Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED

PERANAN MAHASISWA MENGIMPLEMTASIKAN LITERASIBAHASA MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI 200207 PADANGSIDEMPUAN Elizon Nainggolan; Binur Yuni Arta; Sani Susanti
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 13, No 1: June 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.348 KB) | DOI: 10.24114/jh.v13i1.36012

Abstract

Abstrac : Student's Role In Implementing Literature Through Campus Teaching Programat Padangsidempuan 200207 Public Elementary School. Language literacy skills are one of the fundamentals of the future inevitability needed by the information society era. The low culture of language literacy in Indonesia is one of the factors for holding Campus Teaching activities by the Ministry of Education and Culture in the Independent Learning Campus program with students from different universities as the main movers. The purpose of this manuscript is to determine the role of students in strengthening and developing language literacy in students at the Mengjar Campus program school, one of which is Padangsidempuan 200207 Public Elementary School. The method used is a qualitative descriptive approach where students through experience have played an active role as teachers of language literacy drivers, have conducted document analysis, guided discussions and interactive data analysis. Through the Teaching Campus program, it is hoped that students at Padangsidempuan 200207 Public Elementary School will be more enthusiastic about reading because the teaching given by students pays more attention to psychological aspects and interesting learning media to adapt to the ongoing pandemic situation.Keywords : campus teaching, independent learning, literacy, elementary schoolAbstrak : Peranan Mahasiswa Dalam Mengimpelemtasikan Literasi Melalui Program Kampus Mengajar Di Sdn 200207 Padangsidempuan. Kemampuan literasi bahasa adalah salah satu fundamental dari keniscayaan masa depan yang dibutuhkan oleh era masyarakat informasi. Budaya literasi bahasa yang rendah di Indonesia merupakan salah satu faktor diadakannya kegiatan Kampus Mengajar oleh Kementrian Pendidikan dan Budaya dalam program Mandiri Belajar Kampus Merdeka dengan mahasiswa dari Pergururan Tinggi yang berbeda sebagai penggerak utama. Tujuan dari naskah ini adalah untuk mengetahui peran mahasiswa dalam penguatan dan pengembangan literasi bahasa pada siswa di sekolah program Kampus Mengjar yang salah satunya adalah SD Negeri 200207 Padangsidempuan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dimana mahasiswa melalui pengalaman telah berperan aktif sebagai pengajar penggerak literasi bahasa sudah melakukan analisis dokumen, diskusi terpimpin dan analisis data interaktif. Melalui program Kampus Mengajar, diharapkan siswa di SD Negeri 200207 Padangsidimpuan lebih antusias membaca karena pengajaran yang diberikan oleh mahasiswa lebih memerhatikan aspek psikologis dan media pembelajaran yang menarik untuk menyesuaikan dengan situasi pandemi yang berlangsung.Kata kunci : Kampus Mengajar, Merdeka Belajar, Literasi, Sekolah Dasar
RESPON MASYARAKAT TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DI DESA HASANG KEC. KUALUH SELATAN KAB. LABUHANBATU UTARA Juniar Pardosi; Elizon Nainggolan
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 12, No 2: December 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.831 KB) | DOI: 10.24114/jh.v12i2.34189

Abstract

Abstrak: Respon, Masyarakat. Penelitian Deskriptif Kuantitatif di Desa Hasang. Penelitian ini di latar belakangi oleh banyak keluh kesah yang dirasakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat terhadap pembelajaran daring di Desa Hasang Kec. Kualuh Selatan Kab. Labuhanbatu Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat sebanyak 100 orang. untuk menentukan Sample penelitian ini dengan cara tekhnik quota sampling, sehingga diperoleh sebanyak 30 orang tua. Tekhnik pengumpulan data menggunakan angket skala liket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data Respon Masyarakat di Desa Hasang Kec. Kualuh Selatan Kab. Labuhanbatu Utara memiliki kategori “Cukup” dengan rata-rata skor yang diperoleh adalah 2,30. Hasil dari respons kognitif, afektif dan konasi, dimana pada respons kognitif ada 48,14%, respons afaktif 53,80% Respon Konasi 51, 85%. Kesimpulan dari respon masyarakat terhadap pembelajaran daring cukup di respon di masyarakat Desa Hasang Kec Kualuh Selatan Kab. LabuhanBatu Utara, Saran Dilihat dari penelitian ini agar pihak kepala desa dan pemerintah Kab. LabuhanBatu utara agar memperhatikan siswa yang tidak memiliki gudget dan memberikan kuota kepada siswa yang belajar daring. Kata Kunci : Respon, Masyarakat, Pembelajaran Daring Abstract:Response, society. Quantitative descriptive research in hasang village. This research is based on the many complaints felt b the community. This research aims to find out how the community responds to online learning in the village of hasang Sub District. Kualuh Selatan District. Labuhanbatu Utara. The method used in this research is descriptive quantitative. The population in this study is a community off 100 people. To determine the sample of this study by means of quota sampling tecnique, so as many as 30 parents.data collection techniques using a likert scala questionnaire and documentation. Based on the results of the analysis of community response data in hasang village, south kuala subdistrict, North Labuhanbatu Regency has a “sufficient” category with the average score obtained is 2.30. the results of cognitive responses, where the cognitive response was 48.14%, affactive response was 53,80%, the conation response was 51,85%. The conclusion of the community response to online learning is enough to respond to the community of hasang village, Nort labuhanbatu regency, suggestion are seen from this study so that the village head and the North Labuhanbatu district government pay attention to students who do not have gudget and provide quotas to students who learn online. Keywords : Response, Community, Online Learning