Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Idea Nursing Journal

KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER SERVIKS: PENGALAMAN PASIEN SUKU BATAK TOBA Roma Sitio; Dewi Elizadiani Suza; Siti Saidah Nasution
Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.822 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i1.6466

Abstract

ABSTRAKKanker seviks menimbulkan masalah tersendiri bagi perempuan yang mengalaminya karena kanker ini berhubungan dengan perubahan pada organ reproduksi perempuan sehingga akan berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna kualitas hidup pasien kanker serviks: pengalaman pasien suku Batak Toba. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan indept interview dan fieldnote. Patisipan berjumlah 12 orang suku Batak Toba yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Wawancara dilakukan di rumah sakit, peneliti terlebih dahulu melakukan kontrak. Hasil wawancara dianalisis dengan metode pendekatan Colaizzi. Hasil analisis penelitian ditemukan 6 tema yaitu: perubahan aktivitas fisik, efek samping terapi, perubahan psikologis, perubahan interaksi sosial, dampak budaya, dan kegiatan spiritual. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan bagi perempuan yang menderita kanker serviks untuk meningkatkan kualitas hidupnya dengan memperhatikan faktor budaya karena budaya dapat mempengaruhi aspek harapan, kesehatan dan penyakit.Kata kunci: kualitas hidup, kanker serviks, suku Batak Toba. ABSTRACTCervical cancer has a specific problem in women who undergo it because of the change in their reproductive organ which will eventually influence their life quality. The objective of the research was to analyze the meaning of life quality in Batak Toba cervical carcer patients. The research was a descriptive phenomenological study. The data were gathered by conducting in - depth interviews and field notes. There were 12 Batak Toba participans, taken by using purposive sampling technique. Interviews were conducted in the hospital by having cantract before the interviews took place. The result of interviews was analyzed by using Collaizzi approach. The result of the research showed that there were six themes: change in physical activity, side effect of the therapy, psychological change, social interaction change, cultural change and spiritual activity. It is commended that nurses provide nursing care for cervical cancer women in order to increase their life quality by paying attention to cultural factor because culture can influence the aspects of hope, health and sickness.Keywords: Quality of Life, Cervical Cancer, Batak Toba Ethnic Group
Family-Centered Care Model untuk Menurunkan Dampak Hospitalisasi Anak dengan Penyakit Kanker di Medan, Sumatera Utara Dewi Elizadiani Suza
Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.035 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i1.6634

Abstract

ABSTRAKKanker adalah penyebab utama kematian pada anak dimana setiap tahun angka kejadian terus meningkat. Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi orangtua dan perawat anak tentang family-centered care (FCC) untuk pasien anak dengan kanker di Medan. Data dianalisis dengan menggunakan content analysis dan independent t-test. Penelitian ini menemukan bahwa orangtua merasa bahwa FCC memiliki lima tema utama adalah: 1) bekerja sama, 2) menghormati praktik budaya, 3) memberikan informasi, 4) konsistensi dalam perawatan, dan 5) dukungan. Sementara itu, perawat anak merasa bahwa FCC memiliki empat tema: 1) keterlibatan orangtua, 2) perawatan holistik, 3 tugas dan peran, dan 4) mendidik keluarga. Dapat disimpulkan bahwa, orangtua dan perawat anak memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan FCC dikarenakan memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, kurangnya pemahaman tentang FCC keragaman budaya pasien, nilai-nilai, dan keyakinan. Oleh karena itu dibutuhkan perbaikan pada aspek-aspek tertentu dari perspektif orangtua dan keluarga terkait dengan keyakinan, nilai-nilai, dan latar belakang budaya dalam pelayanan kesehatan.Kata kunci: family-centered care, persepsi orangtua rasakan, persepsi perawat anakABSTRACTCancer is the leading cause of death in children each year in which the incidence continues to rise. This study was to explore parental and nurses pediatric perception of family-centered care (FCC) for pediatric cancer patient in Medan. Data were analyzed using content analysis and independent t-test.This study found that parents perceived that FCC had five main themes emerged were: 1) work together, 2) respect cultural practice, 3) giving information, 4) consistency of care, and 5) support. Meanwhile, nurse perceived that FCC had four themes: 1) parental involvement, 2) holistic care, 3) tasks and roles, and 4) educating families. It can be concluded that, parents and nurses had a different view of FCC, it caused they may have had different educational background, lack of understanding of FCC, increasing in the cultural diversity of patients, the values and beliefs. Therefore, it needs improvement in certain aspects from the perspective of parents and families linked to the beliefs, values, and cultural backgrounds in healthcare.Key words: family centered care, parental perception, pediatric nurses perception
PENGEMBANGAN PROTOKOL PEMENUHAN HAK PASIEN DI RUMAH SAKIT DAERAH KABUPATEN ACEH TAMIANG Fitri Erlita; Dewi Elizadiani Suza; Diah Arruum
Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.884 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i2.6451

