Articles
SELEKSI MASSA DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS JAGUNG LOKAL VARIETAS GULUK-GULUK
Henny Diana Wati;
Ida Ekawati;
Purwati Ratna Wahyuni
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 17 No 2 (2020): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/fp.v17i2.1149
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menerapkan seleksi massa dalam upaya meningkatkan produktivitas jagung lokal varietas guluk-guluk. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam bentuk evaluasi populasi awal P0 dan populasi P1 tanaman jagung lokal varietas guluk-guluk, komponen produksi yang diamati, meliputi : 1). Berat biji per tongkol, 2). Berat tongkol tanpa biji, 3). Jumlah biji per tongkol, 4) Jumlah biji dalam satu baris per tongkol, dan 5). Panjang tongkol. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis uji t-test pada taraf 5%. Hasil penelitian setelah satu siklus dari populasi awal (P0) hingga populasi hasil seleksi (P1) menunjukkan kemajuan yang berbeda nyata untuk semua sifat yang diamati. Pada populasi hasil seleksi (P1) terjadi peningkatan nilai rerata populasi pada semua sifat yang di amati Hal ini berarti masih memerlukan seleksi lebih lanjut pada populasi P1.
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BERAS MERAH PRODUKSI KWT “KASIH IBU” DI KECAMATAN GULUK – GULUK KABUPATEN SUMENEP
Purwati Ratna Wahyuni;
Henny Diana Wati;
Nurul Latifah
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 18 No 1 (2021): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/fp.v18i1.1366
Berbicara tentang persepsi konsumen tentunya akan berbeda dan persepsi tersebut akan berkaitan langsung dengan keputusan konsumen untuk membeli suatu produk. Dengan adanya KWT “Kasih Ibu” sebagai satu-satunya usaha beras merah yang ada di Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk, akan menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk mengonsumsi beras merah tersebut. Selain itu, akan banyak persepsi dari masyarakat atau konsumen terkait dengan beras merah yang menjadi makanan pokok atau keunggulannya dibandingkan dengan makanan pokok lainnya.Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sumenep dengan pertimbangan Kabupaten Sumenep merupakan salah satu daerah yang memiliki keanekaragaman pangan seperti beras merah. Lokasi penelitian pada Kelompok Wanita Tani (KWT) “Kasih Ibu” Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep. Lokasi diambil dengan alasan daerah tersebut merupakan sentra beras merah di Kabupaten Sumenep Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi konsumen terhadap beras merah dan menganalisis sejauh manakah hubungan antara persepsi dengan keputusan pembelian konsumen beras merah. Sehingga nantinya akan diketahui hubungan dari keseluruhan variabel persepsi konsumen dengan keputusan membeli oleh konsumen beras merah. Analysis of variance merupakan metode untuk menguji hubungan antara satu variabel dependen (skala metrik) dengan satu atau lebih variabel independen (skala nonmetrik dengan level lebih dari dua). Hubungan antara satu variabel dependen metric dan dua variabel independen nominal sering disebut dengan Two Ways Anova.ANOVA digunakan untuk mengetahui pengaruh utama (main effect) dan pengaruh interaksi (interaction effect) dari variabel independen nominal (sering disebut faktor) terhadap variabel dependen metrik. Sedangkan target luaran dalam penelitian ini yaitu bisa terpublikasi dalam jurnal cemara yang akan diterbitkan tahun 2020. Kemajuan hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang dignifikan antara rasa, harga, ketersediaan produk dan manfaat kesehatan terhadap keputusan pembelian beras merah di KWT “Kasih Ibu” tersebut. Sedangkan status luaran yang ditargetkan tercapai.
KAJIAN PEMASARAN BERAS MERAH PRODUKSI KWT KASIH IBU DI KECAMATAN GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP
Purwati Ratna W;
Dody Tri Kurniawan;
Sindi Arista Rahma
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 19 No 1 (2022): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/fp.v19i1.1976
Beras merah memiliki keunggulan kesehatan dan daya tahan hama dibandingkan beras putih. Berdasarkan aspek ekonomi, padi beras merah mempunyai potensi ekonomi yang menguntungkan. Pemasaran yang bagus dan alternatif lain dalam memasarkan suatu produk perlu dilakukan untuk meningkatkan daya jual produk tersebut. Produk beras merah yang diproduksi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) saat ini masih melakukan pemasaran produknya secara manual dengan menjual produknya di beberapa tempat lokal namun belum berhasil menjangkau pasar dalam skala lebih luas seperti luar kota atau bahkan provinsi. Menetapkan segmentasi pasar, menentukan target pasar, mengetahui posisi pasar perlu dilakukan untuk dapat merencanakan stategi pemasaran yang baik. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 100 konsumen. Dengan menggunakan analisis deskriptif dan Analisis Regresi Linear Berganda SPSS versi 25 diperoleh hasil penelitian secara simultan segmentasi, targeting, dan positioning berpengaruh terhadap minat beli ulang. Sedangkan secara parsial segmentasi tidak berpengaruh terhadap variabel minat beli ulang. Strategi peningkatan penjualan Beras Merah KWT Kasih Ibu yang dirumuskan yaitu meningkatkan atribut produk (kemasan, diversifikasi produk, mutu); meningkatan promosi penjualan (media cetak, media social, pameran) dan memperluas jaringan mitra bisnis (peningkatan jumlah outlet).
KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS KARAKTER KOMPONEN HASIL JAGUNG VARIETAS LOKAL SUMENEP
Henny Diana Wati;
Ida Ekawati;
Purwati Ratna
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 19 No 1 (2022): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/fp.v19i1.1985
Petani memilih menanam jagung varietas lokal untuk pasokan pangan keluarga karena rasa jagung varietas lokal lebih gurih, isi dari jagung lebih banyak karena ukurannya yang kecil, dan lebih tahan terhadap serangan hama. Jagung varietas lokal juga lebih tahan lama disimpan. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui nilai keragaman genetik dari karakter atau sifat-sifat tiga varietas jagung lokal Sumenep, 2. Untuk mengetahui nilai heritabilitas dari dari karakter atau sifat-sifat lima varietas jagung lokal Sumenep. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja, dilaksanakan pada bulan April 2021 sampai bulan Oktober 2021. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan terdiri dari tiga varietas jagung lokal Sumenep masing-masing diulang sebanyak lima kali. Variabel yang di amati meliputi tinggi tanaman (cm), panjang tongkol (cm), jumlah baris biji per tongkol, bobot biji per tongkol (g), bobot tongkol pertanaman (g) dan bobot 100 biji (g). Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan uji F pada taraf 5%. Selanjutnya dianalisis menghitung keragaman genetik dilanjutkan heritabilitas (daya waris). Keragaman genetik dari karakter atau sifat-sifat lima varietas jagung lokal Sumenep mempunyai nilai keragaman genetik dengan kriteria sempit, hal ini menunjukkan bahwa individu dalam populasi tersebut relatif seragam.Nilai heritabilitas dari dari karakter atau sifat-sifat lima varietas jagung lokal Sumenep semua memiliki nilai heritabilitas dengan kriteria yang tinggi. Hal ini dijadikan sebagai ukuran mudahnya suatu karakter dapat diwariskan
Pelatihan Pembuatan Ekstrak Curcumin Mix Pada Kelompok Ibu Rumah Tangga Di Desa Pandian Kabupaten Sumenep
Henny Diana Wati;
Purwati Ratna;
Amir Hamzah
Jurnal ABDIRAJA Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v4i2.1255
Kegiatan ini dilaksanakan dengan latar belakang ingin memberdayakan masyarakat dalam menumbuh kembangkan kreatifitas dan keterampilan dalam mengolah rempah-rempah menjadi ekstrak curcumin mix. Tujuan dari kegiatan untuk membentuk kemandirian secara ekonomi, sehingga tercipta suatu kelompok yang produktif. Ibu rumah tangga merupakan sosok yang sangat vital perannya dalam keluarga dan masyarakat. Pengetahuan yang luas sangat diperlukan oleh ibu-ibu dalam menangani berbagai permasalahan keluarga, termasuk masalah kesehatan. Target kegiatan yang ingin dicapai adalah : (1). Meningkatkan keterampilan keluarga; (2). Menumbuh kembangkan kreatifitas dalam keluarga; (3). Meningkatkan kesehatan keluarga dan (4). Meningkatkan pendapatan dalam keluarga. Bentuk kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dengan praktik langsung. Metode ceramah digunakan dalam proses penyampaian materi pelatihan tentang manfaat tanaman rempah-rempah serta cara pembuatan ekstrak curcumin mix. Metode diskusi digunakan sebagai media komunikasi saat pelatihan berlangsung sehingga terjadi komunikasi dua arah antara pemateri dan ibu rumah tangga. Metode demonstrasi digunakan dalam proses memberikan contoh dalam setiap pelatihan, sehingga memberikan kemudahan kepada ibu rumah tangga dalam memahami materi yang disampaikan. Metode praktik langsung digunakan untuk mengaplikasikan materi yang telah didapatkan, tentunya dengan bimbingan pemateri. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan ini antara lain 100% kelompok ibu rumah tangga di Desa Pandian telah mengetahui cara pembuatan ekstrak curcumin mix serta dapat membuat produk ekstrak curcumin mix dengan baik dan layak untuk dipasarkan.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KECAP CAP IKAN TERBANG PT. SURYA MANDALA DI PASAR ANOM KECAMTAN KOTA SUMENEP
Rifatul Wahdah;
Isdiantoni Isdiantoni;
Purwati Ratna Wahyuni
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 2 No 1 (2020): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.157 KB)
|
DOI: 10.24929/jfta.v2i1.957
