Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Development of Evaluation Indicators for Logistic Transportation System with Triple Bottom Line Approach: Jakarta Study Case Julian, Muhammad Hafiz Risat; Nahry, Nahry
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 2 No. 2 (2024): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/berkalafstpt.v2i3.1340

Abstract

Jakarta has significant problems related to logistics transportation, including congestion, environmental pollution, and the negative impact of operating overloaded trucks. To overcome these externalities, it is necessary to have an urban logistics system and planning cycle that considers the concept of sustainability. This study aims to propose an arrangement of indicators as a tool for evaluating the urban logistics transportation system. The research was carried out through a literature study process, identification of the long list of indicators and selection criteria, independent selection, surveys and interviews, ranking with the VIKOR Method, and validation with expert considerations. A final set of indicators was produced, namely ten indicators, divided into economic, social, and environmental aspects, for evaluating the sustainability of the city's logistics transportation system. This research is helpful as input in developing a set of indicators for evaluating the logistics transportation system in urban areas, especially in Jakarta Capital Special Region. ABSTRAK Jakarta memiliki permasalahan signifikan terkait transportasi logistik, antara lain kemacetan, pencemaran lingkungan, dan dampak negatif pengoperasian truk dengan muatan berlebih. Untuk mengatasi eksternalitas tersebut, diperlukan sistem logistik perkotaan dan siklus perencanaan yang mempertimbangkan konsep keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan suatu susunan indikator sebagai alat bantu evaluasi sistem transportasi logistik perkotaan. Penelitian dilakukan melalui proses studi literatur, identifikasi Long-list indikator dan kriteria seleksi, seleksi mandiri, survei dan wawancara, pemeringkatan dengan Metode VIKOR, dan validasi dengan pertimbangan para ahli. Dihasilkan seperangkat indikator akhir, yaitu sepuluh indikator yang terbagi dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk menilai keberlanjutan sistem transportasi logistik kota. Penelitian ini bermanfaat sebagai masukan dalam mengembangkan seperangkat indikator untuk mengevaluasi sistem transportasi logistik di perkotaan, khususnya di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Travel Pattern Analysis and Freight Generation Modelling of Textile Commodities. Case Study: Thamrin City Shopping Center, Jakarta Dimieka, Nauraafian; Nahry, Nahry
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 2 No. 2 (2024): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/berkalafstpt.v2i2.1341

Abstract

The Thamrin City area, as the largest shopping centre in Asia, certainly needs a good city logistics system so that it can run regularly. This research was conducted to analyse the pattern of freight travel in the Thamrin City area, analyse the representative freight generation model for the Thamrin City area, and the factors that influence this amount. The research method used in this research is Cross Sectional Studies. The independent variables used in this study are the gross floor area and the number of employees, while the dependent variable is the volume of freight attracted (goods receipt) and produced (goods delivery). The results of this study indicate that in the Thamrin City area there is a unique travel pattern compared to the surrounding area. It has 3 channel patterns for receiving freight and 1 pattern for delivering freight. In addition, the results also showed that both gross floor area and number of employees had a positive correlation with freight generation in the Thamrin City area. ABSTRAK Kawasan Thamrin City sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Asia tentunya membutuhkan sistem logistik kota yang baik agar dapat berjalan secara rutin. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pola perjalanan barang di kawasan Thamrin City, menganalisis model pembangkitan barang yang representatif untuk kawasan Thamrin City, dan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional Studies. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah luas lantai kotor dan jumlah pegawai, sedangkan variabel terikatnya adalah volume angkutan barang yang ditarik (penerimaan barang) dan volume barang yang diproduksi (pengiriman barang). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di kawasan Thamrin City terdapat pola perjalanan yang unik dibandingkan kawasan sekitarnya. Ini memiliki 3 pola saluran untuk menerima barang dan 1 pola untuk mengirimkan barang. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa baik luas lantai kotor maupun jumlah karyawan mempunyai korelasi positif terhadap timbulan barang di kawasan Thamrin City.
Analysis of the Selection of River Transportation Modes that are Integrated with Land Transportation in the City of Banjarmasin Muallif, Muhammad Tsaqib; Soehodho, Sutanto; Nahry, Nahry
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 3 No. 7 (2024): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v3i7.214

Abstract

The city of Banjarmasin, as the center of economic growth in South Kalimantan, faces significant challenges in terms of mobility. The development of river public transportation is one of the alternatives to overcome urban transportation problems. This study has significance in providing a holistic view of the factors that need to be considered in the selection of river transportation modes that are integrated with land transportation. The study was conducted in the areas of North Alalak Village and Sungai Lulut Village. The data processing method in this study involves testing the completeness of primary and secondary data to describe field conditions, then analyzing the preferences for choosing transportation modes using the AHP method which includes steps such as defining problems, creating hierarchical structures, conducting pairs comparisons, calculating eigenvalues and testing consistency, while the data analysis stage includes the calculation of consistency ratios, consistency vector, average of entries (Zmax) and Consistency Index (CI) to determine the final preference of each alternative. The analysis of priority weights between criteria is calculated to find out the order of the most influential criteria in selecting transportation modes. The results of the study can provide guidance for decision-making at the level of governments, transport companies and communities in developing and adopting more efficient transport systems. This research is expected to be useful for the author to expand insights, for the government and operators as input in the development of integrated transportation, and for the general public as a reference for more efficient modes of transportation.
PEMODELAN FREIGHT TRIP GENERATION BERBASIS ZONA DENGAN MODA KAPAL STUDI KASUS: KEPULAUAN SERIBU Nashwa, Devita Yoselyn; Nahry; Soedhono, Sutanto; Burhan, Helen
Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v24i3.8847.241-250

