Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Studi Docking Molekuler Senyawa [(5-prop-2-enylpyrimidin-2-yl) propanoate] dan [4-((1e)-buta-1,3-dienyl)phenol] Terhadap Protein Er-Α, Er-Β, dan IKK sebagai Agen Sitotoksik Hindami, Fathan Taqwim; Da’i, Muhammad; Fauzi, Ahmad; Wulandari, Febri
Jurnal Farmasetis Vol 13 No 3 (2024): Jurnal Farmasetis: Agustus 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v13i3.2316

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian yang tergolong penyakit tidak menular dan kasusnya terus bertambah. Kanker payudara sering ditemukan pada wanita di seluruh dunia. 1’-Acetoxychavicol acetate (ACA) adalah fenilpropanoid dalam rimpang spesies jahe Alpinia. ACA menunjukkan aktivitas sitotoksik pada berbagai lini sel tumor, salah satunya MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar antara 5 - 50 μM tanpa toksisitas terhadap sel normal. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui senyawa turunan ACA memiliki aktivitas antikanker terhadap protein kanker payudara secara in silico dengan docking molekuler. Protein target yang digunakan adalah ER-α, ER-β, dan IKK. Senyawa uji yang digunakan adalah senyawa 1 [(5-prop-2-enylpyrimidin-2-yl) propanoate], senyawa 2 [4-((1e)-buta-1,3-dienyl)phenol], lalu terdapat tambahan doksorubisin (sebagai kontrol positif), dan metformin (sebagai kontrol negatif). Parameter docking berupa nilai afinitas, semakin kuat ikatan ligan terhadap reseptor, maka semakin baik prediksi docking molekuler dinyatakan dengan nilai afinitas ikatan yang semakin kecil. Parameter lain yaitu nilai Root Mean Square Deviation (RMSD). Pengujian dinyatakan valid ketika hasil RMSD ≤ 2 Å. Dilakukan visualisasi juga yang menghasilkan interaksi antara residu asam amino dengan ligan. Hasil nilai afinitas senyawa 1 dengan protein ER-α, ER-β, dan IKK berturut-turut -6.3 kkal/mol, -6.2 kkal/mol, dan -5.8 kkal/mol. Pada senyawa 2 berturut-turut -5.7 kkal/mol, -6.2 kkal/mol, dan -6.8 kkal/mol. Hasil RMSD senyawa 1 berturut-turut 0.587 Å, 1.15 Å, 1.047 Å dan senyawa 2 berturut-turut 0.177 Å, 1.146 Å, 1.295 Å. Hasil visualisasi pada senyawa 1 dan senyawa 2 menunjukkan kemiripan dengan doksorubisin (kontrol positif). Hasil tersebut menandakan senyawa 1 [(5-prop-2-enylpyrimidin-2-yl) propanoate] dan senyawa 2 [4-((1e)-buta-1,3-dienyl)phenol] berpotensi sebagai agen antikanker payudara.
Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika pada Remaja Wahyuni, Arifah Sri; Wikantyasning, Erindyah Retno; Nurwaini, Setyo; Ramarohasina, Mika Notahiana; Da’i, Muhammad; Dyahariesti, Niken; Abdellah, Yousra Nait El Haj; Ratsimandresy, Neciah Fahombiazana; Zahidah, Fairus; Yuniasti, Lainisah Purna
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.14393

