Articles
Hubungan Kepatuhan Tranfusi Darah dan Konsumsi Kelasi Besi terhadap Pertumbuhan Anak dengan Thalasemia Mayor
Hera Hijriani;
Nur Utami Septiani
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v8i2.112
Penatalaksanaan thalasemia adalah dengan memberikan tranfusi sel darah merah. Pemberian tranfusi darah secara terus menerus akan menyebabkan terjadinya penumpukan besi pada jaringan parenkim dan disertai dengan kadar serum besi yang tinggi. Terapi yang diberikan pada pasien yang melakukan tranfusi regular adalah terapi kelasi besi. Dampak buruk yang dapat timbul pada pasien thalasemia salah satunya yaitu gangguan pertumbuhan, maka diperlukan frekuensi kontrol untuk tranfusi darah yang teratur dan kepatuhan mengkonsumsi kelasi besi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kepatuhan tranfusi darah pada anak thalasemia; mengidentifikasi kepatuhan konsumsi kelasi besi pada anak thalasemia; mengidentifikasi pertumbuhan anak dengan thalasemia. Desain penelitian ini menggunkan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 anak thalasemia dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kepatuhan tranfusi adalah dokumentasi (Rekam medis), untuk kepatuhan konsumsi kelasi besi yaitu dengan cara wawancara dengan alat ukur kuesioner, pengukuran pertumbuhan anak yaitu dengan observasi dengan menggunakan tabel IMT/U. Analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan antara kepatuhan tranfusi darah dan konsumsi kelasi besi terhadap pertumbuhan anak dengan thalasemia mayor dengan p value = 0,000 < (0,05). Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh ilmu keperawatan sebagai evidence based dan sumber informasi tentang kepatuhan tranfusi darah dan mengkonsumsi kelasi besi terhadap pertumbuhan anak dengan thalasemia. Sebagai acuan orang tua anak penderita thalasemia agar menjaga kondisi kesehatan anaknya dan patuh menjalani tranfusi darah dan konsumsi kelasi besi secara teratur agar pertumbuhan anaknya dapat normal. Dan diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan asuhan keperawatan dan health education kepada pasien thalasemia.
Gambaran Kepatuhan Penggunaan Masker dalam Pencegahan Penularan Covid-19
Hera Hijriani;
Heni Heni;
Aat Agustini;
Bibin Ibnu Bathutah
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51997/jk.v10i1.146
Pandemi Covid-19 memberikan pengaruh yang cukup serius terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan memengaruhi aktivitas keseharian masyarakat. Di beberapa daerah terindikasi menurunnya kepatuhan masyarakat pada penerapan protokol kesehatan, pada penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan) juga berkurang tingkat kedisiplinan masyarakat padahal hal itu sangat penting untuk mencegah pencegah penularan virus corona alias Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan penggunaan masker dalam pencegahan penularan Covid 19 di Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah masyarakat usia (18-40 tahun) di Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka tahun 2021 sebanyak 27.673 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang dengan teknik accidental sampling dalam pengambilan sampelnya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengahnya (67,0%) masyarakat kurang patuh dalam penggunaan masker. Saran diajukan bagi masyarakat agar mempelajari protokol kesehatan Covid-19 khususnya dalam penggunaan masker dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan segera ke fasyankes jika ada keluhan/tanda bahaya Covid-19.
Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester III Dengan Anemia Di Desa Heuleut Leuwimunding Kabupaten Majalengka
Wahyuni, Sri;
Setyowati, Rahayu;
Wianti, Arni;
Agustini, Aat;
Hijriani, Hera
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.415
Anemia berdampak buruk pada peningkatan kematian ibu dan bayi. Selain itu, anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan perdarahan sebelum dan pada saat melahirkan, keguguran, kelahiran bayi prematur dan Berat Bayi Lahir Rendah, Cara mengatasi kekurangan zat besi pada tubuh dengan cara mengkonsumsi 60-120 mg Fe per hari dan meningkatkan asupan makanan sumber Fe. Pemberian tablet Fe yang tidak rutin kurang cukup meningkatkan kadar hemoglobin. Salah satu jenis kacang-kacangan yang mengandung zat besi tinggi adalah kacang hijau. Biji kacang hijau yang telah direbus atau diolah dan kemudian dikonsumsi mempunyai daya cerna yang tinggi dan rendah daya flatulensi nya. Sebaliknya pada ibu hamil yang diberikan tambahan sari kacang hijau terdapat peningkatan kadar Hb. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian sari kacang hijau terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil dan mengajarkan ibu hamil untuk rutin mengkonsumsi sari kacang hijau. Metode yang digunakan adalah ersifat quasi eksperimen berupa one group pre test, post test design. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya Hb pada ibu hamil trimester III setelah rutin mengkonsumsi sari kacang hijau selama 2 minggu.
