Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk Meningkatkan Kapasitas Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Ngargoyoso wijayanti, Pipit; Nugraha, Setya; Tjahjono, Gentur Adi; Utomowati, Rahning; Rindarjono, Moh Gamal; Ronggowulan, Lintang; Sholeh, Sofyan; Sukmawati, Sekar Ayu
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.92916

Abstract

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana atau SPAB merupakan usaha preventif dan pengurangan dampak bencana yang berlandaskan hukum pada peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana. Kecamatan Ngargoyoso merupakan wilayah rawan bencana. Data terbaru menunjukkan sebanyak 72 bencana longsor di Kabupaten Karanganyar per tahun 2023 didominasi oleh Kecamatan Ngargoyoso. Bencana longsor ini turut menimpa SDN 01 Berjo hingga menimbulkan kerusakan dua bangunan ruang kelas pada tahun 2021. Tentunya hal ini menjadikan program SPAB sangat penting untuk diterapkan utamanya kepada siswa Sekolah Dasar yang merupakan kelompok masyarakat yang masih sangat memerlukan bimbingan dari gurunya. Berdasarkan permasalahan yang ada Grup Riset Geografi Terapan Pendidikan Geografi FKIP UNS bekerjasama dengan UPT Pendidikan Kecamatan Ngargoyoso untuk melakukan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Simulasi Mitigasi Bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru Sekolah Dasar mengenai SPAB. Metode yang digunakan adalah ceramah, simulasi mitigasi bencana dan melakukan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan signifikan pemahaman guru SD terkait SPAB.
Analisis Pola Aliran dan Kuantitas Air Tanah Dangkal di Kota Madiun Nugraha, Setya; Alfahmi, Sirojudin; Hendro Cahyono, Hadi Wiwit
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 25, No 1 (2023): Maret
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v25i1.78749

Abstract

The increasing physical development and decreasing water infiltration areas have led to a reduction in groundwater reserves. Groundwater is experiencing a decline both in quantity and quality over time. The rising demand for water is inversely proportional to the diminishing availability of water in terms of quality. This situation also implicates a decrease in the quantity of groundwater. Integrated protection and management efforts must be carried out from upstream to downstream, one of which can be achieved through groundwater conservation. Therefore, the aim of this research is to understand the shallow groundwater flow patterns in the city of Madiun. This study conducted an inventory, identification, and mapping of the area to determine the criticality of shallow groundwater in terms of quantity using the shallow groundwater flow pattern analysis method. The results of the analysis generally indicate that the direction of shallow groundwater flow in the city of Madiun, in the eastern areas of the Madiun River, flows from south to north, while in the western areas of the Madiun River, it flows from west to east, all ultimately leading towards the Madiun River.
Pengelolaan Bank Sampah Mandiri Secara Berkelanjutan di Kelurahan Mojosongo Surakarta Atika Sari, Diah Apriani; Suryanto, Suryanto; Sudarwanto, Albertus Sentot; Nugraha, Setya; Utomowati, Rahning
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 24, No 2 (2022): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v24i2.70435

Abstract

According to Sustainable Waste Indonesia (SWI) data, less than 10% of plastic waste is recycled and more than 50% still ends up in landfill site. The total volume of waste generated by the City of Surakarta in 2020 is 107,873 tons per year, so a waste management scheme is needed that is the joint responsibility of the government, the private sector and the community. One of the waste management schemes involving community participation is through the Waste Bank. The Waste Bank is one solution to deal with the problem of increasing waste production. The waste bank program is a collective self-subsistent waste management system with the principle of recycling. People who act as bank customers will also benefit by depositing their waste and then saving it through a waste bank and from their savings can be taken as needed. Thus, the waste bank will have a positive impact on the environment and improve economic conditions in a community. The sustainable self-subsistent waste bank management program is a solution in handling waste problems in RW 28, Mojosongo sub-district, Surakarta. The implementation of the waste bank management program in RW 28 Mojosongo Village, among others: 1) the establishment of a waste bank, 2) technical training, 3) implementation and development of the waste bank system.
Analisis Hambatan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19 pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 8 Surakarta Novitasari, Inelsa Rafika; Nugraha, Setya; Prihadi, Singgih
GEADIDAKTIKA Vol 3, No 2 (2023): Geadidaktika Agustus 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v3i2.77267

