Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal Industrial Servicess

Pengendalian kualitas produksi roti menggunakan quality control circle Asep Ridwan; Maria Ulfah; Atia Sonda; Vicky Arya
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i2.14159

Abstract

UMKM Nicesy Bakery merupakan salah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pembuatan roti. Produksi donat pada UMKM ini berkisar 100 sampai 500 buah setiap harinya, kecuali pada hari Senin dan Kamis yang memiliki jumlah produksi berkisar 800 sampai 1500 donat. UMKM Nicesy Bakery menghadapi permasalahan dalam pengendalian kualitas yaitu terjadinya cacat atau defect pada produk. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai quality control circle (QCC). Pengambilan data dilakukan pada 22 Februari hingga 30 Maret 2022. Cacat yang paling tinggi terjadi pada tanggal 15 Maret 2022 dengan jumlah produksi sebesar 1790 donat dan jumlah cacat sebesar 314 donat. Jika donat cacat masih layak untuk konsumsi, maka donat akan dikonsumsi oleh pekerja, namun apabila donat cacat tidak layak untuk dikonsumsi, maka donat akan dibuang. Terdapat empat jenis cacat donat yaitu jatuh, gosong, bentuk tidak sesuai, dan kisut. Jenis cacat yang sering terjadi yaitu cacat gosong sebesar 1019. Hasil yang diperoleh dari metode QCC yaitu persentase penurunan cacat donat. Target penurunan cacat yang ingin dicapai adalah sebesar 11%. Berdasarkan usulan perbaikan yang dilakukan diperoleh rata-rata persentase penurunan cacat yaitu sebesar 14% dan penurunan persentase harian terbesar yaitu 15%.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menggunakan metode Servqual dan Lean healthcare Maria Ulfah; Dyah Lintang Trenggonowati; Faula Arina; Putro Ferro Ferdinant; Atia Sonda
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i1.14443

Abstract

RSIA Permata Serdang merupakan salah satu rumah sakit tipe C yang mengalami penurunan kunjungan pasien dan menerima banyak keluhan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan faktor dominan dan tipe waste yang menjadi sumber ketidakpuasan pasien serta menentukan perbaikan dari waste kritis yang terjadi terhadap pelayanan rawat jalan RSIA. Penelitian ini menggunakan kerangka Six Sigma yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improvement, Control). Tahapan penelitian dilakukan dengan menghitung nilai gap setiap atribut kepuasan pelanggan, menganalisis akar penyebab ketidakpuasan dan memberikan rekomendasi perbaikan lean healthcare untuk mereduksi pemborosan pada sistem pelayanan. Berdasarkan metode tersebut diperoleh waste kritis yaitu waiting, unnecessary inventory dan overproduction. Pengurangan dan eliminasi waste yang telah terindikasi dilakukan menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Setelah itu, disusun action planning dari penyebab terjadinya waste tersebut dengan menggunakan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Usulan perbaikan yaitu membuat loket khusus atau membuat loket tambahan untuk pasien yang menggunakan asuransi kesehatan serta perekrutan petugas pendaftran rawat jalan, mengalokasikan sumber daya dengan mencocokkan kapasitas yang tersedia, meninjau ulang jadwal praktek dokter, memaksimalkan penggunaan database pasien secara elektronik dan menerapkan visual management (kode warna) pada tiap rak penyimpanan rekam medis, membuat display tata letak ruangan serta membuat display penunjuk ruangan sehingga dapat meningkatkan kualitas sistem pelayanan.
Algoritma memetic untuk penjadwalan multi-tujuan flow-shop memperhitungkan konsumpsi energi Bobby Kurniawan; Atia Sonda; Ade Irman; Evi Febianti; Kulsum Kulsum; Lely Herlina; Muhammad Adha Ilhami; Yusraini Muharni; Fellek Getu Tadesse; Hadi Setiawan
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i2.14211

