Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGUATAN KOMPETISI SENI DAERAH BANYUWANGI: MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PENGEMBANGAN SENI LOKAL MELALUI WORKSHOP MANAJEMEN EVENT Arif Hidajad; Eko Wahyuni Rahayu; Trisakti Trisakti; Anik Juwariyah; I Nengah Mariasa; Retnayu Prasetyanti Sekti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.52002

Abstract

Program Penguatan Kompetisi Seni Daerah Banyuwangi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kreativitas dan kapasitas pelaku seni lokal melalui penyelenggaraan workshop manajemen event. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan dan pemberdayaan komunitas seni di daerah agar mampu mengelola kegiatan seni secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif, peserta memperoleh pengetahuan mengenai konsep dasar manajemen event, strategi promosi, hingga evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam merancang dan mengimplementasikan kegiatan seni yang bernilai ekonomis serta berdaya saing. Selain itu, program ini juga mendorong terciptanya jejaring kolaboratif antarpelaku seni, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ekosistem seni dan pelestarian budaya lokal di Banyuwangi.
Aesthetic Value And Symbolic Meaning In The Performance Of Segoro Topeng Kaliwungu: A Study Of Cultural Semiotics Emi yuliastutik; Trisakti Trisakti; Retnayu Prasetyanti Sekti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i7.6530

Abstract

The Segoro Topeng Kaliwungu performance is a form of traditional art that is rich in aesthetic values and symbolic meanings. This article aims to analyze the aesthetic values contained in the performance and interpret the implied symbolic meanings through a cultural semiotic perspective. Using a qualitative approach and descriptive analysis methods, this study examines the visual, auditory, and kinesthetic elements in the performance to reveal the cultural messages it wants to convey. The results of the analysis show that every aspect of the Segoro Topeng Kaliwungu performance, from costumes, music, dance movements, to story narratives, contains symbols that reflect the social values, beliefs, and history of the Kaliwungu community. A deep understanding of these aesthetic values and symbolic meanings is important for the preservation and development of traditional performing arts in the modern era.
PENGUATAN KOMPETISI SENI DAERAH BANYUWANGI: MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PENGEMBANGAN SENI LOKAL MELALUI WORKSHOP MANAJEMEN EVENT Arif Hidajad; Eko Wahyuni Rahayu; Trisakti Trisakti; Anik Juwariyah; I Nengah Mariasa; Retnayu Prasetyanti Sekti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.51998

Abstract

Program Penguatan Kompetisi Seni Daerah Banyuwangi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kreativitas dan kapasitas pelaku seni lokal melalui penyelenggaraan workshop manajemen event. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan dan pemberdayaan komunitas seni di daerah agar mampu mengelola kegiatan seni secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif, peserta memperoleh pengetahuan mengenai konsep dasar manajemen event, strategi promosi, hingga evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam merancang dan mengimplementasikan kegiatan seni yang bernilai ekonomis serta berdaya saing. Selain itu, program ini juga mendorong terciptanya jejaring kolaboratif antarpelaku seni, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ekosistem seni dan pelestarian budaya lokal di Banyuwangi.
Development of interactive media for traditional music learning to foster students' critical reflection Ilham Saputra; Indar Sabri; Welly Suryandoko; Retnayu Prasetyanti Sekti; Trisakti Trisakti; Warih Handayaningrum
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.86383

Abstract

The limited familiarity of students with local culture, especially the traditional musical instrument Thuk-thuk, and the lack of contextual interactive learning media motivated this study. The goal was to develop an interactive instructional video based on local culture to improve the critical thinking skills of eighth-grade students in Bangkalan Regency. Using the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate), the research combined interactive digital media, local content, and critical thinking indicators from the Paul & Elder framework. Findings revealed most students were unfamiliar with the Thuk-thuk, and suitable learning resources were rare. The video was created to meet the Merdeka Curriculum’s learning goals. Expert validation in subject matter, media, and language confirmed its high quality. Implementation in two classes showed a moderate but statistically significant improvement in students’ critical thinking skills. Besides delivering content visually and auditorily, the video encourages active engagement in analysis and evaluation while promoting the preservation of local culture. Thus, this video serves as an innovative and effective teaching tool for Cultural Arts education.   Abstrak Kurangnya pengenalan peserta didik terhadap budaya lokal, khususnya alat musik tradisional Thuk-thuk, serta terbatasnya media pembelajaran interaktif yang kontekstual menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran interaktif berbasis budaya lokal untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII SMP di Kabupaten Bangkalan. Dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate), penelitian mengintegrasikan media digital interaktif, konten lokal, dan indikator berpikir kritis berdasarkan kerangka Paul & Elder. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar peserta didik belum mengenal Thuk-thuk dan media pembelajaran yang ada masih sangat terbatas. Video pembelajaran dirancang sesuai capaian Kurikulum Merdeka dan divalidasi oleh ahli materi, media, serta bahasa dengan hasil sangat layak digunakan. Implementasi pada dua kelas menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis peserta didik, dengan kategori sedang menurut uji statistik. Video ini tidak hanya menyampaikan materi secara visual dan auditif, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam analisis, evaluasi, serta pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, video ini menjadi media ajar yang inovatif, efektif, dan kontekstual untuk pembelajaran Seni Budaya. Kata Kunci: berpikir kritis; budaya lokal; Thuk-thuk; video pembelajaran interaktif