Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Storytelling Therapy Effectively Reduces Anxiety in Children with Leukemia at DR Wahidin Sudirohusodo General Hospital Makassar Haristiani, Ruris; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Susaldi, Susaldi
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 12 No 02 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 12 Number 02 June 2022
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.03 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v12i02.1877

Abstract

Background: Children with leukemia are prone to experience anxiety due to various factors. Moreover, side effects of chemotherapy such as diarrhea, nausea, and vomiting add stress to the children. Storytelling therapy can be used as one of the non-pharmacological methods to reduce anxiety in children. Objectives: seeing the effectiveness of storytelling therapy with audio-visual media in reducing anxiety in children with leukemia. Methods: quantitative research with quasi-experimental: pretest-posttest without a control group. Anxiety in children is measured by Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) instrument. Statistical test with the Wilcoxon signed-rank test with α = 0,05. Results: There is a decrease in anxiety levels in children with leukemia after being given story-telling therapy. Based on data analysis by the Wilcoxon test, p: 0.000 means story-telling therapy is effective in reducing anxiety in children with leukemia at RSUP DR Wahidin Sudiro Husodo Hospital Makassar. Conclusion: Storytelling therapy with audio-visual media is effective in reducing anxiety levels in children with leukemia.
Analysis Of The Effectiveness Of Treatment Of Gangrene Footwear With Hydrogel In Diabetes Mellitus Patients In Catleya Room Rsd Dr. Soebandi Jember: Analisis Efektivitas Penanganan Gangrene Kaki Dengan Hydrogel Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Ruang Catleya, Rsd Dr. Soebandi Jember Ika Hestri; Ruris Haristiani; Jon Hafan Sutawardana; Sri Wahyuningsih
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v12i1.1568

Abstract

Penderita diabetes melitus rentan terhadap infeksi kaki yang menyebabkan kematian jaringan oleh obstruksi pembuluh darah yang memberikan nutrisi kepada jaringan yang biasa terjadi pada ekstermitas bawah atau disebut gangren pedis. Perawatan luka dengan menggunakan hydrogel merupakan salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangren pedis. Karya ilmiah ini bertujuan mengetahui efektifitas asuhan keperawatan perawatan luka gangren pedis menggunakan bahan hydrogel pada pasien diabetes melitus. Asuhan keperawatan dilakukan selama 3 hari dengan intervensi utama yakni perawatan luka dengan observasi hasil intervensi menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Setelah dilakukan intervensi, hasil menunjukkan adanya peningkatan kondisi luka dan penurunan keluhan nyeri pasien. Pada hari pertama perawatan pasien mengeluh nyeri skala NRS 4 (sedang), ukuran luka lebar 2,5 cm dan panjang 4 cm, terdapat jaringan nekrotik berwarna hijau kehitaman tidak keras, berbau, kulit sekitar luka berwarna gelap, tepi luka terlihat. Pada hari ketiga perawatan, pasien mengatakan nyeri berkurang menjadi skala 2 (ringan), ukuran luka lebar 2,5 cm dan panjang 4 cm, jaringan nekrotik berkurang banyak, bau berkurang, kulit sekitar luka berwarna pucat/putih, tepi luka terlihat menyatu dengan dasar luka. Perawatan luka menggunakan hydrogel pada luka gangren efektif dilakukan karena menunjukkan perubahan dalam 3 hari perawatan. Diharapkan untuk analisis selanjutnya dapat memberikan intervensi lebih lama agar dapat menunjukkan efektifitas perawatan luka lebih rinci dan baik.
Analysis of the Effectiveness of Pain Management with Benson Relaxation Technique and 0.9% NaCl Compress in DVT (Deep Vein Thrombosis) Patient : Analisis Efektivitas Manajemen Nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson dan Kompres NaCl 0,9% pada Pasien DVT (Deep Vein Thrombosis) Badrus Sholeh; Ruris Haristiani; Rondiantho; Sri Wahyuningsih
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v11i2.1628

