Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Product Differentiation and Packaging of Fish Floss at the Rianilis Business Group in Tawiri District, Ambon City Sahusilawane, Wildoms; Hiariey, Lilian Sarah; Nanlohy, Hellen; Ruban, Angela
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.717

Abstract

The abundant potential of Ambon City's fishery resources allows many producers to use them as a source of income. Rianilis is one of the business groups in Tawiri Village that takes advantage of this potential by producing shredded tuna. The problems faced in running the business are limited market share so that production cannot be carried out optimally and packaging that is not hygienic to maintain product quality. The purpose of this community service activity is to provide an understanding of competitive advantages through the differentiation of shredded fish products with 2 two flavor variants and attractive and hygienic packaging carried out by lecture and discussion methods as well as training in making attractive and hygienic packaging with practical methods. The results showed that there was an increase in understanding of competitive advantages through product and packaging differentiation as well as increased skills in making attractive and hygienic packaging before and after participating in the activity. The conclusion of this activity illustrates that the increase in understanding and skills acquired is beneficial for increasing income and business sustainability
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP GENDER DAN SOSIAL EKONOMI DI PULAU NUSALAUT Pattimukay, Kesya; Ruban, Angela; Nanlohy, Hellen; Anaktototy, Jofita; Sangaji, Janer
Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/balobe.4.2.60-66

Abstract

Perubahan iklim menjadi isu penting yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir, khususnya rumah tangga perikanan di Pulau Nusalaut, Maluku Tengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi dan peran gender dalam rumah tangga perikanan, serta bentuk adaptasi yang dilakukan. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 84 peserta dari ke tujuh negeri di Pulau Nusalaut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan iklim yang signifikan seperti pemutihan karang, kenaikan air laut, dan perubahan pola musim yang berdampak pada penurunan hasil tangkapan ikan dan pendapatan masyarakat. Masyarakat beradaptasi dengan melakukan diversifikasi pekerjaan ke sektor pertanian serta memperkuat gotong royong antarwarga. Hasil ini menegaskan pentingnya pendekatan adaptasi berbasis gender dan kolaborasi multipihak untuk meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim.
GENDER ROLES IN TRADITIONAL FISH PROCESSING BUSINESS IN SMALL ISLANDS IN MALUKU Apituley, Yolanda Marla Tania Nangkah; Nanlohy, Hellen; Rieuwpassa, Fredrik; Tapotubun, Alfonsina Marthina; Matrutty, Theodora Elsje Adelheid Agustin
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.299-305

Abstract

Traditional fish processing businesses represent a vital livelihood and economic sector in Maluku’s small islands. Understanding the precise allocation of gender roles within these enterprises is crucial for enhancing family economic resilience and developing effective sectoral policy. This research aims to analyze gender roles in traditional fish processing businesses. A sample of 24 fish processing business units was drawn purposively from several smoked fish processing places in Ambon City, dried fish in Eastern Seram Regency (Geser) and salted fish in Central Maluku Regency (Perigi). The data obtained was analyzed descriptive quantitatively. The research results show that activities in each traditional fish processing business can be divided into pre-production, production, and post-production stages, with the number of activities in each stage varying. In the smoked fish business, women and men collaborate significantly in the pre-production and production stages. In contrast, in post-production activities, women have significant roles in selling the products. In the dried and salted fish business, pre-production and production activities are mainly carried out by women, while men carry out post-production activities. Most of the men in the village who produce dried and salted fish earn their living as fishermen, so pre-production and production activities are carried out by women during the day when their husbands are at sea. The smoked fish produced is generally sold locally around the production site, while dried and salted fish are sold outside the island and the province.
Peningkatan Pemahaman Merdeka Belajar Melalui Sosialisasi Dan Kemitraan Kampus Mengajar Di SMA Negeri 10 Kota Ambon Tapotubun, Alfonsina Marthina; Timisela, Natelda R.; Mamesah, Juliaeta Adriana B; Nanlohy, Hellen; Kesaulya, Irma; Uneputty, Prulley Anette; Risakotta, Mirtha Yuni Sari; Rugebregt, Revency Vania; Riry, Johan; Labetubun, Jusak
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.172

Abstract

Latar Belakang: Kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) merupakan upaya strategis pemerintah dalam merespons tantangan pembelajaran di era Society 5.0. Salah satu implementasi kebijakan tersebut adalah program Kampus Mengajar yang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang kebijakan MBKM melalui sosialisasi dan penjajakan kemitraan program Kampus Mengajar kepada siswa SMA Negeri 10 Kota Ambon.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2023 menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas XII SMA Negeri 10 Kota Ambon.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual peserta mengenai kebijakan MBKM serta peran strategis program Kampus Mengajar. Selain itu, terbangun kesadaran awal mengenai pentingnya kemitraan sekolah–perguruan tinggi dalam mendukung pembelajaran yang adaptif. Kegiatan ini memberikan kontribusi praktis bagi sekolah mitra dalam memahami arah kebijakan pendidikan nasional serta menjadi langkah awal penguatan kemitraan institusional.