Abstract

Indonesia, sebagai salah satu negara kepulauan terbesar, memerlukan logistik maritim yang efektif. Studi ini berfokus pada pemodelan bangkitan perjalanan barang dengan moda kapal di salah satu wilayah kepulauan Indonesia, yaitu Kepulauan Seribu di Provinsi DKI Jakarta. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi bangkitan dan tarikan perjalanan kapal terkait pergerakan barang. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah jumlah perjalanan kapal, sementara variabel bebasnya meliputi luas wilayah pulau, jumlah penduduk, dan jarak terdekat ke pelabuhan di Pulau Jawa. Temuan menunjukkan bahwa jumlah penduduk dan jarak terdekat ke pelabuhan adalah faktor yang paling berpengaruh. Hasil ini dapat membantu perencana transportasi dalam memperkirakan perjalanan barang di wilayah kepulauan kecil di masa mendatang, memberikan wawasan penting untuk perencanaan infrastruktur dan fasilitas pendukung transportasi laut.
Standar Kompetensi SDM Pengujian Berkala Kendaraan Listrik Nahry, Nahry; Purnomo, Robby Yudo; Rita K, Ni Luh Wayan; Listifadah, Listifadah; Hartono, Hartono; Praditya, Ryno Octy
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i1.2176

Abstract

Perkembangan teknologi transportasi menjadi tantangan baru bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama kompetensi untuk menjalankan teknologi tersebut. Salah satu isu terkait perkembangan teknologi bidang transportasi adalah kendaraan listrik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan standar kompetensi SDM pada sektor pengujian kendaraan listrik dan evaluasi regulator dalam persiapan SDM. Penentuan standar kompetensi tambahan untuk pengujian berkala kendaraan listrik diawali dengan analisis gap melalui Analisis Dokumen, benchmarking pengujian di berbagai negara/instansi serta klarifikasi kepada pakar dan narasumber. Untuk mengevaluasi kesiapan regulator  dalam menyiapkan SDM Penguji Kendaraan Listrik dilakukan Analisis SWOT yang didahului oleh analisis dokumen untuk mengidentifikasi komponen input, proses, output dan outcome dari kegiatan Diklat/Sertifikasi keahlian yang ada saat ini. Selanjutnya dilakukan survey untuk analisis SWOT kepada pakar dan narasumber dan dilanjutkan dengan penyusunan matriks strategi TOWS. Hasil analisis menunjukkan pengujian berkala kendaraan listrik cenderung serupa dengan kendaraan konvensional dan hanya berbeda pada uji emisi gas buang. Dalam pengujian kendaraan listrik dibutuhkan tambahan uji yaitu fungsional baterai listrik, fungsional pengisian ulang energi listrik, perlindungan sentuh listrik, keselamatan fungsional, minimum sound requirement, dan  emisi hidrogen. Materi Diklat juga perlu mencakup informasi terkait pengujian, instrumentasi, pengenalan metodologi pengujian, persyaratan teknis hingga penentuan alternatif dalam metode pengujian kendaraan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa organisasi masih lemah secara internal namun memiliki peluang dari pihak eksternal. Aspek yang menjadi kekuatan adalah kontribusi Diklat terhadap kebutuhan pasar SDM serta perencanaan dan pengembangan SDM yang sudah  cukup baik. Aspek yang masih menjadi kelemahan adalah kompetensi penguji dan sarana prasarana pengujian kendaraan listrik. Untuk peluang masih berasal pada LSP Umum, kebutuhan lembaga swasta, dan industri. Sementara itu, terdapat ancaman yang berasal dari lembaga uji swasta. Studi ini merekomendasikan  perlunya penyiapan SDM yang memenuhi standar kompetensi, termasuk peningkatan peran dan kapasitas Diklat, peran dan persiapan regulator, kebutuhan SKKNI, dan kesiapan operator pengujian kendaraan listrik
Analysis of Speed Limiting Using Speed Cameras: Case Study in Indonesian Toll Road Patriot, Teguh; Kusuma, Andyka; Nahry, Nahry
CSID Journal of Infrastructure Development Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian Police attempt to reduce the fatality rate of traffic accidents by enforcing the law on speed restrictions using speed cameras. The National Police Traffic Corps (Korlantas), from 2017 to 2018, had installed 75 units of speed cameras along Jakarta Toll Roads including Cikampek, Jagorawi, Bitung, and many others. By the end of 2020, Korlantas is expected to install 75 more units on the arterial roads of Jakarta. This study aims to analyze the implementation of vehicle speed deceleration through signs and speed cameras in the control zone. The data analyzed by comparing the speed of vehicles when crossing the control zone using the normal distribution Z test, with a 5% margin of error. The research shows that speed deceleration policy using signs and speed cameras in the control zone reduces the speed by 9% or equal to an average speed of 8 km/hour. Drivers who obeyed the speed limit reach 76.6% or 230 vehicles from 302 vehicle samples, where most of them are buses, followed by passenger cars and freight cars, respectively. The application of speed deceleration using signs and speed cameras in the toll toad meets the planning target and is recommended to be implemented across the country.