Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Autoregressive Integrated Moving Average Untuk Memprediksi Kebutuhan Daya Listrik Kabupaten Lumajang Fery Agung Prastyo; Moh Ahsan; Danang Aditya Nugraha
J I M P - Jurnal Informatika Merdeka Pasuruan Vol 6, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37438/jimp.v6i2.323

Abstract

The electricity consumption of PLN in Lumajang Regency consists of several types of customers including external customers, internal customers and intermediate customers. Prediction or forecasting in research to forecast the electricity consumption of each type of customer uses the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) technique. The research was carried out with data collection, data analysis using Autoregressive Integrated Moving Average. The results of forcasting with the ARIMA technique are based on the results of the smallest MSE and MAPE values. The results of the parameter significance test using the ARIMA model (1,1,0) obtained MSE 23236091976 and MAPE 5.52278%, while for the ARIMA model (0,1,1) MSE 24588319865 and MAPE 6.0376302% and for the ARIMA model (1,1 ,1) obtained MSE 139049864555 and MAPE 14.021832% so that it can be concluded that the ARIMA parameter model (1,1,0).Keyword — Forcasting, ARIMA, electric power, PLN Lumajang Regency
GAME EDUKASI MEMILIH SAMPAH BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN ALGORITMA A-STAR (A*) Mohammad Ahsan, Irfan Faud
J I M P - Jurnal Informatika Merdeka Pasuruan Vol 1, No 3 (2016): DESEMBER
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.981 KB) | DOI: 10.37438/jimp.v1i3.32

Abstract

Kebersihan merupakan hal yang paling utama dalam kehidupan manusia bahkan tidak bisa dipisahkan dan merupakan unsur fundamental dalam ilmu kesehatan. Tanggungjawab akan kebersihan merupakan hak bagi setiap manusia dan menjadi kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat. Ajakan dan peringatan akan menjaga kebersihan yang terdapat didinding pintu, pinggir jalan yang berbentuk baleho bahkan dijadikan sebuah event dalam 17 agustusan (lomba kampung sehat dan bersih). Kesadaran akan kebersihan harus ditanamkan sejak dini untuk membiasakan hidup selalu bersih, hal ini sudah dilakukan oleh lembaga, instansi bahkan pemerintah pun memberikan sangsi bagi pelanggarnya oleh karena itu pemahaman akan jenis sampah perlu ditanamkan sejak dini. Game pada intinya adalah sebuah interaktif, aktivitas yang berpusat pada sebuah pencapaian, ada pelaku aktif (player), ada pelaku pasif (NPC). Jenis sampah yang akan digunakan dalam game edukasi hanya pada sampah organik dan anorganik. Algoritma A-Star (A*) merupakan salah satu dari heuristic search yaitu untuk mencari estimasi jalur dengan cost terkecil dari node awal ke node berikutnya sampai mencapai node tujuan. Algoritma A* memiliki suatu fungsi yang didenotasikan dengan f(x) untuk menetapkan estimasi cost yang terkecil dari jalur yang dilalui node x. Kata kunci - Game Edukasi, Sampah, Android, Algoritma A-Star
WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI ADMINISTRASI BAGI TENAGA ADMINISTRASI MELALUI MAIL MARGE DI MADRASAH MIFTAHUL ULUM LAMBANGSARI Moh Ahsan; Romadhon Romadhon; Amak Yunus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2019): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.368 KB) | DOI: 10.31932/jpmk.v2i2.560

Abstract

MI merupkan singkatan dari Madrasah ibtidaiyah dengan jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia atau setara dengan SD (Sekolah Dasar), yang dikelola oleh Kementerian Agama. Pendidikan madrasah ibtidaiyah ditempuh selama waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Siswa yang Lulus dari madrasah ibtidaiyah dapat melanjutkan pendidikan ke madrasah tsanawiyah atau sekolah menengah pertama.Tenaga Administrasi yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Madrasah Miftahul Ulum Lambangsari Dampit Kabupaten Malang masih minin dengan pengetahuan administrasi apalagi dengan mail marger. Pelakasanaan Workshop Mail Marge dilakukan di madrasah pada hari sabtu 12 oktober dengan jumlah peserta 50 orang. Kegiataan tersebut sangat berguna dan peserta sangat antusias karena Mail Marge merupkan hal yang baru bagi mereka. Sebelumnya tidak pernah tau apa itu Mail Marge.Kata Kunci: Madrasah Ibtidaiyah, Workshop, Mail Marge 
Pengembangan UMKM Dupa Melalui Strategi Marketing Berbasis Kemitraan Endi Sarwoko; Iva Nurdiana Nurfarida; Ninik Indawati; Moh. Ahsan
Patria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/patria.v1i2.2306