Produk kecap yang dipasarkan di Pasar Anom Kabupaten terdiri dari merk kecap lokal dan nasional. Ikan Terbang merupakan kecap lokal sehingga perlu adanya pembeda khas untuk dapat bersaing di pasaran. Pembeda yang dimaksud sebagai upaya untuk memnuhi kebutuhan konsumen. Agar produk dapat bersaing maka mengetahui keinginan konsumen terhadap kecap. Tujuan Penelititan untuk mengetahui variabel kecap cap Ikan Terbang yang menjadi preferensi konsumen di Pasar Anom Kecamatan Kota Sumenep, mengkaji hubungan yang signifikan antara variabel Rasa, Kemasan, Tempat, Harga, Ketahanan dengan kesukaan konsumen dalam membeli kecap cap Ikan Terbang di Pasar Anom Kecamatan Kota Sumenep. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu Toko Arif di Pasar Anom Kabupaten Sumenep dengan pertimbangan karena merupakan salah satu toko yang menjual kecap cap Ikan Terbang dan memiliki konsumen tetap kecap cap Ikan Terbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling disukai oleh konsumen adalah rasa dan harga diikuti oleh variabel kemasan, tempat dan ketahanan. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa nilai X2hitung lebih besar daripada X2tabel yaitu 29,11 > 3,481 yang berarti H0 ditolah Ha diterima yang artinya ada hubungan antara kesukaan konsumen terhadap semua variabel kecap cap Ikan Terbang di Pasar Anom, dan hasil uji koefisien kontingensi menunjukkan nilai sebesar 0,59 ≠ 0 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara kesukaan konsumen terhadap semua variabel kecap cap Ikan Terbang. Hasil uji skala likert akhir menunjukkan nilai 88,6% yang artinya berada dalam ketegori Sangat Suka.
ANALISIS EFISIENSI DAN NILAI TAMBAH GULALI GULA MERAH DI DESA NYABAKAN BARAT KECAMATAN BATANG-BATANG
Mohammad Walid Wahdy;
Purwati Ratna Wahyuni;
Ika Fatmawati Pramasari
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 2 No 2 (2020): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/jfta.v2i2.962
Mengolah gula merah siwalan menjadi gula merah memberikan nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para produsen gula merah, dan juga dapat membuat konsumen tertarik untuk mencoba dan membelinya. Analisis data menggunakan metode kuantitatif. Analisis dilakukan atas nilai efisiensi dan nilai tambahi. Pengolahan tebu coklat di Desa Nyabakan Barat, Kabupaten Batang-Batang efisien, ini dapat ditunjukkan dengan rasio R/C 1,46 (lebih besar dari satu). Ini berarti bahwa setiap modal 100 rupiah mendapat 146 rupiah. 2. Pengolahan tebu merah di Desa Nyabakan Barat, Kabupaten Batang-Batang mampu memberikan nilai tambah positif sebesar 54,35%.
PKM KELOMPOK PETANI PULAU-PULAU KECIL PEMBUAT BIOCHAR UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PALAWIJA
Ida Ekawati;
Isdiantoni Isdiantoni;
Purwati Ratna W
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/jpm.v5i2.2172
Pengetahuan petani di pulau pulau kecil dan masyarakat petani pada umumnya tentang pengelolaan limbah pertanian untuk bahan penyubur tanah masih rendah. Limbah pertanian sering dibakar di lahan sehingga hanya abu yang dihasilkan. Selain itu, pembakaran limbah pertanian mengakibatkan unsur hara yang terkandung banyak yang hilang dan dapat mematikan mikroorganisme yang dapat menyuburkan tanah. Padahal limbah tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat biochar dengan sedikit mengubah cara pembakaran limbah tersebut. Biochar dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesuburan tanah guna mendukung keberlanjutan pangan.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah a) mengenalkan manfaat biochar sebagai bahan penyubur tanah kepada petani di pulau kecil dan pemuda tanidi Desa Manding Laok; b) meningkatkan ketrampilan petani dan pemuda tani dalam pembuatan biochar metode tungku sederhana dan drum pembakaran tertutup melalui pelatihan;; c) aplikasi biochar pada media tanam untuk tanaman sayuran. Metode PLA (Participatory Learning and Action) diterapkan pada pelaksanaan penyuluhan, pelatihan, demo plot aplikasi biochar pada media tanam sayuran.Luaran yang dihasilkan yaitu: a) Pengetahuan petani mitra terhadap biochar dan manfaatnya meningkat 72%, b) petani mampu dan dapat membuat biochar; c) petani mitra mau mengaplikasikan biochar untuk meningkatkan kesuburan lahan dan produksi tanaman sebanyak 2 orang petani. Kegiatan ini perlu tindak lanjut pemanfaatan asap pembakaran sebagai asap cair untuk biopestisida.