Abstract

Deep vein thrombosis (DVT) is a condition where a blood clot forms in the deep venous circulatory system. Generally, patients experience pain, swelling, increased visibility of skin veins, erythema, cyanosis, and fever. Benson relaxation technique and 0.9% NaCl compress is a combination of nursing interventions that can support the success of medical interventions to overcome changes in the pain scale. This scientific work aims to determine the effectiveness of nursing care in deep vein thrombosis patients with the application of Benson relaxation techniques and 0.9% NaCl compresses. Not through research ethics tests because interventions are commonly applied and only observations are made on the value of changes in the pain scale. Nursing care is given to Mr. C for 3 consecutive days with the application of the Benson relaxation technique and 0.9% NaCl compress. There was no decrease in pain scale on the first day with a pain scale of 6 (NRS). However, there was a decrease in the pain scale on the second and third days with pain scales of 4 and 2. Case analysis showed that Benson relaxation provides a sense of comfort and relaxation resulting in endorphins that affect pain impulses and 0.9% NaCl compresses provide skin stimulation thereby reducing pain transmission through C and delta A fibers are small in diameter, so that the synaptic gate closes the transmission of pain impulses. These results cannot be separated from the provision of other interventions. It is expected that nurses can optimally educate patients about the effectiveness of Benson's relaxation techniques and 0.9% NaCl compresses and carry out them according to standard operating procedures during treatment in hospitals and at home.   Deep vein Thrombosis (DVT) adalah suatu kondisi terbentuknya bekuan darah dalam sistem peredaran vena dalam. Umumnya pasien mengalami nyeri, bengkak peningkatan visibilitas vena kulit, eritema, sianosis,  dan demam. Teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9% adalah kombinasi intervensi keperawatan yang dapat menunjang keberhasilan intervensi medis untuk mengatasi perubahan pada skala nyeri. Karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas asuhan keperawatan pada pasien deep vein thrombosisi  dengan penerapan teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9%. Tidak melalui uji etik penelitian karena intervensi lazim diterapkan dan hanya dilakukan pengamatan terhadap nilai perubahan dari skala nyeri. Asuhan keperawatan diberikan pada Tn. C selama 3 hari berturut-turut dengan penerapana teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9%. Tidak terjadi penurunan skala nyeri pada hari pertama dengan skala nyeri 6 (NRS). Akan tetapi terjadi penurunan skala nyeri pada hari kedua dan ketiga dengan skala nyeri 4 dan 2. Analisa kasus menunjukkan relaksasi benson memberikan rasa nyaman dan rileks sehingga menghasilkan endorphine yang mempengaruhi impuls nyeri dan kompres NaCl 0,9% memberikan stimulasi kulit sehingga mengurangi transmisi nyeri melalui serat C dan delta A berdiameter kecil, sehingga gerbang sinaptik menutup transmisi impuls nyeri. Hasil ini tidak lepas dari pemberian intervensi lain. Diharapkan perawat secara optimal dapat melakukan edukasi kepada pasien tentang efektivitas teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9% serta menjalankannya sesuai standar operasional prosedur saat perawatan di rumah sakit maupun di rumah.  
The Self-Efficacy and Disaster Preparedness of Coastal Nurse in Jember: Self-Efficacy and Disaster Preparedness of Coastal Nurse in Jember Adi Yunanto, Rismawan; Rondhianto; Setioputro, Baskoro; Haristiani, Ruris
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v11i2.442

Abstract

Coastal areas in Jember Regency have a high risk of getting a big impact if an earthquake and tsunami. These potential disasters force all elements to be prepared to face disasters that can arise anytime, including nurses in the Coastal Public Health Center of Jember. Self-efficacy is thought to have a relationship in improving nurse preparedness in dealing with disaster situations. The aim of this research is to analyze and describe the relationship between the self-efficacy of coastal nurses and the level of preparedness of nurses in dealing with earthquakes and tsunamis in Jember. This study was a correlational research study with a cross-sectional approach. The population of this study was 161 nurses. The sampling method used was convenience sampling, with the total number of nurses participating in this study was 144. We used two main questionnaires to collect the data: the General Self-Efficacy (GSE) and the Disaster Preparedness Evaluation Tool (DPET). We analyzed the data using Pearson Product moment with a significant level (α) =0.05. We found a significant correlation between the disaster preparedness and self-efficacy of the coastal nurse in Jember with a p-value of 0,008 (< 0.05). The degree of relationship was 0.619, which is considered significant and positive. There is a relationship between self-efficacy and nurse preparedness in dealing with disasters. The association is in a positive direction, meaning that the higher the level of self-efficacy, the higher the nurse's disaster preparedness. Keyword: Disaster Preparedness, Self-efficacy, Coastal nurse, Coastal Areas of Jember
Hubungan Gejala Klinis (Demam, Pusing/Sakit Kepala, Nyeri Otot/ Sendi, Muntah, Perdarahan gusi) dengan Derajat Keparahan Infeksi Dengue Nurlim, Risma; Haristiani, Ruris
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol. 4 No. 1 - Juli 2022)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The progression of dengue hemorrhagic infection varies on everyone. Assessing the severity of dengue degree as early as possible determine the patients prognosis and is required for adequate management, preventing shock and further bleeding. Clinical symptoms can be monitored and different in each degree of dengue so that it is can be used for vigilance and monitoring of dengue patients. Objectives: To determine the association between clinical symptoms with severity degree of dengue hemorrhagic fever. Method: This research was an analytic observational study with prospective cohort design at RSUD Sleman and RSUD Panembahan Senopati Bantul, DIY. Subject of the research was determined from medical records and anamnesis using questionnaire on the first day of hospital admission and following during treatment. Statistical analysis was used bivariate analysis following by multivariate analysis on variables that have p<0,05 with CI=95%. Result: Seventy-two patient were included in this study consisting of 46 severe dengue patients and 26 mild dengue patients. Severe dengue was most commonly experienced by the age of 19-65 years and male gender. The average of fever length is 4 days and hospitalization length are 6 days. Clinical symptom fever, headache, myalgia, arthralgia, petechiae, nose bleeding and bleeding gum are not significant with dengue degrees while vomiting (OR=16,434), were an association with dengue degrees. Conclusion: There is an association between clinical symptoms vomiting with dengue degree.
Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana pada Masyarakat Melalui Video Edukasi Rawan Bencana Tanah Longsor dan Pemetaan Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor di Desa Kemuning Lor Haristiani, Ruris; Siswoyo, Siswoyo; Murtaqib, Murtaqib; Kusumaningtyas, Prasita; Maskuro, Indah Sofiatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v3i1.173

