Claim Missing Document
Check
Articles

USAHA HOME INDUSTRI CAMILAN KRIPIK JAMUR KRISPY SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Agung Suprojo; Noora Fithriana
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.4 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i2.779

Abstract

Oyster mushroom is an organic plant rich in nutritional content and highly nutritious for the human body. Oyster mushroom has the potential as an anti-tumor, anti-fungal, immune system regulator, as well as to reduce the effect of blood lipids and blood sugar. In addition, this mushroom also helps to nourish the environment. Utilizing or managing oyster mushrooms into various forms of snacks is an effort in order to realize community empowerment. The method used in this activity was collecting IRT KingKres and IRT Indo Jamur in one location of the same activity, and each partner group was given counseling and business assistance. The result of Science and Technology for Society showed that the activity was done with good preparation, and done with good cooperation between program implementer and partner community and held entrepreneurial socialization. The impact of this program has been to increase economic independence, especially on the productivity and income of the people who get help. Keywords: business group, snack, krispy mushroom chips
EFEKTIVITAS PELAYANAN PROGRAM E-KTP PADA MASYARAKAT Ardi Perdana; Agung Suprojo; Ach. Bardjan Saleh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.172 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i2.51

Abstract

Abstrak: Pendataan identitas e-KTP merupakan program yang digalakan Pemerintah yang memuat semua sistem keamanan Administrasi berbasis data Base, dengan e-KTP diharapkan dapat memiliki NIK yang digunakan seumur hidup dalam permasalahan Administratif kependudukan. Namun dalam pelaksanaan masih banyak yang mempertanyakan tingkat ke efektivitasan pemberlakuan sistem tersebut dari segi proses pembuatan sampai dengan funsi kegunaan e-KTP jangka panjang.Dalam penelitian ini menggunakan metode kuaitatif dengan menggunakan langkah-langkah pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Adapun untuk menganalisa data menggunakan analisa Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan, Kesimpulan dan Verifikasi. Dalam penelitian yang telah dilakukan, proses suatu kesimpulan; 1) Pelaksanaan Program E-KTP yang diberikan sudah cukup baik. 2) Faktor pendorong dan penghambat diantaranya adalah terciptanya pelayanan yang sesuai dengan diharapkan dan prasarana yang tercukupi serta Sumber Daya Manusia yang memadai, Adapun penghambat yaitu masyarakat yang berada diluar Daerah. 3) efektivitas pelayanan yang diberikan sudah cukup baik, sehingga terciptanya pelayanan public yang baik. Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan, e-KTP. Abstract: Documenting the identity of an e-KTP Government published program containing all the data security system based administration Base, by e-KTP NIK is expected to have a lifetime in Administrative problems of population. But in peaksanaan still many who question the extent to effectiveness implementation of the system in terms of the process of making up the utility function is a long-term e-KTP. In this study kuaitatif method by using the steps of collecting data through observation, interviews, and documentation. The analysis to analyze the data using Data Reduction, Data Presentation, Withdrawal, Conclusions and Verification. In research that has been done, the process to a conclusion: 1) Implementation of e-KTP Program given is good enough. 2) driving and inhibiting factors such as the creation of services that meet expected and adequate infrastructure and adequate human resources, The inhibitor of the people who are outside the area. 3) the effectiveness of the service provided is good enough, so the creation of good public service. Keywords: Effectiveness, services, e-KTP.
PENGUATAN BUDAYA SEBAGAI PENUNJANG PEMBANGUNAN WILAYAH Johnsen ,; Agung Suprojo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.848 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i4.1867

Abstract

Penguatan budaya sebagai wadah atau sarana gotong royong dan ritual desa sumbergondo dalam pembangunan yang menjadi nilai dan norma masyarakat sosial yang selanjutnya menjadi dasar mekansime dalam program pembangunan wilayah. Konteks pembangunan budaya nasional dalam Pembangunan wilayah dapat ditempuh dengan cara mentransformasi nilai-nial budaya lokal sebagai salah satu sarana untuk membangun karakter bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penguatan budaya masyarakat dalam menunjang pembangunan wilayah dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penguatan budaya masyarakat Desa Sumbergondo dalam menunjang pembangunan wilayah. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penentuan informan menggunakan Snowboll Sampling dengan data yang digunakan adalah triangulasi teknik. Gotong royong dan ritual desa. Sehingga dapat kesimpulan bahwa penguatan budaya di Desa Sumbergondo dalam perkembangannya tidak terlepas dari beberapa aspek penting yakni gotong royong, solidaritas, kepedulian dari masyarakat dan juga peran serta dari pihak pemerintah dalam melestarikan dan menjaga keutuhan budaya tersebut sebagai upaya dalam menunjang pembangunan wilayah. yakni kesadaran dan rasa solidaritas dari organisasi, pendidikan, pekerjaan pola kepemimpinan dan komunikasi dari masyarakatnya itu sendiri.
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM IMPLEMENTASI ADMINISTRASI PERKANTORAN Maria Raniliati; Willy Tri Hardianto; Agung Suprojo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.218 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v1i2.36

