Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN PESERTA DIDIK TENTANG JENIS DAN FUNGSI ALAT MUSIK TRADISIONAL DENGAN PENDEKATAN CTL DI SMPN 3 PALLANGGA GOWA Natalia, Alda; Linda, Johar; Sunusi, Maulini
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 4 (2024): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i4.69221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang jenis dan fungsi alat musik tradisional melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning di SMPN 3 Pallangga. Penelitian ini melibatkan 32 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menginterpretasikan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang berbagai jenis alat musik tradisional beserta fungsinya. Siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan dan pemahaman yang lebih baik dalam mempelajari warisan budaya mereka, khususnya dalam konteks musik tradisional. Penelitian ini menunjukkan efektivitas pendekatan Contextual Teaching and Learning dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi siswa terhadap alat musik tradisional. 
PERSEPSI ANGGOTA SANGGAR SENI TERHADAP TARI TRADISI MALUYYA DI KABUPATEN MAMASA Madika, Evangelina; Sumiani, Sumiani; Linda, Johar
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 3 (2024): Juli-September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i3.66289

Abstract

Persepsi siswa terhadap “Tari tradisi maluyya”, Penelitian ini membahas permasalahan tentang (1) persepsi terhadap keberadaan Tari Maluyya di Mamasa pada anggota sanggar seni di kabupaten Mamasa, (2) persepsi terhadap gerak Tari Maluyya pada anggota  sanggar seni di Mamasa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey atau sifat penelitian kuanitatif, dengan menggunakan pernyataan struktur melalui lembaran angket kuisioner, dengan teknik pengumpulan data adalah angket yaitu sejumlah pernyataan/pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi/data dari sumbernya secara langsung, wawancara yaitu dengan melakukan komunikasi langsung dengan narasumber yang berkaitan dengan judul penelitian, Observasi yaitu melakukan pengamatan langsung dilapangan atau dilokasi penelitian. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa (1). Persepsi terhadap keberadaan tari maluyya yaitu sangat rendah karena beberapa dari mereka kurang paham mengenai tari tradisi maluyya, hal ini dapat di lihat dari hasil tabulasi yang memilih tidak setuju 2 orang jika dipersenkan maka hasilnya 17%, yang memilih sangat tidak setuju 9 orang jika dipersenkan mencapai 75%. (2). Persepsi terhadap gerak tari maluyya juga rendah karena hanya 2 orang yang memilih setuju jika dipersenkan hasilnya 17% sedangkan yang memilih tidak setuju 4 orang  jika di persenkan hasilnya 33%, yang memilih sangat tidak setuju 6 orang jika di persenkan hasilnya 50%. Dari hasil di atas dapat di simpulkan bahwa persepsi anggota sanggar seni terhadap tari tradisi maluyya di kabupaten Mamasa ialah sangat rendah setelah di rata ratakan seluruh jawaban anggota sanggar mencapai 10% .  
Simbol Komunikasi Pada Tari Salonreng dalam Ritual Ajjaga Masyarakat Gowa Linda, Johar; Saputra, Andi Taslim; Faisal
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fenomena Tari Salonreng sebagai sistem simbol budaya masyarakat Gowa. Pelaksanaan tari Salonreng dalam upacara ritual yang dilakukan turun temurun berhubungan dengan hewan persembahan yang mengandung simbol dan makna. Penelitian ini bertujuan menganalisis simbol dan makna yang terkandung di dalam tari Salonreng dengan menggunakan teori simbol seni oleh Sumandiyo Hadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang tergolong penelitian kualitatif dengan menggunakan data dari studi pustaka, observasi partisipan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Salonreng masih dipertahankan oleh masyarakat Gowa, yang diyakini sebagai simbol kesuburan, status sosial dan media untuk mendapatkan kasannangngang pakmai (ketenangan jiwa). Tari Salonreng yang disajikan bersamaan dengan kerbau persembahan, diyakini sebagai sarana komunikasi antara pemilik hajat dengan Tuhan, arwah leluhur, dan masyarakat. Tari Salonreng sebagai bentuk penyerahan diri secara totalitas untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Tari Salonreng sebagai simbol budaya terkait dengan konsep sulapa’ appa’ sebagai pedoman Masyarakat Makassar.
Development of Laban Notation Learning Design Based on Direct Instruction Model in Higher Education Khaerah, Miftahul; Sumiani, Sumiani; Linda, Johar
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 4 No. 1 (2024): December
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v4i1.2766