Abstract

Latar Belakang: Bencana merupakan peristiwa yang tidak dapat diprediksi dan dapat membahayakan nyawa manusia. Bencana dapat berupa banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Kabupaten Jember merupakan daerah yang rawan terjadi tanah longsor dan banjir. Indeks risiko bencana tanah longsor di Jember yaitu 123.65 dan termasuk dalam kategori sedang. Pemberian edukasi mengenai bencana tanah longsor melalui video dan pemetaan daerah rawan bencana merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan dalam rangka penanggulangan bencana dengan mitigasi dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Tujuan: Untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada masyarakat  di daerah rawan bencana tanah longsor di desa Kemuning Lor. Metode: Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu pembuatan dan penyebaran video edukasi, pembuatan peta rawan bencana tanah longsor, dan penyebaran kuesioner kesiapsiagaan bencana. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu masyarakat desa Kemuning Lor terutama peragkat desa, bidan dan perawat desa, karang taruna, kelompok tani dan juga di sekolah-sekolah desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Hasil: Hasil uji Wilcoxon dari pre-test dan post-test kuesioner kesiapsiagaan bencana memiliki hasil 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan masyarakat mengenai  kesiapsiagaan bencana  sebelum dan sesudah dilakukan penyebaran video edukasi dan pemetaan daerah rawan bencana tanah longsor. Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan video dan pemetaan daerah rawan bencana tanah longsor. Kegiatan tersebut perlu diadakan secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan serta dapat mengevaluasi pemahaman mengenai kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana tanah longsor.
How spirituality strengthens community resilience to flood disasters Setioputro, Baskoro; Haristiani, Ruris; Iksafani, Moh Afif Jakaria; Yunanto, Rismawan Adi
Jurnal Penelitian Vol. 21 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jp.v21i1.13281

Abstract

Flood is one of the natural disasters that often occurs in Indonesia. Floods that threaten and disrupt people's lives cause casualties, environmental damage, loss of property, and psychological impacts. The community's ability to deal with disasters well through the process of adaptation and maintaining self-functions so that they return to their original state before the disaster occurs. Spirituality has an important role in forming a resilient individual. Individuals with good spirituality have a strong relationship with their God, fellow human beings, and even with themselves. The purpose of this study was to determine the relationship between spirituality and community resilience to floods in Wonoasri Village, Tempurejo District, Jember. The independent variable of this research is spirituality and the dependent variable is disaster resilience. This research is a correlational study with a cross-sectional approach. Sampling using the g-power application with the results of 193 respondents. Data collection using the DSES questionnaire and resilience questionnaire. Data analysis used Kendall's Tau C test with a p-value <0.05. The results of this study indicate a positive relationship between the two variables. There is a relationship between spirituality and resilience to floods in Wonoasri Village, Tempurejo Jember district (α = 0.000 or α < 0.05. Correlation coefficient 0.279). This research shows that the higher the level of spirituality, the higher the level of resilience possessed.
Optimalisasi level kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami kelompok rentan melalui disaster empowerment center Setioputro, Baskoro; Yunanto, Rismawan Adi; Haristiani, Ruris; Rokhmah, Dewi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i1.22676

