Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENANGGULANGAN KORUPSI DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Nasaruddin Nasaruddin; Abdussahid Abdussahid
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 3 No. 1 (2019): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v3i1.244

Abstract

Salah satu tantangan yang paling berat bagi pembangunan dalam sebuah bangsa dan negara adalah masalah korupsi. Korupsi merupakan salah satu kejahatan dan tindak pidana tertentu yang bersifat serius, terorganisir yang telah menimbulkan masalah dan ancaman serius, karena dapat membahayakan stabilitas dan keamanan negara dan juga kemerosotan ummat. Kemakmuran dan keamanan negara sangat sulit tercapai apabila praktek korupsi masih sering dilakukan oleh sebagian orang, pejabat, staf dan instansi-instansi tertentu. Dari sisi lain bahwa praktek korupsi adalah tergolong sebagai kejahatan yang besar dan luar biasa. Dan oleh karenanya pemberantasa harus dilakukan dengan cara yang luar biasa pula, diantaranya; adanya upaya setiap pribadi untuk memaksimalkan seluruh potensi yang diberikan oleh Allah SWT dalam dirinya dan pemanfaatan segala instrumen yang ada dalam masyarakat. Salah satu diantaranya adalah pemanfaatan ayat al-Quran dan hadits Rasulullah SAW yang berkaitan dengan penanggulangan korupsi, tidak dapat dilakukan secara sekaligus tetapi dilakukan secara bertahap demi mewujudkan dan mengaktulisasikan nilai-nilai agama dalam kehdidupan bermasyarakat dan bernegara. Berangkat dari permasalahan ini bahwa al-Quran dan al-Hadits mempunyai wawasan tersendiri tentang penanggulangan korupsi yang secara detail.
JIHAD KEBANGSAAN Membangun Spirit Patriotisme Pada Generasi Muda Menuju Bangsa Berkarakter Ahmad Ahmad; Nasaruddin Nasaruddin; Nurdiniawati Nurdiniawati; Nely Ilmi Qat'iyah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2606

Abstract

Dewasa ini generasi muda sangat rentan dipengaruhi oleh gaya dan pola hidup kebarat-baratan dan cenderung melupakan nilai dan norma dalam bangsa dan negara. maka dari itu sikap patriotisme harus ditanamkan pada generasi muda sebagai upaya untuk merekonstruksikan kembali sikap cintah tanah air dan berani berkorban untuk bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan tinjauan kepustakaan (Library research) dengan bahan utama artikel dan buku-buku ilmiah. Adapun pembahasannya adalah eksistensi generasi muda sebagai pelanjut misi kebangsaan harus di tanamkan sikap patriotisme agar harapan dan cita-cita bangsa dapat tercapai. Untuk memperkuat komitmen generasi muda dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan maka sikap patriotisme harus menjadi simbol kekuatan generasi muda dalam mewujudkan bangsa yang berkarakter.
PENERAPAN PROJECT BASED LAERNING DALAM MENINGKATKAN KEMAPUAN KOLABORASI BELAJAR SISWA MIN 1 KOTA JAKARTA BARAT Nur Azizah Fatiati; Nasaruddin Nasaruddin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Project Based Learning dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi belajar siswa di MIN 1 Kota Jakarta Barat. Jenis penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan dalam tahapan siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas I dan IV. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan kolaborasi siswa MIN 1 Kota Jakarta Barat dengan Project Based Learning ditandainya dengan indikator siswa lebih aktif mendengar, bersikap terbuka, menjaga komunikasi, siswa aktif dalam berkelompok di pemecahan masalah, adanya perubahan sikap siswa yang ditandai dengan iman dan taqwa, berakhlakul karimah, dan siswa lebih terkontrol dengan adanya kerja kelompok.
KONSEP AL-QUR'AN TENTANG BIRRUL WALIDAIN: KEWAJIBAN DAN PENGHORMATAN KEPADA ORANG TUA Moh Safrudin; Nasaruddin Nasaruddin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4159

Abstract

Birrul walidain merupakan prinsip etika Islam yang menekankan pentingnya berbuat baik dan menghormati orangtua. Al-Qur'an secara tegas memerintahkan umat Islam untuk senantiasa berbakti kepada kedua orangtua, sebagai bagian integral dari keimanan kepada Allah. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep birrul walidain berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, serta menganalisis posisi birrul walidain sebagai kewajiban moral dan keagamaan. Penelitian ini juga mengeksplorasi dimensi sosiologis dari nilai birrul walidain dalam masyarakat Muslim, khususnya dalam konteks perubahan sosial dan tantangan modernitas. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dan analisis sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa birrul walidain bukan hanya sekadar etika sosial, melainkan kewajiban syar’i yang berdampak pada struktur sosial, keharmonisan keluarga, dan ketahanan budaya masyarakat
Local Wisdom Learning Plan: Pengembangan Desain Pembelajaran PAUD Berbasis Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Karakter Anak Usia Dini Ade S. Anhar; Nasaruddin Nasaruddin; Agus Salam; Syarifuddin Syarifuddin; Luthfiyah Luthfiyah; Ahmadin Ahmadin; Muslim Muslim; Fathurrahman Fathurrahman
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.270

Abstract

Pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih didominasi penggunaan media dan perangkat pembelajaran yang bersifat umum, sehingga pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar belum optimal. Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran kurang kontekstual dan belum mampu menginternalisasikan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan budaya lingkungan anak. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan keterlibatan anak, kreativitas, pembentukan karakter, serta pengembangan moral sejak usia dini. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan mengembangkan Local Wisdom Learning Plan, yaitu desain pembelajaran PAUD berbasis kearifan lokal yang mampu memperkuat karakter anak usia dini melalui integrasi cerita rakyat, permainan tradisional, lagu daerah, seni budaya, dan pembiasaan nilai-nilai lokal dalam kegiatan belajar. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, identifikasi potensi budaya lokal, perancangan perangkat pembelajaran (modul, RPPH, media edukatif), implementasi pada mitra PAUD, serta evaluasi melalui observasi, wawancara, dan angket kepada guru. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan bahwa guru mampu menyusun dan menerapkan perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal secara sistematis. Anak menunjukkan peningkatan keterlibatan dalam pembelajaran, kemampuan bekerja sama, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, dan rasa cinta terhadap budaya daerah. Guru juga memberikan respons positif terhadap kemudahan penggunaan perangkat yang dikembangkan serta menilai pembelajaran menjadi lebih menarik, kontekstual, dan bermakna. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal berkontribusi terhadap penguatan karakter dan kreativitas anak usia dini. Disimpulkan bahwa Local Wisdom Learning Plan merupakan inovasi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat pendidikan karakter anak usia dini sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Model ini berpotensi direplikasi pada berbagai satuan PAUD sebagai alternatif pembelajaran yang kontekstual, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan karakter.