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, karena pendidikan tidak hanya didapatkan di bangku sekolah saja, tetapi juga dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. Adanya pendemi covid-19 yang mengharuskan segala kegiatan aktifitas yang dilakukan diluar rumah harus dibatasi, tidak terkecuali kegiatan sekolah atau belajar mengajar. Adanya perubahan proses pembelajaran yang terhitung tiba-tiba mengakibatkan pengajar maupun peserta didik harus membiasakan dengan adanya perubahan tersebut. Hal tersebut tentu tidak mudah untuk dilakukan sehingga terdapat hambatan yang dirasakan oleh pengajar maupun peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan yang terjadi selama proses pembelajaran jarak jauh di SMA Negeri 8 Surakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Sampel yang digunakan yaitu seluruh warga sekolah SMA Negeri 8 Surakarta. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data interaktif. Hasil menunjukan hambatan yang dialami oleh warga sekolah yaitu keterbatasan kuota internet, jaringan internet kurang stabil, keadaan lingkungan yang kurang kondusif, kapasitas perangkat penunjang pembelajaran yang minim dan penyamapaian materi yang diberikan oleh guru kepada peserta didik.
Penentuan Lahan Kritis Sebagai Arahan Konservasi Lahan di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Tahun 2021 Widyawati, Anita Wahyu; Ahmad, Ahmad; Nugraha, Setya
GEADIDAKTIKA Vol 1, No 2 (2021): Geadidaktika Agustus 2021
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v1i2.53948

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Menganalisis kesesuaian penggunan lahan dengan fungsi kawasan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 2021 (2) Menganalisis kesesuaian pola ruang RTRW dengan fungsi kawasan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 2021 (3) Menganalisis tingkat kekritisan lahan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 202 (4) Menganalisis arahan konservasi lahan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 2021. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian adalah satuan lahan. Unit analisis yang digunakan adalah satuan lahan. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, interpretasi citra, uji laboratorium, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu skoring parameter fungsi kawasan dan tingkat kekritisan lahan, analisis deskriptif hasil overlay peta, dan pengelompokan arahan konservasi lahan berdasarkan fungsi kawasan dan tingkat kekritisan lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kecamatan Ngargoyoso mempunyai empat fungsi kawasan yaitu kawasan lindung, kawasan penyangga, kawasan budidaya tanaman tahunan, serta kawasan budidaya tanaman semusim dan permukiman. Kesesuaian penggunaan lahan dengan fungsi kawasan menunjukan bahwa sebagian besar penggunaan lahan di Kecamatan Ngargoyoso tidak sesuai dengan fungsi kawasaannya seluas 4.162,523 Ha (67,79 %). (2) Kesesuaian pola ruang RTRW dengan fungsi kawasannya menunjukkan bahwa sebagian besar pola ruang RTRW sesuai dengan fungsi kawasannya seluas 4.413,048 Ha (71,87%). (3) Tingkat kekritisan lahan di Kecamatan Ngargoyoso diklasifikasikan menjadi empat yaitu potensial kritis, agak kritis, kritis, dan sangat kritis. (4) Arahan konservasi metode vegetatif yang dapat diterapkan di Kecamatan Ngargoyoso meliputi pengelolaan tanah minimum, hutan lindung/hutan kemasyarakatan/hutan suaka alam/hutan wisata, penanaman vegetasi permanen, penanaman penutup tanah, hutan produksi terbatas/hutan rakyat, agroforestry, penanaman menurut garis kontur, penanaman menurut strip, dan pertanaman lorong, strip rumput, manajemen bahan organik, pertanaman campuran, dan tanaman pagar/pagar hidup. Arahan konservasi metode mekanik/teknik sipil meliputi teras gunung/saluran pengelak, saluran pembuangan air (SPA), bangunan terjunan, kontrol sedimen, teras guludan, teras bangku, teras individu, rorak, dan mulsa vertikal.
Potensi Pengembangan Ekowisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Tahun 2022 Prahastiwi, Arista Tiara; Rindarjono, Mohammad Gamal; Nugraha, Setya
GEADIDAKTIKA Vol 5, No 1 (2025): Geadidaktika Januari 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v5i1.70845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Potensi wisata budaya di Desa Wanurejo, (2) Potensi ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Wanurejo, (3) Arahan pengembangan pariwisata dan ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Wanurejo, (4) Aplikasi referensi materi yang berkaitan dengan tema Potensi Ekowisata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan geografi analisis keruangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan populasi penelitian, teknik sampel menggunakan purposive sampling yaitu wawancara dengan pengelola objek wisata, pemerintah dan masyarakat, dan Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk masyarakat. Accidental dan snowball sampling untuk wisatawan. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan diskusi kelompok (FGD). Teknik uji validitas yang digunakan adalah teknik triangulasi data, yaitu menggunakan beberapa sumber data dan teknik yang berbeda dalam pengumpulannya. Hasil penelitian menunjukkan 1) Terdapat lima kelas klasifikasi potensi wisata yaitu sangat potensial, potensial, cukup potensial, kurang potensial dan sangat tidak potensial. 2) Terdapat tiga kelas klasifikasi potensi ekowisata, yaitu sangat potensial, potensial dan kurang potensial. 3) Berdasarkan hasil analisis Trend Analysis dapat ditentukan arah pengembangan ekowisata pada masing-masing obyek 4) Implementasi tema analisis Potensi dan Komunitas