Abstract

Abstrak — Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilaksanakan di Desa Petungsewu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang sebagai Desa Mitra, dengan fokus pada pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dupa. Masalah yang dihadapi pengrajin dupa di desa Mitra adalah masih menghasilkan dupa mentah, kesulitan pemasaran sehingga pendapatan usaha masih rendah. Tujuan program adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pengrajin dupa melalui diversifikasi produk yaitu menghasilkan produk dupa wangi kemasan, dan penerapan strategi pemasaran produk dengan pola kemitraan. Metode yang diterapkan adalah pelatihan dan pendampingan produksi dupa wangi kemasan, penciptaan merek dagang, dan merintis kemitraan dengan pelaku usaha dupa yang sudah berhasil. Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan hasil produksi atau diversifikasi produk, sehingga tidak hanya memproduksi dupa setengah jadi, tetapi mampu menghasilkan produk jadi dikemas dan siap dijual. Pola kemitraan yang dilakukan dengan cara perdagangan umum dalam bentuk kerjasama pemasaran, produk dari pengrajin dupa dari desa mitra disetorkan kepada pelaku usaha mitra untuk dijual. Hasil kegiatan pengrajin dupa sudah mampu menghasilkan dupa wangi kemasan dengan merk Gunung Katu sebagai produk unggulan, produk dupa wangi Gunung Katu mulai dikenal pasar, dan memperoleh nilai tambah usaha berupa peningkatan pendapatan.Abstract — Community service activities are carried out in Petungsewu Village, Wagir District, Malang Regency as Mitra Village, with a focus on empowering incense micro, small and medium enterprises (MSMEs). The problem faced by incense craftsmen in Mitra village is that it still produces raw incense, marketing difficulties so that business income is still low. The aim of the program is to increase the income of the community of incense craftsmen through product diversification, namely producing fragrant incense packaging products, and implementing a product marketing strategy with a partnership pattern. The method applied is training and mentoring the production of fragrant incense packaging, creating trademarks, and initiating partnerships with successful incense businesses. Training and assistance are carried out as part of the development of production or product diversification, so that not only producing semi-finished incense, but able to produce finished products that are packaged and ready for sale. The partnership pattern is carried out by means of general trading in the form of marketing cooperation, products from incense craftsmen from partner villages are deposited to partner business actors for sale. The results of the incense craftsman activity has been able to produce incense fragrance packaging with the Gunung Katu brand as a superior product, Gunung
IMPLEMENTASI MEDIA ONLINE (WEBSITE) SEBAGAI PUBLIKASI POTENSI DESA SIDODADI MELALUI PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA Moh Ahsan; Abdul Aziz
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.177 KB) | DOI: 10.31604/jpm.v1i2.36-41

Abstract

Sidodadi Village is one of the villages located in southern Malang area located in Gedangan sub-district. The village is one of the villages that has the most extraordinary natural potentials such as Ungapan Beach, Bajulmati Beach, Parangdowo Beach, Jolangkung Beach, Bengkung Beach, Ngudel Beach, and Ngantep Beach, which is a beach located in the southern cross of Malang Regency. Rows of mountains are sturdy and beautiful to make the tourists interested to travel there.Sidodadi village area bounded with Sumbermanjing wetan district in the east, village elephant rejo in the west. On the other hand, not only the potential of nature is extraordinary, but the results of the abundant earth. Rice, corn, coconut, banana, rice, cassava, mangosteen, durian, and palm are natural products that can be processed there. The potential possessed and remarkable until now has not been published or promoted through websites and social media, to hog the visitors who more aplagi most visitors see the first reference before coming directly.The abundant natural resources with the stammered human resources of technology will make the potential of nature unknown to the wider community. Coral cadets and devices in the village of Sidodadi maximal educated High School (SMA) and only two people who can take the bench lecture. This is where the turmoil experienced by villagers Sidodadi where they can not publish the area. Only limited to the beaches that have been published, but for other natural potentials can not be published because of lack of knowledge about the use of the internet (Online Media). Keywords:Sidodadi, Karangtaruna, Publikasi, Online.
Pemanfaatan Techno-Pest Control Berbasis IoT Untuk Membasmi Hama Padi di Area Persawahan Pondok Condongcatur Dianna Ratnawati; Setuju; Zamroni; Sigit Purnomo; Moh Ahsan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v5i2.4699

