Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : borneo nursing journal

Gambaran Kualitas Fisik Air Minum Dan Kejadian Diare Pada Keluarga Dengan Anak Stunting Di Wilayah Pesisir Pekanbaru Shaffa Mardinah; Agrina; Aminatul Fitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.386

Abstract

Buruknya kualitas fisik air minum umumnya dipengaruhi oleh kurangnya pengelolaan air bersih, pembuangan limbah rumah tangga yang tidak tepat, serta kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memadai, sehingga menyebabkan kontaminasi bakteri escherichia coli dan berisiko diare. Diare berulang menjadi faktor risiko penting terjadinya stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas fisik air minum dan kejadian diare pada keluarga dengan anak stunting di wilayah pesisir Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan langsung. Responden dipilih dengan metode total sampling yang berjumlah 74 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan pekerjaan ibu terbanyak IRT, 40 responden (54.1%), berpendidikan terakhir SMP, 31 responden (41.9%), usia anak terbanyak berada di rentang 25-36 bulan, 26 anak (35.1%), lebih dari separuh anak berjenis kelamin perempuan, 39 anak (52.7%), status gizi anak lebih banyak gizi kurang, 41 anak (55.4%), sebagian besar kualitas fisik air minum keluarga memenuhi syarat ditandai dengan tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sebesar (63.5%), lebih dari separuh anak pernah mengalami diare dalam 3 bulan terakhir sebanyak 38 anak (51.4%) dengan frekuensi 4-6 kali per hari, 23 anak (31.1%). Kualitas fisik air minum pada keluarga dengan anak stunting sebagian besar memenuhi syarat (tidak berwarna, berbau, dan berasa), namun lebih dari separuh anak masih mengalami diare, sehingga faktor lain seperti sanitasi lingkungan tetap perlu diperhatikan untuk mencegah diare dan stunting.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Personal Hygiene Lansia Dengan Risiko Demensia Amin, Ismi; Zulfitri, Reni; Fitri, Aminatul
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.612

Abstract

Pendahuluan: Demensia merupakan gangguan kognitif yang menyebabkan lansia kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan diri. Kondisi ini membuat lansia memerlukan perhatian serta dukungan dari keluarga dalam mempertahankan rutinitas personal hygiene. Dukungan keluarga dapat berupa membantu dalam menjaga kebersihan dan kerapian diri lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap personal hygiene lansia dengan risiko demensia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 94 lansia dengan risiko demensia yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner karakteristik responden, kuesioner dukungan keluarga, dan kuesioner personal hygiene. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil: Mayoritas lansia berusia 60–74 tahun sebanyak 77 responden (81,9%), berjenis kelamin perempuan 65 responden (69,1%), beragama Islam 88 responden (93,6%), berasal dari suku Minang 32 responden (34,0%), berpendidikan SD 49 responden (52,1%), tidak bekerja 73 responden (77,7%), status perkawinan telah menikah 67 responden (71,3%), menderita hipertensi 57 responden (60,6%), dan mengalami gangguan kognitif ringan 80 responden (85,1%). Mayoritas lansia memiliki dukungan keluarga baik sebanyak 47 responden (50,0%) dan memiliki personal hygiene baik sebanyak 55 responden (58,5%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap personal hygiene pada lansia dengan risiko demensia (p-value 0,000) dengan kekuatan hubungan sangat kuat (r = 0,805) dan arah positif. Kesimpulan: Semakin baik dukungan keluarga, semakin baik personal hygiene lansia.