Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Peranan Whistleblowing System Sebagai Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi pada Bidang Kesehatan di Indonesia Rizqulloh, Lutfiyah; Noor, Frieda Ani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sosial Humaniora dan Ekonomi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan anggaran kesehatan dari tahun ke tahun dalam pengelolaan anggaran di bidang kesehatan rawan praktek korupsi. Whistleblowing system mampu secara efektif mengubah aktivitas tindakan tidak etis di dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan whistleblowing system sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi pada bidang kesehatan di Indonesia. Metode yang digunakan dengan analisis deskriptif eksploratif, melalui tinjauan literatur dan kajian data sekunder. Berdasarkan hasil kajian data dari Transparency International 2010whistleblowing system merupakan alat yang paling efektif dalam mencegah tindak pidana korupsi.Pelaksanaan whistleblowing pada bidang kesehatan di Indonesia sudah mulai diterapkan pada tingkat dinas kesehatan kab/kota, rumah sakit, maupun BPJS Kesehatan. Tindakan whistleblower di seluruh dunia telah membawa beberapa perubahan dengan harapan tiap sektor menjadi tata kelola yang baik (good governance). Akan tetapi menjadi seorang whistleblower cukup sulit, dikarenakan orang cenderung tidak berani mengungkap kejahatan yang terjadi di tempatnya bekerja karena takut akan adanya pembalasan, pemecatan, atau pemaksaan untuk mengundurkan diri dari suatu jabatan tertentu atas tindakan pengungkapannya. Perlindungan whistleblower di Indonesia sendiri belum memiliki peraturan perundang-undangan secara komperhensif.Sehingga pemerintah perlu membuat peraturan perundang-undangan secara khusus yang mengatur mengenai whistleblower agar peranan whistleblowing mampu secara maksimal sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi pada bidang kesehatan.
Analisis Kesiapan Tenaga Kesehatan dalam Penggunaan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) dengan Technology Acceptance Model di Puskesmas Purwodiningratan Nur Rahmah, Aulia Siti; Prasastin, Oliva Virvizat; Surya, Nella Tri; Noor, Frieda Ani; Aria Gita, Anggi Putri
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32596

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan mendorong perlunya integrasi data yang cepat, akurat, dan mudah diakses oleh tenaga kesehatan. Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) hadir sebagai sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan untuk mendukung skrining penyakit tidak menular (PTM) melalui pendekatan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan tenaga kesehatan dalam penggunaan ASIK di Puskesmas Purwodiningratan dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) yang meliputi persepsi manfaat, persepsi kemudahan, sikap, minat, dan kepuasan sebagai determinan penggunaan senyatanya. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling terhadap 37 tenaga kesehatan dan kader yang menjadi pengguna ASIK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel TAM memiliki hubungan signifikan dengan penggunaan senyatanya ASIK: persepsi manfaat (p=0,035), persepsi kemudahan (p=0,045), sikap (p=0,015), minat (p=0,021), dan kepuasan (p=0,032). Uji parsial menunjukkan bahwa kelima variabel secara signifikan memengaruhi penggunaan ASIK (p<0,05), sedangkan uji simultan menghasilkan nilai F=20,334 dengan p=0,000 yang menandakan model regresi layak digunakan. Nilai determinasi (R²=0,879) menunjukkan bahwa 87,9% variasi penggunaan ASIK dijelaskan oleh kelima variabel tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman manfaat, kemudahan, sikap positif, minat berkelanjutan, dan kepuasan pengguna merupakan faktor utama yang menentukan kesiapan tenaga kesehatan dalam mengadopsi ASIK sebagai alat pencatatan dan pelaporan kesehatan berbasis digital
REINFORCING TB-SENSITIVE COMMUNITIES: IMPLEMENTING CADRE TRAINING AS A COMMUNITY BASED PREVENTION AND CONTROL STRATEGY THROUGH INCREASED KNOWLEDGE AND PREPAREDNESS Widayati, Dhina; Rahim , Ali Muthahhari; Wijayanti, Anisa Catur; Noor, Frieda Ani; Zuhroidah , Ida; Al-Ramlawi, Doa'a; De Castelho, Mericio; Pamungkasari, Eti Poncorini; Sukamto, Ika Sumiyarsi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpmk.v8i1.84813