Abstract

Planthopper and grasshopper pests that attack rice plants in the Padukuhan Pondok rice fields, Condongcatur have an impact on decreasing productivity of rice farmers. The objectives of this community service are: (1) to produce an IoT-based techno-pest control device by utilizing solar cells as power supply; (2) increasing the skills of farmers in using efficient technology that is economical, modern and environmentally friendly. The methods used include experimentation, socialization and training. This community service activity is the manufacture of IoT-based techno-pest control tools and tool dissemination. The dissemination activity was successfully held and attended by 50 participants from the farmer's group of culinary sources, the participants actively asked questions and were enthusiastic in practicing the operation of the tools. 85% of participants can operate the equipment in groups. Techno-pest control tools can eradicate planthoppers and grasshoppers at a radius of 6m within 4 hours via 40kHz ultrasonic waves. This tool is integrated on the internet to monitor the situation of rice fields by accessing the website http://pkm.ptm.ustjogja.ac.id.
Decision Support System Menentukan Kecerdasan Majemuk Menggunakan Metode MADM Klasik Moh. Ahsan
SMARTICS Journal Vol 2 No 1: Smartics (April 2016)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7852.709 KB)

Abstract

Abstrak –-Setiap manusia mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda namun masih banyak orang yang belum mengetahui kecerdasan yang dimilikinya, perlunya mengetahui kecerdasan agar dapat mepermudah memetakan masa depan dengan tepat, sehingga sesuai dengan minatnya. Pengarahan lebih awal dalam peminatan, khususnya dalam penyiapan penempatan dan penyaluran untuk kelanjutan studi yang sesuai dengan potensi dan kondisi yang ada pada diri peserta didik serta lingkungannya perlu segera dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah aplikasi Decision Support System menentukan kecerdasan majemuk dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) yang akan digunakan dalam menentukan kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang berdasarkan hasil tes. Input dari sistem ini adalah data tes yang disebar, data psikolog dan tes kecerdasan majemuk.Hasil analisis pengujian sistem menunjukkan bahwa dalam menentukan kecerdasan majemuk faktor yang paling berpengaruh adalah keadaan atau kondisi seseorang ketika melakukan tes. Hasil rekomendasi menentukan kecerdasan majemuk yang diperoleh secara manual yang tealah disebar menggunakan cek list. Nilai ketepatan pada perhitungan manual yang dilakukan oleh BK/Konselor memiliki ketepatan 90%. Sedangkan hasil keputusan dengan metode SAW 75%. Kata Kunci –- Kecerdasan Majemuk, Multiple Intelligence, Decision Support System, Simple Additive Weighting (SAW).
Master Plan of local E-government for Village Office Information System Refer to Ministerial Regulations on Work Procedures Meme Susilowati; Yudhi Kurniawan; C Lenny; Wedha Adistianaya Dewa; Moh Ahsan
SMARTICS Journal Vol 7 No 2: SMARTICS Journal (Oktober 2021)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/smartics.v7i2.5579