Terapi Kelompok Terapeutik untuk Mengkaji Tahapan Perkembangan Anak Usia Sekolah
Wahyuni, Sri;
Suharno, Suharno;
Hijriani, Hera;
Heni, Heni;
Hadinata, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 5 (2024): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v2i5.989
Anak usia sekolah adalah anak usia 6-12 tahun yang merupakan cikal bakal generasi masa depan bangsa, sehingga diperlukan ketahanan dan kesehatan mental yang optimal supaya anak produktif sesuai dengan fase perkembangannya. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka akan mengalami gangguan perkembangan psikososial. Saat ini masih banyak keluarga di komunitas yang belum memahami mengenai cara menstimulasi perkembangan anak usia sekolah pada beberapa jenis perkembangan seperti motorik, kognitif dan bahasa, emosi dan kepribadian, moral dan spiritual, serta psikososial. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk menstimulasi anak usia sekolah sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya secara optimal melalui pendekatan terapi kelompok terapeutik (TKT) usia anak sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap adalah tahap persiapan, pelaksaanaan tindakan TKT yang terdiri dari lima (5) sesi dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan mayoritas peserta terjadi peningkatan tingkat perkembangan dengan baik pada anak usia sekolah setelah dilakukan TKT. Oleh karena itu, terapi kelompok terapeutik direkomendasikan sebagai promosi untuk menstimulasi perkembangan secara optimal yang mempengaruhi pada kesehatan jiwa anak usiasekolah pada tatanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat terutama di sekolah.
Pemberian Air Rebusan Daun Salam Untuk Menurunan Kadar Asam Urat Pada Penderita Gout Arthritis Kelurahan Cijati Munjul Kabupaten Majalengka
Agustini, Aat;
Kurniawan, Wawan;
Hijriani, Hera;
Wahyuni, Sri;
Rahmawari, Lia Reka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1431
Pada artritis gout, peningkatan kadar asam urat darah disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium di berbagai jaringan tubuh, yang menyebabkan peradangan sendi. Di antara banyak potensi risiko kesehatan yang terkait dengan peningkatan kadar asam urat adalah gangguan fungsi ginjal, termasuk sekresi asam urat yang berlebihan atau penurunan fungsi ginjal. Daun salam merupakan salah satu alternatif obat untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah karena kandungan tanin, flavonoid, dan minyak atsiri yang dikandungnya. Jika Anda sedang mencari alternatif pengobatan, Anda bisa mencoba meminum 200 ml air panas dengan daun salam terlebih dahulu di pagi hari dan sebelum tidur. Ini akan membantu meringankan rasa sakit yang mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Layanan ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasien gout arthritis dapat menurunkan kadar asam uratnya dengan meminum air panas infus daun salam. Desain quasi eksperimen penelitian ini didasarkan pada desain one-group pre-test-post-test dengan metode purposive sampling. Rata-rata kadar asam urat sebelum ibadah dimulai adalah 7.293 mg/dl, namun turun menjadi 5.280 mg/dl setelah mendapat air hangat dengan daun salam.
Pengaruh Psychoeducational Parenting terhadap Kecemasan Orangtua yang Mempunyai Anak Penyandang Thalassemia Mayor
Hera Hijriani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.44 KB)
|
DOI: 10.31539/jks.v2i1.395
This study aims to study the effect of psychoeducational parenting on the anxiety of parents who have children with thalassemia major. This type of research is a quasi-experimental study using an interpretest and posttest with control group design approach. The results showed that there was an influence of psychoeducational parenting on the anxiety of parents who have children with thalassemia major (p value 0.006). Conclusion, there is the influence of psychoeducational parenting on the anxiety of parents who have children with thalassemia major. There is no influence of age, education, occupation, family income, and the presence of children with thalassemia in the family on the anxiety of parents who have children with thalassemia major. Keywords: Anxiety, Psychoeducational Parenting, Thalassemia
Edukasi Hand Hygiene Untuk Peningkatan Kemampuan Mencuci Tangan Pada Anak Sekolah Dasar (SD) Negeri Mekarwangi Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka
Hijriani, Hera;
Agustini, Aat;
Kurniawan, Wawan;
Wahyuni, Sri;
Nuramalia, Nita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2572
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) terbukti mampu menurunkan kejadian diare hingga 47%. Namun, perilaku CTPS di Indonesia masih rendah, khususnya pada anak usia sekolah dasar, di mana hanya 16,4% yang melakukan CTPS dengan benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mencuci tangan pada siswa kelas I dan II di SDN Mekarwangi, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka melalui pemberian edukasi kesehatan tentang hand hygiene. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendidikan masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan diberikan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya mencuci tangan yang benar. Kegiatan ini merekomendasikan agar sekolah menyediakan fasilitas CTPS yang memadai, memberikan informasi tentang CTPS secara rutin, serta menerapkan metode simulasi dalam pembelajaran kebersihan diri.