Abstract

Introduction: The TB-sensitive communities emphasize the role of cadres as the spearhead of TB prevention and control at the community level. Capacity building for cadres through training is a crucial strategy to strengthen their knowledge and preparedness for early detection and education. This activity aims to analyze the impact of cadre training on the knowledge and preparedness of TB cadres in the Pucang Sawit Community Health Center area in Surakarta. Methods: The activity carried out at Pucang Sawit Community Health Center, Surakarta involved 40 cadres obtained through purposive sampling. The cadre training intervention combines basic education about TB and simulation of the use of flipcharts as a medium for counseling. The training includes the provision of interactive materials, flipchart demonstrations, and role plays to practice communication and education techniques to the community. Evaluation of knowledge and preparedness is carried out through a pretest–posttest using a questionnaire. Results: The training successfully improved cadre knowledge, the majority of respondents were in the medium category (55%) to the majority of respondents being in the high category (72.5%). There was an increase in the preparedness of cadres from the majority being in the poor prepared category (47.5%) to the majority of cadres being in the good category (62.5%). Conclusion: The training contributed to improving cadres’ literacy and preparedness to carry out their TB education and monitoring roles in the community. Preparedness classifications indicated that more than half of the cadres had acquired the basic skills to carry out community tasks, although the proportion who were not ready still required further mentoring. KEYWORDS cadre training; community; empowerment; knowledge; tuberculosis
Efektivitas Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Gondangrejo Gita, Anggi Putri Aria; Surya, Nella Tri; Prasastin, Olivia Virvizat; Noor, Frieda Ani; Rahmah, Aulia Siti Nur
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i2.546

Abstract

Manajemen sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Pengelolaan SDM yang optimal diperlukan untuk menjamin efektivitas dan kualitas pelayanan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai manajemen sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja mereka di Puskesmas Gondangrejo. Kegiatan optimalisasi manajemen sumber daya kesehatan dilakukan kepada 58 tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas tersebut. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest terhadap 58 tenaga kesehatan. Intervensi dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi menggunakan media buku manajemen SDM kesehatan. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan tenaga kesehatan mengenai manajemen sumber daya kesehatan setelah diberikan sosialisasi (nilai p 0,001). Rata-rata skor pengetahuan sebelum sosialisasi adalah 40,0 dan meningkat menjadi 68,0 setelah intervensi. Dengan demikian, optimalisasi manajemen sumber daya kesehatan terbukti berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan, yang pada akhirnya mendukung perbaikan kinerja mereka di Puskesmas Gondangrejo. Optimalisasi manajemen SDM terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan yang berpotensi berdampak pada peningkatan kinerja.
Efficacy of Soy Milk and Moringa Jelly Drink as a Nutritional Supplement for Enhancing Hemoglobin Levels in Postpartum Mothers Prastyoningsih, Aris; Noor, Frieda Ani; Rohmah, Amrina Nur; Kusumawati, Dewi
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 14, No 1 (2026): February
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v14i1.108631

Abstract

Background: Postpartum anemia is a condition with hemoglobin (Hb) levels <12 g/dL, which has a serious impact on the health of mothers and babies, increasing the risk of complications such as infection, postpartum hemorrhage, impaired breast milk production, anemia in infants, and delayed growth and development. Soy milk is a plant-based nutrient source rich in protein, iron, carbohydrates, healthy fats, fiber, and isoflavones, which play a role in hemoglobin synthesis and iron absorption. Moringa (Moringa oleifera) leaf extract also contains iron, vitamin C, protein, essential amino acids, as well as vitamin B complex and folate that support erythropoiesis.Methods: This study employed a one-group pretest posttest design, conducted at PMB Wulan from January to March 2025, involving a population of all postpartum women in the PMB Wulan work area (n = 20). The intervention was provided in the form of 250 ml of Soy Milk and Moringa Jelly Drink per day for 14 consecutive days.Results: The results showed a significant increase in Hb levels after the intervention, as determined by the Wilcoxon Signed Ranks Test (p = 0.003). The average Hb level increased from 9.505 g/dL to 10.525 g/dL, with an average change (delta) of 3.45. A total of 65% of respondents experienced an increase in Hb levels, 10% did not change, and 25% experienced a decrease.Conclusion: Consuming Soy Moringa Jelly Drink has the potential to be an alternative nutritional intervention to help increase hemoglobin levels.