Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Contraception used among women of childbearing age during the pandemic COVID-19 Estu Werdani, Kusuma; Arifah, Izzatul; Gita, Anggi Putri Aria; Rahma, Mislaillatul Khollifah; Putri, Vella Arneta; Umaroh, Ayu Khoirotul
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 1: March 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i1.23055

Abstract

The low coverage of family planning acceptors during the COVID-19 pandemic became one concern of public health. This study aimed to analyze the factors related to family planning participation among women of childbearing age during the COVID-19 pandemic. This study used a quantitative research design with a cross-sectional approach. The sample size was about 373 respondents who were taken using quota sampling among women of childbearing age in Mojolaban, Sukoharjo, Indonesia. Data collection was carried out using an online structured questionnaire. The data analysis used logistic regression. There was a significant relationship between family planning status and husband's support (p-value <0.034), access to information (p-value <0.0001), and access to health services (p-value <0.0001). Multivariable analysis showed that health service access affected women's participation in family planning (OR 4.135, 95%CI 2.276-7.511). The probability of women participating using family planning was four times higher if they categorized them as having high/low health service access. Access to information is the most important factor that women of childbearing age want to use contraception during the COVID-19 pandemic. In addition, health workers need to continue to educate couples of childbearing ages about the side effects of each type of contraception so they feel safe in their use.
Pelatihan Aplikasi Deteksi Dini Kejadian Stunting (Gosting: “Get Info Of Imunization and Stunting”) Pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sibela Surakarta Gita, Anggi Putri Aria; Surya, Nella Tri; Noor, Frieda Ani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i4.375

Abstract

Permasalahan gizi pada bayi dan balita masih menjadi perhatian di dunia. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 persentase gizi lebih pada balita mencapai 5,7%, persentase gizi kurang dan buruk sebesar 6,7% serta persentase balita stunting mencapai 22,2%. Indonesia termasuk dalam negara dengan hunger score moderat, prevalensi wasting dan stunting pada balita sebagai indikatornya. Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang belum teratasi di Indonesia. Meskipun angka stunting telah mengalami penurunan dari tahun 2019 ke 2021, yaitu 27,7% menjadi 24,4%, tetapi masih tergolong tinggi berdasarkan kriteria WHO. Deteksi dini kejadian stunting menjadi salahsatu upaya yang dilakukan untuk menurunkan tingginya angka stunting. Tujuan pengabdian ini adalah melatih tenaga kesehatan dalam menggunakan aplikasi Gosting “Get Info Of Stunting” untuk meningkatkan deteksi dini kejadian stunting. Pelatihan ini dilakukan kepada 10 tenaga kesehatan di Puskesmas Sibela Surakarta. Ukuran keberhasilan pelatihan dilihat dari hasil pretest dan postest. Uji statistik yang digunakan adalah uji Paired T Test untuk mengetahui perbedaan pre dan post pelatihan aplikasi. Hasil menunjukkan ada perbedaan pengetahuan tenaga kesehatan terkait aplikasi sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan tentang aplikasi gosting “Get info of Stunting” (p value = 0,001). Mean dari pengetahuan tenaga kesehatan terhadap aplikasi sebesar 45,0 dan setelah dilakukan pelatihan meningkat menjadi 68,0. Pelatihan aplikasi gosting “Get info of Stunting” mempengaruhi pengetahuan tenaga kesehatan terkait aplikasi deteksi dini kejadian stunting.
SOSIALISASI PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN BERBASIS ONLINE DI KELURAHAN MOJOSONGO KECAMATAN JEBRES Tri Surya, Nella; Gita, Anggi Putri Aria; Kismanto, Joko
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/stjpm.v1i1.1

Abstract

Sistem Informasi Kesehatan berbasis online hadir dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Masyarakat sebagai pengguna dihadapkan pada berbagai pilihan layanan kesehatan sesuai dengan preferensi dan kebutuhan pengguna. Masyarakat umumnya menyadari adanya layanan kesehatan online namun belum menggunakannya karena memiliki banyak pertimbangan. Pemerintah, khususnya di sektor kesehatan, telah menciptakan beberapa aplikasi kesehatan yang dapat diakses oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan, terutama selama pandemi seperti sekarang, di mana aktivitas orang dibatasi oleh adanya sistem informasi kesehatan berbasis online. Orang tidak perlu khawatir tentang kondisi kesehatan mereka jika ingin mengetahui informasi tentang kesehatan mereka. Di Desa Mojosongo, Kecamatan Jebres, masih banyak orang yang tidak tahu cara menggunakan dan memanfaatkan sistem informasi kesehatan berbasis online. Tujuan dari kegiatan ini adalah menyediakan informasi dan pemahaman kepada seluruh masyarakat tentang sistem informasi kesehatan online serta memberikan pemahaman tentang penggunaannya. Manfaat dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan Sistem Informasi Kesehatan berbasis online untuk mencapai status kesehatan.
Edukasi rancangbangun aplikasi GOSTING (Get Info Of Stunting) pada kader posyandu Kecamatan Gondangrejo Gita, Anggi Putri Aria; Surya, Nella Tri; Seyaningsih, Aryanti
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v2i02.730

