Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Sistem Monitoring Debit Inflow untuk Operasi Harian Pembangkit PLTA Bakaru La Ode Musa; Yiyin Klistafani; Rudi Sumarwanto
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.137 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v18i1.2239

Abstract

Tingginya kebutuhan akan sumber daya energi listrik menuntut manusia untuk memanfaatkan sumber energi yang terkandung di alam sebaik mungkin. Pemanfaatan energi terbarukan menjadi sumber energi listrik merupakan salah satu upaya yang harus di tingkatkan, Indonesia memiliki potensi air cukup besar yang bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik, sumber energi listrik yang berasal dari energi air mempunyai beberapa masalah salah satunya dalam memaksimalkan penggunaan air pada bendungan, perencanaan yang baik akan memaksimalkan penggunaan air untuk pembangkitan. Adapun tujuan dari penelitian adalah membuat sistem monitoring debit inflow untuk operasi harian pembangkit PLTA Bakaru. Pengambilan data penelitian ini berlokasi di PLTA Bakaru. Data diperoleh dari data pencatatan harian, laporan Bulanan dan laporan Pengusahaan. Pengambilan data penelitian ini dilakukan secara realtime pada data bendungan PLTA Bakaru mulai Januari tahun 2015 sampai dengan Desember 2016, yang diambil persetiap satu jam sekali pada bendungan yaitu data elevasi bendungan, pemakaian pembangkitan (discharge), debit air yang masuk ke bendungan (Inflow) serta data limpasan pintu bendungan. Sistem monitoring debit inflow untuk operasi harian membantu operator dalam perencanaan pola operasi harian berdasarkan debit inflow dan pemakaian air yang digunakan untuk pembangkitkan. Pola operasi harian merupakan salah satu faktor yang penting untuk meningkatkan hasil produksi. Sistem monitoring tersebut dapat mensimulasikan untuk perhitungan elevasi,waktu tampung air dan debit inflow. Berdasarkan hasil penelitian maka di dapatkan  bahwa sistem monitoring debit inflow untuk operasi harian sangat berguna untuk megoptimalkan sistem pengoperasian PLTA bakaru, mengurangi range start stop sehingga lifetime peralatan dapat tercapai demikian pula Capacity factor (CF) dapat ditingkatkan.
Analisis Pengaruh Perubahan Beban Terhadap Biaya Bahan Bakar Pembangkitan Pada PLTU Barru La Ode Musa; Musrady Mulyadi; Muh. Fachriyadi Hastira; Hasniaty Hasniaty
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 19, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.436 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v19i1.2763

Abstract

The effect of changes in load on the cost of fuel generation at PLTU Barru is analyzed using the economic dispatch method to determine the characteristics of input-output and incremental fuel costs. Based on the results of the analysis, it is known that the effect of changes in load on the cost of fuel generation at PLTU Barru tends to be directly proportional, where the higher the load generated, the higher the costs incurred. As in June, to produce 33.85 MW of power the total cost is Rp. 457,687,187.47/hour required. Likewise, if the power at an average load of 33.85 MW increases by 1 MWh it will result in an increase in costs of Rp. 13,306,061.24/MWh, but in certain circumstances such as in November with a power of 29.83 MW it will produce the total cost is quite low at Rp. 337,356,512,63/hour. This situation is caused by fuel consumption in November only amounted to 3029.61 T/h.
Uji Kinerja Turbin Turgo dengan Variasi Jumlah Sudu dan Sudut Kemiringan Nozzle La Ode Musa; Jamal Jamal; Ridwan Ridwan; Intania Namira Luspa
Jurnal Sinergi Jurusan Teknik Mesin Vol 21, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/sinergi.v21i1.4193

Abstract

Electrical energy is energy that has an important role for society. A number of ways have been done to meet electricity needs, one way is by using various alternative energy sources. These alternative energy sources include: Water, Wind, and Solar. But water is a cheap and relatively easy source of energy. So we need a tool that is used to convert the water energy into electrical energy, one of which is a turbine. This turbine will utilize the energy of fluid flow into mechanical energy, which will then be converted into electrical energy. In this study, we designed a turgo turbine model using a stainless steel spoon as the blade. By varying the number of blades and the angle of inclination of the nozzle. The methods used are literature studies, design methods, manufacturing methods, testing methods, and data analysis methods. Based on the test results, the 15 blade variation has an average efficiency of 3.65%. For the variation of the 20 blade has an average efficiency of 4.50%. And the 25 blade variation has an average efficiency of 4.90%. As for the variation of the 0° angle, the average efficiency is 2.84%. For the 15° angle variation the average efficiency is 4.80%. For the 25° angle variation the average efficiency is 5.45%. And for the variation of the angle of 35° the average efficiency is 4.33%.
Analisis Pengaruh Diameter Sudu Pipa Elbow Terhadap Kinerja Turbin Jamal Jamal; La Ode Musa; Joy E. Sitayani; Lovejuwantri Batu Pagallaran
Jurnal Sinergi Jurusan Teknik Mesin Vol 21, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/sinergi.v21i1.4204

