Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith di PT. Elang Jagad Aldo Buyung Setya Pratama; Yustina Ngatilah
JUMINTEN Vol. 2 No. 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i4.286

Abstract

PT. Elang Jagad merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi tungku kompor elpiji. Penjadwalan produksi yang digunakan pada perusahaan tersebut menggunakan job order production yaitu proses produksi yang dikerjakan berdasarkan pesanan dari konsumen. Hasil dari pengamatan yang telah dilakukan pada proses produksi perusahaan, penjadwalan produksi yang kurang sesuai tersebut disebabkan kurangnya kapasitas mesin dalam produksi, serta pola aliran proses produksi yang tidak tertata dan alur waktu produksi yang kurang maksimal. Pada penelitian ini penjadwalan produksi akan menggunakan metode Campbell Dudek Smith (CDS) yang merupakan pengembangan dari aturan Jhonson untuk mendapatkan urutan pekerjaan. Makespan yang didapatkan berdasarkan metode aktual perusahaan sebesar 17499,81 detik. Dengan menggunakan metode usulan didapatkan makespan sebesar 17487,85 detik sehingga dapat menghemat waktu sebanyak 11,964 detik/pcs.
Analisis Kualitas Produk Console Table dengan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di PT. Romi Violeta Sidoarjo Dimitra Izzati Putri; Yustina Ngatilah
JUMINTEN Vol. 2 No. 5 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i5.322

Abstract

PT. Romi Violeta Sidoarjo adalah salah satu perusahaan mebel di Indonesia dengan produk kayu yang dihasilkan berupa console table, dining table, dining chair, dan wall mirror. Salah satu produk mebelnya, console table, kerap kali ditemukan kecacatan seperti warna bervariasi (color variation), permukaan seperti jeruk (orange pell), warna akhir kasar (rough finish), penyimpangan warna (color deviation), tingkat kecerahan (glossy top coat), pori-pori terbuka (open pore), dan warna mudah lepas (peel off). Berdasarkan masalah di atas peneliti melakukan pengamatan pada produk console table. Variabel terikat pada tugas akhir ini adalah jumlah kecacatan pada produk console table.Metode.Fault.Tree.Analysis.(FTA) dengan Failure Mode.and Effect Analysis.(FMEA) sebagai rekomendasi perbaikan. Metode FTA untuk menentukan kejadian yang sering terjadimengetahui .kesalahan, mulai dari kejadian.paling atas sampai kejadian yang paling bawah, dan memgetahui probabilitas pada diagram FTA. Sedangkan pada FMEA untuk menentukan rating terhadap Severity,.Occurance,.Detection dan menghitung nilai RPN. Hasil penelitian tersebut berupa presentase masing-masing jenis defect, analisis akar masalah yang menyebabkan defect tersebut terjadi dan beberapa rekomendasi perbaikan untuk mengurangi keempat defect tersebut terjadi kembali.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Pipa PVC AW 4 Supralon dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan New Seven Tools di PT XYZ Irma D. Pratiwi; Yustina Ngatilah
JUMINTEN Vol. 1 No. 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.366

