Claim Missing Document
Check
Articles

Indeks Kualitas Udara Provinsi Banten Frebhika Sri Puji Pangesti; Tauny Akbari
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 2 No. 2 (2019): Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.295 KB) | DOI: 10.47080/jls.v2i2.671

Abstract

Penggunaan energi dan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terjadi di Kota –kota besar yang memiliki laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi.Kepadatan penduduk, kepadatan lalu lintas, penggunaan bahan bakar minyak, dan kurangnya ruang terbuka hijau merupakan beberapa faktir yang bisa mempengaruhi penurunan kualitas udara. Pencemaran udara merupakan permasalahan yang sering dihadapi di wilayah perkotaan yang memerlukan perhatian khusus karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.Dampak dari polusi udara mengakibatkan penurunan kesehatan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup sangat diperlukan agar masyarakat memahami kondisi lingkungan dan pentingnya kualitas lingkungan hidup.Indeks kualitas udara di Provinsi Banten tahun 2018 termasuk dalam rentang kategori baik yaitu sebesar 72,63, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2017 sebesar 75,57.
PENGARUH LIMBAH KOTORAN SAPI, SISA PAKAN SAPI DAN SEKAM PADI TERHADAP KUALITAS KOMPOS DENGAN METODE VERMIKOMPOSTING Vina Nur Rahmawati; Tauny Akbari; Fitriyah Fitriyah; Risma Rizkia Nurdianti
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v6i2.2438

Abstract

Pemanfaatan kotoran sapi, pakan ternak dan sekam padi sebagai kompos memerlukan waktu yang sangat lama, sehingga diperlukan bahan pembantu seperti cacing tanah dengan metode vermikomposting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bahan baku vermikomposting terhadap parameter kimia kompos (rasio C/N, P dan K) serta membandingkan kualitasnya dengan standar kualitas kompos SNI 19-7030-2004 dan Permentan No. 70 Tahun 2011. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan dua variasi perlakuan kotoran sapi : sisa pakan sapi : sekam padi (A 40% : 45% : 15% dan B 50% : 35% : 15%) serta penambahan 0,4 kg cacing tanah (Lumbricus rubellus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahan baku berupa penambahan kotoran sapi hanya berpengaruh signifikan (p < 0,005) terhadap peningkatan nilai Kalium dan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai rasio C/N dan Fosfor. Nilai parameter kimia terbaik yang memenuhi standar kualitas kompos berdasarkan SNI 19-7030-2004 adalah variasi kompos B dengan nilai Rasio C/N 16, Fosfor 1,23 % dan Kalium 0,76%. Nilai parameter tersebut telah sesuai dengan standar SNI 19-7030-2004, namun belum memenuhi standar Permentan No 70 Tahun 2011.
PEMULIHAN LOGAM BESI (Fe) PADA AIR LINDI TPAS CILOWONG DENGAN MEMANFAATKAN ADSORBEN CANGKANG TELUR PUYUH Muhamad Faturahman Kurniawan; Tauny Akbari
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v7i1.3502

Abstract

Cangkang telur puyuh merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga dan industri makanan. Cangkang telur memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) dan protein asam mukopolisakarida yang dapat dijadikan sebagai adsorben. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas dan efisiensi penurunan kadar Fe serta pengaruh massa adsorben cangkang telur puyuh dan waktu kontak adsorben terhadap penurunan Fe pada air lindi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variasi waktu pengadukan yang digunakan yaitu 30 menit dan 60 menit, sedangkan massa adsorben yang digunakan sebesar 0,5 g, 1,0 g, 1,5 g, 2,0 g dan 2,5 g. Hasil penelitian menunjukkan adsorben cangkang telur puyuh dengan waktu kontak 30 menit diperoleh efisiensi dengan nilai 80,10% sedangkan pada waktu kontak 60 menit diperoleh efisiensi 84,88%, dengan hasil uji statistik ANOVA two way menyatakan waktu kontak dan massa adsorben berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar Fe.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN ADSORBEN BUBUK CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) Fany Indah Pertiwi; Fitriyah Fitriyah; Tauny Akbari; Dafi Dinansyah Wiradimadja
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i2.3591