Abstract

Abstract: Organizational communication is communication that occurs between individuals within an organization, including both internal and external communication. The importance of communication in any implementation of various activities or work of an organization makes it as a determinant in measuring the effectiveness and efficiency of the organization, indicating whether the organization has managed to achieve a goal that has been determined and agreed in advance, especially in the therm of implementation (execution) of office administration. This study used descriptive quantitative research methods, where the data from the research results in the form of numbers and were analyzed by using statistics. The steps of data collection was through observation, documentation, and questionnaire.The results show conclusions: (1) the analysis of the data shows that the role of organizational communication in the implementation of office administration in Lowokwaru District Office has been running well. It can be seen from the classification of respondents' answers to the table of comparative data analysis is that independent variables (X) of 60% answer good. (2) The implementation of office administration existing in Lowokwaru District Office has been running very well. It can be seen from the results of the respondents' answers on dependent variables (Y) of 70% have a very good response categories. (3) Overall, the role of organizational communication in the implementation of administration office has gone well, so it can be said that the role of organizational communication existing in Lowokwaru District Office is able to support the effectiveness in implementating the administration office. Keywords: Organizational Communication, Administration Implementation
EFEKTIVITAS KINERJA KEPALA DESA DALAM MEWUJUDKAN VISI MISI PEMBANGUNAN DESA Wela Harni; Agung Suprojo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.873 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i3.250

Abstract

Abstract: Headman is one of sole ruler in government of village. Therefore, effort in realizing the government of village could be seen from headman in making governance mechanism which bringvission and mission of headman to make prosperous society equitably, vision and mission is a focus and direction for the government entirely, including performance of headman. Thus, this study conducted: To know how the effectiveness of headman performance and to determine factors that affected headman performance in realizing vision and mission of rural development. Research methodology is qualitative research,kind of data are primary and secondary data. Collecting the data by conducting observation, interviews, and documentation. The research instrument includes researchers, interview, and field notes, sampling using purposive sampling technique. Validity data used triangulation techniques. Analysis used reduction, presentation and conclusion. Findings showed that the effectiveness of headman in realizing the vision and mission of rural development has to be said either to be viewed from various aspects. There are factors that affected headman performance in realizing vision and mission of rural development; they are a way of society thinkingto improve human resources, participation, level of education, good cooperation, and a sense of shared community responsibilities and staff of villagegovernment. The leadership style of headman is strongly supports the passage of vision and mission. Keywords: Effectiveness, Performance, Vission and Mission, Village Development Abstrak: Kepala Desa merupakan penguasa tunggal dalam pemerintah desa. Maka, upaya dalam proses penyelenggaran pemerintahandesa, dilihat dari ekeftivitas kinerja kepala desa untuk menciptakan mekanisme pemerintahan yang dapat mengemban visi misi kepala desa dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera secara berkeadilan, Visi misi merupakan fokus dan arah bagi pemerintahan secara keseluruhan termasuk bagi kinerja kepala desa. Dengan demikian, yang menjadi penelitian yaitu : Untuk mengetahui bagaimana efektivitas kinerja Kepala Desa, dan Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja Kepala Desa dalam mewujudkan visi misi pembangunan desa. Metode penelitian dilakukan dengan jenis pendekatan kualitatif, jenis dan sumber data meliputi data primer dan sekunder.Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Instrumen penelitian meliputi peneliti sendiri, panduan wawancara, dan catatan lapangan, Teknik sampling menggunakanpurposive sampling.Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.Analisis dengan Reduksi, Penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah Efektivitas kinerja kepala desa dalam mewujudkan visi misi pembangunan desa sudah dapat dikatakan baik dengan dilihat dari berbagai aspek. Adapun faktor yang mempengaruhi kinerja kepala desa dalam mewujudkan visi misi pembangunan desa yaitu cara berpikir masyarakat untuk meningkatkan SDM, partisipasi, taraf pendidikan, kerja sama yang baik, serta rasa tangung jawab bersama yang masyarakat dan perangkat desa. Adapun gaya kepemimpinan kepala desa sangat mendukung berjalannya visi misi. Kata Kunci: Efektivitas, Kinerja, Visi Misi, Pembangunan Desa
MODEL KEPEMIMPINAN VISIONER DAN INTEGRATIF DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KEPEMIMPINAN Sugeng Rusmiwari; Agung Suprojo; Dody Setyawan
REFORMASI Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.088 KB) | DOI: 10.33366/rfr.v2i1.13

