Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

Analysis Of The Effectiveness Of Treatment Of Gangrene Footwear With Hydrogel In Diabetes Mellitus Patients In Catleya Room Rsd Dr. Soebandi Jember: Analisis Efektivitas Penanganan Gangrene Kaki Dengan Hydrogel Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Ruang Catleya, Rsd Dr. Soebandi Jember Ika Hestri; Ruris Haristiani; Jon Hafan Sutawardana; Sri Wahyuningsih
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v12i1.1568

Abstract

Penderita diabetes melitus rentan terhadap infeksi kaki yang menyebabkan kematian jaringan oleh obstruksi pembuluh darah yang memberikan nutrisi kepada jaringan yang biasa terjadi pada ekstermitas bawah atau disebut gangren pedis. Perawatan luka dengan menggunakan hydrogel merupakan salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangren pedis. Karya ilmiah ini bertujuan mengetahui efektifitas asuhan keperawatan perawatan luka gangren pedis menggunakan bahan hydrogel pada pasien diabetes melitus. Asuhan keperawatan dilakukan selama 3 hari dengan intervensi utama yakni perawatan luka dengan observasi hasil intervensi menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Setelah dilakukan intervensi, hasil menunjukkan adanya peningkatan kondisi luka dan penurunan keluhan nyeri pasien. Pada hari pertama perawatan pasien mengeluh nyeri skala NRS 4 (sedang), ukuran luka lebar 2,5 cm dan panjang 4 cm, terdapat jaringan nekrotik berwarna hijau kehitaman tidak keras, berbau, kulit sekitar luka berwarna gelap, tepi luka terlihat. Pada hari ketiga perawatan, pasien mengatakan nyeri berkurang menjadi skala 2 (ringan), ukuran luka lebar 2,5 cm dan panjang 4 cm, jaringan nekrotik berkurang banyak, bau berkurang, kulit sekitar luka berwarna pucat/putih, tepi luka terlihat menyatu dengan dasar luka. Perawatan luka menggunakan hydrogel pada luka gangren efektif dilakukan karena menunjukkan perubahan dalam 3 hari perawatan. Diharapkan untuk analisis selanjutnya dapat memberikan intervensi lebih lama agar dapat menunjukkan efektifitas perawatan luka lebih rinci dan baik.
Analysis of the Effectiveness of Pain Management with Benson Relaxation Technique and 0.9% NaCl Compress in DVT (Deep Vein Thrombosis) Patient : Analisis Efektivitas Manajemen Nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson dan Kompres NaCl 0,9% pada Pasien DVT (Deep Vein Thrombosis) Badrus Sholeh; Ruris Haristiani; Rondiantho; Sri Wahyuningsih
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v11i2.1628

Abstract

Deep vein thrombosis (DVT) is a condition where a blood clot forms in the deep venous circulatory system. Generally, patients experience pain, swelling, increased visibility of skin veins, erythema, cyanosis, and fever. Benson relaxation technique and 0.9% NaCl compress is a combination of nursing interventions that can support the success of medical interventions to overcome changes in the pain scale. This scientific work aims to determine the effectiveness of nursing care in deep vein thrombosis patients with the application of Benson relaxation techniques and 0.9% NaCl compresses. Not through research ethics tests because interventions are commonly applied and only observations are made on the value of changes in the pain scale. Nursing care is given to Mr. C for 3 consecutive days with the application of the Benson relaxation technique and 0.9% NaCl compress. There was no decrease in pain scale on the first day with a pain scale of 6 (NRS). However, there was a decrease in the pain scale on the second and third days with pain scales of 4 and 2. Case analysis showed that Benson relaxation provides a sense of comfort and relaxation resulting in endorphins that affect pain impulses and 0.9% NaCl compresses provide skin stimulation thereby reducing pain transmission through C and delta A fibers are small in diameter, so that the synaptic gate closes the transmission of pain impulses. These results cannot be separated from the provision of other interventions. It is expected that nurses can optimally educate patients about the effectiveness of Benson's relaxation techniques and 0.9% NaCl compresses and carry out them according to standard operating procedures during treatment in hospitals and at home.   Deep vein Thrombosis (DVT) adalah suatu kondisi terbentuknya bekuan darah dalam sistem peredaran vena dalam. Umumnya pasien mengalami nyeri, bengkak peningkatan visibilitas vena kulit, eritema, sianosis,  dan demam. Teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9% adalah kombinasi intervensi keperawatan yang dapat menunjang keberhasilan intervensi medis untuk mengatasi perubahan pada skala nyeri. Karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas asuhan keperawatan pada pasien deep vein thrombosisi  dengan penerapan teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9%. Tidak melalui uji etik penelitian karena intervensi lazim diterapkan dan hanya dilakukan pengamatan terhadap nilai perubahan dari skala nyeri. Asuhan keperawatan diberikan pada Tn. C selama 3 hari berturut-turut dengan penerapana teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9%. Tidak terjadi penurunan skala nyeri pada hari pertama dengan skala nyeri 6 (NRS). Akan tetapi terjadi penurunan skala nyeri pada hari kedua dan ketiga dengan skala nyeri 4 dan 2. Analisa kasus menunjukkan relaksasi benson memberikan rasa nyaman dan rileks sehingga menghasilkan endorphine yang mempengaruhi impuls nyeri dan kompres NaCl 0,9% memberikan stimulasi kulit sehingga mengurangi transmisi nyeri melalui serat C dan delta A berdiameter kecil, sehingga gerbang sinaptik menutup transmisi impuls nyeri. Hasil ini tidak lepas dari pemberian intervensi lain. Diharapkan perawat secara optimal dapat melakukan edukasi kepada pasien tentang efektivitas teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9% serta menjalankannya sesuai standar operasional prosedur saat perawatan di rumah sakit maupun di rumah.