Abstract

ABSTRAKProtokol pemenuhan hak pasien merupakan suatu panduan yang dikembangkan sebagai pedoman dalam menerapkan pemenuhan hak pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan protokol pemenuhan hak pasien di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Aceh Tamiang. Jenis penelitian yang digunakan adalah action research, dari bulan Maret sampai Juli 2016, dan melalui 3 siklus serta terbagi dalam 8 tahap. Instrumen yang digunakan adalah panduan in-depth interview, panduan focus group discussion (FGD) pada tahap reconnaissance,panduan  FGD pada tahap reflection, kuesioner tentang kepuasan pasien dalam pemenuhan hak pasien, kuesioner kepuasan perawat dalam pemenuhan hak pasien, format observasi protokol pemenuhan hak pasien, dan format observasi kinerja perawat dalam pemenuhan hak pasien. Partisipan dalam penelitian ini adalah 31 orang perawat, yang diambil secara purposive sampling. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisa data kualitatif menggunakan content analysis dan analisa data kuantitatif menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian teridentifikasi tema: manfaat pemenuhan hak pasien untuk stake holder, hak yang didapatkan dari pelayanan kesehatan, hambatan dalam penerapan protokol pemenuhan hak pasien, strategi penerapan protokol pemenuhan hak pasien, instrumen penerapan protokol pemenuhan hak pasien, dan dukungan penerapan protokol pemenuhan hak pasien. Penelitian ini menghasilkan suatu kebijakan baru dalam bentuk standar prosedur operasional yaitu protokol pemenuhan hak pasien, alur pemberian informasi hak dan kewajiban pasien, dan menghasilkan dampak adanya peningkatan kepuasan pasien, yaitu sebelum penerapan protokol rata-rata (mean) 86,89 dan sesudah rata-rata (mean) senilai 91,80, serta berdampak pada peningkatan kepuasan perawat, yaitu sebelum penerapan protokol rata-rata (mean) 82,16 dan sesudah rata-rata (mean) senilai 90,16. Penelitian ini merekomendasikan kepada pihak manajemen rumah sakit agar terus melakukan supervisi untuk mengevaluasi pelaksanaan protokol pemenuhan hak pasien. Kata kunci: protokol, pemenuhan hak pasien, action research. ABSTRACTProtocol for fulfilling patients’ right is developed as guidance in implementing patients’ right. The objective of the research was to develop protocol for fulfilling patients’ right at the Regional General Hospital in Aceh Tamiang Regency. The research used action research method; it was conducted from March until July, 2016 through 3 cycles in 8 stages. The research instruments were in-depth interview guidance, Focus group discussion (FGD) guidance in the reconnaissance stage and FGD in reflection stage, questionnaires on patient satisfaction, questionnaires on nurse satisfaction in fulfilling patients’ right, protocol observation format in fulfilling patients’ right, and nurses’ performance observation format in fulfilling patients’ right. The samples were 31 nurses as the respondents, taken y using purposive sampling technique. The data were analyzed qualitatively and quantitatively. Qualitative data were analyzed by using content analysis while quantitative data were analyzed by using descriptive statistic test. The result of the research showed the theme of the benefit of fulfilling patients’ right for stakeholders, patients’ right to get health service, the obstacles in implementing protocol in fulfilling patients’ right, strategy of implementing protocol in fulfilling patients’ right, instruments for implementing protocol in hospitals, and support in implementing protocol in fulfilling patients’ right. This research produced a new policy in the form of standard operational procedure, that is, protocol in fulfilling patients’ right, channel of giving information about patients’ right and obligation, and the effect of the increase in patients’ satisfaction - mean value in pre-protocol application was 86.89 and mean value in post protocol application was 91.80. The increase in nurses’ satisfaction, mean value in pre-protocol application was 82.16 and mean value in post-protocol application was 90.16. It is recommended that the hospital management do supervision to evaluate the implementation of protocol in fulfilling patients’ right. Keywords: protocol, fulfilling patients’ right, action research.
PENGARUH LATIHAN PERGERAKAN SENDI EKSTREMITAS BAWAH TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DM TIPE 2 Isni Hijriana; Dewi Elizadiani Suza; Yesi Ariani
Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.586 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i2.6452