Abstract

Legislative behavior have a significant effect on the attitude of apathy Society, Visionary Leadership and harmonious Integrative be one solution which is expected to have a significant impact also on the Public Pelyanan (Prima) Democracy, Visionary Leadership assuming when and Integrative good and harmonious, it means the root of the problem behavior of Arrogance Legislative and public apathy attitude will be solved.
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP UU NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Emei Dwinanarhati Setiamandani; Agung Suprojo
REFORMASI Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.532 KB) | DOI: 10.33366/rfr.v8i1.924

Abstract

Banyak kasus Kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di masyarakat dengan angka yang terus meningkat memunculkan gagasan mengenai pentingnya sebuah Undangundang khusus mengenai kekerasan dalam rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pembaruan hukum pidana dalam Undang-undang PKDRT dalam rangka perolehan akses keadilan bagi perempuan sebagai korban. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative dan deskriptif normative sebagai analisisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan masih banyak perempuan korban Kekerasan dalam rumah tangga yang belum dapat mengakses keadilan serta mendapatkan perlindungan yang maksimal. Sistem keadilan lokal pada dasarnya sangat potensial untuk menjadi forum yang dapat diakses oleh perempuan yang mencari keadilan
ANALISIS TINGKAT PARTISIPASI PEMILIH PEMULA PASCA KETETAPAN KOMISI PEMILIHAN UNUM TENTANG 10 PARTAI PESERTA PEMILU 2014 DALAM PEMBANGUNAN POLITIK MASYARAKAT Agung Suprojo
REFORMASI Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.361 KB) | DOI: 10.33366/rfr.v3i1.28

Abstract

Party democracy in Indonesia was held as a political event in choosing members of the legislature and the executive vice president and president. Post-reform Indonesia has proven that the implementation of direct democracy party , general , free and secret afford held peacefully , but still a bit of observers who analyze the sustainability of future elections - the future . The General Election Commission has set 10 Party General Election 2014 Participant pursuant to the provisions of Law No. 8 Year 2012. The problem of political participation can not be separated from the element of interest voters to obtain information political developments in a wide variety of information media in Indonesia. The attitude at the level of voter apathy can be used as benchmark beginners over the level of success of the 2014 election. Through SWOT analysis, the authors develop the strategic direction of the steps in anticipation of the birth of the attitude of apathy among voters are portrayed as the following description: democratic political apathy on the higher time voters, media information is not favored voters Politics, New voters never get education and political socialization, the National Election Commission must consider the potential voters. , strategic steps to do the General Election Commission should involve various elements of electronic information media providers and media printed information. Voters had the opportunity to get a lesson or political education through the Institute of Education Formal environment.
PEMBANGUNAN KOTA WISATA BATU DALAM PERSPEKTIF SOSIAL & EKONOMI MASYARAKAT Agung Suprojo; Budi Siswanto
REFORMASI Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.963 KB) | DOI: 10.33366/rfr.v7i1.699