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada tahun 2022. Akselerasi penurunan kasus stunting butuh keterlibatan tenaga dan kader kesehatan terlatih serta kerjasama seluruh sasaran program stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan posyandu terkait stunting melalui rancangbangun aplikasi gosting “Get info of Stunting”.Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada kader kesehatan posyandu Kecamatan Gondangrejo, kegiatan pelatihan dilakukan kepada 10 kader posyandu. Pengukuran keberhasilan kegiatan dilakukan dengan mengukur hasil pretest dan posttest. Uji statistik yang digunakan adalah uji T untuk mengetahui perbedaan pre dan post edukasi rancangbangun.Hasil: Ada perbedaan pengetahuan kader terkait stunting sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang aplikasi rancangbangun aplikasi gosting “Get info of Stunting” (p value = <0,001). Nilai pengetahuan dari hasil pre-test dengan rata-rata sebesar 41,0 dan setelah dilakukan edukasi meningkat menjadi 67,0 dari nilai maksimum 80.Kesimpulan: Edukasi tentang aplikasi rancangbangun aplikasi gosting “Get info of Stunting” berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan kader kesehatan.
Aplikasi stunting berbasis android guna mempercepat deteksi dini kejadian stunting Gita, Anggi Putri Aria; Surya, Nella Tri; Setyaningsih, Aryanti
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v3i02.714

Abstract

Latar Belakang Stunting adalah permasalahan gizi yang masih menjadi target prioritas di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometeri Anak, seorang anak 0-59 bulan dikatakan stunting jika tinggi badan (TB) menurut usia di bawah -2 standard deviation. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia telah turun, dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Kemenkes mentargetkan untuk menurunkan angka stunting dari 24% menjadi 14% pada tahun 2024. Akselerasi penurunan kasus stunting butuh keterlibatan tenaga dan kader kesehatan terlatih serta kerjasama seluruh sasaran program stunting. Kader kesehatan menginformasikan harus melakukan pendampingan kepada ibu hamil dengan door to door dengan media edukasinya adalah Buku KIA. Pemberian edukasi di era digital diperkirakan akan lebih efisien secara online seperti aplikasi stunting. Perlu adanya penelitian terbaru terkait aplikasi stunting sebagai langkah guna mempercepat deteksi dini kejadian stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan level 1. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuisioner untuk mengetahui kelayakan produk. Analisis yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif. Aplikasi “Gosting” memiliki desain yang sederhana dan pada menu utama terdapat  menu info “stunting” dan menu kalkulator status gizi. Materi pada aplikasi ini berupa informasi mengenai stunting, penyebab, penanggulangan, dan yang berkaitan dengan terjadinya stunting.
Sosialisasi Buku Saku Simpus di Puskesmas Setabelan Surakarta dan Heatlh Center di Timor Leste Ani Noor, Frieda; Gita, Anggi Putri Aria; Pratiwi, Ajeng Maharani; Prastyoningsih, Aris; Safitri, Wahyuningsih; Pinto, Sufina; Rahayu, Retnaning Tyas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17639