Abstract

Energi sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Saat ini, sumber energi masih didominasi oleh sumber daya yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources) yang dapat habis seiring dengan waktu. Industri manufaktur, sebagai salah satu sektor yang mengkonsumsi energi dalam jumlah besar, dituntut untuk dapat melakukan konservasi energi dalam kegiatan operasionalnya. Penjadwalan dapat digunakan sebagai metode konservasi energi. Penelitian ini membahas penjadwalan banyak tujuan flow-shop untuk meminimasi biaya pemakaian listrik dan total tardiness. Kecepatan mesin dapat diubah untuk mengurangi atau menambah waktu proses sebuah job. Apabila waktu proses sebuah job dikurangi, maka job dapat selesai lebih cepat. Akan tetapi, mengurangi waktu proses sebuah job memerlukan energi yang lebih banyak. Oleh karena itu, akan muncul trade-off antara total tardiness dan konsumsi energi. Algoritma memetic multi-obyektif (MOMA) dikembangkan untuk memecahkan masalah multi-tujuan. Percobaan numerik dilakukan untuk mengevaluasi performansi MOMA menggunakan masalah yang dibangkitkan secara acak. Hasil dari percobaan numerik menunjukkan bahwa MOMA efektif dalam menyelesaikan masalah penjadwalan multi-tujuan flow-shop.
A hybrid modified Bat Algorithm with Dynamic Spiral Method for solving mixed integer non-linear programming optimization Atia Sonda; Bobby Kurniawan; Faula Arina; Dyah Lintang Trenggonowati; Asep Ridwan; Maria Ulfah; Putro Ferro Ferdinant; Achmad Bahauddin
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 2 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i2.17315

Abstract

Most optimization problems in engineering are nonlinear, with many constraints. Consequently, finding optimal solutions to such nonlinear problems requires efficient optimization methods. Most of the methods used so far are gradient-based methods. In gradient-based methods, the objective function must be differentiable, and the search for the optimum solution usually starts with a guess-point. For multimodal objectives, the search will likely get stuck at a local optimum. Nowadays, new metaheuristic methods are being developed for solving nonlinear optimization problems. Metaheuristic methods neither require a guess-point nor a derivative of the objective function. Metaheuristic methods, called Bat Algorithm and Spiral Dynamic Method, have been developed for solving optimization problems. Each of the methods has the strength to solve the problem. We propose combining Bat Algorithm (BA) and Dynamic Spiral Method (DSM) for solving mixed integer optimization. The bat Algorithm is used for the exploration stage to find some candidate solutions. Meanwhile, the dynamic spiral method is used in local search to find the best optimum solution. The result obtained by Bat Algorithm-Dynamic Spiral Method (BA-DSM) were more effective than the standard Bat Algorithm in solving the problem.
Optimizing packaging process efficiency and quality control at a black carbon manufacturer through lean six sigma and design of experiment Bahauddin, Achmad; Trenggonowati, Dyah Lintang; Sonda, Atia; Yusuf, Vira Aleyda; Saeful Mutaqin, Ade Irman; Umyati, Ani
Journal Industrial Servicess Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v9i1.19052

Abstract

CI is a multinational company that involves manufacturing carbon black. The carbon black is packed in a 1250 kg jumbo bag and a 25 kg paper sack. Based on reject weight data for December 2019, 4.4% of paper sacks were rejected, with some caused by suboptimal packer machine settings. The study will use the design of experiment to determine critical quality factors for carbon black grade Sterling-V, identify waste in the packaging process, determine the sigma value in the packaging process, identify factors causing product defects, evaluate the risk priority number, and provide suggestions for optimal packaging machine conditions through factorial experiments. The reject weight of Sterling-V products due to reject weight was 123 out of the total production. The study results showed a sigma level of 2.205, with the engine factor being the main cause of reject weight (RPN 900). The optimal packaging machine conditions proposed for Sterling-V grade are Bulk Fill Cut Off (22.5 kg), High Pressure Air (7 bar), and Trim Final Cut Off (25 kg), which can reduce reject weight to 23 from total production.
Product quality control analysis using the six sigma method Ridwan, Asep; Sonda, Atia; Amelia, Amelia
Journal Industrial Servicess Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v9i1.19044

Abstract

Technological improvements and developments have significantly altered consumers' perceptions of product quality. The production of high-quality products is only possible through a robust manufacturing process. However, during the production process, various issues may arise, leading to the production of defective products. As a result, manufacturing companies like XYZ are now required to conduct product quality control to minimize the number of defects. The objective of this study is to control product quality by reducing defects at XYZ. To achieve this, we have employed the Six Sigma method, which involves several stages, such as define, measure, analyze, improve, and control. Our research indicates that product A is prone to defects, with density being the most common type. We have calculated the DPMO (defects per million opportunities) to be 2580.66, while the sigma value is 4.297. The process capacity that produces problems at XYZ is at an average level for US industry. Additionally, we have used the 5W + 1H approach to propose improvements during the Improve stage. However, our recommendation for enhancing the production process to reduce defects is still a work in progress and needs to be executed, assessed, and monitored to reach world-class industry standards.