Claim Missing Document
Check
Articles

Priorities in Sustainable Management After Settlement Arrangement in The Coastal Area of Tegalsari Village Haidar, Noval Amani; Yuliastuti, Nany
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i1.6776

Abstract

Abstract. In 2015, the United Nations formulated 17 Sustainable Development Goals (SDGs) to address global issues, including Goal 11: Sustainable Cities and Communities. Slum areas, especially in coastal regions, are a key concern. Tegalsari Village in Tegal City was designated as a slum area in the 2014 Slum Decree by the Mayor of Tegal. In response, the Ministry of Public Works and Housing (PUPR) implemented a settlement improvement program, completed in 2019. This study aims to analyze the priority of coastal area management following the settlement arrangement in Tegalsari. A quantitative approach using the Importance Performance Analysis (IPA) method was employed. Results show the level of importance-performance alignment as follows: coastal area structuring (95%), spatial planning (92%), slum area sustainability (58%), area management (49%), and environmental quality (92%). Based on the Cartesian diagram, coastal area management and slum area sustainability fall into the top priority quadrant (1), while coastal structuring is in the maintain achievement quadrant (2). Spatial planning and environmental quality are placed in the excessive quadrant (4). Effective management of the Tegalsari coastal area requires collaboration between the government and local communities to ensure the sustainability of the improvements made.
RENCANA BISNIS AKUAPONIK SKALA RUMAH TANGGA DI RT 09 RW IV KELURAHAN KANDRI SEMARANG Rahdriawan, Mardwi; Damayanti, Maya; Wahyono, Hadi; Sunarti, S; Yuliastuti, Nany; Caesarany, Dara Amalia
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.24031

Abstract

Kota Semarang adalah salah satu peserta program 100 Resilient Cities, yang berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan kota dalam menghadapi berbagai bencana, salah satunya melalui pertanian perkotaan. Urban farming, khususnya akuaponik, menjadi solusi potensial dengan menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman tanpa tanah (hidroponik), menciptakan sistem yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Komunitas akuaponik di RT 09 RW IV, Kelurahan Kandri, telah berupaya mengembangkan pertanian perkotaan ini namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya akses pasar, fasilitas yang tidak memadai, dan tantangan teknis lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian untuk memberikan sosiaisasi dan pendampingan melalui Focus Group Discussion guna mengidentifikasi kendala dan memberikan solusi praktis rencana bisnis akuaponik. Hasil dari FGD menunjukkan bahwa sebagian komunitas sudah mampu memasarkan hasil pertaniannya, namun tidak secara rutin. Terkait sistem akupaonik, komunitas ini juga berupaya untuk mendapat fasilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar lebih efisien. Hal ini agar rencana bisnis yang disusun yang meliputi proses produksi, manajemen risiko, sumber daya manusia, dan keuangan dapat menunjukkan prospek keuntungan yang baik. Kesimpulannya, dengan dukungan dan pelatihan yang tepat, komunitas akuaponik di RT 09 RW IV dapat mencapai keberlanjutan dan berkontribusi pada ketahanan pangan lokal. Pendekatan kolaboratif perlu dilakukan untuk mengatasi tantangan pengembangan bisnis akuaponik di lingkungan komunitas.
Penentuan Prioritas Penyediaan Taman Kota Baru di Kota Semarang Sitanggang, Febrina; Yuliastuti, Nany
TATALOKA Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.4.327-346

Abstract

Penyediaan dan pemanfaatan taman kota kawasan perkotaan merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mencapai Sustainable Development Goals, khususnya Pilar Pembangunan Lingkungan Tujuan ke-11. Elemen lingkungan yang penting pada suatu lingkungan perkotaan adalah ruang terbuka hijau yang krusial terhadap kehidupan masyarakat, yaitu taman kota. Taman kota memiliki signifikansi kuat dalam menjaga aspek hidrologis maupun ekologis. Keberadaan taman kota juga memiliki peran penting mengurangi suhu permukaan pada kawasan perkotaan yang relatif lebih tinggi. Kurang meratanya distribusi taman kota di Kota Semarang pada kawasan perkotaan mengurangi kualitas lingkungan perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan daerah-daerah prioritas dan lahan potensial dalam penyediaan tambahan kuantitas taman kota di Kota Semarang. Metodologi penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pemanfaatan perangkat lunak sistem informasi geografis (SIG). Metode SIG yang digunakan adalah weighted overlay dari variabel penentu, yaitu analisis tingkat kenyamanan termal, kerapatan vegetasi, kepadatan penduduk, dan aksesibilitas. Kebaruan penelitian ini adalah penambahan variabel aksesibilitas dengan analisis SIG yang belum digunakan dalam studi serupa di wilayah ini, sehingga menghasilkan pemetaan spasial daerah prioritas dan lahan potensial penyediaan taman kota di Kota Semarang yang lebih adatif dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Semarang sangat perlu untuk disediakan penambahan taman kota, hal ini dapat dilihat dari luas daerah dengan tingkat prioritas “Sangat Tinggi” sebesar 19.146,01 ha (49,90%) dan luas lahan potensial sebesar 2.374,71 ha (5,96%) dari luas total Kota Semarang. Kecamatan dengan prioritas dan persentase tertinggi yaitu Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Selatan, Semarang Utara, Semarang Timur, dan Gayamsari.
KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN KAWASAN PECINAN KOTA SEMARANG Nany Yuliastuti; Isti Khaerunnisa
TEKNIK Vol 32, No 3 (2011)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.639 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v32i3.1740

Abstract

Chinatown is a component of the urban area which has many unique possibilities and store a wide variety issuesrelated to its area development and social culture. Chinatown in Semarang is one area that has a specialtreatment from the local government of Semarang where it has a high commercial and cultural value. The areahas some issues that are often experienced by urban settlements in the high building density that causes thedifficulty of procuring open space and green open spaces, some of the environmental infrastructure damage suchas potholes, clogged channels to rubbish strewn everywhere. The purpose of this study was to assess theenvironmental quality of settlements in the Chinatown area of Semarang. General approach used in this study isa quantitative approach. While the analytical techniques used in this research is descriptive statistics, withdescriptive techniques of quantitative, qualitative and descriptive descriptive and comparative analysis ofweighting as an analytical tool used to support the analysis. The results of this study is the quality ofneighborhoods in the city of Semarang's Chinatown area belong to the category of Medium with a value of 50 inunits of percent. This value is derived from the analysis of public facilities and infrastructure conditions of theenvironment area, the analysis of the physical quality of the built environment, and public awareness of theenvironmental analysis has been done before, where all of the analysis is at a Moderate category. This indicatesthat the need to increase the quality of neighborhoods Chinatown area, in anticipation of a decline inenvironmental quality. A good public awareness of the environment in which they live will be able to preventdegradation of Semarang's Chinatown neighborhood area can even improve the quality of the settlements in theregion.