Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENDAMPINGAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK SISWA SISWI CENDIKA BANGSA Paramitha, Astrid; Musa, Muhammad; Nur, Muhammad Naufal Khulukin
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Tipis Wiring Vol 1 No 2 (2022): Tepis Wiring: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Islam Raden Rahmat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/tepiswiring.v1i2.1908

Abstract

Sayuran organik adalah sayuran yang dibudidayakan tanpa menggunakan bahan kimia. Syuran organik memilik daya tarik tersendiri di kalangan petani, terutama petani milenial. Saat ini banyak orang yang beralih pada gaya hidup sehat, dan sayuran organik merupakan satu pilihan yang paling digenari. Keunggulan dari sayuran organik sangat banyak, dilihat dari sisi kesehatan, sayuran organik memiliki banyak kandungan yang bermanfaat agi kesehatan. Berdasarkan hal tersebut maka budidaya sayuran organik juga memberikan peluang yang bagus dalam bisnis. Meskipun ada peluang yang bagus, namun dalam budidaya sayuran organik juga memiliki tantangan tersendiri, diantaranya adalah perawatan yang tidak yang membutuhkan perhatian dan penangan khusus. Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada siswa SMK Cendika Bangsa kelas agribisnis pengolahan hasil pertanian selama 3 bulan dengan metode dan praktik secara langsung. Pada pelaksanaannya siswa SMK Cendika Bangsa kelas agribisnis pengolahan hasil pertanian sangat antusias, sehingga pada akhir kegiatan para siswa sudah mampu melakukan beberapa tahap tanpa bimbingan
Dinamika Kualitas Air pada Kolam Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) dengan Media Air Laut Buatan dan Perlakuan Dosis Fermentasi Bekatul yang Berbeda: Dynamics of Water Quality in Cultivating Ponds for Vannamei Shrimp (Litopenaeus Vannamei) Using Artificial Sea Water and Treatment with Different Rice and Fermentation Doses Suryanto Hertika, Asus Maizar; Musa, Muhammad; Arfiati, Diana; Risjani, Yenny; Rahardjo, Seto Sugianto Prabowo; Supriatin, Febriyani Eka; Nurdiani, Rahmi; Andayani, Sri; Utami, Tiwi Nurjannati; Putra, Renanda Baghaz D.S.; Ertikasari, Nuning; Kurnianingsih, Asmiyati; Alfarisi, Muhammad Asnin; Savira, Riza; Aisyah, Jumrotul; Patresna, Laelatul Nisa
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 1 (2025): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.01.14

Abstract

Udang vaname merupakan biota budidaya yang sangat rentan terhadap lingkungan sekitarnya. Kondisi kualitas air yang tidak ideal dapat mengakibatkan udang mengalami stress dan menghambat pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis yang tepat dari pemberian fermentasi bekatul dan EM4 sebagai probiotik berdasarkan dampaknya terhadap perbaikan kualitas air kolam budidaya udang vaname. Penelitian ini dilakukan dengan mengaplikasikan 3 perlakuan berbeda terdiri dari kontrol, perlakuan 1 dengan dosis fermentasi bekatul 25 g dan EM4 10 ml dan perlakuan 2 dengan dosis fermentasi bekatul 50 g dan EM4 20 ml. Parameter kualitas air yang diukur sebanyak tujuh yaitu suhu, oksigen terlarut, pH, nitrat, nitrit, ammonia, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air kolam udang cukup ideal dan perlakuan 1 dengan dosis fermentasi bekatul 25 g dan EM4 10 ml secara konsisten lebih unggul dalam memperbaiki kondisi kualitas air dibandingkan dengan perlakuan lainnya.   Vannamei shrimp are cultured biota that are very vulnerable to the surrounding environment. Water quality conditions that are not ideal can cause shrimp to experience stress and inhibit their growth. This study aimed to determine the appropriate dose of fermented rice bran and EM4 as probiotics based on their impact on improving the water quality of vannamei shrimp culture ponds. This study was conducted by applying 3 different treatments consisting of control, treatment 1 with fermented rice bran dose of 25 g and EM4 10 ml and treatment 2 with fermented rice bran dose of 50 g and EM4 20 ml. Seven water quality parameters were measured, temperature, dissolved oxygen, pH, nitrate, nitrite, ammonia, and phosphate. The results showed that the water quality conditions of shrimp ponds were quite ideal and treatment 1 with a fermentation dose of 25 g rice bran and 10 ml EM4 was consistently superior in improving water quality conditions compared to other treatments.
Education on Disease Risk Factors in Adapting New Habits to Prospective Hajj Pilgrims at KBHI Bisri-Pusri Palembang City Emma, Emma Novita; Agita Diora Fitri; Tia Sabrina; Andyra Priandhana; Muhammad Musa; M.Taufik Wijaya
International Journal Of Community Service Vol. 1 No. 2 (2021): August 2021 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v1i2.18

