Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI DRYING DENGAN GREEN HOUSE EFFECT UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PRODUKSI DAUR ULANG PLASTIK PADA DR PLASTIK GUNUNGKIDUL Wahyuningtyas, Dewi; Sukmawati, Paramita Dwi; Purwanto, Yuli
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2121

Abstract

DR Plastik is a creative industry in the field of plastic recycling located in Putat Village, Patuk District, Gunungkidul. The number of employees at DR Plastik is 25 people, both as waste sorters, shredding machine operators, washers and administrators. The production capacity of recycled plastic waste is ± 2 tons/day. The plastic waste is processed in the form of dry plastic shreds and resold. Current conditions, the drying process at DR Plastik still takes 2-3 days manually (during the rainy season). This condition makes production run ineffectively and causes product quality to decrease due to uneven drying. The aim of the program is to create drying room technology with a green house effect. This program involves several stages such as coordination with DR Plastik partners regarding the drying room area, procurement of materials and tools, manufacturing a drying room with green house effect, training, and monitoring and evaluation. The result of implementing the program is a drying room with a green house effect measuring 6x10 m2 with a transparent galvalum roof. Galvalum has advantages in terms of resistance to impact, high structural strength, and has good heat absorption capacity, so that the temperature in the building remains comfortable. Apart from that, the production of rainwater channels is centralized in the production process, so that the dried plastic is safe from rainwater. This program shows a significant increase in employee knowledge and skills regarding the use of drying rooms. Apart from that, the drying process has become more effective and efficient from 2-3 days (during the rainy season) to 1 day (during the rainy season) and the production of dry plastic shreds ready for sale has increased by 75%.
ANALISIS KONSUMSI ENERGI DAN SISTEM PENCAHAYAAN PADA GEDUNG BARAT KAMPUS III IST AKPRIND YOGYAKARTA Warisaura, Angge Dhevi; Sukmawati, Paramita Dwi
Eksergi Vol. 18 No. 1 (2022): JANUARI 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.02 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v18i1.3208

Abstract

Sistem pencahayaan di Gedung Barat Kampus III IST AKPRIND memiliki intensitas cahaya yang kecil akibat adanya bangunan baru di samping gedung, hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam pencahayaan di suatu bangunan maupun ruangan adalah masalah penggunaan energi dalam sistem pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis intensitas pencahayaan dan profil penggunaan energi/konsumsi energi listrik pada gedung dan upaya optimasi sistem pencahayaannya, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara kualitatif dengan observasi secara langsung di lapangan dan wawancara dengan pihak terkait.  Hasil perhitungan konsumsi energi dari pencahayaan ruangan di seluruh lantai gedung adalah 1396,56 kWh/bulan, nilai IKE semua lantai bernilai sangat efisien sesuai Per Men ESDM no.13 tahun 2012, sebesar 0,8 kWh/m2/bulan (kurang dari 8.5 kWH/m2/bulan), penggunaan daya listrik dari pencahayaan ruangan di gedung sebesar 3 -3,35 W/m2 sistem pencahayaan pada gedung, terdapat 23 ruangan yang kuat pencahayaannya masih kurang dari standar SNI 03-6197-2000. Upaya pengkondisian dan optimasi sistem pencahayaan dapat dilakukan dengan cara mengganti lampu yang memiliki luminous flux lebih tinggi, atau memakai lampu LED yang menggunakan SMPS (Switched Mode Power Supply), atau mengupayakan pencahayaan alami siang hari (PASH).
Studi Kemampuan Kombinasi Kayu Apu (Pistia Stratiotes) dan Zeolit terhadap Penurunan Warna, COD, TSS Limbah Pewarna Remazol Red Rb Warisaura, Angge Dhevi; Sukmawati, Paramita Dwi; Reza, Irsyad Briantama
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan air yang tercemar zat warna sintetik paling sederhana dan biaya murah adalah pengolahan secara kimia dengan adsorpsi zeolit. Mengandalkan adsorpsi menggunakan zeolit dalam menurunkan kandungan zat warna sintetis dalam air tidak cukup efektif dikarenakan setiap adsorben memiliki kapasitas penjerapan tertentu. Melihat hal tersebut, adsorpsi dengan zeolit perlu dikombinasikan dengan metode fitoremediasi agar proses penurunan logam berat kromium lebih signifikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi kayu apu (Pistia Stratiotes) dan zeolit terhadap pengurangan warna, COD, TSS pada limbah pewarna sintetik Remazol Red B. Penelitian ini menggunakan empat bak percobaan berbahan dasar PVC (polivinil klorida) vol. 7 liter yang telah disiapkan masing–masing diisi air simulasi cemaran sebanyak 6 liter. Masing-masing perlakukan dilakukan dengan sistem batch dengan perlakuan masing-masing bak yaitu : Perlakuan A menggunakan 0 g kayu apu dan 150 g zeolit, Perlakuan B menggunakan 50 g kayu apu dan 100 g zeolit, Perlakuan C menggunakan 100 g g kayu apu dan 50 g zeolit, serta Perlakuan D menggunakan 150 g kayu apu dan 0 g zeolit. Pengambilan sampel air limbah dari outlet dilakukan setiap setiap tiga hari sekali (hari ke-0,3,6,9,12) sebanyak 600 mL sampai hari ke 12, tanpa penambahan larutan zat warna sintesis Remazol Red Rb. Pengukuran kadar pH dilakukan dengan pH meter, kadar COD diukur dengan menggunakan metode analisis Dichromate Oxidation (SNI 6989.2:2009), kadar TSS diukur dengan metode analisis Gravimetri (SNI 06-6989.3-2004 ), analisis kadar warna menggunakan metode spectrophotometry (APHA Method 8025. Hasil dari penelitian ini menunjukan penurunan zat warna, kadar COD, dan TSS. Penurunan maksimal didapatkan pada hari ke-6 dengan hasil Warna 1216,7 PtCo, TSS sebesar 4,4 mg/L dan COD sebesar 68,73 mg/L. Pada parameter Warna masih melebihi baku mutu limbah sehingga diperlukan pengolahan lebih khusus. Efisiensi penurunan ketiga parameter tertinggi ada pada KA dan KB daripada KC dan KD.