Abstract

ABSTRAK Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) adalah alat penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kesehatan di Puskesmas. Namun, masih terdapat keterbatasan pemahaman dan partisipasi tenaga kesehatan dan masyarakat dalam penerapannya. Meningkatkan pemahaman dan partisipasi tenaga kesehatan serta masyarakat terhadap SIMPUS melalui sosialisasi buku saku. Kegiatan ini dilakukan di Puskesmas Setabelan, Surakarta, Indonesia, dan Health Center di Timor Leste. Metode yang digunakan meliputi pemberian informasi, distribusi buku saku, serta pelatihan penggunaan SIMPUS. Evaluasi dilakukan melalui survei dan analisis partisipasi masyarakat. Sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan meningkatkan pemahaman dan partisipasi tenaga kesehatan dan masyarakat terhadap SIMPUS. Kegiatan ini berhasil membuka jalan bagi penggunaan SIMPUS yang lebih efektif dan luas dalam pengelolaan kesehatan masyarakat. Kata Kunci: SIMPUS, Buku Saku, Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Kesehatan ABSTRACT The Primary Health Care Management Information System (SIMPUS) is a crucial tool for enhancing the effectiveness of health management in primary healthcare centers (Puskesmas). However, there are still limitations in the understanding and participation of healthcare workers and the community in its implementation. To improve the understanding and participation of healthcare workers and the community in SIMPUS through the dissemination of pocket books. This activity was conducted at Puskesmas Setabelan, Surakarta, Indonesia, and Health Centers in Timor Leste. The methods used included information dissemination, distribution of pocket books, and training on the use of SIMPUS. Evaluation was carried out through surveys and analysis of community participation. The dissemination and training activities led to an increase in the understanding and participation of healthcare workers and the community in SIMPUS. This initiative successfully paved the way for more effective and widespread use of SIMPUS in public health management. Keywords: SIMPUS, Pocket Books, Community Participation, Health Management.
Sosialisasi Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) Pada Tenaga Kesehatan Menggunakan E-Booklet di Indonesia dan Timor Leste Gita, Anggi Putri Aria; Surya, Nella Tri; Kur’aini, Sri Nurul; Noor, Frieda Ani; Prasastin, Oliva Virvizat; Sari, Agnes Prawistya; Pinto, Sufina
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i1.440

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) adalah suatu tatanan yang memberikan informasi sehingga dapat membantu proses pengambilan keputusan untuk menjalankan manajemen Puskesmas di dalam mencapai sasaran dan tujuan kegiatannya. Permasalahan dalam penggunaan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) saat ini masih belum berjalan dengan optimal. Hal ini dikarenakan ada faktor penyebab tidak digunakannya SIMPUS yakni kurang mendukungnya sarana dan prasarana dalam pengoperasian SIMPUS, kurangnya dukungan kepala puskesmas untuk tetap mengoperasikan SIMPUS, serta kurang pahamnya tenaga kesehatan mengenai pentingnya penggunaan    SIMPUS. Tujuan pengabdian ini adalah tenaga kesehatan memiliki kemudahan dalam mengoperasikan SIMPUS, memahami fitur-fitur dalam SIMPUS serta melakukan vealuasi dalam pemanfaatan SIMPUS. Sosialisasi ini dilakukan dengan tenaga kesehatan berjumlah 15 orang, 10 orang dari Puskesmas Ngoresan dan 5 orang dari Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dili, Timor Leste. Metode pemanfaatan SIMPUS menggunakan teori TAM (Technology Acceptance Model). Hasil menunjukkan Tenaga kesehatan di Puskesmas Ngoresan Surakarta menyatakan pengalaman saat menggunakan E-booklet Penggunaan SIMPUS sudah cukup baik, dimana E-booklet sudah sesuai dengan petunjuk penggunaan, dan sangat membantu dalam menggunakan SIMPUS. Tenaga Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dili, Timor Leste menyatakan E-booklet Penggunaan SIMPUS sangat bermanfaat dan Timor Leste dapat mengadopsi Sistem Informasi Puskesmas untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Timor Leste. Namun, pernyataan terkait tampilan fitur-fitur dalam  E-booklet Penggunaan SIMPUS yang kurang menarik dan membosankan saat digunakan dimana warna tampilan E-booklet Penggunaan SIMPUS kurang menarik. Secara keseluruhan E-booklet memudahkan tenaga kesehatan dalam mengoperasikan SIMPUS, namun perlu adanya perbaikan E-booklet dalam segi warna agar lebih menarik.
Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Pendekatan PDAC di Puskesmas Gondangrejo, Karanganyar Noor, Frieda Ani; Prastyoningsih, Aris; Safitri, Wahyuningsih; Gita, Anggi Putri Aria
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/waw3sy77

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan dasar perlu terus ditingkatkan kualitas layanannya, salah satunya melalui pendekatan PDCA (Plan, Do, Check, Act). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi petugas kesehatan di Puskesmas Gondangrejo, Karanganyar, dalam mengimplementasikan PDCA guna menunjang mutu layanan. Kegiatan dilakukan pada Juni 2025 dengan metode pelatihan ceramah, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test. Sebanyak 65 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 57,89 dan post-test meningkat menjadi 87,95. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa pendekatan PDCA sangat relevan dan bermanfaat dalam meningkatkan kualitas layanan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis PDCA mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan di tingkat pelayanan dasar. Kesimpulannya, penerapan PDCA secara sistematis berpotensi besar dalam mendorong budaya mutu di lingkungan Puskesmas, sehingga perlu direplikasi secara berkelanjutan di fasilitas kesehatan lainnya.
Sosialisasi Penerapan Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Gondangrejo Surya, Nella Tri; Rahmah, Aulis Siti Nur; Gita, Anggi Putri Aria; Kur'aini, Sri Nurul
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/tmywkz08