Abstract

Health istitha'ah is the health ability of the pilgrims physically and mentally with a measurable health assesment. It is essential for every citizen who will perform the hajj pilgrimage. The Indonesian Ministry of Health through the Non-Infectious Disease Integrated Service Post (Posbindu PTM) implements an early detection and prevention program for non-infectious diseases in sub-districts, schools or colleges, institutions or workplaces, and Hajj guidance groups (KBIH) especially for pilgrims. The department of public health and community medicine (IKM-IKK) of the Faculty of Medicine, Sriwijaya University perform an education on the detection of risk factors for non-infectious diseases and physical fitness assesment of prospective pilgrims in the context of community service activities at KBIH Bisri Palembang. Examinations were done on 40 prospective pilgrims using the Rockport test method. The results of the examination showed that the 24 pilgrims had moderate fitness level (60%). The blood pressure test results showed that 9 pilgrims had hypertension (22%) and the nutritional status test showed that 20 pilgrims were overweight and obese (38.5%). In addition, there is an assesment for prospective hajj pilgrims in order to understanding risk factors for non-infectious diseases. The result shows that there is a significant increase in understanding about non-infectious diseases in the adaptation of new habits.
PENERAPAN MODEL REGRESI KUANTIL UNTUK MENGANALISIS HUBUNGAN PANJANG-BERAT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI KOLAM IBAT PUNTEN, BATU Lusiana, Evellin Dewi; Musa, Muhammad; Ramadhan, Syahril
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 3 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.03.4

Abstract

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak digemari dan bersifat potensial dalam proses budidaya. Permintaan terhadap komoditas ini selalu meningkat, sehingga menjadi kesempatan bagi para pembudidaya untuk meningkatkan hasil produksi. Kondisi lingkungan perairan berperan penting dalam kelancaran proses budidaya ikan. Adapun salah satu cara yang bisa digunakan untuk menilai kondisi lingkungan perairan adalah melalui analisis hubungan panjang-berat. Hasil dari analisis hubungan tersebut yakni berupa faktor kondisi allometris dapat digunakan untuk menilai karakteristik fisiologis ikan, siklus hidup, kondisi lingkungan sekitar dan ketersediaan makanan. Umumnya, hubungan panjang berat dianalisis dengan pendekatan regresi linier sederhana di mana memiliki kelemahan yaitu sangat dipengaruhi oleh nilai ekstrim/outlier sehingga tidak mampu menggambarkan distribusi data secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan alternatif metode lain yaitu regresi kuantil yang mampu menjelaskan hubungan panjang-berat ikan secara lebih menyeluruh. Data sampel ikan yang digunakan berasal dari kolam IBAT Punten, Batu yang merupakan salah satu sentra pembenihan dan budidaya Ikan Nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum faktor kondisi allometris Ikan Nila di IBAT Punten bersifat allometris negatif, artinya pertambahan berat lebih kecil dibandingkan pertambahan panjang ikan atau dengan kata lain ikan cenderung kurus. Selain itu, dari analisis regresi kuantil didapatkan kecenderungan bahwa semakin besar ukuran ikan Nila maka nilai faktor kondisi allometris semakin kecil. Hal ini dikarenakan ikan Nila dewasa lebih rentan terhadap perubahan lingkungan dibandingkan dengan ikan Nila yang lebih kecil.
MODEL pH DAN HUBUNGANNYA DENGAN PARAMETER KUALITAS AIR PADA TAMBAK INTENSIF UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) di BANYUWANGI JAWA TIMUR Supriatna, Mr.; Mahmudi, Mohammad; Musa, Muhammad; ., Kusriani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 3 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.8

Abstract

Penelitian ini menggunakan dasain kausal dengan metode deskriptif  yang bersifat ex post-facto atau kajian fenomena alami yang mempelajari proses-proses yang terjadi ditambak sesuai dengan kondisi yang ada dengan mengobservasi kegiatan budidaya udang vaname secara intensif pada petak tambak yang terkendali selama ± 100 hari. Kegiatan pengelolaan tambak dilakukan sesuai dengan prosedur operasional baku . Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian meliputi satu petak tambak berukuran  3.295,5  m2, berpola intensif dengan padat tebar 120 ekor/m2, sarana dan prasarana produksi serta alat pengambilan dan pengukur contoh sesuai dengan variabel yang diukur. Parameter utama yang diukur adalah pH harian pada pagi hari dan siang hari.  Parameter  pendukung lainnya yang diukur setiap hari adalah suhu, salinitas, kecerahan, dan mingguan TOM, karbonat, bikarbonat dan total alkalinitas  Data yang dikumpulkan dianalisis untuk melihat keragaman data yang diukur. Selanjutnya dibuat model model hubungan pH-pagi dan pH sore hari selama satu siklus pemeliharaan udang vanamei. Selanjutnya dibuat korelasi antara kelarutan pH dengan Parameter kualitas air lainnya. Untuk mengetahui keterkaitan antar variabel, data yang diperoleh dianalisis regresi dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 16 serta analisis deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan pH-pagi ditambak udang adalah 7.94  ±  0.41 (7.70- 9.00) dan model hubungan pH-pagi adalah oksigen terlarut harian adalah  Y = = 0.0065x2 - 0.1973 X + 9.48 (R² = 0.77)  dan pH-siang hari adalah Y = 0.0064x2 - 0.175x + 9.4825 (R² = 0.801).  pH air tambak  berkorelasi dengan suhu,  total alkalinitas dan  karbonat (CO32-) dan korelasi  negatif dengan ortho fospat (PO43-), bikarbonat (HCO3-) dan TOM (total organic matter) dan tidak ada korelasinya dengan salinitas dan kelarutan oksigen di dalam air tambak
Growth of Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei) in Intensive Cultivation Systems Inayah, Zakiyyah Nur; Musa, Muhammad; Arfiati, Diana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.4278