Abstract

PkM merupakan kegiatan terjun ke masyarakat terkait permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.   Penyalahgunaan narkotika yang semakin merajarela sebanyak 90% adalah remaja. Remaja memiliki peran penting dalam masa depan suatu bangsa dan negara, sebagai generasi penerus yang akan mengambil alih kepemimpinan, meneruskan tradisi, dan menghadapi tantangan di masa depan. Usia remaja adalah usia yang masih labil dalam melakukan sesuatu yang baru dengan mencoba-coba. Kegiatan ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Denpasar yang diikuti oleh 240 siswa. Kegiatan diawali dengan pretest, edukasi tentang narkotika dan postest. Edukasi dilakukan dengan pemaparan materi dan video serta diskusi.  Dari hasil pretest  didapatkan sangat baik 0%, baik 0%, cukup 23%, dan kurang 77%; sedangkan hasil  postest didapatkan sangat baik   16%, baik 11%, cukup  49%, dan kurang 24%. Dapat dilihat adanya peningkatan tingkat pengetahuan siswa tentang narkotika. Dari hasil evaluasi yang diberikan didapatkan tingkat pengetahuan siswa masih  kurang di aspek  macam-macam narkotika, hal-hal yang dapat menyebabkan ketergantungan narkotika, dan efek yang ditimbulkan dari penyalahgunaan  narkotika. Dengan adanya hasil ini maka perlu perhatian khusus dari berbagai pihak untuk secara berkala melakukan pendampingan kepada siswa tentang dampak dari penyalahgunaan narkotika. Tingkat pengetahuan siswa tentang narkotika yang tinggi dapat membantu pencegahan penyalahgunaan narkotika terutama di lingkungan terdekat mereka.
Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Flu Singapura serta Waspada Penggunaan Obat melalui DAGUSIBU kepada Masyarakat Desa Potronayan Kecamatan Nogosari, Boyolali Sujono, Tanti Azizah; Karuniawati, Hidayah; Da'i, Muhammad; Sari, Erlinda Novita; Roshitasari, Eva; Dewi, Syochi Jannati Pramudya; Syahputri, Janies Arly; Rachmalia, Fauniza Marwa; Hertaliyana, Junita Ayu; Sanjaya, Muhammad Riyanto
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): IJPM - Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.540

Abstract

Penyakit flu Singapura merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan strategi pencegahan dan penanganan yang efektif. Di masyarakat sering dijumpai kejadian masyarakat yang kurang tahu cara mendapatkan obat yang benar, cara menyimpan, dan cara membuang jika obat rusak/kadaluwarsa. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sosialisasi mengenai pencegahan dan penanganan flu Singapura dan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat kepada masyarakat Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Boyolali. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada responden. Sebanyak 35 orang mengikuti penyuluhan, namun hanya 11 orang yang mengisi dengan lengkap data pretest dan post-test tentang Flu Singapura dan DAGUSIBU. Berdasarkan hasil uji statistik pretest dan post-test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat secara signifikan tentang Flu Singapura dan DAGUSIBU. Hasil penyuluhan flu Singapura menunjukkan nilai pretest (M = 70,90) dan post-test (M = 80), sedangkan pada penyuluhan DAGUSIBU diperoleh nilai pretest (M = 60) dan post-test (M = 70). Hasil tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengenali gejala awal flu Singapura, menerapkan pencegahan yang tepat, serta merespon kasus yang terjadi secara efisien demikian terhadap DAGUSIBU. Dengan demikian, perlunya terus menerus menguatkan pendidikan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan responsibilitas dalam menghadapi masalah kesehatan.
PENGETAHUAN ETIKA DAN PENERAPAN PRAKTEK APOTEKER DI KABUPATEN SRAGEN Amanta, Vania Cindy; Da'i, Muhammad
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i4.425

Abstract

Fokus utama seorang farmasis beralih dari paradigma orientasi terhadap produk (drug oriented) menjadi orientasi terhadap pasien (patient oriented). Kecenderungan untuk memperluas pelayanan kefarmasian yang berpusat pada pasien dapat mengindikasikan masalah pada bidang etika. Etika farmasi didefinisikan sebagai sekumpulan konsep moral yang membentuk keputusan praktik seorang apoteker. Empat prinsip utama etika kesehatan (four principles of ethics), yaitu autonomy, non-maleficence, beneficence, dan justice. Meskipun perubahan paradigma ini terjadi secara global, namun masih sedikit perhatian yang diberikan dalam bidang etika praktik kefarmasian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan penerapan praktik etis apoteker di Kabupaten Sragen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode penelitian cross-sectional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang disebar ke seluruh rumah sakit dan apotek yang berada di wilayah Kabupaten Sragen. Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2023-Februari 2024 dengan sampel sebanyak 145 responden. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan apoteker didominasi pada kategori baik sebanyak 140 responden (96,5%) sedangkan untuk penerapan praktik etis didominasi pada kategori cukup sebanyak 83 responden (57,2%).