Abstract

PT. XYZ ialah perusahaan di bidang usaha pembuatan Pipa PVC serta HDPE. Permasalahan yang terjadi di perusahaan yakni ada produk defect yang menyebabkan proses produksi pipa PVC tak efektif dan menyebabkan perusahaan rugi. Penelitian dilakukan denganmenggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dengan rekomendasi perbaikan New Seven Tools. Penelitian memakai metode ini digunakan untuk mencari tahu penyebab defect produk serta bisa mem-beri usulan perbaikan untuk pencegahan supaya defect itu berkurang. Dalam hal ini terdapat 4 jenis defect pada pipa PVC yang diproduksi oleh PT. XYZ yaitu defect pipih, Retak atau Pecah, Lubang dan warna. Untuk presentase defect pada pipa PVC AW Supralon adalah sebesar 5,03% dari jumlah defect sebesar 5.748 lonjor dan dengan total produksi sebesar 114.255 lonjor. Akar masalah penyebab defect yang paling dominan yang sering terjadi diantaranya operator tidak menerapkan SOP dalam bekerja, komposisi bahan baku tidak stabil,tidak ada penjadwalan maintenance secara berkala dan pencampuran bahan baku yang kurang homogen. Adapun rek-omendasi perbaikannya adalah diberikan arahan dalam bekerja agar tidak lalai dan lebih teliti serta melakukan pengontrolan dan pengawasan pada saat proses produksi, dilakukan breafing dan arahan sebelum On mesin, dilakukan pengoptimalan kinerja operator, serta Pengkondisian, pengecekan dan pengukuran bahan baku yang sesuai dengan ketentuan perusahaan, dilakukan jadwal pengecekan dalam proses produksi setiap hari dan tune up mesin satu minggu sekali.
Analisis Kualitas Produk Monosodium Glutamat (MSG) Menggunakan Metode Six Sigma di PT XYZ Dina Rosidah; Yustina Ngatilah; Endang P. Widjajati
JUMINTEN Vol. 3 No. 1 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v3i1.377

Abstract

Sebagai perusahaan di bidang bumbu penyedap rasa, PT XYZ menghadapi kendala dalam produksi monosodium glutamat (MSG) yaitu tidak terpenuhinya spesifikasi produk khususnya pa-da variabel pH, moist, kadar Cl- dan warna. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai DPMO dan memberikan nilai sigma untuk kualitas produk menggunakan metode six sigma dan mem-berikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pada produk MSG di PT XYZ. Metode penelitian yang digunakan adalah six sigma dengan tahapan six sigma antara lain Define, Meas-ure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada vari-abel pH memperoleh nilai DPMO sebesar 21.967 dengan nilai sigma 3,515, variabel moist mem-peroleh nilai DPMO sebesar 22.596 dengan nilai sigma 3,503, variabel Cl- memperoleh nilai DPMO sebesar 18.424 dengan nilai sigma 3,587, variabel warna memperoleh nilai DPMO sebe-sar 17.037 dengan nilai sigma 3,619 sehingga perlu dilakukan analisis penyebab terjadinya cacat kualitas dan rekomendasi perbaikan untuk mencapai level 6 sigma. Penyebab munculnya outspec pada produk adalah karena faktor manusia, material, dan mesin.. Berdasarkan FMEA diketahui penyebab outspec dengan RPN tertinggi 315 pada variabel pH adalah operator kurang teliti da-lam melakukan perbandingan NaOH dengan asam glutamat. Adapun rekomendasi perbaikan yaitu mengawasi operator supaya tepat dalam menghitung perbandingan NaOH dan asam glutamat.
The Kinetics Reaction of Phosphoric Acid Formation from Cow Bone Pujiastuti, Caecilia; Yustina Ngatilah; Muhammad Septianto; Angelia Tantyono
Journal of Research and Technology Vol. 6 No. 2 (2020): JRT Volume 6 No 2 Des 2020
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v6i2.234

Abstract

Phosphoric acid can be formed from bone waste, including cow bone which contains calcium phosphate. When reacted with sulfuric acid it becomes phosphoric acid. The purpose of this research was to determine the reaction constant of phosphoric acid from cow bones. The reaction constant can determine the good operating conditions in a reactor design. Starting with the cow bones that have been powdered with a size of 200 mesh, dissolved in the water until saturated. Then saturated solution 500 ml was taken and reacted with 4 N sulfuric acid 100 ml, stirring process was carried out at 200 rpm, with variable temperature were (70oC, 80oC, 90oC, 100oC, and 110oC) and time were (40, 50, 60, 70, and 80 minutes). Next, the sample was filtered, and the sediment was taken, and analysed of phosphoric acid filter and separated the sediment. Based on this research, an equation k = 1.1627 e -3742.4 / T was generated. The graph in picture 5 shows that the equation followed a pseudo first order reaction.