Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Peranan Whistleblowing System Sebagai Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi pada Bidang Kesehatan di Indonesia Rizqulloh, Lutfiyah; Noor, Frieda Ani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sosial Humaniora dan Ekonomi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan anggaran kesehatan dari tahun ke tahun dalam pengelolaan anggaran di bidang kesehatan rawan praktek korupsi. Whistleblowing system mampu secara efektif mengubah aktivitas tindakan tidak etis di dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan whistleblowing system sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi pada bidang kesehatan di Indonesia. Metode yang digunakan dengan analisis deskriptif eksploratif, melalui tinjauan literatur dan kajian data sekunder. Berdasarkan hasil kajian data dari Transparency International 2010whistleblowing system merupakan alat yang paling efektif dalam mencegah tindak pidana korupsi.Pelaksanaan whistleblowing pada bidang kesehatan di Indonesia sudah mulai diterapkan pada tingkat dinas kesehatan kab/kota, rumah sakit, maupun BPJS Kesehatan. Tindakan whistleblower di seluruh dunia telah membawa beberapa perubahan dengan harapan tiap sektor menjadi tata kelola yang baik (good governance). Akan tetapi menjadi seorang whistleblower cukup sulit, dikarenakan orang cenderung tidak berani mengungkap kejahatan yang terjadi di tempatnya bekerja karena takut akan adanya pembalasan, pemecatan, atau pemaksaan untuk mengundurkan diri dari suatu jabatan tertentu atas tindakan pengungkapannya. Perlindungan whistleblower di Indonesia sendiri belum memiliki peraturan perundang-undangan secara komperhensif.Sehingga pemerintah perlu membuat peraturan perundang-undangan secara khusus yang mengatur mengenai whistleblower agar peranan whistleblowing mampu secara maksimal sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi pada bidang kesehatan.
Analisis Kesiapan Tenaga Kesehatan dalam Penggunaan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) dengan Technology Acceptance Model di Puskesmas Purwodiningratan Nur Rahmah, Aulia Siti; Prasastin, Oliva Virvizat; Surya, Nella Tri; Noor, Frieda Ani; Aria Gita, Anggi Putri
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32596

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan mendorong perlunya integrasi data yang cepat, akurat, dan mudah diakses oleh tenaga kesehatan. Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) hadir sebagai sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan untuk mendukung skrining penyakit tidak menular (PTM) melalui pendekatan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan tenaga kesehatan dalam penggunaan ASIK di Puskesmas Purwodiningratan dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) yang meliputi persepsi manfaat, persepsi kemudahan, sikap, minat, dan kepuasan sebagai determinan penggunaan senyatanya. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling terhadap 37 tenaga kesehatan dan kader yang menjadi pengguna ASIK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel TAM memiliki hubungan signifikan dengan penggunaan senyatanya ASIK: persepsi manfaat (p=0,035), persepsi kemudahan (p=0,045), sikap (p=0,015), minat (p=0,021), dan kepuasan (p=0,032). Uji parsial menunjukkan bahwa kelima variabel secara signifikan memengaruhi penggunaan ASIK (p<0,05), sedangkan uji simultan menghasilkan nilai F=20,334 dengan p=0,000 yang menandakan model regresi layak digunakan. Nilai determinasi (R²=0,879) menunjukkan bahwa 87,9% variasi penggunaan ASIK dijelaskan oleh kelima variabel tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman manfaat, kemudahan, sikap positif, minat berkelanjutan, dan kepuasan pengguna merupakan faktor utama yang menentukan kesiapan tenaga kesehatan dalam mengadopsi ASIK sebagai alat pencatatan dan pelaporan kesehatan berbasis digital