Abstract

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menerbitkan regulasi baru yang mewajibkan seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik (RME) paling lambat 31 Desember 2023. Dengan regulasi tersebut, implementasi RME memiliki landasan pengakuan keabsahan yang mendukung perkembangan RME di Indonesia. Rumah Sakit dan Puskesmas termotivasi menerapkan RME karena adanya harapan man faat yang didapatkan. RME sangat penting bagi manajemen untuk mengelola masalah kesehatan karena selain menyediakan integritas dan akurasi data, juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi biaya, peningkatan akses dan kualitas pelayanan di rumah sakit. dalam implementasinya perlu memperhatikan kesiapan petugas kesehatan termasyk dokter, petugas rekam medis dan pasien ketika berhadapan langsung dengan teknologi dan memperhatikan regulasi terkait perlindungan data pasien dan keamanan informasi kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di puskesmas Gondangrejo dengan memberikan informasi dan pemahaman kepada seluruh tenaga kesehatan tentang rekam medis elektronik, di Puskesmas Gondangrejo sudah menerapkan sejak Juli 2024 namun masih mengalami beberapa kendala. Manfaat kegiatan ini diharapkan mampu menambah pengetahuan dan pemahaman tenaga kesehatan tentang Penerapan rekam medis elektronik menggunakan apliaksi Sistem Rekam Medis Elektronik Indonesia.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kejadian Stunting melalui Aplikasi Gosting (Get Information of Imunization and Stunting) Gita, Anggi Putri Aria; Wardani, Dyah Ayu Kusuma; Rahardjoputro, Rolando; Candraningtyas, Nabila; Dzahwa, Zaafira; Putri, Antika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22345

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Gondangrejo menjadi prioritas utama dalam prioritas desa dengan Lokus penurunan stunting pada tahun 2021 dengan prevalensi 23,59 % atau 67 balita di desa Plesungan mengalami stunting. Penggunaan aplikasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman para kader mengenai stunting. Aplikasi 'Gosting' dirancang dengan tampilan yang sederhana, dengan menu utama yang menyediakan informasi tentang stunting serta fitur kalkulator status gizi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan kemampuan kader posyandu dalam melakukan deteksi dini stunting dengan menggunakan aplikasi Gosting, melalui peningkatan pengetahuan kader di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para kader kesehatan posyandu di Desa Plesungan. Pelatihan diberikan kepada 14 orang kader posyandu. Keberhasilan kegiatan dievaluasi melalui perbandingan hasil pretest dan posttest. Analisis perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah penerapan aplikasi Gosting dilakukan dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis mengindikasikan peningkatan pengetahuan kader mengenai stunting yang signifikan secara statistik setelah penggunaan aplikasi Gosting, dengan nilai p < 0,001. Rata-rata tingkat pengetahuan yang diperoleh responden sebelum pelaksanaan intervensi (pre-test) sebesar 7,3 meningkat menjadi 9,3 pada post-test, dari total skor maksimum sebesar 10 poin. Implementasi aplikasi Gosting sebagai upaya mengoptimalkan peran kader posyandu dalam deteksi dini stunting memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan kader di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Kata Kunci: Peran Kader, Stunting, Aplikasi  ABSTRACT Gondangrejo District is a top priority village priority with a stunting reduction locus in 2021, with a prevalence of 23.59% or 67 toddlers in Plesungan Village experiencing stunting. The use of the application has proven effective in increasing the cadres' understanding of stunting. The 'Gosting' application is designed with a simple interface, with a main menu that provides information about stunting and a nutritional status calculator feature. The aim of this community service activity is to optimize the ability of Posyandu cadres in conducting early detection of stunting using the Gosting application, by increasing the knowledge of cadres in Plesungan Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency. The target of this community service activity is the integrated health post (posyandu) health cadres in Plesungan Village. Training was provided to 14 Posyandu cadres. The success of the activity was evaluated by comparing pre-test and post-test results Analysis of differences in knowledge levels before and after implementing the Gosting application was carried out using a paired t-test. The analysis showed a statistically significant increase in cadres' knowledge regarding stunting after using the Gosting application, with a p-value of <0.001. Average level of knowledge obtained by respondents before implementing the intervention (pre-test) of 7.3 increased to 9.3 in the post-test, out of a maximum total score of 10 points. The implementation of the Gosting application as an effort to optimize the role of Posyandu cadres in early detection of stunting has made a significant contribution to increasing the level of knowledge of cadres in Plesungan Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency. Keywords: Role of Cadres, Stunting, Application