Abstract

Industri batik menghasilkan kandungan limbah cair berbahaya logam berat berupa Kromium total. Salah satu upaya dalam menurunkan kandungan Kromium total dalam limbah cair batik adalah dengan melakukan proses adsorpsi dengan adsorben alami. Cangkang kerang hijau merupakan salah satu adsorben alami yang tersusun dari zat aktif pengikat polutan seperti logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan pengaruh penambahan dari adsorben bubuk cangkang kerang hijau, serta mengetahui gugus fungsi aktif pada adsorben. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental, dengan penambahan massa adsorben aktivasi secara fisika (pemanasan) dan tanpa aktivasi 10 g, 20 g, dan 30 g pada masing-masing 1 L sampel limbah. Uji adsorpsi dilakukan pada pengadukan 200 rpm dengan jartest selama satu jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan adsorben dapat menurunkan kadar Cr total hingga di bawah baku mutu yang berlaku yaitu 1 mg/L. Efisiensi penurunan terbesar (99,68%) diperoleh adsorben tanpa aktivasi dengan hasil Cr total 0,0195 mg/L. Penambahan kedua adsorben memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam menurunkan kandungan kromium total pada air limbah. Aktivasi secara fisika dengan pemanasan menghasilkan gugus fungsi baru pada adsorben teraktivasi.
PRO ENVIRONMENTAL RECYCLING BEHAVIORS BEHAVIOR BASED ON EDUCATION LEVEL (STUDY CASE IN BENDUNGAN VILLAGE, INDONESIA) Dafi Dinansyah Wiradimadja; Hisatsuna Mori; Tauny Akbari
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v7i2.3675

Abstract

The countless debates and controversies that have taken place between communities, individuals, and organisations in Indonesia have contributed to the complexity of the country's environmental problems. These inconsistencies and contradictions may, in essence, be linked back to the factors that led to the environmental problems that we are experiencing and the possible remedies to those problems. People who live in Bendungan Village, Bogor Regency, Indonesia, are used as the sample's units of analysis when taking quantitative data. The goal of community sampling is to get first-hand information about things like trash, recycling, and eco-village activities that happen in the community. The research methodology utilised in this study is a mixed-methods approach. Based on the findings, it has been determined that there exists a discrepancy between the knowledge and actions of the individuals residing in Bendungan Village. This would be the case since their ideas are in direct antagonism to their behavior.The fact that people in the area have adequate information does not make them more likely to engage in environmentally conscious conduct; rather, it demonstrates that there are other factors outside education that influence people's behavior toward environmental sustainability.
PRODUKSI BERSIH PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI RUMAH TANGGA TAHU MENGGUNAKAN TANAMAN Azolla microphylla DENGAN METODE FITOREMEDIASI Tauny Akbari; Radiant Ray Moslem
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i1.3963

Abstract

Industri Rumah Tangga Tahu X menghasilkan limbah cair yang dapat mencemari lingkungan, sehingga perlu diterapkan produksi bersih pada proses produksinya. Limbah cair tahu dapat diolah dengan metode fitoremediasi menggunakan tanaman Azolla microphylla. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Menganalisis tahapan proses produksi tahu serta input proses dan output pada setiap tahapan proses pembuatan tahu di Industri Rumah Tangga Tahu X, (2) Menganalisis opsi alternatif penerapan produksi bersih di Industri Rumah Tangga Tahu X dan (3) Menganalisis perkiraan manfaat lingkungan dan ekonomi penerapan produksi bersih dengan metode fitoremediasi. Pengumpulan data yang digunakan berupa data primer untuk penerapan produksi bersih dan data sekunder untuk fitoremediasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui tahapan produksi tahu terdiri dari pencucian kedelai, perendaman kedelai, penggilingan, pemasakan, penyaringan, penggumpalan, pencetakan, pengepresan, dan pemotongan tahu. Strategi produksi bersih pada Industri Rumah Tangga Tahu X diprioritaskan pada pengolahan limbah cair tahu menggunakan metode fitoremediasi dengan tanaman Azolla mycrophylla. Penggunaan tanaman Azolla mycrophylla tersebut diprediksi mampu menurunkan TSS 98%, COD 96% dan BOD 96% hingga memenuhi baku mutu limbah cair industri tahu dan memberi keuntungan ekonomi sekitar Rp.400.000,-/bulan.
Community Empowerment in Kasunyatan Village Through the Utilization of Water Hyacinth (Eichhornia crassipes) into Biomass Briquettes as an Effort for Flood Mitigation and Local Economic Improvement Mudmainah Vitasari; Tauny Akbari; Enggar Utari; Ika Rifqiawati
Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/fg1h3792

Abstract

The water hyacinth problem in the Cibanten River has not been optimally addressed. Community efforts, along with the Youth Organization (Karang Taruna) and the Maulana Yusuf Tourism Awareness Group (POKDARWIS), have generally been limited to river cleanups and community service activities. These activities are temporary, as the water hyacinth will regrow within a short time. However, if managed properly, water hyacinth has significant potential as a biomass resource that can be utilized to create valuable and economically viable products, one of which is biomass briquettes. Community empowerment activities in Kasunyatan Village, utilizing water hyacinth to produce biomass briquettes, have achieved their objectives. The community has successfully increased their knowledge, skills, and awareness of sustainable environmental management. The participatory, case-based implementation method is aligned with the challenges and needs of the community facing flooding and excessive water hyacinth growth. This program has had a positive impact on the environment by reducing river blockages and providing economic benefits through business opportunities for briquette production. Furthermore, it has fostered collective community awareness to maintain environmental cleanliness and utilize local resources independently. In the future, it is recommended that this activity be developed by improving the quality of briquette products and strengthening cooperation with related parties to provide broader and more sustainable benefits.
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN DI TPAS CILOWONG BERDASARKAN ANALISIS SWOT Anis Masyruroh; Tauny Akbari; Sarmila
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v9i1.4278