Abstract

Abstract : This study aimed to determine the development carried out by Batu in the social and economic perspective of the community. Steps in reaching the welfare of society begin with the creation of vision and mission as a center of agriculture and tourism city. The method used was a descriptive qualitative and an implementation study that concerned on the strengthening of mission and vision of Batu to form a tourism city that led to a situation and condition of its society ‘s functional structure. The results showed that the strengths of Batu vision as an international tourist destination could be strengthened by all components of government, private sectors and community in creating various activities, attractions and types of tourism that could strengthen the social and economic changes of its people. Batu can implement a combination of all resources and potentials it has to be able to develop modern tourism attractions as well as strengthening the local and traditional cultures that attract tourists. From a social perspective, Batu’s development can be sustainable because of the cooperation and the role of government, investors and the community to create interesting tourism concepts. In an economic perspective, the development of Batu is gradually able to change the regional income derived from tourism to be used as much as possible for the prosperity of the people. Keywords: Development, Tourism City, Tourism Attraction, Empowerment, Social Perspective, Economic Perspective Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembangunan yang dilakukan di Kota Batu dalam perspektif sosial dan ekonomi masyarakat. Langkah dalam menggapai kesejahteraan masyarakat dimulai dengan melahirkan visi dan misi sebagai sentra pertanian dan kota wisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan merupakan studi implementasi yang memperhatikan penguatan visi misi Kota Batu sehingga terbentuk kota wisata yang mengarah pada sebuah situasi maupun kondisi struktur fungsional masyarakatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan visi Kota Batu sebagai destinasi wisata internasional mampu diperkuat oleh seluruh komponen pemerintahan, swasta dan masyarakat dalam melahirkan berbagai kegiatan, wahana maupun jenis wisata yang mampu menguatkan perubahan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Kota Batu dapat mengimplementasikan perpaduan dari seluruh sumberdaya dan potensi yang dimilikinya sehingga mampu mengembangkan wahana wisata modern serta penguatan budaya-budaya lokal dan tradisional yang menjadi daya tarik wisatawan. Dari perspektif social, pengembangan Kota Batu dapat berkelanjutan karena terjalin kerjasama dan adanya peranan pemerintah, investor serta masyarakat untuk melahirkan berbagai konsep kepariwisataan yang menarik. Dalam perspektif ekonomi, pengembangan Kota Batu secara bertahap mampu merubah pendapatan daerah yang diperoleh dari kepariwisataan untuk digunakan sebesar-besarnya pada kemakmuran rakyat. Kata Kunci : Pembangunan, Kota Wisata, Wahana Wisata, Pemberdayaan, Perspektif Sosial, Perspektif ekonomi
PERANAN MASYARAKAT DALAM KEMANDIRIAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA (Studi Di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji, Kota Batu) Nikander Neksen; Agung Suprojo
REFORMASI Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.726 KB) | DOI: 10.33366/rfr.v6i2.687

Abstract

Abstract: The importance of society role to realize development independency is not only an involvement but also liveliness. This research was purposed to understand the role of society on the independency of development, wherein the facilities and basic facilities objects were identified firstly and followed by the society role then. This research was located in Sumber Brantas village. Qualitative research method was used. This research collected secondary and primary data of five informants. The research results showed that the society role on the independency of facilities and basic facilities development were understood as (1) an involvement of the society on development planning and performing; (2) contribution of the society in the form of physical and material; (3) a determination of society’s decision together; (4) a subject and contributor of the development. The main supporting factor of society’s role was contribution in the forms of physic, money and idea. The main obstructing factor was unwillingness of the society to act on the development. Key words: society role; independency; facilities and basic facilities development Abstrak: Pentingnya peranan masyarakat untuk mewujudkan kemandirian pembangunan tidak hanya sebatas keterlibatan saja, tetapi juga keaktifan dalam pembangunan dan pewujudan program-program yang dikembangkan oleh masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan masyarakat dalam kemandirian pembangunan, dimana diidentifikasikan dahulu objek sarana prasarana yang berswadaya masyarakat, kemudian diikuti peranan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan mengambil lokasi di Desa Sumber Brantas. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder dan data primer dari lima orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan masyarakat dalam kemandirian pembangunan sarana prasarana diketahui sebagai berikut: (1) masyarakat terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan; (2) kontribusi masyarakat terhadap pembangunan berupa tenaga dan materi; (3) penetapan keputusan oleh masyarakat desa secara bersama-sama; (4) peranan masyarakat dalam pembangunan sebagai subjek yang terlibat langsung dan sebagai kontributor. Faktor pendukung utama peranan masyarakat adalah kontribusi berupa tenaga, uang dan pemikiran, sedangkan faktor penghambat utamanya adalah masih adanya masyarakat yang enggan untuk berperan aktif dalam pembangunan. Kata Kunci: peranan masyarakat; kemandirian; pembangunan sarana prasarana