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan faktor resiko terjadinya berbagai penyakit vaskular pada laki-laki dan perempuan. Komplikasi DM ini berhubungan dengan disfungsi makrovaskular dan mikrovaskular. Berbagai intervensi dilakukan untuk mencegah komplikasi diabetes, salah satunya adalah latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah. Diagnostik dini sangat penting untuk menilai penyakit vaskular perifer, pengukuran nilai ankle brachial index (ABI) merupakan salah satu tindakan non invasif untuk untuk menilai resiko penyakit vaskular perifer dalam perawatan primer. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi pengaruh latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah terhadap nilai ABI pada pasien DM tipe 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain quasi-eksperiment jenis pre-test and post-test group design. Total sampel  dalam penelitian ini adalah 35 pasien DM Tipe 2. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi yang diberikan yaitu latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah yang dilakukan  secara aktif sebanyak satu kali setiap hari, dengan masing-masing gerakan sebanyak 10 kali pengulangan dan selama 4 minggu pengamatan. Uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan ada perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pergerakan sendi ekstremitas bawah terhadap nilai ABI, pada ekstremitas kiri (p=0.00) dan pada ekstremitas kanan (p=0.00). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah dapat meningkatkan nilai ABI jika dilakukan secara teratur dan kontinyu. Latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah dapat meningkatkan aliran darah ke arteri dan berefek positif pada metabolisme glukosa, dimana terjadinya penurunan  glukosa dan HbA1c. Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pelayanan keperawatan untuk menjadikan latihan fisik seperti latihan pergerakan sendi ekstremitas bawah sebagai pencegahan terhadap resiko kaki diabetik serta perlu dilakukannya pemeriksaan ABI untuk mendeteksi dini gangguan pembuluh darah pada ekstremitas pasien DM Tipe 2. Kata kunci: pergerakan sendi ekstremitas bawah, ankle brachial index(ABI), DM Tipe 2 ABSTRACTDiabetes mellitus Type 2 (DMN Type 2) is the risk factor for the incidence of vascular. Its complication is related to macrovascular and microvascular dysfunction. Various interventions have been done to prevent from diabetes complication, and one of them is by lower extremity joint movement. Early diagnostics is very important to evaluate peripheral vascular. Measuring the value of ankle brachial index (ABI) is one of non-invasive actions to evaluate the risk for peripheral vascular in primary treatment. The objective of this research was to determine the influence of joint movement exercise on ABI value in DM Type 2 patients. The research used quasi experiment method with pretest-posttest group design. The samples were 35 DM Type 2 patients, taken by using consecutive sampling technique. Intervention was given by conducting lower extremity joint movement exercise once a day with 10 repetitions and 4 week observations. Wilcoxon Signed Ranks statistic test showed that there was the difference in pre and post intervention of lower extremity joint movement from ABI value, in left extremity (p=0.00) and in right extremity (p=0.00). The conclusion was that lower extremity joint movement exercise could increase ABI value if it was done regularly and continuously. It could also increase blood flow to artery and had positive effect on glucose metabolism in which glucose and HbA1c decreased. This research could bean input for nursing care to make physical exercises such as lower extremity joint movement as prevention from diabetic foot risk and ABI examination is required to early detect blood vessels disorder in DM Type 2 patients’ extremity.Keywords: lower extremity joint movement, ankle brachial index (ABI), DM Type 2.
LANSIA CARING NURSING CENTER: PERSEPSI MAHASISWA PROFESI KEPERAWATAN Setiawan Setiawan; Dewi Elizadiani Suza
Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.34 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i3.9495

