani hingga konsumen akhir. Margin pemasaran dan nilai tambah tertinggi untuk produk tenun selendang ada pada saluran ke-3 jenis tenunan Buna (70,38%, Rp 281.500/pcs), dan terendah pada saluran ke-2 jenis Futus (61,00%, Rp 122.000/pcs). Untuk sarung, tertinggi pada saluran ke-1 jenis Buna (67,88%, Rp 271.500/pcs) dan terendah pada saluran ke-2 jenis Futus (60,80%, Rp 152.000/pcs). Untuk selimut, tertinggi pada jenis Buna (78,87%, Rp 622.000/pcs) dan terendah pada jenis Futus (71,40%, Rp 287.000/pcs).
Integration of SCOR Model and AHP to Measure the Shipyard Supply Chain Performance: A Case Study Tutuhatunewa, Alfredo; Maitimu, Nil Edwin; Hukunala, Lely Marlen
Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri Vol. 25 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jti.25.2.169-178

Abstract

A shipyard is an industry engaged in the construction or repair of ships. A shipyard's ability to complete its production depends on the supply chain. Its suppliers supply all the equipment and materials needed for shipbuilding and maintenance. The shipbuilding sector's supply chain's performance level must be measured to determine how well the existing process flow works. The research was conducted at the PT Dock and a shipyard company in Maluku, Indonesia. The measurement integrates the SCOR and AHP models to determine the existing supply chain performance. The data are collected through questionnaires and from the company archives. The study's findings demonstrate how simple it is to integrate the SCOR model with AHP to assess the shipbuilding sector's supply chain performance. The research proposes 21 KPIs. Those KPIs are constructed from literature studies and interviews with shipyard management. One of the AHP findings in this study states that the most important phase in the shipbuilding industry's supply chain is planning.