Abstract

Vaname shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the shrimps that is widely cultivated in Indonesia. The aim of this research is to analyze the growth and dynamics of water quality in vaname shrimp cultivation ponds using an intensive system. This research is a descriptive study with a survey method conducted in January-April 2023. The research location is in a vaname shrimp cultivation pond with an intensive system with a stocking of 116 individuals/m3. The research results showed that the average weight of shrimp at the end of cultivation was 18.48 grams/fish. Average daily growth ranges from 0.1-0.41 grams. The survival rate (SR) of cultivated vaname shrimp is 75.8% with a feed quantity ratio (FCR) of 1.47. The results of water quality measurements include temperatures ranging from 27.4-30.1 °C, brightness 25-65 cm, salinity 21-26 ppt, pH 8-9, dissolved oxygen 4.2-6.7 ppm, carbon dioxide 24.5- 67.1 ppm, ammonia 0.11-1.67, TOM 2.78-108.70 ppm and total vibrio 1x103-3.9x103 CFU/ml. Shrimp growth in ponds is classified as good with water quality suitable for cultivation
Analisis Status Kualitas Air di Sungai Porong yang Tercemar oleh Deterjen terhadap Respon Hematologi Ikan Java Barb (Barbonymus gonionotus) Caesar, Nico Rahman; Yanuhar, Uun; Faqih, Abd. Rahem; Anitasari, Septi; Ciptadi, Gatot; Musa, Muhammad; Bisri, Mohammad; Sumsanto, Muhammad; Wardani, Nezya Pramudya
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 6 (2024): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i6.6170

Abstract

The Porong River is one of the rivers that faces high anthropogenic impacts, such as surfactant waste from detergents. The hematology of Javanese carp (Barbonymus gonionotus) serves as a sentinel organism that can be used as a biomarker for the waters of the Porong River. The aim of this study is to analyze the water quality status of the Porong River polluted with surfactants using the STORET method, as well as its impact on the hematology of Javanese carp using regression and correlation analysis. The research employed a descriptive survey method. The results of the study indicated that the Porong River was categorized as moderately polluted. The average highest surfactant concentration reached 7.2 mg/L, leading to an increase in TSS to 107.95 mg/L and a decrease in DO to 1.80 mg/L. Surfactants exhibited a negative correlation with erythrocytes (91.2%), hematocrit (47.7%), and hemoglobin (60.6%), indicating that the higher the surfactant concentration, the lower the number of erythrocytes, hematocrit levels, and hemoglobin levels in Javanese carp. Conversely, there was a positive correlation between surfactants and leukocytes (56.7%) and blood glucose (66.7%), suggesting that the higher the surfactant concentration, the higher the number of leukocytes and blood glucose levels in Javanese carp.
The Impact of Heavy Metal Fe, Zn, and Cu in Water and Sediment on the Histopathology of Gills and Liver of Mullet Fish (Crenimugil seheli) at Kamal Beach, Madura Strait Fitri, Kharisma Nuria; Musa, Muhammad; Yanuhar, Uun
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.8196

Abstract

Kamal Beach in the Madura Strait is suspected to have experienced heavy metal contamination due to ship recycling industry activities. Heavy metals have a negative impact on the aquatic environment, aquatic biota and even humans. This study aims to analyze the impact of heavy metal content in Kamal Beach, especially heavy metals Fe, Zn, and Cu as heavy metals found in the region on the histopathological aspects of the gill and liver organs of aquatic biota, namely mullet fish (Crenimugil seheli). The levels of heavy metals Fe, Zn, and Cu were analyzed using the AAS (Atomic Absorption Spectometry) method in accordance with SNI 6989.4:2009. Hiatopathological analysis of the gill and liver organs was carried out using the scoring method where from the results of the analysis it was known that the damage that occurred in the gill organs was in the form of edema, hyperplasia, lamellar fusion, and necrosis while damage to the liver organs included degeneration, necrosis, and congestion. Damage to the gill and liver organs of mullet fish is caused by the high content of Zn and Cu in water and sediment.