Abstract

ABSTRAKLansia Caring Nursing Center merupakan perawatan terpadu dan komprehensif bagi lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi mahasiswa profesi keperawatan dalam memberikan pelayanan keperawatan di Lansia Caring Nursing Center di Fakultas Keperawatan USU. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan adalah mahasiswa profesi keperawatan USU yang telah melalui tahap profesi komunitas dan telah bergabung dalam kegiatan Lansia Caring Nursing Center. Wawancara mendalam kepada 5 mahasiswa profesi keperawatan. Analisis data menggunakan metode Colaizzi. Ditemukan 5 tema persepsi mahasiswa dalam memberikan pelayanan keperawatan di Lansia Caring Nursing Center, yakni: 1) Lansia Caring Nursing Center adalah tempat untuk meningkatkan kesehatan, dan sarana untuk memberikan pendidikan bagi lansia, 2) Kegiatan Lansia Caring Nursing Center bermanfaat bagi lansia, 3) Suasana baru, ragam kegiatan, dan tersedia fasiitas yang berbeda di Lansia Caring Nursing Center, 4) Mahasiswa dapat belajar menjadi penyuluh kesehatan, fasilitator senam kaki dan melakukan pemeriksaan kesehatan pada lansia, 5) Mahasiswa menerapkan komunikasi teraupetik kepada lansia secara langsung. Kehadiran Lansia Caring Nursing Center di Fakultas Keperawatan USU dirasakan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan keilmuan dan sebagai lahan penyaluran ide-ide terkait program lansia sehingga membuat para mahasiswa merasa antusias dan senang untuk bergabung.Kata kunci: Persepsi, lansia caring nursing center, mahasiswa profesi keperawatan.  ABSTRACTThe Elderly Caring Nursing Center was an integrated and comprehensive care for the elderly.The Objective to know perception of nursing profession students in providing nursing service at Elderly Caring Nursing Center in Faculty of Nursing USU. Qualitative research with phenomenology approach. Participants were nursing student who have been through the community profession stage and have joined the Elderly Caring Nursing Center's activities. In-depth interview with 5 nursing profession students. Data analysis using Colaizzi method. Five themes of student perception in providing nursing service at Elderly Caring Nursing Center were: 1) Elderly Caring Nursing Center was a place to improve health, and to provide education for the elderly; 2) Activities in Elderly Caring Nursing Center useful for the elderly; 3) New atmosphere, variety of activities,  and different facilities available at Elderly Caring Nursing Center, 4) Students can learn to become health educator, foot gym facilitator and conduct medical examination on elderly, 5) Students applied therapeutic communication directly  to the elderly. The presence of Elderly Caring Nursing Center at Faculty of Nursing USU was felt to be very useful for students and can provide new  ideas related to the elderly program so the students feel enthusiastic and happy to join.Keywords: Perception, elderly caring nursing center, nursing profession students.