Abstract

Pengelolaan sampah di TPAS Cilowong masih belum optimal, ditandai oleh minimnya pemilahan sampah dari sumber dan praktik daur ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman TPAS Cilowong menggunakan pendekatan SWOT. Hasil IFAS menunjukkan faktor internal yang  mempengaruhi yaitu pada pernyataan kekuatan (Strength), seperti adanya pabrik kompos, infrastruktur pengelolaan sampah, aset alat berat yang berfungsi baik, serta penerapan sistem controlled landfill. Hasil EFAS mengidentifikasi faktor eksternal yang  mempengaruhi yaitu pada pernyataan peluang (opportunityl), antara lain nilai jual produk daur ulang, kerja sama dengan pihak swasta, dukungan regulasi, dan potensi pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Analisis SWOT menempatkan TPAS Cilowong pada kuadran Strength–Opportunityl (SO), sehingga strategi yang disarankan meliputi pemanfaatan dukungan regulasi untuk pendanaan alat berat tambahan, pengembangan pengolahan energi dari sampah, dan inovasi teknologi controlled landfill yang terintegrasi dengan konsep zero waste. Strategi ini diharapkan meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pengelolaan sampah di TPAS Cilowong.
PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA PENGELOLAAN LIMBAH BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DI DESA SINDANGSARI, KECAMATAN PABUARAN, KABUPATEN SERANG Tauny Akbari; Moch Chairul Anwar
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v6i1.151

Abstract

The aims of this research are to identify and analyze the application of cleaner production in waste management of oyster mushroom cultivation. Observations were held in one of oyster mushroom cultivation in Sindangsari Village, Pabuaran Subdistrict, Serang District. The research method used to analyze the alternative application of cleaner production was quick scanning of the entire production process of oyster mushroom cultivation. The results of waste identification indicate that some stages of oyster mushroom production process have the potential to cause waste, which are making baglog, boiling and sterilizing planting media, and planting mushroom seeds. Based on the determination of the priority scale for cleaner production options, the results obtained in order of priority on the application of clean production in the oyster mushroom cultivation business, namely (1) utilizing charcoal from combustion residues as fertilizer, (2) processing planting media waste as compost material, (3) reuse of used plastics suitable for use as a baglog, and (4) designing an environmentally friendly combustion furnace. Oyster mushroom cultivators can apply clean production based on the order of priority so that the oyster mushroom cultivation business is not only economically profitable, but also environmentally beneficial. Keywords: Cleaner production, waste management, oyster mushroom cultivation.
PENGARUH KUALITAS UDARA AMBIEN TERHADAP KELUHAN SUBJEKTIF GANGGUAN PERNAPASAN SEBAGAI BAHAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP: Studi Kasus pada Masyarakat Pengguna Terminal Kadu Agung Mandala Kabupaten Lebak Arul Amirullah; Muhlisin Muhlisin; Tauny Akbari
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i2.260

Abstract

Transportation activities at Kadu Agung Mandala Terminal have the potential to emit harmful substances that affect the respiratory health of terminal users. Therefore, there is a need for a policy to control ambient air quality to mitigate its impact on respiratory issues among terminal users. This study aims to analyze ambient air quality (SO2 and NO2), assess the level of subjective complaints related to respiratory disorders, and investigate the effects of ambient air quality on these complaints. The research employed a quantitative descriptive method, with the study population comprising terminal users. Purposive sampling was used to select 45 respondents, and measurements of ambient air quality (SO2 and NO2) were taken at three locations within the terminal. The study's results indicate that the ambient air quality parameters for SO2 (23.1 µg/Nm3) and NO2 (14.17 µg/Nm3) are still within acceptable standards. However, despite pollutant concentrations being below the quality standard, 77.1% or 34 individuals reported subjective complaints related to respiratory problems. Notably, the concentration of SO2 at 23.1 µg/m3 is associated with throat irritation, eye irritation, and coughing, while NO2 at 14.17 µg/m3 leads to throat irritation and coughing. Ambient Air Quality Control Policy is carried out by monitoring ambient air quality and carbon gas emissions, expanding the area of green open space and supervising the driving test and spot check of motorized vehicles to meet exhaust emission standards.