Abstract

This study's objective is to develop a Laban notation learning design based on the direct instruction model in dance notation courses. The research method used is Research and Development (R&D) with the 4-D Thiagarajan development model, which includes the stages of define, design, and development. This research was conducted at the Dance Study Program, Department of Performing Arts, Faculty of Arts and Design, Makassar State University. Data were collected through observation, questionnaires, literature studies, and expert validation. The results of the study indicate that based on the needs analysis, students have a high level of need for a more structured Laban notation learning design. The application of the direct instruction model is considered to be able to improve students' understanding of Laban notation. The Laban notation learning design based on direct instruction developed in this study produces a Semester Learning Plan (SLP) product. The results of expert validation show that the product meets the valid criteria, while the results of the trial show that this learning design is qualified and effective in improving students' understanding.
Uncovering the hidden meaning: an analysis of the performance structure and social meaning of the salonreng dance in the cultural context of Makassar Linda, Johar; Indriyani, Putri Dyah; Djarot, Rachmat
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v19i2.6278

Abstract

The Salonreng dance represents the cultural identity of the Makassar tribe. Despite its rich cultural significance, Salonreng dance is rarely witnessed and in demand by the public, as well is a lack of deep understanding of the meaning and values contained in Salonreng dance. This study aims to analyze the performance structure and social meaning of Salonreng dance better to understand its role in the cultural context of Makassar. The research method used is qualitative with an ethnocoreological approach, considering the cultural setting of the Salonreng dance. Direct observation was carried out by attending ritual activities; selected informants included actors, panrita (ritual leaders), dancers, pinati (ritual equipment organizers), local artists, and traditional leaders. Data collection was carried out through documentation of Salonreng dance performances in the form of ritual videos, books, and journals. The study results show that the Salonreng dance is an important element of Makassar's cultural heritage, which has high aesthetic, social, and spiritual value. The findings include Salonreng dance movements, criteria for dancers who are considered spiritually clean, accompanying musicians, audiences, dancers' clothing, dance floor patterns, and the transformation of the performance venue. The contribution of this research includes the enrichment of academic literature and the provision of research methodologies that can be used as a reference that supports the preservation and development of the Salonreng dance so that it becomes an important part of Makassar's cultural heritage and develops in the future.
Inovasi Industri Musik 4.0: Strategi Musisi Indie Bertahan dan Berkembang di Era Teknologi Digital Faisal, Faisal; Linda, Johar; Setianingsih, Erna
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diperlukan musisi indie untuk beradaptasi dan berinovasi di era teknologi digital, khususnya dalam konteks Industri Musik 4.0. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai studi kasus dan artikel jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musisi indie menghadapi tantangan sekaligus peluang signifikan dalam memanfaatkan teknologi digital. Strategi yang efektif meliputi: (1) Pemanfaatan Platform Digital untuk Promosi dan Distribusi Karya; (2) Pemanfaatan Platform Digital untuk Berinteraksi dengan Penggemar; (3) Inovasi dalam Konten Musik; (4) Perlindungan Karya; dan (5) Adaptasi terhadap Perilaku dan Selera Penonton. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa musisi indie yang mampu berinovasi dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di industri musik yang kompetitif. Analisis juga menyoroti pentingnya mempertahankan nilai-nilai independensi dan keaslian dalam berkarya.
PKM PELATIHAN TARI PADUPPA PADA ANGGOTA KARANG TARUNA KECAMATAN MALLAWA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DI BIDANG SENI TARI Linda, Johar; Al Ansyari, Mas’ud Uqbah; Setianingsih, Erna; Faisal, Faisal; Darmawati, Sri
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.78311