Abstract

In this study, three turbines were tested with variations in the diameter of blades the elbow pipe, are ½ inch, ¾ inch and 1 inch, the three turbines were tested alternately. The working principle of the test installation is that the pump circulates pressurized water through a pipe from the lower reservoir to the nozzle, the water spray from the nozzle hits the turbine blades so that the turbine rotates, the water falls and flows back into the reservoir. The turbine rotation that occurs also causes the rotation of the pulley and generator. The rotating generator produces electricity, which is sent to the lamp load until it lights up. The lowest performance of the 90° elbow turbine is at an output power of 1.35 watt with a system efficiency of 28.28% occurring in the use of ½ inch diameter elbow blades while the highest is at 2.76 watt power with 62.10% efficiency occurring in the use of ¾ Inch diameter elbow blades. On average, turbine elbow ½ inch has an efficiency of 33.57%, turbine elbow ¾ inch has an efficiency of 43.65% and turbine elbow one inch has an efficiency of 46.46%.
Analisis Pengaruh Pembebanan Terhadap Efisiensi Sistem Pada PLTA Malea 2x45 MW Leo, Rivaldho Alvians'; Musa, La Ode; Abadi, Sukma
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 23 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/sinergi.v23i1.4952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi sistem pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Malea yang terletak di Toraja, Sulawesi Selatan, dengan kapasitas total 2x45 MW. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari logsheet harian selama periode 6 hingga 12 Maret 2024, yang mencakup parameter penting seperti debit air, beban yang diterima oleh turbin, dan output daya. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi sistem mencapai nilai tertinggi sebesar 83% pada unit 1 dalam kondisi beban optimal, sementara unit 2 menunjukkan efisiensi maksimum sebesar 82%. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa efisiensi sistem dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pembebanan, spesifikasi teknis dari turbin dan generator, serta praktik pemeliharaan yang dilakukan. Ditemukan pula bahwa efisiensi turbin dan generator memiliki korelasi yang signifikan terhadap efisiensi sistem secara keseluruhan. Semakin tinggi efisiensi turbin dalam mengubah energi potensial air menjadi energi mekanik, dan semakin efisien generator dalam mengubah energi mekanik menjadi energi listrik, maka efisiensi sistem unit juga akan meningkat.Temuan ini memberikan wawasan yang signifikan bagi pengelolaan dan pengoperasian PLTA Malea, serta menekankan perlunya strategi pemeliharaan yang efektif untuk meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan. Penelitian ini berkontribusi pada upaya peningkatan kinerja PLTA sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan di Indonesia.
Rancang Bangun Mesin Pengaduk Dan Pemasak Sari Buah Markisa Anwar, Anwar; Musa, La Ode; Syarifuddin, Syarifuddin
INTEK: Jurnal Penelitian Vol 6 No 2 (2019): October 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1703.585 KB) | DOI: 10.31963/intek.v6i2.1569

Abstract

Proses pengolahan sirup markisa di Industri Rumah Tangga masih menggunakan peralatan yang sangat sederhana, sehingga kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan tidak maksimal. Pemisahan biji dengan sari buah dilakukan dengan blender yang hasilnya masih tercampur antara biji dan sarinya dan bijinya ada yang hancur sehingga harus disaring lagi setelah dibelender. Sedangkan untuk pemasakan dan pengadukan sari buah masih dilakukan secara tradisional, sehingga temperature pemasakan tidak bisa dikontrol dan hasil pengadukan tidak tercampur secara merata. Desa Tonasa Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa merupakan wilayah yang potensial bagi budidaya Markisa karena lingkungan yang relatif cocok. Keunggulan wilayah tersebut menjadi salah satu pertimbangan dipilihnya wilayah tersebut sebagai objek/sasaran penelitian pembuatan Sirup Markisa. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat mesin pengolahan buah markisa menjadi sirup,sehingga kapasitas dan kualitas produksi pembuatan sirup markisa meningkat. Tahap pelaksanaan penelitian dimulai dengan merancang alat, membuat alat dan pengujian alat. Mesin pengaduk dan pemasak sari buah markisa yang dihasilkan berdimensi panjang 600 mm x lebar 450 mm x tinggi 1250 mm, daya motor 686 Watt atau 1 HP dan diameter poros pemotong 2,5 cm, serta kapasitas produksi 40 liter/20 menit.
GUI Development for Economic Dispatch Analysis on Sulselrabar Power Plant Hamzah, Nur; Djalal, Muhammad Ruswandi; Musa, La Ode; Buana, Chandra
INTEK: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2022): October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/intek.v9i2.3741

Abstract

The take or pay contract between PT. PLN (Persero) with Independent Power Producer (IPP), a power plant belongs to PT. PLN (Persero) is no longer operated optimally, for example, the Barru steam power plant. The steam power plant is a power plant that bears the primary load. The actual conditions in the Barru steam power plant field are charged a maximum of only 3-4 hours or only when the peak load is according to the dispatcher's request. This research examines comparing the economy dispatch method to maximize conditions in the Barru steam power plant, which dispatchers no longer order maximally. So that the Barru power plant operator can determine the distribution of the power allocation ordered by the dispatcher to the two power plant units of the Barru steam power plant, the method being compared is the lambda iteration method. The basis for calculating the two ways is to calculate in advance the characteristics of the fuel consumption of the power plant when operating in one day. The primary data is data on the results of electricity production issued by the generator and fuel consumption taken from the coal feeder flow. Based on the research results, it is known that the lambda iteration method can save production costs of Rp. 9.05 per KWH.