Pelatihan Pembuatan Ekstrak Curcumin Mix Pada Kelompok Ibu Rumah Tangga Di Desa Pandian Kabupaten Sumenep
Wati, Henny Diana;
Ratna, Purwati;
Hamzah, Amir
Jurnal ABDIRAJA Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v4i2.1255
Kegiatan ini dilaksanakan dengan latar belakang ingin memberdayakan masyarakat dalam menumbuh kembangkan kreatifitas dan keterampilan dalam mengolah rempah-rempah menjadi ekstrak curcumin mix. Tujuan dari kegiatan untuk membentuk kemandirian secara ekonomi, sehingga tercipta suatu kelompok yang produktif. Ibu rumah tangga merupakan sosok yang sangat vital perannya dalam keluarga dan masyarakat. Pengetahuan yang luas sangat diperlukan oleh ibu-ibu dalam menangani berbagai permasalahan keluarga, termasuk masalah kesehatan. Target kegiatan yang ingin dicapai adalah : (1). Meningkatkan keterampilan keluarga; (2). Menumbuh kembangkan kreatifitas dalam keluarga; (3). Meningkatkan kesehatan keluarga dan (4). Meningkatkan pendapatan dalam keluarga. Bentuk kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dengan praktik langsung. Metode ceramah digunakan dalam proses penyampaian materi pelatihan tentang manfaat tanaman rempah-rempah serta cara pembuatan ekstrak curcumin mix. Metode diskusi digunakan sebagai media komunikasi saat pelatihan berlangsung sehingga terjadi komunikasi dua arah antara pemateri dan ibu rumah tangga. Metode demonstrasi digunakan dalam proses memberikan contoh dalam setiap pelatihan, sehingga memberikan kemudahan kepada ibu rumah tangga dalam memahami materi yang disampaikan. Metode praktik langsung digunakan untuk mengaplikasikan materi yang telah didapatkan, tentunya dengan bimbingan pemateri. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan ini antara lain 100% kelompok ibu rumah tangga di Desa Pandian telah mengetahui cara pembuatan ekstrak curcumin mix serta dapat membuat produk ekstrak curcumin mix dengan baik dan layak untuk dipasarkan.
Pemanfaatan Pekarangan Rumah Untuk Tanaman Obat Keluarga Kecamatan Kota Sumenep
Kurniawan, Dody Tri;
Wahyuni, Purwati Ratna
Jurnal ABDIRAJA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v6i2.2894
Pertanian tidak hanya dalam bidang perkebunan maupun holtikurtura tetapi juga tentang bidang biofarmaka atau tanaman kesehatan, biasanya tanaman ini dikenal dengan tanaman obat keluarga (TOGA). Seiring dengan perkembangan teknologi, ada beberapa solusi dalam mengatasi terbatasnya lahan pertanian tersebut salah satunya adalah dengan pemanfaatan lahan pekarangan. Kecamatan Kota Sumenep memiliki luas 27,83 km2 dan memiliki jumlah penduduk terbesar yakni sebanyak 79.365 jiwa (Kecamatan Kota Sumenep Dalam Angka, 2020) dengan angka kepadatan penduduknya adalah sebanyak 2.851 jiwa perkilometer persegi. Salah satu kelurahan yang terletak di pusat kota adalah Kelurahan Kepanjin (luas daerah 0,33 KM2 dengan jumlah penduduk 3443 jiwa) khususnya RT. 003/RW.001. RT. 003/RW.001memiliki jarak rumah yang sangat padat, sehingga kemungkinan untuk pemanfaatan lahan cenderung adalah pekarangan. Walaupun rata-rata warganya memiliki pendidikan yang tinggi namun kesadaran terhadap pemanfaatan pekarangan untuk Toga sangat minim. Kegiatan dilakukan pada tanggal 19 September 2021 dengan konsep membagikan 5 jenis tanaman (Jahe Merah, Jahe Emprit, Temu Ireng, Temulawak, dan Sambiloto) kepada 10 warga terpilih yang didampingi tokoh masyarakat setempat dan Ketua Rt. Selain itu tim juga memberikan motivasi dan penjelasan mengenai manfaat tanaman tersebut dan membagikan cara pengolahannya.