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anggota Karang Taruna Kecamatan Mallawa dalam bidang seni tari melalui pelatihan Tari Paduppa. Tari Paduppa merupakan salah satu tarian tradisional Sulawesi Selatan yang memiliki nilai-nilai filosofis dan sosial budaya tinggi, khususnya sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali dengan keterampilan dasar gerak tari, pemahaman makna simbolik gerakan, serta pengenalan terhadap musik pengiring tradisional. Metode kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan teknik tari dan musik, serta evaluasi melalui penampilan bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menarikan Tari Paduppa, meningkatnya antusiasme terhadap seni tradisional, dan tumbuhnya kesadaran pentingnya pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal terbentuknya komunitas seni muda di lingkungan Karang Taruna yang berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan seni tari daerah.
PKM Pelatihan Tari Patennung Pada Anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kec. Mangarabombang, Kabupaten Takalar Linda, Johar; Syakhruni, Syakhruni; Faisal, Faisal
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, dalam melestarikan dan mengajarkan Tari Patennung sebagai salah satu warisan budaya lokal Sulawesi Selatan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menguasai teknik gerak, iringan, serta makna Tari Patennung sehingga pembelajaran seni tari di sekolah cenderung didominasi oleh tari modern dan kreasi. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan teknis yang mencakup praktik gerak dasar, pemahaman iringan musik, kostum, serta penyusunan modul pembelajaran Tari Patennung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam menarikan Tari Patennung, tersusunnya modul pelatihan yang dapat dijadikan acuan pembelajaran, serta adanya pementasan mini sebagai wujud implementasi hasil pelatihan. Dengan demikian, PKM ini tidak hanya meningkatkan kapasitas guru tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya daerah di Kabupaten Takalar. Kata kunci: Tari Patennung, Guru, KKG, Pelestarian Budaya
Workshop Pelatihan Tari bagi Guru Taman Kanak Kanak untuk Meningkatkan Keterampilan dalam Menari di Kabupaten Takalar Yatim, Heriyati; Syakhruni, Syakhruni; Linda, Johar
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Taman kanak kanak dalam mengajarkan seni tari kepada anak usia dini, sebab tari memiliki peran penting dalam perkembangan motorik, kognitif, sosial, dan emosional anak-anak, serta merupakan sebuah wujud keterlaksanaan tranfer ilmu pengetahuan tehnik membuat karya tari terhadap guru TK, dimana Pelatihan tari bagi guru Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi dan kreativitas pendidik, sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, dan ketercapaian tujuan pembelajaran dapat terolah dengan baik, Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah pelatihan langsung terhadap guru taman Kanak kanak yang ada di Kabupaten Gowa, dengan melalui tahapan pelaksanaan sosialisasi, pelatihan, penerapan tehnologi, pendampingan dan evaluasi dan berkelanjutan program. Hasilnya menunjukan bahwa, pembelajaran seni tari adalah upaya peningkatan kreativitas anak, yang pembelajarannya dapat menyenangkan dan tidak menjemukan, diberi kemerdekaan dengan mengembangkan daya imajinasi anak sehingga dapat menciptakan atau menyajikan karya tarinya dengan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki termasuk menumbuhkan pribadi kreatif, mandiri dan inovatif sesuai tingkat usia maupun perkembangannya. Workshop ini menyoroti peran pentingnya kompetensi guru taman kanak kanak dalam mengajarkan tari pada anak usia dini, Respons positif yang diterima dari peserta guru guru taman kanak kanak, adalah menunjukkan potensi dalam mempertunjukan karya tari sedehana yang telah diciptakan.Kata kunci: Kompetensi, Seni Tari, Kreativitas.