Abstract

This article contains a local e-government master plan with a case study in a village in Malang district. The master plan referred to the Ministerial regulation regarding the Organizational Structure and Work Procedure of Village Administration. This research method will begin with data gathering (literature study, observation, interview), analysis of SRS (Software Requirement and Specification) documents for synchronization with division of work tasks, creating focus groups, making Master Plan. This article also will present a focus group diagram on the division of labour results based on the 2015 ministerial regulation. Then proceed with a master plan diagram based on the requirement of the actor system in the village office. Namely the village head, village secretary, 3 heads of affairs (administration, finance, planning) and a section head. This article will present 13 names and descriptions of applications needed to support the administrative system at the village office. This article also provides 58 tables needed for a Master Plan of Local E-government for village office information system refer to ministerial regulations on work procedures
PERANAN PRODUK DUPA SETENGAH JADI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG BAGI MASYARAKAT PULAU BALI Ninik Indawati; Mohammad Ahsan; Sri Umi Mintarti; Nila Restu Wardani
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.933 KB)

Abstract

Mata pencarian masyarakat desa Dalisodo sebagai pelaku usaha perlu ditingkatkan. Jumlah penduduk desa Dalisodo 2065 KK terdapat 654 KK pengrajin biting dupa dan 10 pelaku usaha dupa, hasil identifikasi kependudukan dan monitoring terhadap permasalahan yang ada oleh tim pengabdi di tahun kedua (2017), bahwa volume pengiriman dupa semakin pesat, setidaknya sekali pengiriman sebanyak 6 ton dan seminggu dua kali pengiriman. Pengiriman yang utama adalah kota Bali karena masyarakat Bali selalu menggunakan dupa sebagai ritualnya, dan kota Bali sangat tergantung dengan dupa setengah jadi dari kota Malang, karena ketika pengiriman terhambat maka akan terganggu kebutuhan dupa untuk kegiatan ritualnya. Dupa yang dikirim ke kota Bali adalah dupa setengah jadi yang belum harum, sehingga dupa sesampai di kota Bali diberi pewangi agar harum, dikemas dan selanjutnya siap untuk dipasarkan.  Sesuai temuan masalah yang ada, maka hal tersebut menjadi program kerja tim pengabdi Pada tahun 2017. Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan program peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai temuan adalah : 1) pelatihan pengembangan produk jadi dupa wangi, 2) penataan label, 3) pendampingan hak cipta loga dupa wangi, 4) pelatihan pemasaran online dan offline, dan 5) pembuatan company profile. Hasil yang dicapai pada program yang telah berjalan menunjukkan peningkatan pengetahuan pelaku usaha sangat tinggi. Pemahaman khalayak sasaran terhadap proses pelaksanaan kegiatan pelatihan khususnya saat pewangian dupa sangat meningkat.  Penerapan percontohan ipteks telah berhasil dilakukan oleh alah satu pelaku usaha dengan melakukan produksi dupa wangi dan dipasarkan. Program Kemitraan Wilayah ini telah berjalan dengan baik, sesuai program yang telah ditetapkan.
POTENSI UNGGULAN DESA PETUNGSEWU KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG Endi Sarwoko; Iva Nurdiana; Mohammad Ahsan
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1458.846 KB)

Abstract

Desa Petungsewu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang merupakan salah satu desa penghasil Dupa untuk keperluan masyarakat yang beragama Hindu. Permasalahan yang dihadapi masyarakat pengrajin Dupa di Desa Petungsewu salah satunya adalah kendala keterbatasan lidi bambu sebagai bahan baku untuk memproduksi Dupa, bahkan untuk memenuhi kebutuhan lidi bambu, harus didatangkan dari luar Kabupaten Malang. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan tujuan (1) membantu masyarakat pengrajin Dupa untuk bisa meningkatkan produksi lidi bambu sebagai bahan baku dupa, agar biaya produksi bisa lebih efisien; (2) meningkatkan pendapatan masyarakat selain produksi dupa juga memproduksi lidi dupa maupun lidi bambu untuk sate. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah sebagai berikut (1) Alih Teknologi mesin pembuat lidi bambu; (2) Pelatihan dan pendampingan manajemen produksi dan keuangan; (3) Pelatihan manajemen pemasaran. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) jumlah produksi lidi untuk dupa meningkat; (2) masyarakat memiliki bisnis tambahan yaitu mampu memproduksi lidi baik untuk memenuhi kebutuhan produksi dupa maupun untuk dijual; (3) pendapatan masyarakat meningkat. Potensi sumberdaya alam di Desa Petungsewu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang berupa pohon bambu yang cukup melimpah bisa memiliki nilai tambah bagi masyarakat.