Analisis Kebutuhan: Komunikasi Terapeutik dalam Kurikulum Mata Kuliah Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa Keperawatan
Wati, Eti;
Sofyan, Wini;
Hijriani, Hera;
Shiamullaeli, Meina
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47134/jpbsi.v1i3.1831
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa keperawatan mengenai komunikasi terapeutik dalam mata kuliah Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan 10 pertanyaan Harden yang berfokus pada aspek-aspek penting dalam pembelajaran komunikasi terapeutik yang dapat meningkatkan keterampilan komunikasi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan ADDIE, yaitu fase satu yakni fase analisis kebutuhan mahasiswa. Penelitian ini menggunakna total sampling, dimana sampel sama dengan populasi, yakni 134 mahasiswa tingkat empat semester tujuh program studi S1 Keperawatan di sebuah universitas di Majalengka Jawa Barat. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran komunikasi terapeutik dan Bahasa Indonesia harus saling berkorelasi. Mayoritas mahasiswa menganggap keterampilan mendengarkan aktif, empati, dan komunikasi nonverbal sebagai kebutuhan utama, serta memerlukan pemahaman budaya dan terminologi medis yang sesuai. Mereka juga menginginkan metode pembelajaran interaktif, didukung bimbingan dan umpan balik dari dosen. Hambatan utama adalah kurangnya keterkaitan materi perkuliahan dengan praktik lapangan. dan penilaian berbasis observasi klinis diperlukan untuk menjaga keterampilan. Kurikulum terintegrasi dan sumber daya pembelajaran modern sangat diharapkan guna mencapai kompetensi komunikasi terapeutik yang optimal. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan untuk pengembangan kurikulum yang lebih relevan dan aplikatif, serta meningkatkan kemampuan komunikasi terapeutik mahasiswa keperawatan dalam praktik klinis).
Skrining Kesehatan Mental Usia Dewasa Awal Pada Mahasiswa Universitas YPIB Majalengka Sebagai Tindakan Pencegahan Gangguan Mental
Wahyuni, Sri;
Suharno, Suharno;
Wianti, Arni;
Hijriani, Hera;
Heni, Heni;
Setyowati, Rahayu;
Hadinata, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.373
Isu kesehatan mental beberapa tahun belakangan ini cukup populer dibahas khususnya yang menimpa Generasi Z atau anak kelahiran tahun 1997-2012. Mirisnya, Gen-Z ini adalah generasi yang diprediksi akan menjadi calon pemimpin Indonesia Emas pada 2045 mendatang. Permasalahan mental health ini pastinya harus segera diatasi karena mempunyai pengaruh besar pada perkembangan kondisi sosial dan ekonomi baik di masyarakat sekitar dan negara ini pada umumnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi dini gangguan mental pada remaja dan dewasa awal. Metode pelaksanaan yaitu melakukan suvey pendahuluan untuk melihat kondisi di kampus universitas YPIB Majalengka, melakukan skrinning kesehatan jiwa dan sosialisasi tentang pencegahan masalah kesehatan jiwa. Setelah melakukan skrinning responden diberikan Pendidikan kesehatan tentang cara mengatasi kecemasan dan depresi. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu responden berjumlah 50 dengan 66% mengalami gejala distres psikologis yang ringan, 16% mengalami gejala distres psikologis yang tinggi (perlu diwaspadai), dan sebanyak 18% yang tidak menunjukkan gejala distres psikologis. Dengan jumlah partisipan 80% adalah berjenis kelamin Perempuan dan 20% berjenis kelamin laki – laki dengan usia berada pada rentang usia dewasa awal. Kegiatan ini dapat menjadi suatu acuan bagi pihak Puskesmas dan kader kesehatan jiwa untuk berkolaborasi selanjutnya dalam melakukan promosi kesehatan khususnya masalah kesehatan jiwa pada semua rentang usia.
Behavioral Counseling of Theory of Planned Behavior-Based to Increase Sufferers' Intention in Preventing Recurrent Ischemic Stroke: A Randomized Control Trial
Adiutama, Novian Mahayu;
Hijriani, Hera;
Agustini, Aat;
Fauziah, Wardah;
Ferdian, Nurizzi Rifqi;
Nirwana, Bayu;
Ellina, Agusta Dian
Journal for Quality in Public Health Vol. 5 No. 1 (2021): Journal for Quality in Public Health
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30994/jqph.v5i1.265
Introduction: Ischemic stroke has become the leading cause of premature death in the last two decades. The biggest problem in preventing recurrence ischemic stroke is the compliance of the sufferers and the obedient behavior will arise only if they are consistent and have a strong intention. This study aims to determine the effect of behavioral counseling in increasing the intention to prevent recurrent ischemic stroke by using the theory of planned behavior model approach. Methods: Randomized Control Trial was conducted on 64 patients after an ischemic stroke that was managed by a public health center in East Java, Indonesia. Simple random sampling technique was used to take samples in this study. We provided behavioral counseling regarding the prevention of ischemic stroke recurrence to the treatment group using the Behavioral module which was compiled based on the guidelines from the Theory of Planned Behavior (TPB), while the intention variable was measured using the intention measurement instrument from the TPB Questionaries. The data obtained were then analyzed by using an independent t test. Results: The result revealed that there was a significant difference in the mean value of the intention variable between the control group and the treatment group after the TPB-based behavioral counseling intervention for 1 month (p=0.015). Discussion: The behavioral counseling of TPB-based can be implemented as an alternative way in increasing the sufferers’ intention to prevent recurrence ischemic stroke. Further research in a broader scope is needed to prove the effectiveness of behavioral counseling on the structural values of the Theory of Planned Behavior.