Abstract

Latar Belakang: Indonesia yang terletak di Cincin Api Bumi memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami, khususnya di wilayah pesisir selatan seperti Kabupaten Jember. Desa Sabrang di Jember merupakan wilayah dengan kesiapsiagaan bencana yang belum optimal, terutama di kalangan kelompok rentan seperti lansia, difabel, ibu hamil, dan ibu dengan balita. Tujuan: untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada kelompok rentan melalui program DEC. Metode: Program DEC ini menggunakan pendekatan pemberdayaan bagi kelompok rentan di Desa Sabrang melalui serangkaian edukasi dan pelatihan intensif pada Juni hingga Oktober 2024. Tahapan meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan, pelaksanaan, serta diseminasi dengan monitoring dan evaluasi. Hasil: Hasil program DEC menunjukkan peningkatan kesiapsiagaan kelompok rentan di Desa Sabrang dalam menghadapi bencana, terutama dalam aspek peningkatan pengetahuan tentang bencana (dari 56,17 menjadi 66,71), perencanaan kegiatan bencana (dari 5,38 menjadi 6,30), pemahaman peringatan bencana (dari 2,07 menjadi 3,33), serta mobilisasi sumber daya (dari 1,63 menjadi 3,42). Peningkatan ini mencerminkan kemampuan kelompok rentan dalam memahami risiko bencana, menyusun rencana kesiapsiagaan, merespons peringatan dini, serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Kesimpulan: Program Disaster Empowerment Center di Desa Sabrang berhasil meningkatkan kesiapsiagaan kelompok rentan, khususnya dalam pengetahuan bencana, perencanaan, peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan komunitas efektif dalam membangun ketangguhan bencana dan dapat direplikasi di wilayah berisiko tinggi lainnya.
Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Banjir Melalui Edukasi Video Animasi dan Simulasi di SMPN 3 Ambulu Jember Haristiani, Ruris; Setioputro, Baskoro; Yunanto, Rismawan Adi; Al Alawi, Rafi Izuddin; Zahra, Annisa
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v2i1.42

Abstract

Bencana banjir termasuk kedalam permasalahan glodal yang dihadapi hampir seluruh Negara di dunia. Insiden dan korban terkait bencana banjir adalah yang tertinggi dalam skala global yaitu 55%. Pengetahuan merupakan faktor kunci dalam kesiapsiagaan yang mempengaruhi sikap untuk siap dan siaga menghadapi bencana. Sikap kesiapsiagaan terhadap bencana memerlukan adanya edukasi tentang kebencanaan. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana banjir siswa SMPN 3 Ambulu. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat mengenai Kesiapsiagaan Bencana Banjir yaitu edukasi video animasi dan simulasi evakuasi terkait bencana banjir. Hasil uji Wilcoxon nilai Sig < 0,05 menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesiapsiagaan bencana banjir melalui media berupa video edukasi. Kesimpulannya terdapat pengaruh penggunaan video edukasi terhadap pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan bencana banjir.
PENGARUH PEMBERIAN ORAL HYGIENE DENGAN POVIDONE IODINE 1% TERHADAP PENCEGAHAN KEJADIAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) DI RUANG ICU RSUD dr. HARYOTO LUMAJANG Ni Komang Tri Pramesuari; Ruris Haristiani; Adi Yunanto Adi Yunanto; Yudho Tri Handoko
JURNAL ILMIAH KEPERAWATAN ALTRUISTIK Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan Altruistik (JIKA)
Publisher : Institut Kesehatan Hermina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48079/jika.v7i2.115

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) is a lung parenchymal infection that occurs in patients after using mechanical ventilation for 48-72 hours. Patients with ventilator associated pneumonia (VAP) will show new or progressive infiltrates on chest x-ray, experience systemic infections such as fever and changes in white blood cell count, changes in sputum characteristics, and indicate detection of the causative agent in patients with VAP. Preventive measures to prevent the occurrence of VAP in ICU is oral hygiene. Oral hygiene is an oral care procedure to clean the mouth, teeth and gums using 1% povidone iodine. This study aims to evaluate the effect of administering oral hygiene with 1% Povidone Iodine in preventing Ventilator Associated Pneumonia (VAP) in patient users. Mechanical Ventilator in the ICU at Dr. Haryoto Lumajang Hospital. The research method used is a case study method. The research instrument used in this research is Standard Operating Procedures (SOP). Modified Clinical Pulmonary Infection Score (MCPIS) observation sheet. The results showed that the MCPIS score from day 1 to day 8 was ?5 so that the patient was declared not diagnosed with VAP after being given oral hygiene intervention with povidone iodine 1% with a frequency of 2 times a day for 8 days. It is hoped that this research will be an effort to prevent the occurrence of VAP in patients using mechanical ventilators and be able to reduce patient mortality rates.